Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Potensi Nanoemulsi Ekstrak Daun Pirdot (Saurauia vulkani) dalam Meningkatkan Aktivasi Enzim Alpha-Amilase sebagai Alternatif Terapi Diabetes Mellitus Nasiro, Siti; Anjulita, Ratna; Setiawan, Eko; Afriyandi, Adfin; Situmeang, Boima
Jurnal Beta Kimia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2: November 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v3i2.15164

Abstract

Tumbuhan pirdot (Saurauia vulcani Korth.) merupakan tanaman endemik yang banyak tumbuh di daerah Sumatera Utara yang memiliki berbagai manfaat khususnya sebagai alternatif obat tradisional, tetapi belum banyak diteliti dalam skala laboratorium. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanoemulsi esktrak daun pirdot terhadap aktivitas antidiabetes. Nanoemulsi dibuat menggunakan virgin coconut oil sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai kosurfaktan, dan akuades sebagai fase air dengan massa ekstrak daun pirdot (1, 2, 3 dan 4 g). Pengujian stabilitas fisik yang dilakukan yaitu uji persen transmitan, uji sentrifugasi, uji pH, uji viskositas dan uji kelarutan. Ukuran partikel nanoemulsi terkecil pada formulasi F4 sebesar 1165 nm, sedangkan hasil aktivitas antidiabetes diperoleh % penghambatan terbaik nanoemulsi ekstrak daun pirdot terhadap enzim α-Amilase sebesar 80,41% pada F1.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Buah Pare (Momordica charantia L.) Sriwijayanti, Sriwijayanti; Situmeang, Boima; Yulianti, Nani; Susvira, Dian; Widiyanto, Holisha
Jurnal Beta Kimia Vol 4 No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v4i1.15487

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat merangkat radikal bebas. Salah satu tanaman yang diduga dapat merangkat senyawa radikal bebas adalah biji buah pare (Momordica charantia L.). Masyarakat telah menggunakan pare sebagai makanan sehari-hari dan juga telah lama dipercaya sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji buah pare. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Uji skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan berbagai reagent kimia untuk analisis senyawa golongan alkaloid, fenoli, flavonoid, tannin, triterpenoid dan steroid. Uji Aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil uji skrining fitokimia didapatkan bahwa ekstrak metanol biji buah pare positif mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid, steroid dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 137,99 ppm yang termasuk dalam kategori sedang.
Sintesis Metil Ester sebagai Biodiesel Minyak Biji Kesambi (Schleichera oleosa L.) melalui Esterifikasi dan Transesterifikasi Lailatusholihah, Isna; Suganda, Angga; Mahardika, Micha; Prastiwi, Dina Alva; Situmeang, Boima
Arfak Chem: Chemistry Education Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Arfak Chem
Publisher : Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/accej.v7i1.592

Abstract

Synthesis of methyl ester as biodiesel kesambi seed oil (schleichera oleosa l.) through esterification and transesterification has been successfully conducted. Kesambi seeds are one of the seeds that can produce essential oils, which is about 70%. The methods used in this study are esterification and transesterification. Characterization of methyl ester compound used H-NMR spectrometry The procedure was sample preparation, degumming, esterification, transesterification, and biodiesel quality test. The esterification process had been two steps using a methanol ratio of 20: 1. The biodiesel quality test results are not sufficient from the SNI 04-7182: 2006 standard, where the acid number is 0.718 Mg KOH / g, moisture content 0.32-0.51%, density 840 kg / m3 and viscosity 25.1 Mm2 / s. 
IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DALAM FRAKSI METANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana) Sriwijayanti, Sriwijayanti; Nasiro, Siti; Humesi, Lusi; Situmeang, Boima; Puspitasari, Puspitasari
Arfak Chem: Chemistry Education Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Arfak Chem
Publisher : Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/accej.v6i2.525

