Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moring oleifera) SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley Manek, Balthasar Kristoforus; Telussa, Arley Sadra; Folamauk, Conrad Liab H.; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.567 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3487

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Kadar asam urat yang tinggi akan menyebabkan hiperurisemia, jika keadaan tersebut terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan penyakit gout. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berpotensi dapat menurunkan kadar asam urat tikus. Tujuan penelitian ini menentukan dosis ekstrak etanol daun kelor yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental. Jumlah sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok kontrol negatif yang diinduksi dengan jus hati ayam, kelompok kontrol positif yang diberikan allopurinol 18 mg/200gBB, dan kelompok perlakuan 1, 2, dan 3 yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB selama 12 hari. Perbedaan asam urat sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok diuji dengan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan analisis Post hoc, sedangkan untuk mengetahui perubahan kadar asam urat perhari pengamatan dilakukan uji Friedman dan dilanjutkan dengan uji Post hoc. Hasil penelitian ini pada pemberian ekstrak etanol daun kelor dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah dan tidak memiliki perberbedan bermakna dengan allopurinol (p>0,05). Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efek yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dengan puncak penurunan terjadi pada hari ke-26 yaitu 1,76 mg/dl (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol dapat menurunkan kadar asam urat tikus. Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efektivitas yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) juga memiliki efek yang sama dengan obat allopurinol dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus
Relationship Between Hypertension And Diabetes Mellitus Type 2 With Benign Prostate Hyperplasia In Mgr. Gabriel Manek Hospital Atambua Wijaya, Adrianus Gupta; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.59 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5968

Abstract

Objectives: To evaluate the relationship between hypertension (HT) and diabetes mellitus type 2 (DM type 2) with benign prostate hyperplasia (BPH).Material & methods:This is a case control study with group A (case) consist of 78 BPH patient and group B (control) consist of 78 non BPH patient. DM and HT status from each group was collected. Correlation between each variables and odds ratio was analyzed.Results: Mean age was 66.09 ± 9.05 and 63.40 ± 9.83 years in group A and group B respectively. There is a statistical significant correlation between HT (0.001) and DM (0.021) with BPH (p<0.05). Patient with hypertension are 7.8 times more likely to suffer from BPH (OR 7.882) and patient with DM are 3 times more likely to suffer from BPH.Conclusion: HT and DM type 2 are significantly related to BPH incidence in Mgr. Gabriel Manek Hospital. Patient with HT and DM type 2 are more likely to suffer from BPH. Prevention and management of HT and DM type 2 may help to reduce the incidence of BPH.
Efektivitas Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Social Distancing Dalam Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa Baru Universitas Nusa Cendana Bi’i, Gaudensia Rosa Mistika; Folamauk, Conrad Liab Hendricson; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.19 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5975

Abstract

Menurut Publik Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes RI pada tanggal 7 Desember 2020, total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia adalah 581.550 dan 17.867 kasus meninggal. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 adalah social distancing. Pengetahuan tentang social distancing sangat diperlukan dan dapat diperoleh melalui pemberian informasi. Informasi dapat diperoleh dari berbagai media, salah satunya yang efektif adalah media video. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang social distancing dalam pencegahan COVID-19 pada Mahasiswa Baru Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian Pre Experiment Design dengan rancangan penelitian one group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada mahasiswa baru SNMPTN Universitas Nusa Cendana. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 233 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil dari 233 responden diperoleh rerata nilai pengetahuan mahasiswa baru saat pretest adalah 11,84 dan rerata nilai pengetahuan saat postest meningkat menjadi 13,24. Mahasiswa baru dengan kategori meningkat ada 168 orang (72,10%), kategori tetap ada 51 orang (21,89%) dan kategori menurun 14 orang (6,01%), dengan hasil uji statistik nilai p value = 0,000 atau p<0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan mahasiswa baru lulusan SNMPTN tentang social distancing dalam pencegahan COVID-19 sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan melalui media video.
Serial Cases Report : 3 Cases Of Giant Bladder Stone In Dilumilpublic Health Center, East Nusa Tenggara, Indonesia Wijaya, Adrianus Gupta; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.132 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5977

