Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Tiongkok Terhadap Perkembangan Teknologi Antariksa Amerika Serikat Pada Tahun 2018-2021 Pramadita, Kadek Windy; Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya; Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see China's response to the increasing capabilities of the United States' space technology. Even though it has been stated in the Outer Space Treaty, United States under the leadership of Donald Trump has formed a special force of space areas, namely the United States Space Force with aims to remaining the United States dominance in the space area. China then responded to this because China did not want a dominating power in the space area. This study used qualitative research methods. The framework used in this study is the Balance of Power on the concept of Neo Realism, to see the causality of China's response to the increasing capabilities of United States space technology which is considered as a threat. In this study, it was found that China give responded in three ways, first by increasing its own space technology capabilities. Second by activating its own navigation system, namely Beidou so China will not depend on US GPS, and third collaborating with Russia to form ILRS, so China would no longer depend on ISS. In conclusion we can see China's responses is to balance the power of US space capabilities, so there’s no power dominates in the space area.
Pengaruh Islamophobia Terhadap Human Security Imigran Muslim di Denmark Putra, I Putu Surya Adhi Pradana; Priadarsini, Ni Wayan Rainy; Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk me­­mberikan gambaran tentang bagaimana islamophobia memberikan pengaruh terhadap human security imigran muslim yang berada di Denmark dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Islamophobia sendiri merupakan isu diskriminasi yang sudah ada sejak lama dan kerap kali terjadi di negara-negara yang tidak memiliki umat muslim sebagai mayoritas penduduknya. Denmark merupakan salah satu negara dimana islamophobia masih terjadi karena adanya perbedaan etnis dan identitas. Pelaku diskriminasi terhadap warga muslim bukan hanya dari warga sipil Denmark, melainkan juga dari politisi serta Pemerintah yang sedang menjabat. Sejak kejadian 9/11, Islamophobia mulai berkembang di Denmark khususnya karena doktrin dari partai sayap kanan yang berideologi nasionalis yang mulai memegang kekuasaan di Denmark sesaat pasca kejadian tersebut. Hingga tahun 2019, banyak peristiwa yang berlatar belakang islamophobia yang terjadi di Denmark, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, bahkan kebijakan yang dinilai menyudutkan dan merugikan warga muslim di Denmark yang merupakan minoritas terbesar disana. Tindakan-tindakan Islamophobia tersebut jelas menyudutkan dan memberikan ancaman terhadap keamanan umat islam di Denmark yang selalu menjadi korban. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil studi pustaka dengan menggunakan kerangka teori islamophobia dan human security. Penelitian ini memberikan jawaban bahwa islamophobia yang berangkat dari pemahaman yang salah serta prasangka negatif terhadap islam yang kemudian menghasilkan output seperti tindakan diskriminasi dapat memberikan dampak ancaman terhadap human security bagi warga islam di Denmark.
Diplomasi Budaya Jepang Melalui Animasi Karya Makoto Shinkai Sebagai Instrumen Soft Power Nessa, Ni Luh Manick Widiastary; Wiranata, I Made Anom; Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anime as an instrument of soft power has been a medium of cultural diplomacy by Japan. Through the years, anime continues to improve its quality and quantity, making it a form of Japanese popular culture that has received attention and interest from people in various countries. This study aims to examine the representation of the anime films Kimi No Nawa and Tenki No Ko as instruments of soft power in Japanese cultural diplomacy. Makoto Shinkai's two masterpieces have attracted attention and popularity outside of Japan. In the process of analysis, the authors use the concept of soft power, cultural politics and cultural diplomacy as well as qualitative research methods. From the research conducted, the authors found that Japan maintains its image and influence and shows openness to international audiences. This can be seen from the representation of Japanese cultural values and foreign culture in the dynamics of urban and rural life shown in the anime. These two anime have positively impacted Japan's cultural diplomacy given the high viewership numbers, records and revenue from film screenings worldwide like in People’s Republic of China, South Korea, United Kingdom and Singapore. This film was also successful in presenting a new tourist attraction for foreign fans because several fictional locations in the film were inspired by real places or locations in Japan. The government had facilitated package tour for tourists to travel several real places in the anime.
Persepsi Partisipan Global Hansik Campaign (K-Food Fair) di Jakarta Terhadap Kebudayaan Korea Selatan Hayyu, Nadiah; Wiranata, I Made Anom; Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

