Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimizing Sustainable Tourism Management In Saribu Gonjong Village, West Sumatra Berutu, Feronika; Husna, Rifdatul; Natasha, Graciella
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 8 No 1 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i1.269

Abstract

Sustainable tourism can serve as a means to establish a positive relationship between tourism activities and the local environment. It encompasses three key dimensions: physical environment, socio-cultural sustainability, and economic sustainability. Optimizing the sustainable management of tourism at tourist destinations is essential. One such destination in West Sumatra is the Saribu Gonjong Tourism Village (SARUGO), located in Sorong Sungai Dadok Village, Kanagarian Koto Tinggi, Gunung Omeh Subdistrict, Lima Puluh Kota Regency. This tourism village is known for its authentic Minangkabau way of life, situated amidst lush green nature and featuring traditional houses that reflect the grandeur of Minangkabau architecture. In addition, Saribu Gonjong offers cultural attractions such as traditional Minangkabau dance performances. The tourism potential of Saribu Gonjong Village needs to be optimized through sustainable management practices. However, current tourism management efforts are still suboptimal and require a stronger emphasis on sustainability principles. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, utilizing both primary and secondary data. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The collected data are analyzed through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure data validity, data and source triangulation methods are applied. The research findings show that the increase in visits to Sarugo Tourism Village is achieved through collaborative promotion and annual cultural events. Challenges in accessibility and craft marketing are addressed through community self-initiatives, although government support remains necessary. From an environmental perspective, the village promotes awareness of cleanliness, cultural values, and mutual cooperation. Economically, positive contributions have begun to emerge, although they are limited by the fluctuating number of visitors. The potential of local businesses and agrotourism still requires strengthened promotion and service improvement. Socially, community training and cultural preservation efforts are in place, but remain limited and need to be expanded.
Local Community Role in Sustainable Tourism in Saribu Gonjong Village West Sumatra Berutu, Feronika; Husna, Rifdatul; Natasha, Graciella
Journal of Research on Business and Tourism Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Research on Business and Tourism
Publisher : Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/104005120253

Abstract

Sustainable tourism can create a positive relationship between tourism and the local environment through three main dimensions: physical environment, socio-cultural sustainability, and economic sustainability. The local community plays an important role in supporting sustainable tourism. Saribu Gonjong Tourism Village (SARUGO), located in West Sumatra, is known for the Minangkabau community life, traditional Rumah Gadang houses, and distinctive cultural dances. This cultural potential needs to be preserved sustainably. However, the community’s role in supporting sustainable tourism is still not optimal, so a more focused Sustainable Tourism concept is needed. The research used a descriptive qualitative method with primary and secondary data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Saribu Gonjong Village was established in 2019 and is managed collaboratively by the local community, Pokdarwis (Tourism Awareness Group), and village leaders who actively preserve culture and develop tourism potential. The village also opens economic opportunities through homestays, crafts, and agro-tourism, although promotion and facilities need improvement. Capacity building, especially for the younger generation, is conducted through art and cultural training. With enhanced training and wider community involvement, Saribu Gonjong Tourism Village has the potential to become a leading, sustainable destination that improves the community’s welfare.
PELATIHAN SADAR WISATA BAGI ANGGOTA POKDARWIS DESA WISATA CAGAR BUDAYA KOTA TUA BATANG ARAU Zengga, Zengga; Husna, Rifdatul; Yani, Zulfitri; Novadilastri, Novadilastri; Haris, Haris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50575

Abstract

Kawasan Kota Tua merupakan salah satu nagari yang berada di kecamatan Padang Selatan. Daerah ini memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata,. Masyarakat di daerah ini berinisiatif membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar melalui Pordarwis tersebut bisa berkembang kegiatan pariwisata di Kawasan Kota Tua ini. Saat ini sudah banyak pengunjung yang datang untuk berekreasi ke daerah tersebut, namun kawasan Kota Tua tersebut belum dikelola dengan baik oleh masyarakat. Pokdarwis yang sudah terbentuk diharapkan bisa mengelola potensi dan sumber daya yang ada. Akan tetapi saat ini sumber daya manusia yang bergabung di Desa Wisata Cagar Budaya Batang Arau ini masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan kegiatan pariwisata di daerah ini.masih minimnya pengetahuan mitra terhadap pariwisata yang berakibat wisatawan tidak senang terhadap pelayanan dari Desa Wisata Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Batang Arau ini . Oleh sebab itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Desa Wisata Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Batang Arau ini, dalam memberikan pengetahuan tentang pelatihan Sadar Wisata di objek wisata kawasan kota tua ini
IMPLEMENTASI SAPTA PESONA BAGI ANGGOTA POKDARWIS NAGARI BARULAK KECAMATAN TANJUNG BARU Husna, Rifdatul; Yanita, Novi; Zenggga, Zenggga; Putra, Rahmat Eka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34033

