Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Pemerintah Terhadap Motivasi dan Inovasi Masyarakat dalam Meningkatkan Kinerja Desa Mandiri di Karang Agung Kec. Tanjung Palas Utara Kab. Bulungan Suhardyman, Suhardyman; Syahran, Syahran; Juhana , Juhana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63750

Abstract

This study examines the role of government on community motivation and innovation in improving the performance of Karang Agung Independent Village, North Tanjung Palas District, Bulungan Regency. The phenomenon of independent villages remains rare in North Kalimantan with only 11 out of 447 villages achieving this status. The research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) based on PLS-SEM with SmartPLS 4 software. Data were collected through questionnaires from 269 respondents who are heads of households in Karang Agung Village with criteria of minimum age 17 years, minimum senior high school education, and permanent residence for at least two years. The results indicate that government role has a positive and significant effect on community motivation, community innovation, and independent village performance. The government's role as stabilizer, innovator, modernizer, pioneer, and development implementer proved to increase community motivation in actively participating in village development. Community motivation and innovation also proved to have positive and significant effects on improving independent village performance reflected through job creation, economic activities based on local wisdom, development independence, and reduced rural-urban development disparities. This research provides theoretical contributions to the development of human resource management concepts at the village level and practically can serve as a reference for other villages in their efforts to achieve independent village status through strengthening government role, increasing motivation, and developing community innovation.
PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA DALAM HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA PEGAWAI Dinar, Dinar; Syahran, Syahran
Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Manajerial dan Bisnis Tanjung Pinang vol 8 no 2 2025
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/manajerial.v8i2.2545

Abstract

Kinerja pegawai pada layanan kesehatan primer berperan penting dalam peningkatankualitas layanan publik, khususnya di wilayah terpencil seperti Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Permasalahan terkait rendahnya komitmen organisasi, lingkungan kerja yang belum optimal, serta fluktuasi motivasi kerja masih menjadi hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi motivasi kerja dalam hubungan antara komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap pegawai UPTD Puskesmas dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, serta motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi hubungan antara komitmen organisasi serta lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan komitmen organisasi dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai pada layanan kesehatan primer.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI INOVASI PRODUK KERIPIK RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN AB, Nizhamuddin; Suryana, Nia Kurniasih; Sudarto, Sudarto; Juliana, Ahmad; Syahran, Syahran; Cahyaningrum, Widyastuti; Giggs, Naybila
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66868

Abstract

Coastal communities in Tarakan City have considerable potential to develop seaweed as a local economic commodity. However, its utilization remains largely dominated by raw material sales, resulting in limited added economic value for local business actors. This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial competence of coastal communities through seaweed-cracker product innovation based on training, business mentoring, appropriate technology diffusion, and digital marketing. The program was implemented with the Usaha Wanita Pantai Amal partner group using a participatory approach, including needs identification, production process observation, focus group discussions, practical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The intervention involved the use of stainless steel gas ovens and oil spinners, improvements in production hygiene, simple financial record-keeping, packaging innovation, branding, and digital marketing. The final evaluation showed that production capacity increased by 30%, production efficiency rose by 35%, digital marketing utilization increased from 10% to 40%, and 75% of partner members began applying simple financial record-keeping. In addition, the partners' level of empowerment in the production and management-marketing aspects increased from a score of 1 to a score of 3 based on observation and mentoring evaluations. The novelty of this program lies in the development of a coastal community-based seaweed innovation model that integrates appropriate technology, entrepreneurial competence strengthening, and collective business institutional readiness through the initiation of a Joint Business Group. These findings indicate that product innovation based on local potential can strengthen the competitiveness of coastal MSMEs and provide a foundation for replicating similar empowerment programs in other coastal communities. Masyarakat pesisir Kota Tarakan memiliki potensi rumput laut sebagai komoditas ekonomi lokal, namun pemanfaatannya masih didominasi penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh pelaku usaha masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi kewirausahaan masyarakat pesisir melalui inovasi produk keripik rumput laut berbasis pelatihan, pendampingan usaha, difusi teknologi tepat guna, dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra Usaha Wanita Pantai Amal dengan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, observasi proses produksi, diskusi kelompok terfokus, pelatihan praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi program mencakup penggunaan oven gas stainless dan mesin spinner, penguatan higienitas produksi, pencatatan keuangan sederhana, inovasi kemasan, branding, serta pemasaran digital.  Evaluasi akhir menunjukkan kapasitas produksi meningkat 30%, efisiensi produksi naik 35%, pemasaran digital meningkat dari 10% menjadi 40%, dan 75% anggota mitra mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Selain itu, level keberdayaan mitra pada aspek produksi serta manajemen-pemasaran meningkat dari skor 1 menjadi 3 berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pendampingan. Kebaruan program terletak pada pengembangan model inovasi rumput laut berbasis komunitas pesisir yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, penguatan kompetensi kewirausahaan, dan kesiapan kelembagaan usaha kolektif melalui rintisan Kelompok Usaha Bersama. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis potensi lokal dapat memperkuat daya saing UMKM pesisir dan menjadi dasar replikasi program pemberdayaan serupa pada komunitas pesisir lainnya.