Abstract

Giant bladder stone is a rare case of urinary tract stones. This case usually occurs because of delayed diagnosis due to limited medical facility. Cases Three cases of giant bladder stone were reported in Dilumil Public Health Center, East Nusa Tenggara. All patients are male. The first patient is 40 years old with a 9 x 8.7 x 6 cm bladder stone and that weighed 425 g. The second patient is 19 years old with a 6 x 5.5 x 5.5cm bladder stone and that weighed 116.5g. The third patient is 18 years old with 4.8 x 3.8 x 3.7cm stone and that weighed 105g. Two of three patient’s main complaint was urinary retention, while other patient complained of dysuria. All cases were treated with open vesicolithotomy. Conclusion Giant bladder stone weighing > 100g is uncommon. Initial careful diagnosis is needed to prevent delays in handling bladder stones in primary health facilities. These patients live in the same area and share the drinking water source. The bladder stone was removed by open vesicolithotomy without any complications.
PENGARUH VIDEO SEBAGAI ALAT SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN VAKSINASI COVID-19 MAHASISWA UNIVERSITAS NUSA CENDANA Salsabila, Daffa Annora; Setiawan, I Made Buddy; Wungouw, Herman Pieter L; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6800

Abstract

Angka cakupan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih belum memenuhi sasaran berdasarkan data Kemenkes RI per 25 Juli 2021 serta per 24 Juli 2021 ditemukan sebanyak 263 hoaks vaksin COVID-19 yang tersebar di berbagai platform digital berdasarkan data Kominfo. Penelitian pendahuluan yang dilakukan pada 30 mahasiswa Universitas Nusa Cendana secara acak membuktikan bahwa cakupan vaksinasi pada mahasiswa Universitas Nusa Cendana belum tercakupi dan pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 yang harus lebih ditingkatkan lagi. Tujuan penelitian mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan vaksinasi COVID-19 mahasiswa Universitas Nusa Cendana setelah diberikan video sebagai alat sosialisasi vaksin COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan metode pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Nusa Cendana. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 406 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisa menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil dari total 406 responden didapat hasil nilai rerata pre-test pengetahuan mahasiswa adalah 17,4 dan nilai rerata post-test pengetahuan mahasiswa adalah 20,15 dimana terjadi peningkatan pengetahuan terhadap mahasiswa. Hasil post-test menunjukkan ada 314 responden yang meningkat pengetahuannya (77%), 80 responden tetap (19,7%) dan 12 responden menurun pengetahuannya (3%). Hasil uji statistik didapat nilai p value = 0.000 atau p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Kesimpulan penelitian ini terdapat peningkatan pengetahuan vaksinasi COVID-19 mahasiswa Universitas Nusa Cendana melalui video sosialisasi vaksin COVID-19.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN.docx Sagabulang, Gilberth Umbu Kaledi; Telussa, Arley Sadra; Wungouw, Herman Pieter L; Dedy, Maria Agnes Etty
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6801

Abstract

Indeks Massa Tubuh sebagai alat untuk mengukur status gizi seseorang di interpretasikan dalam 3 kriteria yaitu kurus, normal dan gemuk. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia mengenai status gizi menurut IMT penduduk usia > 18 tahun menunjukan bahwa sebesar 8,7% mengalami gizi kurang, 13,5% mengalami gizi lebih, dan 15,4% mengalami obesitas(1). Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu ukuran untuk memprediksi presentasi lemak didalam tubuh manusia.Memiliki IMT yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan gangguan menstruasi atau amenore, menstruasi tidak teratur dan nyeri saat menstruasi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian adalah obsevarsional analitikdengan pendekatan cross sectional pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Uiversitas Nusa Cendana Kupang. Teknik pengambilan Sampel ini adalah stratified random sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 113 orang.Pengumpulan Data menggunakan Kuesioner Siklus Menstruasi.Analisis Data yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Hasil dari 113 responden,responden yang memiliki indeks massa tubuh kurang sebanyak 25 orang (22,1%) , responden yang memiliki indeks massa tubuh normal berjumlah 61 orang (54,0%), responden dengan kelebihan berat badan berjumlah 27 orang (23.9%). Sedangkan untuk siklus menstruasi mayoritas responden memiliki siklus menstruasi normal yaitu sebanyak 85 orang (75,2%) dan yang memiliki siklus menstruasi tidak normal sebanyak 28 orang (24,8%) . Hasil uji analisis bivariat untuk hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi diperoleh hasil p=0.177(p>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang.
Relationship Of Mother's Knowlwdge To Children's Immunization Status In The Work Area Of Sikumana Healt Center Wea, Aulia Rahmah; Wungouw, Herman Pieter L; Telussa, Arley Sadra; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.9096

