Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Land suitability for chili on the slopes of Raung Indonesia, towards sustainable agriculture Basuki, Basuki; Setiawati, Tri Candra; Hermiyanto, Bambang; Budiman, Subhan Arif; Sari, Vega Kartika
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9385

Abstract

Red chili consumption in Indonesia is recorded to increase by 6.78% or 40.42 thousand tons in 2024 from 1,650.75 thousand tons in 2022, while productivity in 2025 is projected to increase by 6.78%, while chili productivity in 2024 is 1,386.45 thousand tons. 37% of the land area in the Kesambi Sub-watershed is marginal and has potential for horticultural cultivation. The research aims to align land and chili cultivation management on the slopes of Mount Raung, Indonesia, toward sustainable agriculture and national food self-sufficiency. The method used is through data collection, both laboratory data and land biophysical data that are adjusted to match the suitability with plant growth requirements. The results of the study showed that the actual land suitability of red chili plants at 78.87% or 2,558.48 ha was dominated by the marginally suitable class (S3), and 21.13% or 685.58 ha were in the unsuitable category (N), with the most inhibiting factors being erosion hazards, nutrient retention, and air availability. Efforts to improve land quality to produce optimal production for crop achievement through the addition of agricultural fertilizers such as NPK, the provision of organic matter and dolomite, and slope improvement by making “gulud” terraces or providing mulch so that the potential land was achieved to 67.11% or 2,177.01 ha dominated by class S3, 21.13% or 685.58 ha were categorized as unsuitable class (N), and 11.76% or 381.47 ha were categorized as quite suitable class (S2).
Pemanfaatan Batugamping dan Fosfat sebagai Campuran Pupuk Organik di Lahan Reklamasi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Lestari, Rina; Fachruzzaki; Setiawati, Tri Candra; Darsin, Mahros; Suprianto, Agus; Indarto
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60014

Abstract

Kabupaten Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah tingginya harga pupuk. Di sisi lain, Kecamatan Puger memiliki PT Pertama Mina Sutra Perkasa, perusahaan penambangan batugamping yang menghasilkan limbah berupa apal dan debu halus yang belum dimanfaatkan optimal. Batugamping mengandung kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah, sehingga berpotensi dijadikan bahan campuran pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa hasil tambang batugamping sebagai bahan dasar pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan tiga proporsi bahan: (1) 60% batugamping, 20% batufosfat, dan 20% tetes tebu serta urine kambing; (2) 25% batugamping, 25% batufosfat, dan 50% kotoran kambing fermentasi; serta (3) 10% batugamping, 10% batufosfat, dan 80% kotoran kambing fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi ketiga memberikan nilai C-organik tertinggi yaitu 6,92% serta peningkatan kandungan hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O). Batugamping berperan penting dalam meningkatkan pH dan kandungan kalsium pupuk, sedangkan kotoran kambing menambah unsur organik dan nitrogen. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar SNI 7763:2018, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah tambang demi mendukung pertanian berkelanjutan.