Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Hemolisis Terhadap Nilai Trombosit Dengan Menggunakan Metode Direct Counting Nugrahena, Nurmalita Putri; Sudarsono, Tantri Analisawati; Wijayanti, Linda
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.228

Abstract

Hemolisis yaitu pecahnya sel darah merah dan keluarnya hemoglobin ke plasma. Hemolisis dapat terjadi secara in vitro dan in vivo. Sampel yang hemolisis dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, terapi dan prevensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh hemolisis terhadap nilai trombosit dengan menggunakan metode penghitungan serta penilaian trombosit dari sampel darah yang tidak lisis dan dilisiskan secara in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental pada bulan Juli 2020 di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 14 sampel.Perhitungan nilai trombosit dilakukan menggunakan metode penghitungan langsung.  
Hemoglobin Levels in Pregnant Women: A Cross-Sectional Study at Puskesmas Purwokerto Timur II, Indonesia ROHMAH, JAZILATUR; WARDANI, DITA PRATIWI KUSUMA; AMBARWATI, DEWI; SUDARSONO, TANTRI ANALISAWATI
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v7i1.6978

Abstract

Introduction: Hemoglobin is a crucial protein in red blood cells responsible for transporting oxygen and carbon dioxide throughout the body. According to the World Health Organization (WHO), an estimated 41.8% of pregnant women worldwide experienced iron deficiency anemia in 2012. In Indonesia, the prevalence of anemia among pregnant women remains high at 37.1%, with Banyumas District reporting an even higher rate of 50.7% in 2016. Objective: This study aimed to assess hemoglobin levels in pregnant women attending the Puskesmas Purwokerto Timur II, Banyumas District. Methods: A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted from April to May 2021. Data collection included respondent identity and medical history through questionnaires, while hemoglobin (Hb) levels were measured using the Azidemet method with the POCT (Point of Care Testing) device. A purposive sampling technique was employed, enrolling 20 respondents. Results: The results showed that 95% (19 out of 20) of the participants had normal hemoglobin levels. The mean Hb levels were 13.929 ± 0.6047 mg/dL in the first trimester, 11.500 ± 1.7804 mg/dL in the second trimester, and 13.067 ± 0.8501 mg/dL in the third trimester. Conclusions: Overall, none of the pregnant women included in the study were diagnosed with anemia.
Kadar Thyroid Stimulating Hormones (TSH) dan Kadar Ureum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Sudarsono, Tantri Analisawati; Aprianto, Aprianto; Qo’imah, Alamanda Nurul
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i2.163

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TBC) termasuk dalam sepuluh penyakit teratas yang menyebabkan kematian. Pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) bertujuan untuk memberikan pengobatan dan memastikan bahwa pasien mendapat dukungan dan perawatan yang memadai. Pemberian OAT juga diketahui memiliki efek samping seperti disfungsi hati, disfungsi ginjal, neuropati perifer, arthromyalgia, ruam kulit, disfungsi vestibular. Tujuan: mengetahui hubungan kadar Thyroid Stimulating Hormones (TSH) dan kadar ureum pada penderita tuberkulosis paru. Metode: Penelitian berjenis cross-sectional dan sampel sebanyak 42 orang pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 dan 6 bulan di BKPM Purwokerto. Data dianalisis dengan korelasi Spearman. Hasil: Rerata kadar TSH pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 bulan adalah 2.219 ± 0.810 µIU/mL. Sebanyak 20 orang pasien (95.24%) memiliki kadar TSH normal dan 1 orang pasien (4,76%) memiliki kadar TSH tidak normal. Rerata kadar ureum pasien TB paru dengan fase pengobatan 0 bulan adalah 9.905 ± 5.907 mg/dL. Tidak terdapat korelasi antara kadar TSH dengan kadar ureum (p = 0.150, r= -0.229). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar TSH dan kadar ureum pada pasien TB paru di BKPM Purwokerto.