p-Index From 2021 - 2026
6.133
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Transformasi Insignia: Journal of International Relations Jurnal Hubungan Internasional Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Solidaritas PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Polinter GLOBAL INSIGHT JOURNAL JURAKUNMAN (JURNAL AKUNTANSI DAN MANAJEMEN) Global Political Studies Journal Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Dialog Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Review of International Relations (Jurnal Kajian Ilmu Hubungan Internasional) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal on Social Science, Economics and Art International Journal of Social Science Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) The International Journal of Politics and Sociology Research Research Fair Unisri Husnayain Business Review Reviu Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Asian Journal of Community Services (AJCS) Jurnal Ilmu Multidisplin JURNAL PENGABDIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (JPPM) International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) JKHI Socio-political Communication and Policy Review Journal of Economics and Management IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita
Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN BEKRAF DALAM MENDORONG EKSPOR PRODUK EKONOMI KREATIF DI PASAR GLOBAL Hasna Wijayati, Halifa Haqqi &
Transformasi Vol 1, No 34 (2018): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.568 KB)

Abstract

Cultural and Creative Industries (CCIs) shows a significant increase, both globally and locally. The market for creative industries in Global Market is wide open. For Indonesia, the creative industry sector is also a leading sector. This potential continues to be maximized by the Indonesian government with the establishment of the Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) as a non-ministerial institution that focuses on managing the creative economy sector in 2015. The study aims to determine Bekraf's role in encouraging the export of creative economic products to the global market. This study uses qualitative methods with literature study. Conclusion of this research, regarding the role of Bekraf in efforts to increase exports of Indonesia's creative economy include: (1) mapping the potential of Indonesia's creative economy; (2) promotion assistance abroad; (3) Human Resources competency improvement programs and utilization of digital technology.Keywords : creative industry, Europe market, export.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN GITAR DI DESA MANCASAN, BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO MENUJU PASAR GLOBAL Sugiyarti, Sri Riris; wijayati, hasna
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 1a (2020): Adi Widya Special Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v4i1a.3861

Abstract

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.
PERANAN BEKRAF DALAM MENDORONG EKSPOR PRODUK EKONOMI KREATIF DI PASAR GLOBAL Hasna Wijayati, Halifa Haqqi &
Transformasi Vol 1 No 34 (2018): Transformasi
Publisher : Transformasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural and Creative Industries (CCIs) shows a significant increase, both globally and locally. The market for creative industries in Global Market is wide open. For Indonesia, the creative industry sector is also a leading sector. This potential continues to be maximized by the Indonesian government with the establishment of the Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) as a non-ministerial institution that focuses on managing the creative economy sector in 2015. The study aims to determine Bekraf's role in encouraging the export of creative economic products to the global market. This study uses qualitative methods with literature study. Conclusion of this research, regarding the role of Bekraf in efforts to increase exports of Indonesia's creative economy include: (1) mapping the potential of Indonesia's creative economy; (2) promotion assistance abroad; (3) Human Resources competency improvement programs and utilization of digital technology.Keywords : creative industry, Europe market, export.
PERAN PASUKAN GARUDA DALAM OPERASI PENGAWASAN PERDAMAIAN PADA KONFLIK ANTARA ISRAEL-HIZBULLAH TAHUN 2014-2015 Ninda Wahyu Ardani; Ganjar Widhiyoga; Hasna Wijayati
Review of International Relations Vol 3 No 2 (2021): Review of International Relations (Jurnal Kajian Ilmu Hubungan Internasional)
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rir.v3i2.23257

Abstract

Pengiriman Pasukan Garuda di Lebanon yang tergabung dalam pasukan pemelihara perdamaian UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) merupakan perwujudan atas nilai-nilai yang ada pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV. Hal ini sekaligus memenuhi kebijakan politik luar negeri Indonesia bebas-aktif dengan Visi Nawa Cita di era pemerintahan Jokowi-JK tahun 2014-2015. Pengiriman Pasukan Garuda dikirim untuk melakukan operasi pengawasan perdamaian pada konflik antara Israel-Hizbullah di Lebanon 2014-2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pasukan Garuda dalam operasi pengawasan perdamaian pada konflik antara Israel-Hizbullah di Lebanon pada tahun 2014-2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan telaah pustaka dan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis menggunakan teori kemanan internasional non tradisional dengan fokus konsep human security dan diplomasi pertahanan. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pasukan Garuda yang berperan dalam operasi pengawasan perdamaian pada konflik antara Israel-Hizbullah di Lebanon pada tahun 2014-2015 lebih berperan terhadap upaya preventif agar tidak memunculkan konflik baru. Hal tersebut dilakukan dengan penyediaan perlindungan dan dukungan kemanusiaan terhadap penduduk lokal.
Dampak Pandemi bagi Global Value Chain Industri Kakao Indonesia Hasna Wijayati
Jurakunman (Jurnal Akuntansi dan Manajemen) Vol 15, No 1 (2022): JURAKUNMAN, VOL. 15 NO. 1, JANUARI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48042/jurakunman.v15i1.87

Abstract

The contribution of the cocoa industry to the Indonesian economy is very large. However, the Indonesian cocoa industry is heavily dependent on the global cocoa industry, due to its position in the Global Value Chain. The majority of cocoa products destined for the global market are produced by smallholders who are limited in the implementation of Good Corporate Governance. The presence of a pandemic and these limitations presents a multidimensional crisis and threatens the position of the Indonesian cocoa industry. The study analyzes the impact of the pandemic on the GVC of the Indonesian cocoa industry, by relating it to the limitations of the implementation of GCG in the cocoa industry. The research method is descriptive qualitative with a document study approach. The main theory used is GVC. The results showed that the pandemic era had many impact on various aspects of the cocoa industry, one of which was also related to the limitations of GCG implementations. The impact including price channels, supply channels and financial channels. In these three networks, Indonesia experienced several declines, such as the value of exports, although they did not occur significantly.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GENERASI Z TERHADAP SEKTOR PERKEBUNAN KAKAO INDONESIA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Untari Narulita Madyar Dewi; Ganjar Widhiyoga; Hasna Wijayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.483 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6545