South Korea is one of the countries that is active in spreading its culture globally through various media, either directly or indirectly. This study aims to find out one of the Korean culture, especially in the field of food which is disseminated through a campaign called the Global Hansik Campaign . One of the events campaign which is routinely held in Jakarta, Indonesia is called the Korean Food Fair . Korean food became popular among the people, then supported by the implementation of the K-food Fair which was held openly and involved a number of participants. This study uses a qualitative method using the concept of soft power as a form of implementation from the Korean Government in spreading culture and early introduction of participants to Korean culture and supported by symbolic interaction theory in supporting analysis for the process of forming participant perceptions. The used of concepts and theories, researcher found that the participants' perceptions depended on the interactions created by each individual and the surrounding environment. Thus, perception is related to the process and meaning understood by participants regarding the K-Food Fair and Korean culture. Meanings created through the process of interaction are not the same and different. In addition, this study also shows that there is a relationship between the formation of a perception that can affect the lives of participants.
Analisis Kepentingan Uni Eropa di Teluk Guinea Melalui Strategi Coordinated Maritime Presences (CMP) Tahun 2019-2022 Lestari, Ni Komang Lia; Suwecawangsa, Adi Putra; Wiranata, I Made Anom
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan keamanan maritim yang terjadi di Teluk Guinea faktanya tidak hanya berdampak pada wilayah regional Afrika Barat saja melainkan juga berpengaruh pada dunia, tak terkecuali Uni Eropa. Uni Eropa sebagai organisasi internasional yang sadar akan keamanan maritim memberikan strateginya melalui Coordinated Maritime Presences (CMP). Tulisan ini kemudian, menganalisis tentang kepentingan yang dimiliki Uni Eropa di Teluk Guinea melalui strategi Coordinated Maritime Presences (CMP). Penelitian ini menggunakan teori Neoliberal Institusionalisme, konsep organisasi internasional dan konsep collective interest untuk menganalisis kepentingan kolektif yang dimiliki Uni Eropa di Teluk Guinea. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menemukan kepentingan kolektif Uni Eropa adalah kepentingan keamanan, perdagangan, dan energi. Kepentingan keamanan sendiri merupakan akar dari kepentingan kolektif Uni Eropa di Teluk Guinea. Kepentingan keamanan berkaitan dengan upaya Uni Eropa dalam meningkatkan citranya sebagai organisasi internasional yang handal dan tangguh dalam keamanan maritim. Kepentingan keamanan juga berkaitan erat dengan aktivitas penyelundupan narkoba jenis kokain dari Afrika Barat menuju Eropa. Kepentingan perdagangan Uni Eropa berkaitan dengan aktivitas pelayaran dan ekspor-impor Uni Eropa di kawasan Teluk Guinea. Perusahaan pelayaran negara-negara Uni Eropa masuk dalam jajaran lima besar perusahaan pelayaran yang beroperasi di Teluk Guinea dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 20% dari tahun 2010 sampai 2020. Selanjutnya, isu pembajakan di Teluk Guinea menjadi ancaman utama bagi kerugian kepentingan energi Uni Eropa, di mana sebagian besar target pembajakan adalah kapal-kapal yang mengangkut minyak dan gas. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi kepentingan energi Uni Eropa untuk menjadikan Teluk Guinea sebagai alternative supplier energy Uni Eropa. Kata Kunci : Teluk Guinea, Uni Eropa, Keamanan Maritim, Collective Interest
RASIONALITAS PILIHAN MAHASISWA PENGGUNA APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN DARING DI UNIVERSITAS UDAYANA Aditya, I Gusti Ngurah Agung Krisna; Indukirana, Anak Agung Sagung Mirah; Suwecawangsa, Adi Putra
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 7, No 1 (2024): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v7i1.1002

