Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Influence Non-suicidal Self-Injury Behavior among Young Adults Herdaetha, Adriesti; Ismaya, Matius Dimas Reza Dana; Suwito, Joko
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5481

Abstract

Background: Non-suicidal self-injury (NSSI) behavior is increasing among young adults in Indonesia due to the experienced stress. This behavior is influenced by sleep quality, parenting style, and alexithymia mediated by emotional dysregulation. Objectives: To determine the influence of sleep quality, parenting style, and alexithymia on NSSI behavior mediated by emotional dysregulation in the young adult population. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study subjects consisted of 573 young adult respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted using a Google Form distributed through social media. Statistical tests were performed using structural equation modeling-partial least square (SEM-PLS). Results: Directly, sleep quality increased NSSI (p=0,000; OS=0,219) and emotional dysregulation (p=0,012; OS=0,076), authoritative parenting style decreased emotional dysregulation (p=0,000; OS=-0,109), authoritarian parenting style increased NSSI (p=0,013; OS=0,125), alexithymia increased emotional dysregulation (p=0,000; OS=0,655), and emotional dysregulation increased NSSI (p=0.000; OS=0.252). Indirectly, through emotional dysregulation mediation, sleep quality increased NSSI (p=0,032; OS=0,019), authoritative parenting style decreased NSSI (p=0,008; β=-0,027), and alexithymia increased NSSI (p=0,000; OS=0,165). Conclusions: Sleep quality, parenting style, and alexithymia influence NSSI behavior directly and indirectly through emotional dysregulation mediation.
SANTERA (Santri Sehat Terawat): Edukasi Penyakit Menular Berbasis Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat bagi Santri Ariesaka, Kiky Martha; Sishartami, Lintang Widya; Weningtyas, Anditri; Iftitahurroza, Hilma Tsurayya; Ismaya, Matius Dimas Reza Dana; Wiratama, arif Ladika; Wibisono, Taurisma Aulia Nanda; Bakhtiar, Fannia Yosa
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.672

Abstract

Lingkungan pesantren yang padat dan komunal menyebabkan santri rentan terhadap penyakit menular serta gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, ditemukan masalah kesehatan yang dominan seperti skabies, diare, serta kelelahan akibat kebiasaan menahan buang air besar dan melewatkan sarapan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai pentingnya kebersihan diri dan gaya hidup sehat melalui edukasi kesehatan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap kunjungan dan menggunakan pendekatan model ADDIE yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan materi, pengembangan media edukatif berupa presentasi dan flyer, pelaksanaan edukasi secara interaktif kepada santri, serta evaluasi menggunakan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator kepuasan memperoleh skor rerata tinggi, berkisar antara 76,5% hingga 83%, dengan kategori sangat baik. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi edukasi, serta adanya niat untuk menerapkan dan menyebarluaskan informasi yang diperoleh. Tim pengabdian juga memberikan dukungan fasilitas kesehatan berupa alat kebersihan, alat pemeriksaan sederhana, dan obat-obatan umum yang dibutuhkan oleh Unit Kesehatan Pesantren. Kegiatan ini memberikan dampak positif jangka pendek dalam hal peningkatan pengetahuan dan kesadaran, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menjaga kesehatan santri. Oleh karena itu, program ini dinilai berhasil mencapai tujuannya dan berpotensi untuk direplikasi di lingkungan pesantren lainnya dengan penyesuaian konteks lokal.