Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengalaman Mahasiswa Tuli di Ruang Komunal Universitas Mercu Buana Rachmita Maun Harahap; Lelo Lelo
INKLUSI Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.070201

Abstract

Deaf students have their characteristics in carrying out social interactions. Their distinctive social interactions influence the communal space setting on the Meruya campus of Mercu Buana University. This study uses a qualitative method and derives its approach from the emerging concept of deaf space architecture. Data were collected by mapping the behavior of deaf students, observation, and interviews. The results showed that behavior, activities, and spatial dimensions influenced the formation of communal spaces. Deaf students tend to rely on visual senses, which are controlled by spatial experiences in their activities. Deaf students tend to choose a gathering room that can provide easy access to move, which includes distance and density (deaf space), sensory reach, mobility, and the ability to provide high visibility to find out the presence of lecturers and an accessible parking area.[Mahasiswa Tuli memiliki karakteristik tersendiri dalam melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial mereka yang khas mempengaruhi setting ruang komunal di kampus Meruya Universitas Mercu Buana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deaf space. Data dikumpulkan melalui pemetaan perilaku mahasiswa Tuli, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan ruang komunal dipengaruhi oleh perilaku, aktivitas, dan dimensi ruang. Mahasiswa Tuli cenderung mengandalkan indra visual yang dipengaruhi oleh pengalaman ruang dalam beraktivitas. Mahasiswa Tuli cenderung memilih ruang berkumpul yang mampu memberikan kemudahan akses bergerak yang meliputi jarak dan kerapatan (deaf space), jangkauan sensori, mobilitas dan kemampuan memberikan visibilitas yang tinggi untuk mengetahui kehadiran dosen serta area parkir yang aksesibel.]
Inclusive Communication Training through Personal Social Responsibility at SMKN 47 Jakarta Leila Mona Ganiem; Kholisoh Nur; Nurhayani Saragih; Rachmita Maun Harahap; Muhammad Raqib Mohd Sofian
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i2.601

Abstract

This International Joint Community Service (KLN) program aimed to improve inclusive communication competence among vocational students by addressing communication barriers between the hearing majority and Deaf/Hard-of-Hearing (HoH) communities. Conducted collaboratively by Universitas Mercu Buana and Universiti Sains Islam Malaysia at SMK Negeri 47 Jakarta, the program involved 14 students through participatory and competency-based training activities. The intervention was grounded in Personal Social Responsibility (PSR) and Shared Labor frameworks. Training activities included Deaf culture awareness, Communication Repair strategies, Total Communication principles, BISINDO practice, simulations, and reflective discussions. Evaluation results showed a 53% increase in understanding of Deaf culture, a 63% increase in basic BISINDO knowledge, a 55% increase in Communication Repair skills, and a 45% increase in communication confidence. Participants also proposed simple accessibility adaptations relevant to vocational contexts. The findings indicate that PSR-based inclusive communication training can strengthen ethical awareness, communication competence, and social inclusion in vocational education.
Interior rumah sakit jiwa dan produksi stigma spasial: Studi kasus RSJMM Bogor berbasis healing environment dan psikologi lingkungan Muhammad Irzam Fharhany; Rachmita Maun Harahap
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1821

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana desain interior Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor berperan dalam membentuk stigma spasial serta merumuskan strategi transformasi berbasis healing environment. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif analitik dengan strategi studi kasus, melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan menggunakan thematic coding yang diinformasikan oleh prosedur grounded theory serta divalidasi melalui prinsip evidence-based design. Hasil penelitian menemukan adanya fenomena duality of spatial identity, yaitu kesenjangan spasial antara area publik yang modern-humanis dan area perawatan yang masih berkarakter kustodial. Elemen interior seperti jeruji besi, minimnya privasi, serta kualitas sensorik yang belum optimal diindikasikan berkontribusi terhadap persepsi terintimidasi, kehilangan kontrol personal, dan ketidaknyamanan psikologis pengguna. Penelitian ini menghasilkan empat strategi transformasi desain, yaitu de-institusionalisasi visual, restorasi privasi dan otonomi, integrasi biofilik, serta manajemen sensorik. Studi ini menegaskan bahwa desain interior berfungsi sebagai agen aktif dalam produksi stigma sekaligus sebagai instrumen terapeutik pada fasilitas kesehatan jiwa.