Abstract

Nagari Barulak terletak diperbatasan Tanah Datar dengan Kabupaten 50 Kota. Kenagarian Barulak dengan jumlah penduduk 1.146 jiwa terdiri dari 5 jorong jorong dalam Nagari, Jorong Aua, Jorong Koto Nan Tuo, Jorong Kapuak Koto Panjang Ponco dan Jorong Lompatan Datar. Potensi wisata alam yang ada di Nagari Barulak, seperti: Siboji, Puncak Kubu, Puncak Batu, Batu Baroda, Batu Kursi, Kebun Kol, Ghimau Aka (Macan Tutul), Kambing Super Boncah. Nagari Barulak merupakan desa wisata baru dan masih berstatus rintisan, namun Nagari Barulak bisa di jadikan salah satu kawasan strategis pariwisata yang dapat dikembangkan, karena itu perlunya melakukan pembenahan di berbagai bidang, di samping pembenahan objek dan atraksi wisatanya, yang juga harus dibenahi adalah terkait dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu masih minimnya pengetahuan mitra terhadap pariwisata. Sehingga dengan kondisi tersebut, potensi pengembangan Pariwisata di Nagari Barulak belum dapat dioptimalkan dengan baik. Melalui program kegiatan dari Tim Pengabdian dari Politeknik Negeri Padang, solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi persamalahan diatas yaitu meningkatkan pengetahun POKDARWIS tentang pariwisata memalui kegiatan implementasi tentang penerapan sapta pesona bagi anggota POKDARWIS Barulak. Implementasi sapta pesona ini akan memberi dampak positif bagi anggota POKDARWIS Barulak, dengan mendapatkan pengetahuan dalam penerapan sapta pesona merupakan salah satu langkah awal bagi anggota POKDARWIS dalam menciptakan suasana destinasi pariwisata yang ramah lingkungan guna mewujudkan destinasi pariwisata. Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung kedesa wisata, karena desa yang menerapkan sapta pesona akan menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, kesejukan, keindahan, ramah tamah serta memberikan kenangan yang berkesan kepada wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini direncanakan akan dilakukan dalam bentuk metode ceramah, metode implementasi dengan metode pelatihan, praktek dan diskusi dan evaluasi dan pendampingan. Target luaran dalam kegiatan ini adalah publikasi pada media cetak lokal dan jurnal pengabdian masyarakat, video kegiatan berdurasi 2-5 menit.
PELATIHAN PENGELOLAAN HOMESTAY BAGI ANGGOTA POKDARWIS AIR MANIS KOTA PADANG Zengga, Zengga; Husna, Rifdatul; Sari, Windy Della
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34034

Abstract

Pantai Air Manis merupakan salah satu nagari yang berada di kecamatan Padang Selatan. Daerah ini memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata,. Masyarakat di daerah ini berinisiatif membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar melalui Pordarwis tersebut bisa berkembang kegiatan pariwisata di Pantai Air Manis. Saat ini sudah banyak pengunjung yang datang untuk berekreasi ke daerah pantai terebut, namun pantai tersebut belum dikelola dengan baik oleh masyarakat. Pokdarwis yang sudah terbentuk diharapkan bisa mengelola potensi dan sumber daya yang ada. Akan tetapi saat ini sumber daya manusia yang bergabung di Pokdarwis Air Manis masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan kegiatan pariwisata di daerah ini. Masih sedikitnya rumah wisata ( homestay ) yang bisa diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan ke objek wisata yang baru dirintis di Pantai Air Manis ini. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Pokdarwis Pantai Air Manis dalam memberikan pengetahuan tentang homestay di objek wisata Pantai Air Manis Kota Padang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, dan diskusi kepada anggota Pokdarwis. Diharapkan setelah kegiatan tersebut, anggota Pokdarwis Air Manis bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat supaya rumah rumah mereka yang kosong bisa dijadikan tempat penginapan para wisatawan
Analysis of millennial tourist satisfaction on Pasumpahan Island city of Padang Husna, Rifdatul; Zengga, Zengga; Della Sari, Windy
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition January - March 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasumpahan Island is an island with white sand and a clear sea, interesting photo spots, and beautiful views from the top of the hill, making Pasumpahan Island attractive to tourists. Pasumpahan Island is currently being developed as a leading tourist attraction in West Sumatra Province and can help of the people earn more money in Sungai Pisang Village. From observation data and visits made by the author, it was found that there were visitors who felt dissatisfied when visiting Pasumpahan Island. They are dissatisfied with the lack of the bathrooms availability and the quality of the water. Analysis is the study's main goal millennial tourism satisfaction on Pasumpahan Island, Padang City. This type of research is a sort of quantitative descriptive research. data sources that are used for both primary and secondary data. Purposive sampling was utilized as the sampling technique in this study, with a total sample size of 100 respondents, and the millennial generation as the respondent criteria based on the age group above 19–41 years. Regarding the results of a questionnaire using a Likert scale, it shows that the analysis of millennial tourism satisfaction on Pasumpahan Island, Padang City, seen from the indicators of achieving tourists' desires according to expectations, has a percentage of 74%, which is at the interval limit of 1.76-250, namely the dissatisfied category, while the indicator of willingness to give to Pasumpahan Island, Padang City, has a percentage of 80%, namely at the interval limit of 2.5–3.25, it is in the satisfied category. Furthermore, the indicator of interest in returning to Pasumpahan Island, Padang City, has a percentage of 54% at the interval limit of 1.76-250, namely the dissatisfied category.