Abstract

Gambaran tentang perilaku konsumsi mahasiswa Universitas Udayana melalui cara, kebiasaan dan motivasi yang mereka gunakan dalam menggunakan aplikasi pesan antar makanan online. Pola perilaku konsumsi mahasiswa Universitas Udayana dijelaskan dengan menggunakan pilihan rasional yang memperhatikan sumber daya berupa promosi, diskon dan keuntungan yang diperoleh melalui aplikasi pesan-antar makanan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh informasi pilihan rasional yang mendalam. Mahasiswa aktif Universitas Udayana sebagai informan kunci sekaligus informan utama, pengemudi ojek online sebagai informan utama dan dosen sebagai informan tambahan. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif dari Miles dan Huberman. Data di lokasi penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan mahasiswa Universitas Udayana dalam memilih layanan pesan antarmakananberbasisojekonlinememerlukanpertimbangansumberdaya dan kelemahan ekosistem yang berbeda. Siswa sebagai pelaku mempunyai pengetahuan sesuai dengan tata cara penggunaan aplikasi penyampaian. Bentuk promosi berupa potongan harga, sistem pembayaran dan biaya pengiriman menjadi pertimbangan dalam memilih aplikasi pengiriman pesan yang tersedia. Pemberian penilaian nilai setelah pesanan diterima merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap kualitas pengantaran makanan. Kriteria penilaian didasarkan pada keramahan dan kesesuaian penyampaian dengan petunjuk. Edukasi penggunaan yang baik dan benarperluditingkatkandibandingkanmengutamakan promosiagardapatmenjaringlebihbanyakpengguna.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan melalui Local Wisdom: Desa Wisata Penglipuran Ida Ayu Made Adi Pradnya Putri; Suwecawangsa, Adi Putra
Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin Vol. 12 No. 2 (2025): Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin
Publisher : Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Palanfka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/wacana.v12i2.17401

Abstract

This research aims to provide an analysis related to the local wisdom of a community, especially in Penglipuran Tourism Village that can affect the development of sustainable tourism of a tourist attraction. This research uses qualitative methods with descriptive research design through literature study. The management of tourist attractions in Penglipuran Village combines environmental and cultural sustainability through policies such as the prohibition of the use of motorized vehicles and integrated waste management. In addition, Penglipuran has maintained the beautiful environment and the quality of life of their people. Tri Hita Karana is the guideline of life or values that are held firmly by the Penglipuran Village community in living their daily lives. All aspects of their lives are very relevant to their local wisdom, including the tourism sector. Through the local wisdom held firmly by the local community, this village has successfully applied their values in developing sustainable tourism, which in turn has become the hallmark or tourist attraction of Penglipuran Village for tourists, both local and tourism.
Peran World Vision Untuk Menanggulangi Kasus Child Trafficking di Myanmar Tahun 2017-2024 Pratiwi, Ni Putu Ayu Gita Shanti; Resen, Putu Titah Kawitri; Suwecawangsa, Adi Putra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.297

Abstract

Partnership. In its role as Service Delivery, World Vision implements the Early Childhood Care and Development (ECCD) Program by involving all elements of society in contributing to preventive measures related to child trafficking cases. Furthermore, in carrying out its role as a Catalyst, World Vision released a study titled “Listening to The Most Vulnerable Children: Final Research 2018-2022,” which collected data on the perspectives of each element of society regarding child trafficking cases. Lastly, through Partnership, World Vision carries out its role by collaborating with the United States. Abstrak Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan terkait peran World Vision sebagai salah satu INGO yang memiliki fokus dalam mensejahterakan kehidupan anak-anak. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan konsep peran INGO dan child trafficking. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa World Vision menjalankan perannya yang terbagi ke dalam tiga bagian, yakni Service Delivery, Catalyst, dan Partnership. Dalam perannya sebagai Service Delivery, World Vision melakukan Program Early Childhood Care and Development (ECCD) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam berkontribusi melakukan tindakan preventif terkait kasus perdagangan anak. Selanjutnya, dalam menjalankan perannya sebagai Catalyst, World Vision melakukan perilisan riset “Listening to The Most Vulverable Children: Final Research 2018-2022” yang mengumpulkan data terkait sudut pandang setiap elemen masyarakat terkait kasus perdagangan anak. Terakhir, melalui Partnership, World Vision menjalankan perannya dengan melakukan kerja sama dengan Amerika Serikat. Kata Kunci: International Non-Government Organization (INGO), Myanmar, perdagangan anak, World Vision
Implementasi Fair Trade dalam Perdagangan Komoditas Kacang Mete dari Bali Timur Putu Ratih Kumala Dewi; Adi P. Suwecawangsa
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i01.p15