Abstract

Tumbuhan Bidara (Ziziphus mauritiana) merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit. Bidara  tumbuh didaerah yang kering dengan curah hujan yang sangat rendah. Di Indonesia, tumbuhan bidara banyak ditemukan didaerah Banten, Jawa, Madura, Bali, Sawu, Rote, Timur leste, Alor, Makasar, Bima, dan Sumba. Pada penelitian sebelumnya, ekstrak daun bidara diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa bioaktif dan menguji aktivitas antioksidan pada fraksi metanol daun bidara. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Pemisahan dan pemurnian senyawa menggunakan metode kromatografi. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazin). Karakterisasi dan elusidasi struktur isolat yang mempunyai nilai % inhibisi tinggi dilakukan dengan menggunakan spektroskopi UV dan FTIR. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan fraksi 10 menghasilkan nilai % inhibisi yang tinggi yang dapat meredam radikal bebas. Hasil elusidasi struktur, senyawa yang diperoleh merupakan senyawa flavonoid.
Efektivitas Perendaman Larutan Nanas Queen Victoria sebagai Pereduksi Logam Fe pada Kerang Hijau (Perna viridis) Widiyanto, Holisha; Julianti, Julianti; Sriwijayanti, Sriwijayanti; Sari, Puspita; Situmeang, Boima; Susvira, Dian
Jurnal Beta Kimia Vol 4 No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2: November 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v4i2.18673

Abstract

Excessive Fe heavy metal contamination cause health problems for humans. One of the marine biota that is susceptible to heavy metal contamination is green mussels. Green mussels (Perna viridis) are a food that is very often consumed by humans. This Fe metal which derived with materials that are chelating agents such as citric acid, one of the fruits that contain citric acid is the Queen Victoria pineapple. The research aims to determine the effectiveness of soaking Queen Victoria pineapple solution in reduces Fe metal in green mussels. The pineapple solution immersion test was carried out with varying concentrations of 25, 50 and 75% with soaking times of 15, 30 and 45 minutes which were analyzed using inductively coupled plasma (ICP). The highest reduction results were at a concentration of 25% with a soaking time of 30 minutes, amounting to 60.58%.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa) dalam Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Perak dengan FTIR Susvira, Dian; Akbar, Muhammad; Situmeang, Boima; Widiyanto, Holisha
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i1.11263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi nanopartikel perak menggunakan ekstrak kulit kayu kesambi serta menentukan gugus fungsi dalam ekstrak yang berperan sebagai bioreduktor. Ekstraksi kulit kayu kesambi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Pembentukan nanopartikel perak dilakukan dengan menambahkan ekstrak kulit kayu kesambi 4% ke dalam larutan AgNO₃ 0,01 M. Nanopartikel disintesis dengan tiga perbandingan yang berbeda, yaitu: 1:3, 1:5, dan 1:7. Analisis instrumental menggunakan Spektrofotometer dan FTIR. Absorbansi maksimum dari analisis spektrofotometer UV-Vis untuk sampel dengan perbandingan 1:3, 1:5, dan 1:7 diamati pada panjang gelombang 440 nm. Nilai absorbansi tertinggi diperoleh pada perbandingan 1:3. Spektrum FTIR nanopartikel yang berasal dari ekstrak kulit kayu kesambi menunjukkan puncak yang lebar dan kuat pada bilangan gelombang 3385 cm⁻¹, yang menunjukkan adanya vibrasi peregangan OH pada senyawa fenolik, yang berfungsi sebagai agen pereduksi dalam sintesis nanopartikel perak.
Uji Aktivitas dan Karakterisasi Senyawa Penurun Kolesterol dari Fraksi Etil Asetat Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) Masyhuri, Aga Adi; Usman, Mohammad Rofik; Situmeang, Boima; Wibowo, Arianto
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.2114

Abstract

Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk menurunkan aktivitas kolesterol dalam tubuh adalah tanaman bidara, (Ziziphus mauritiana). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun bidara positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan aktivitas senyawa penurun kolesterol pada daun bidara. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Fraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi kolom cair-cair dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Hasil skrining fitokimia pada fraksi etil asetat bidara menunjukkan bahwa fraksi mengandung senyawa golongan alkaloid, fenolik, flavonoid, terpenoid dan steroid. Hasil uji aktivitas penurun kolesterol mengungkapkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas dan kemampuan menurunkan kolesterol yang cukup kuat. Hasil analisis dengan FTIR menunjukkan kandungan senyawa metabolit sekunder pada fraksi etil asetat adalah senyawa golongan  triterpenoid.
The potential of methanol extract nanoemulsion from gletang flower (Tridax procumbens) as an antibacterial agent against pathogenic bacteria Sriwijayanti, Sriwijayanti; Pradana, Agrin Febrian; Fauji, Fajar Rizki; Farlina, Iin; Situmeang, Boima
Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 16 No. 3 (2024): J. Pendidik. Kim : December 2024
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v16i3.65168