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP STATUS lMUNISASI ANAK DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA Aulia Rahmah Wea 1, Herman Pieter Louis Wungouw2, Arley Sadra Telussa 3, S.M.J. Koamesah 4 1 Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana 2Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana 3Departemen Urologi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana 4Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana ABSTRAK Latar Belakang: Imunisasi adalah upaya meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Tinggi rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi bagi anak akan berperan dalam mempengaruhi perilaku orang tua untuk ikut serta dalam kegiatan imunisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan status imunisasi dasar anak di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada ibu dengan bayi berusia tiga bulan sampai 9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Data pengetahuan ibu diperoleh dari pengisisan kuesioner dan data kelengkapan imunisasi diperoleh dari Kartu Menuju Sehat (KMS) anak. Data akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian terhadap 57 responden memberikan gambaran tentang status pengetahuan: 11 responden baik, 28 responden cukup, dan 18 responden kurang, serta gambaran tentang status imunisasi: 30 anak lengkap dan 27 tidak lengkap. Hasil anlisis bivariat uji Chi-Square memperoleh hasil P = 0.007 (P>0.05) Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan status imunisasi dasar anak di wilayah kerja Puskesmas Sikumana. Kata Kunci: Pengetahuan, Status Imunisasi, Puskesmas Sikumana.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KONSENTRASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Paceli, Verena; Telussa, Arley Sadra; Setianingrum, Elisabeth Levina; Nurina, Rr Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.9143

Abstract

Background: The results of a study by the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) in 2014 showed that 35.2% of adults (≥18 years) in the United States had short sleep duration. Medical students are relatively prone to having poor sleep quality. Sleep quality is one of the factors that affect concentration, where poor sleep quality can have an impact on decreased ability to concentrate, memory, ability to solve problems and make decisions and think critically. Objective: To determine the relationship between sleep quality and concentration in students of the Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana. Methods: This research is an observational analytic study with cross sectional design conducted on preclinical students of the Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana. The sampling technique was stratified random sampling with a sample size of 69 people. Sleep quality data were obtained from filling out the PSQI questionnaire and testing the concentration using the Stroop test. Data analysis used the Contingency coefficient correlation test. Results: The sample with poor sleep quality was 40 people (58%) and 29 people (42%) had good sleep quality. The number of samples with a good concentration was 35 people (50.7%) and a bad concentration was 34 people (49.3%). The results of bivariate analysis using the Contingency coefficient test obtained p value = 0.036 (p <0.05) and r=0,244. Conclusion: There is a significant and weak relationship between sleep quality and concentration among students at the Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana. Key words: sleep quality, concentration, medical students.
A 12-Years Old Boy with Penetrating Scrotal Trauma grade III at Bhayangkara Hospital, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia Telussa, Arley Sadra; Wardana, I Gede Aprilian I; Purba, Julya Dasura
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10723

Abstract

A 12-year-old boy was referred to the Emergency Room (ER) after experiencing penetrating trauma to his right scrotum caused by the iron of the bicycle seat. There were no urinary complains and the vital signs were good. Scrotal exploration was performed to repair the testicular trauma.
Vesicolithotomy in 64 Year-Old Male with Giant Bladder Stone at Leona Hospital, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia Telussa, Arley Sadra; Djungu, Epafroditus M.K; Mawikere, Stevanikov J.M.
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10724

Abstract

Giant bladder stone is a rare case of urinary tract stones. These cases are strongly related to social economy status. The patient was a 64 year old male with bladder stone with the size of 10,5 cm x 7,5 cm. The patient presented to emergency department with pain on lower abdomen due to severe lower urinary tract symptoms. A hard mass was palpable in suprapubic area. Cystoscopy was performed, followed by vesicolithotomy. Conclusion : Giant bladder stone can be treated by vesicolithotomy preferably following cystoscopy procedure to eliminate the possibility of bladder mass.