Abstract

Due to the COVID-19 pandemic fair trade is thought to be a trading plan that can aid economic recovery. Companies that conduct fair trade schemes, on the other hand, face hurdles as a result of the economic crisis brought on by the pandemic. The East Bali Cashews (EBC) company, which offers fair trade for cashew nuts as a major commodity in Ban village, Karangasem, is highlighted in this study. This study seeks to explain the role of corporation as non-state actor in international trade by adopting a pluralist approach and the concept of fair trade. The study compares the implementation of fair trade by EBC during the COVID-19 pandemic with before the pandemic using a comparative qualitative method with primary data obtained through in-depth interviews. This study is significant in examining the critical role of corporation as primary actor in fair trade schemes that directly affect cashew farmers as small producers. In order to advance the welfare of farmers and cashew as a promising commodity for Ban Village's development.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adika Sari, Ni Putu Ayu Aditya, I Gusti Ngurah Agung Krisna Anak Agung Ayu Intan Parameswari Ananda Pinatih, Gusti Ayu Sabdhadewi Ardyana Putra, I Putu Asta Barreto Moniz, Josué Valentim Bayu P, Nyoman Bagus Christina, Ni Ketut Sara Cindana, Kadek Popy D.A Wiwik Dharmiasih Damayanthi, Dilla Sri Darmiasih, D. A. Wiwik Dewi Suciantini, Ni Kade Dewi, Ida Ayu Utari Pradita Dharmansyah, Juan Febriyanti, Gusti Ayu Lia Geraldio B, Rhafa Jireh Hayyu, Nadiah Honestya, I Putu Bagus I Made Anom Wiranata Ida Ayu Made Adi Pradnya Putri Idin Fasisaka Indukirana, Anak Agung Sagung Mirah Kesuma Wijaya, Putu Pradnya Sri Khesia Khorinna, Made Ayu Krisna Bhaskara, I Komang Bagus Kusuma, Gamma Lestari, Ni Komang Lia Mabruri, Aditya Prima Maha Patma, Anak Agung Bagus Arya Wipra Mahayanti, Ni Putu Denik Nanditya Wardhana, I Gusti Agung Nasution, Salsabila Aulia Putri Nessa, Ni Luh Manick Widiastary Ni Wayan Rainy Priadarsini, Ni Wayan Nugraha, A.A.B Surya Surya Widya Paliama, Jeremia Kevin Paramitha Utami, Kade Yasinta Pinto Gama, Jose Soares Poetry, Nabila Zelicha Pramadita, Kadek Windy Pratiwi, Ni Putu Ayu Gita Shanti Purnama Dewi, Luh Gede Ria Riski Sari Putra Purohita, I Gede Pradnya Putra, I Putu Surya Adhi Pradana Putra, Mahendra Putri, Penny Kurnia Putu Ratih Kumala Dewi Putu Titah Kawitri Resen Rahita Queenelya, Putu Cindy Rananda Girindra D, A.A. Gde Agung Rastania, Wayan Artesia Reis Saldanha, Deadora Isabel Dos Riry, Yolansya Lisya Gibrilya Santoso, Syarifurohmat Pratama Sari, Ni Komang Wisvani Manika Sembada, Crishna Sinaga, Indah Subamia Uttari, Sagung Uttami Sukma Sasmitha, Putu Merry Sukma Sushanti Sutawan, Putu nathania Krissandini Swadevi, Wayan Yulia Tama, Ricky Yoga Trisna, Ni Putu Wulan Vidya Mahayani, Dewa Ayu Putu Widyastuti, Putu Eva Ciptasari Wiwin Sutaryani, Ni Made Yuliana P.S, Marga Rettha