Abstract

Gletang plant is a weed that grows wild and is widely distributed in various places such as rice fields, plantations, and roadsides. Phytochemical screening of gletang flower extract using methanol revealed the presence of secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, steroids, phenols, terpenoids, and tannins. This study aims to formulate a nanoemulsion from the methanol extract of gletang flowers. The extraction was performed by maceration with methanol 96%. The nanoemulsion was characterized by testing its pH, % transmittance, stability, viscosity and particle size using a particle size analyzer. The antibacterial activity was tested against Staphylococcus aureus and Escherichia coliusing the Kirby-Bauer method. The results of pH characterization, % transmittance, stability and viscosity tests met the standards. The particle size analyzer showed that the particle size ranged between 300-1000 nm. The antibacterial activity tests indicated that all three formulations showed activity against the pathogenic bacteria E. coli, with formulation 3 showing the highest activity.
Microemulsion of methanol extract of Tridax procumbens flower and its antibacterial activity against Streptococcus mutans and Enterococcus faecalis Wijayanti, Sri; Pradana, Agrin Febrian; Situmeang, Boima; Prastiwi, Dina Alva; Musa, Weny J.A.
Jurnal Beta Kimia Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Number 1, May 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v5i1.21189

Abstract

Tridax procumbens (commonly known as Gletang flower) is a medicinal plant recognized for its antibacterial potential and is widely distributed across various habitats such as rice fields, plantations, and roadsides. Phytochemical screening of its methanolic flower extract revealed the presence of secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, steroids, phenols, terpenoids, and tannins, all of which contribute to its biological activities. This study aimed to develop a microemulsion formulation of T. procumbens methanolic extract and to evaluate its antibacterial activity against Streptococcus mutans and Enterococcus faecalis, two major oral pathogenic bacteria. The microemulsion was prepared using the sonication method and characterized by assessing its pH, transmittance, viscosity, physical stability, and particle size using a particle size analyzer. Antibacterial activity was tested using the Kirby-Bauer disk diffusion method. The results indicated that the microemulsion had particle sizes ranging from 300–1000 nm and demonstrated significantly higher antibacterial activity compared to the crude extract, suggesting improved solubility and enhanced bioactivity of the active compounds. This formulation holds promise as a natural antibacterial agent for the prevention of oral infections.
Penurunan Logam Fe dan Co Pada Kerang Hijau (Perna viridis) dengan Metode Perendaman Larutan Belimbing Wuluh: Reduction Fe and Co Metals in Green Mussels (Perna viridis) by Soaking in Starfruit Solution Widiyanto, Holisha; Asad, Hafidz Al; Sriwijayanti; Susvira, Dian; Situmeang, Boima
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 9 No. 3 (2023): December Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2023.v9.i3.16586

Abstract

Green mussels with the Latin name Perna viridis are an animal that lives in the ocean and is a type of shellfish that is widely consumed by the public. Along with time, the emergence of factories that can pollute the oceans can cause contamination of marine life in it, one of the pollutants is the heavy metals of Fe and Co. The accumulation of heavy metals Fe and Co in green mussels can be toxic to people who consume them. This study aims to determine the concentration of heavy metals Fe and Co in green mussels before and after immersion in starfruit solution. Tests for immersion of the starfruit solution were carried out at 15, 30, and 45 minutes, then the destruction results were analyzed using inductively coupled plasma (ICP) with the calibration curve method. The Fe content in the green mussel sample before treatment was 2.946 mg/kg and the Co content in the green mussel sample before treatment was 2.6081 mg/kg. After soaking in starfruit solution for 15, 30, and 45 minutes, the Fe metal was 1.572 mg/kg, 1.275 mg/kg, and 1.035 mg/kg and the Co metal was 1.572 mg/kg, 1.275 mg/kg, and 0.683mg/kg. Research of immersing starfruit solution with soaking for 15, 30, and 45 minutes is effective in reducing levels of heavy metals Fe and Co in green mussels. The highest reduction was observed during a 45-minute immersion, with a decrease of 64.87% for Fe and 73.81% for Co, respectively.