Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JSES : Journal of Sport and Exercise Science

PROFIL KONDISI FISIK ATLET PANAHAN GRESIK Putranto, Teguh Dwi; Wulandari, Fifit Yeti; Sifaq, Aghus
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 1, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p20-24

Abstract

: Perkembangan prestasi panahan Gresik mulai menunjukkan prestasi yang cukup diperhitungkan. Hal tersebut tidak lepas dari pembinaan dalam hal teknik saja namun juga fisik. Kondisi fisik disini merupakan faktor penting dalam menyeimbangkan teknik, mental dan taktik dalam mencapai sebuah prestasi. Dengan memiliki data kondisi fisik atlet maka akan dengan mudah bagi pelatih untuk memberikan porsi latihan kepada atletnya dan juga sebagai evaluasi kemajuan atlet Panahan Gresik dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil penelitian profil tingkat kondisi fisik atlet putra dan putri panahan Gresik usia 8 ? 15 tahun yang sudah dilakukan maka telah diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata (Mean) atlet putra untuk kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 15,75 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kelentukan sebesar 28,87 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 23,5 dengan kategori kurang. Untuk atlet putri rata ? rata (Mean) kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 10,25 kg dengan kategori baik, kelentukan pada atlet putri sebesar 32,65 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 20,8 dengan kategori cukup.
EFEK POSISI TUBUH SETELAH BERLATIH TERHADAP MASA PEMULIHAN Pramono, Bayu Agung; Sifaq, Aghus; Bulqini, Arif
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 1, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p25-29

Abstract

Latihan fisik memiliki konsekwensi yang cukup besar terhadap perubahan sistem anatomi dan fisiologi tubuh seorang atlet. Perubahan yang paling besar dan langsung terjadi adalah pada perubahan ritme denyut nadi sebelum, saat dan setelah melaksanakan aktifititas fisik olahraga. denyut nadi pemulihan adalah salah satu contoh perubahan yang sangat jelas setelah melakukan aktifitas fisik olahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan denyut nadi pemulihan dengan proses penghitungan yang berbeda yaitu berdiri, duduk dan tidur. 12 lelaki dewasa umur kurang lebih 19 tahun mengikuti penelitian ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok pengukuran denyut nadi. Seluruh sampel akan melakukan prosedur tes naik turun tanggan menggunakan protokol YMCA step test. Setelah melakukan protokol tes semua sampel akan dihitung denyut nadi pemulihan setelah 3 menit istirahat. Dari hasil penelitian didapat prosentase penurunan denyut nadi pemulihan setelah istirahat 3 menit adalah dengan pengukuran posisi berdiri sebesar 28.9%, posisi duduk 31.7% dan pada posisi tidur 34.4%. kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi tubuh saat pengukuran denyut nadi memiliki kontribusi yang berbeda-beda dimana proses pemulihan dengan tidur terlentang memiliki prosentase tertinggi dalam menurunkan denyut nadi.
Profil Kondisi Fisik Atlet Panahan Gresik Putranto, Teguh Dwi; Wulandari, Fifit Yeti; Sifaq, Aghus
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 1, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p20-24

Abstract

: Perkembangan prestasi panahan Gresik mulai menunjukkan prestasi yang cukup diperhitungkan. Hal tersebut tidak lepas dari pembinaan dalam hal teknik saja namun juga fisik. Kondisi fisik disini merupakan faktor penting dalam menyeimbangkan teknik, mental dan taktik dalam mencapai sebuah prestasi. Dengan memiliki data kondisi fisik atlet maka akan dengan mudah bagi pelatih untuk memberikan porsi latihan kepada atletnya dan juga sebagai evaluasi kemajuan atlet Panahan Gresik dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil penelitian profil tingkat kondisi fisik atlet putra dan putri panahan Gresik usia 8 – 15 tahun yang sudah dilakukan maka telah diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata (Mean) atlet putra untuk kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 15,75 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kelentukan sebesar 28,87 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 23,5 dengan kategori kurang. Untuk atlet putri rata – rata (Mean) kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 10,25 kg dengan kategori baik, kelentukan pada atlet putri sebesar 32,65 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 20,8 dengan kategori cukup.
Profil Kondisi Fisik Atlet Panahan Gresik Putranto, Teguh Dwi; Wulandari, Fifit Yeti; Sifaq, Aghus
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 1 No. 1 (2018): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p20-24

Abstract

: Perkembangan prestasi panahan Gresik mulai menunjukkan prestasi yang cukup diperhitungkan. Hal tersebut tidak lepas dari pembinaan dalam hal teknik saja namun juga fisik. Kondisi fisik disini merupakan faktor penting dalam menyeimbangkan teknik, mental dan taktik dalam mencapai sebuah prestasi. Dengan memiliki data kondisi fisik atlet maka akan dengan mudah bagi pelatih untuk memberikan porsi latihan kepada atletnya dan juga sebagai evaluasi kemajuan atlet Panahan Gresik dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil penelitian profil tingkat kondisi fisik atlet putra dan putri panahan Gresik usia 8 15 tahun yang sudah dilakukan maka telah diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata (Mean) atlet putra untuk kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 15,75 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kelentukan sebesar 28,87 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 23,5 dengan kategori kurang. Untuk atlet putri rata rata (Mean) kekuatan otot bahu (menarik) sebesar 11,5 kg dengan kategori cukup, kekuatan otot bahu (mendorong) sebesar 10,25 kg dengan kategori baik, kelentukan pada atlet putri sebesar 32,65 cm dengan kategori cukup, daya tahan (Bleep) sebesar 20,8 dengan kategori cukup.
Efek Posisi Tubuh Setelah Berlatih Terhadap Masa Pemulihan Pramono, Bayu Agung; Sifaq, Aghus; Bulqini, Arif
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 1 No. 1 (2018): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p25-29

Abstract

Latihan fisik memiliki konsekwensi yang cukup besar terhadap perubahan sistem anatomi dan fisiologi tubuh seorang atlet. Perubahan yang paling besar dan langsung terjadi adalah pada perubahan ritme denyut nadi sebelum, saat dan setelah melaksanakan aktifititas fisik olahraga. denyut nadi pemulihan adalah salah satu contoh perubahan yang sangat jelas setelah melakukan aktifitas fisik olahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan denyut nadi pemulihan dengan proses penghitungan yang berbeda yaitu berdiri, duduk dan tidur. 12 lelaki dewasa umur kurang lebih 19 tahun mengikuti penelitian ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok pengukuran denyut nadi. Seluruh sampel akan melakukan prosedur tes naik turun tanggan menggunakan protokol YMCA step test. Setelah melakukan protokol tes semua sampel akan dihitung denyut nadi pemulihan setelah 3 menit istirahat. Dari hasil penelitian didapat prosentase penurunan denyut nadi pemulihan setelah istirahat 3 menit adalah dengan pengukuran posisi berdiri sebesar 28.9%, posisi duduk 31.7% dan pada posisi tidur 34.4%. kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi tubuh saat pengukuran denyut nadi memiliki kontribusi yang berbeda-beda dimana proses pemulihan dengan tidur terlentang memiliki prosentase tertinggi dalam menurunkan denyut nadi.