Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dampak Video Edukasi Animasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Higienis Cuci Tangan Siswa SD Qomariyah, Linda; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11229

Abstract

Tangan yang bersih akan mencegah berbagai penularan penyakit seperti diare, tipoid, hepatitis dan berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular lainnya. Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, terutama pada anak-anak usia sekolah yang mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wicoxon dan uji MC Nemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 > α 0,05, yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan media video animasi. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Implikasi: daya Tarik visual tinggi, pemahaman  dan pengetahuan yang lebih baik, penyebaran pesan cepat, peningkatan perilaku hidup sehat.
Pengaruh Perilaku Perawat terhadap Kepuasan Klien di Paviliun Maskin Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Rahman, Handono Fatkhur; Fauzi, Ahmad Kholid; Nurjannah, Tutik; Jannah, Raudatul; Jannah, Miftahul; Mardiana, Winda; Munawaroh, Uud Hulsiyatul
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 3 (2021): Pengembangan Teknologi dan Kesehatan di Lembaga Keagamaan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.068 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i3.3079

Abstract

Perilaku peduli adalah sikap, rasa peduli, menghargai orang lain. ditingkatkanmutu asuhan keperawatan didukung oleh berkembangnya teori-teori keperawatan, salah satunya adalahteori menurut Jean Watson Caring Behavior, sehingga klien puas denganpelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh PerilakuCaring Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Klien Dalam Asuhan Keperawatan di Ruang Paviliun Maskin RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasionaldengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada dipaviliun Maskin jumlah responden dan 17 pasien yang dirawat di paviliunLounge Maskin sejumlah 33 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam sampel penelitian inijumlah perawat menggunakan teknik “Total sampling” dan sampel pasien menggunakan“pengambilan sampel secara purposive”. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniPenelitian ini berupa kuesioner tingkat kepuasan responden terhadap observasi pasien dan perawatlembar untuk responden. Setelah data terkumpul meliputi pengumpulan data coding, editing dantabulasi, kemudian data dianalisis secara manual dan menggunakan uji statistik komputerWilxocon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat di ruangan paviliun melamar miskinperilaku peduli perilaku sebanyak 12 responden (70,6%), sebagian besar pasien dirawat dipaviliun miskin menyatakan sangat memuaskan sebanyak 27 responden (81,8%). BerdasarkanStatistik Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansidari 0,05. Dengan demikian, nilai p lebih kecil dari (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 adalahditerima yang artinya ada Pengaruh Perilaku Caring terhadap Tingkat Kepuasan KlienPerawat Dalam Asuhan Keperawatan Di Ruang Paviliun Maskin RS Waluyo Jati KraksaanProbolinggo. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh terhadaptingkat kepuasan klien dalam pelayanan asuhan keperawatan. Dengan menerapkan perilaku caring perawatdiharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada klien, sehingga klien merasa aman, nyaman danklien merasa puas dengan pelayanan kesehatan.
Nurses’ Knowledge and Compliance with Intravenous Insertion Standard Operating Procedures in Emergency Care Settings Rahman, Abdur; Fauzi, Ahmad Kholid
Adult Health Nursing Journal Vol 2, No 2 (2025): Strengthening Adult Nursing Practice: Clinical Outcomes, Patient Safety, and Nur
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v2i2.13884

Abstract

Background: The emergency department is the main entry point for hospital services and plays a crucial role in providing immediate patient care. Intravenous insertion is a common invasive procedure that may contribute to nosocomial infections if standard operating procedures (SOPs) are not properly followed. Nurses’ compliance with SOPs is therefore essential for infection prevention and patient safety. Objective: This study aimed to examine the relationship between nurses’ knowledge levels and compliance with intravenous insertion standard operating procedures in emergency care settings. Methods: A correlational study with a cross-sectional design was conducted in January 2016. The study involved all nurses working in the emergency department, with a total of 18 participants selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires to assess knowledge and observational checklists to evaluate compliance. Statistical analysis was performed using Spearman’s rho test with a significance level of 5% (α = 0.05). Results: The analysis revealed a statistically significant relationship between nurses’ knowledge levels and compliance with intravenous insertion SOPs (p = 0.001), indicating that higher knowledge levels were associated with better compliance. Conclusion: Nurses’ knowledge is a key determinant of compliance with intravenous insertion SOPs and plays an important role in preventing nosocomial infections in emergency care settings.
DETERMINAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI BERDASARKAN STATUS GIZI, IMT, KADAR HEMOGLOBIN, DAN USIA MENARCHE Amaliyah, Nikko Izza; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v17i1.648

Abstract

Background: Dysmenorrhea is one of the most common menstrual disorders experienced by adolescent girls and may negatively affect daily activities, academic performance, and quality of life. Several biological factors, including nutritional status, body mass index (BMI), hemoglobin levels, and age at menarche, are considered to contribute to the occurrence of dysmenorrhea. Objective: This study aimed to analyze the relationship between nutritional status, BMI, hemoglobin levels, and age at menarche with the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls. Methods: This study used a quantitative analytic correlational design with a cross-sectional approach. A total of 133 adolescent girls were selected using purposive sampling. Data were collected through measurements of nutritional status and BMI, hemoglobin examination using the Easy Touch GCHb device, and dysmenorrhea questionnaires. Data analysis was performed using the Chi-Square test and contingency coefficient. Results: The findings showed significant relationships between nutritional status (p = 0.000), BMI (p = 0.000), hemoglobin levels (p = 0.001), and age at menarche (p = 0.000) with the incidence of dysmenorrhea. Conclusion: Nutritional status, BMI, hemoglobin levels, and age at menarche are significantly associated with dysmenorrhea in adolescent girls. These findings indicate that biological and reproductive factors contribute to menstrual pain and may serve as a basis for preventive and promotive health interventions among adolescents.