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah minimnya pemahaman dan partisipasi generasi Z dalam sektor perkebunan kakao di Indonesia. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mayoritas petani kakao berusia lebih dari 40 tahun. Hal ini tidak selaras dengan prestasi Indonesia sebagai negara terbesar keenam dalam produksi kakao dunia. Selain itu, pada Tahun 2015, Indonesia juga telah meratifikasi agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals. Di mana salah satu tujuan dari SDGs adalah mendukung pertanian yang berkelanjutan. Solusi dari permasalahan ini dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelajar SMA dan mahasiswa se-Kota Surakarta sebanyak 108 peserta. Pemahaman dan kesadaran terhadap peluang besar pada sektor perkebunan kakao Indonesia adalah tujuan utama pengabdian. Kegiatan ini dilakukan secara daring selama satu hari. Selain itu, terdapat pendampingan kepada para peserta dalam memahami materi yang diberikan. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari kalangan praktisi dan akademisi. Pasca edukasi dan sosialisasi sebesar, 84,75% peserta telah memahami materi mengenai sektor perkebunan kakao Indonesia, di mana sebelumnya hanya memperoleh persentase 39,76%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan sosialisasi ini membuka pemahaman generasi Z terhadap sektor perkebunan kakao di Indonesia.Abstract: The problem raised in this service is the lack of understanding and participation of Generation Z in the cocoa plantation sector in Indonesia. A study states that the majority of cocoa farmers are over 40 years old. This is not in line with Indonesia's achievement as the sixth largest country in world cocoa production. In addition, in 2015, Indonesia has also ratified the global sustainable development agenda or the Sustainable Development Goals. One of the goals of the SDGs is to support sustainable agriculture. The solution to this problem is by providing education and outreach to high school students and students throughout the city of Surakarta as many as 108 participants. Understanding and awareness of the great opportunities in the Indonesian cocoa plantation sector is the main goal of service. This activity is carried out online for one day. In addition, there is assistance to the participants in understanding the material provided. The resource persons in this activity came from practitioners and academics. After education and socialization, 84.75% of participants had understood the material regarding the Indonesian cocoa plantation sector, where previously only 39.76% were obtained. This shows that these educational and outreach activities have opened the understanding of Generation Z to the cocoa plantation sector in Indonesia.
Pemberdayaan Masyarakat Pengrajin Gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo Menuju Pasar Global Sri Riris Sugiyarti; Hasna Wijayati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 4 No. 1 (2020): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.137 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v4i1.3418

Abstract

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.Kata kunci: Industri Gitar, Desa Mancasan, UMKM, Pemberdayaan
The Indonesian Global Cocoa Chain’s Position in the Pandemic Era Hasna Wijayati; Halifa Haqqi
International Journal on Social Science, Economics and Art Vol. 12 No. 1 (2022): May: Social Science, Economics and Art
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijosea.v12i1.75

Abstract

In the GVC of cocoa commodities, Indonesia has a potential position as one of the suppliers of cocoa commodities. However, the cocoa industry sector is increasingly threatened when the world enters a crisis period due to the global pandemic in early 2020. For this reason, Indonesia has made many efforts to maintain its position in the GVC of cocoa commodities. This study attempts to analyze Indonesia's position in the global cocoa chain in the pandemic era. The method used is qualitative research with a library research approach. The theory used to analyze focuses on global value chain theory. This study finds that Indonesia's tried to maintain it’s position in global cocoa chain through economic stability, both at the domestic and global levels. This position is described in the aspect of increasing the contribution of cocoa commodities to GDP, increasing the export market share of Indonesian cocoa commodities in the global market, as well as increasing the competitiveness of the Indonesian economy. This condition becomes a parameter to measure the performance of Indonesia's political economy as well as demonstrates the capability of the Indonesian government in dealing with the global crisis due to the pandemic and minimizing the impact of the crisis on national stability. Thus, it can be concluded that Indonesia can still maintain its position in the global cocoa chain as an important supplier.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN GITAR DI DESA MANCASAN, BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO MENUJU PASAR GLOBAL Sri Riris Sugiyarti; hasna wijayati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1a (2020): Adi Widya Special Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v4i1a.3861

Abstract

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.
PENGUATAN PERAN GENERASI MUDA INDONESIA DALAM SEKTOR PERTANIAN KAKAO UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Untari Narulita Madyar Dewi; Ganjar Widhiyoga; Hasna Wijayati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i1.5625

Abstract

Indonesia menjadi negara terbesar keenam di dunia sebagai produsen kakao dunia, setelah Côte d'Ivoire, Ghana, Ecuador, Cameroon, dan Nigeria. Sektor pertanian kakao Indonesia menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan. Besarnya jumlah produksi kakao di Indonesia, tidak berbanding lurus dengan peran dan kontribusi generasi muda Indonesia untuk menekuni sektor pertanian kakao ini. Data memperlihatkan petani kakao dengan lahan kecil masih didominasi oleh petani yang berusia di atas 40 tahun. Metode pelaksanaan pengabdian berupa pemberian edukasi dan sosialisasi kepada generasi Y dan generasi Z tentang pentingnya kontribusi dan keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian kakao. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda Indonesia dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian kakao dan dapat mewujudkan tercapainya salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals.