Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Effect of Ergonomic Exercise on Blood Glucose Levels and Anxiety in Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Muhaimin, Ahmad; Rohman, Handono Fathur; Fauzi, Ahmad Kholid
Adult Health Nursing Journal Vol 1, No 1 (2024): Adult Health Nursing Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v1i1.9262

Abstract

Introduction: The majority of DM patients have less knowledge about DM disease, including how to control blood sugar levels and lack of awareness of healthy living behavior, which is one of the causes of complications of DM disease, namely how to control blood glucose levels to avoid complications and this makes The patient becomes anxious about these complications.  Objectives: To determine the effect of ergonomic exercise on blood glucose levels and anxiety of clients with type 2 diabetes mellitus at the Jatibanteng Health Center Situbondo. Methods: This research method uses a quasi-experimental design. The population in this study were 150 diabetes mellitus patients at the Jatibanteng Situbondo Health Center. Samples were taken using purposive sampling technique as many as 109 respondents. Data were collected with the HARS scale questionnaire instrument for anxiety and GDA examination for the patient's blood sugar levels and tested by paired t test. Results: The results showed that there was a decrease in the average score in the experimental group by 19,783 greater than the control group = 6,633 so this indicated that ergonomic strings were more effective in reducing anxiety in people with diabetes mellitus. Based on the results of the Kolmogorov Smirnov normality test, it showed a value of ρ > α = 0.05 so that the data was normally distributed and the test used was the paired t test as a parametric test. The results of the paired t test showed a significant value for both groups ρ = 0.000 < α = 0.05 so that H0 was rejected and H1 was accepted, meaning that there is an effect of ergonomic gymnastics on the anxiety of diabetes mellitus patients at the Jatibanteng Health Center Situbondo. Conclusions: Ergonomic gymnastics can be used as an alternative to providing physical exercise for people with diabetes mellitus.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN PERILAKU MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN (CTMS) PADA ANAK KELAS 1 SEKOLAH DASAR DI MIN 2 SITUBONDO DAN SDN 1 TRIGONCO: THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION USING ANIMATED VIDEO MEDIA ON KNOWLEDGE, SKILLS AND BEHAVIOR OF WASHING HANDS WITH SOAP (CTMS) IN CLASS 1 PRIMARY SCHOOLS AT MIN 2 SITUBONDO AND SDN 1 TRIGONCO Linda Qomariyah; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.312

Abstract

Abstrak   Latar Belakang: Mencuci tangan menggunakan sabun merupakan tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menjadi program perilaku hidup bersih dan sehat. Tangan yang bersih akan mencegah berbagai penularan penyakit seperti diare, tipoid, hepatitis dan berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular lainnya. Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, terutama pada anak-anak usia sekolah yang mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan RI, populasi anak di Indonesia rentan terjangkit penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, diare, kecacingan, dan jenis infeksi lainnya. Di mana salah satu langkah yang efektif untuk mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit yaitu dengan mempraktikkan cuci tangan menggunakan sabun (CTMS) dengan baik dan benar. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan menggunakan sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar di MIN 2 Situbondo dan SDN 1 Trigonco. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wicoxon dan uji MC Nemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 > α 0,05, yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan media video animasi. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan menggunakan sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar di MIN 2 Situbondo dan SDN 1 Trigonco. Abstract   Background: Washing hands with soap is an action to prevent and control disease which is part of a clean and healthy living behavior program. Clean hands will prevent the transmission of various diseases such as diarrhea, typhoid, hepatitis and various other infectious and infectious diseases. Washing hands is often considered a trivial matter in society, especially among school-aged children who have the habit of paying little attention to the need to wash hands in everyday life, based on data collected by the Indonesian Ministry of Health. The child population in Indonesia is vulnerable to contracting disease. One of the effective steps to prevent and control the emergence of disease is by practicing CTMS properly and correctly. Objective: to find out whether there is an effect of health education using animated video media on the knowledge, skills and behavior of washing hands with soap in grade 1 elementary school children at MIN 2 Situbondo and SDN 1 Trigonco. Method: This research used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design with a total of 66 respondents. Data analysis was carried out using the Wicoxon test and MC Nemar test. Results: The research results show a value of p = 0.00 > α 0.05, which means there is a significant difference in the level of knowledge, skills and behavior of students before and after being given health education using animated video media. Conclusion: Thus, there is an influence of health education using animated video media on the knowledge, skills and behavior of washing hands with soap in grade 1 elementary school children at MIN 2 Situbondo and SDN 1 Trigonco.
The Effect of Health Education Using Flipchart Media Compliance TB medicine (OATS) in TB Clients Nurramadhani, Adelya Salsabilah; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11167

Abstract

BEdukasi kesehatan menggunakan media flipchart terhadap kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis (OAT) pada Klien TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan satu kelompok pre-post. Sebanyak 86 responden dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan yang telah teruji validitas dan reliabilitas, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 < α 0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam kepatuhan minum obat OAT sebelum dan setelah edukasi kesehatan menggunakan media flipchart karakteristik responden penderita tuberkulosis (TB) paru  menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan pria dibandingkan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total data responden, mayoritas kasus TB paru diidentifikasi pada pria. Data ini didukung oleh distribusi frekuensi yang menunjukkan dominasi pria sebagai kelompok yang paling banyak mengalami TB paru. Kesimpulan: media flipchart mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif, meningkatkan pemahaman Klien mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan TB, sehingga flipchart dapat digunakan sebagai alat edukasi karena secara signifikan dapat membantu memperbaiki kepatuhan pengobatan TB dengan memberikan informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh Klien.
Hubungan Family Centered Care dengan Stress Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah Fauzi, Ahmad Kholid; Azizah, Ulfa Naila; Andayani, Sri Astutik
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11402

Abstract

Latar Belakang: Selama proses hospitalisasi, anak dapat mengalami pengalaman yang sangat serius dan traumatis sehingga menyebabkan tekanan yang penuh Stress. Anak prasekolah adalah kelompok anak yang sangat rentan terhadap stress hospitalisasi. Reaksi non-adaptif yang ditunjukkan selama  hospitalisasi pada anak prasekolah termasuk menolak makan, menangis, sering bertanya, dan tidak kooperatif dengan petugas. Selain itu, stress hospitalisasi dapat menyebabkan anak mengalami efek negatif jangka pendek dan jangka panjang, seperti perilaku lesu dan gangguan tidur. Tujuan: Menganalisis hubungan family centered care dengan Stress hospitalisasi pada anak usia prasekolah selama hospitalisasi. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di Rumah sakit dengan tehnik purpose sampling sejumlah 130 responden. Analisis penelitian dengan menggunakan spearman rank. Hasil: Penelitian didapat bahwa terdapat hubungan signifikan antara family centered care dengan stress hospitalisasi dengan p value : 0,000 < α 0,05 serta Correlation Coefficient diperoleh nilai sebesar - 0,925 yang bermakna mendekati nilai korelasi yang sempurna. Kesimpulan: Semakin tinggi family centered care, maka semakin rendah tingkat stress hospitalisai pada anak prasekolah.
Dampak Video Edukasi Animasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Higienis Cuci Tangan Siswa SD Qomariyah, Linda; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11229

Abstract

Tangan yang bersih akan mencegah berbagai penularan penyakit seperti diare, tipoid, hepatitis dan berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular lainnya. Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, terutama pada anak-anak usia sekolah yang mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wicoxon dan uji MC Nemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 > α 0,05, yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan media video animasi. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Implikasi: daya Tarik visual tinggi, pemahaman  dan pengetahuan yang lebih baik, penyebaran pesan cepat, peningkatan perilaku hidup sehat.
Pengaruh Perilaku Perawat terhadap Kepuasan Klien di Paviliun Maskin Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Rahman, Handono Fatkhur; Fauzi, Ahmad Kholid; Nurjannah, Tutik; Jannah, Raudatul; Jannah, Miftahul; Mardiana, Winda; Munawaroh, Uud Hulsiyatul
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 3 (2021): Pengembangan Teknologi dan Kesehatan di Lembaga Keagamaan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.068 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i3.3079

Abstract

Perilaku peduli adalah sikap, rasa peduli, menghargai orang lain. ditingkatkanmutu asuhan keperawatan didukung oleh berkembangnya teori-teori keperawatan, salah satunya adalahteori menurut Jean Watson Caring Behavior, sehingga klien puas denganpelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh PerilakuCaring Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Klien Dalam Asuhan Keperawatan di Ruang Paviliun Maskin RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasionaldengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada dipaviliun Maskin jumlah responden dan 17 pasien yang dirawat di paviliunLounge Maskin sejumlah 33 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam sampel penelitian inijumlah perawat menggunakan teknik “Total sampling” dan sampel pasien menggunakan“pengambilan sampel secara purposive”. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniPenelitian ini berupa kuesioner tingkat kepuasan responden terhadap observasi pasien dan perawatlembar untuk responden. Setelah data terkumpul meliputi pengumpulan data coding, editing dantabulasi, kemudian data dianalisis secara manual dan menggunakan uji statistik komputerWilxocon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat di ruangan paviliun melamar miskinperilaku peduli perilaku sebanyak 12 responden (70,6%), sebagian besar pasien dirawat dipaviliun miskin menyatakan sangat memuaskan sebanyak 27 responden (81,8%). BerdasarkanStatistik Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansidari 0,05. Dengan demikian, nilai p lebih kecil dari (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 adalahditerima yang artinya ada Pengaruh Perilaku Caring terhadap Tingkat Kepuasan KlienPerawat Dalam Asuhan Keperawatan Di Ruang Paviliun Maskin RS Waluyo Jati KraksaanProbolinggo. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh terhadaptingkat kepuasan klien dalam pelayanan asuhan keperawatan. Dengan menerapkan perilaku caring perawatdiharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima kepada klien, sehingga klien merasa aman, nyaman danklien merasa puas dengan pelayanan kesehatan.
Nurses’ Knowledge and Compliance with Intravenous Insertion Standard Operating Procedures in Emergency Care Settings Rahman, Abdur; Fauzi, Ahmad Kholid
Adult Health Nursing Journal Vol 2, No 2 (2025): Adult Health Nursing Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v2i2.13884

Abstract

Background: The emergency department is the main entry point for hospital services and plays a crucial role in providing immediate patient care. Intravenous insertion is a common invasive procedure that may contribute to nosocomial infections if standard operating procedures (SOPs) are not properly followed. Nurses’ compliance with SOPs is therefore essential for infection prevention and patient safety. Objective: This study aimed to examine the relationship between nurses’ knowledge levels and compliance with intravenous insertion standard operating procedures in emergency care settings. Methods: A correlational study with a cross-sectional design was conducted in January 2016. The study involved all nurses working in the emergency department, with a total of 18 participants selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires to assess knowledge and observational checklists to evaluate compliance. Statistical analysis was performed using Spearman’s rho test with a significance level of 5% (α = 0.05). Results: The analysis revealed a statistically significant relationship between nurses’ knowledge levels and compliance with intravenous insertion SOPs (p = 0.001), indicating that higher knowledge levels were associated with better compliance. Conclusion: Nurses’ knowledge is a key determinant of compliance with intravenous insertion SOPs and plays an important role in preventing nosocomial infections in emergency care settings.