Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEIKSIS BAHASA BALI DIALEK BUGBUG KECAMATAN KARANGASEM (KAJIAN PRAGMATIK) Ni Komang Aryani
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.975 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v10i2.1502

Abstract

This research has three objectives, namely to describe the form of the person deixis, the form of the place deixis, and the form of the time deixis in Balinese, Bugbug dialect, Karangasem sub-district. This research is a qualitative descriptive research. The object of this research is the people’s utturance of the Bugbug village community with data and data sources in the form of speech or conversational dialogue that has been transcripted into text. Collecting data using utterances methods of simak bebas libat cakap. The interactive model data analysis is used as the data analysis in this research. The results showed that the deixis aspects contained in the utterances included a personal expression in the form of a single first person deixis, there were 6 forms. The first plural deixis has one form, the second deixis has 7 forms, the third deixis is single, there is one, third persona is plural has one form. Space deixis (place) has 13 forms and Deixis when there are 7 forms.
PENGGUNAAN APLIKASI KEYMAN PADA SMARTPHONE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS AKSARA BALI DI KELAS X SMA NEGERI 3 AMLAPURA I Wayan Adi Upadana; Ni Komang Aryani
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2023): Vol 13 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.439 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v13i1.2321

Abstract

Balinese language learning cannot be separated from the existence of Balinese language, literature and script. Learning Balinese script in schools must be applied as interestingly as possible. Writing Balinese script in general can use paper, palm and computer/smartphone media. Especially for Balinese writing material, the learning process must be packaged as interesting as possible. This is done to motivate students to learn to recognize and understand the use of Balinese Script. In this case, writing Balinese Script can be done on a Smartphone using the keyman application. This application is quite easy to use by students at SMA Negeri 3 Amlapura. The use of this application aims to facilitate the learning process of digitizing Balinese characters because in the process everything can be accessed through a Smartphone. The results of the application of the keyman application in learning Balinese script, students responded positively. Students began to understand the development of digitization of the Balinese script. The positive impact obtained is that they are happy to use the application. By using this keyman application, students are easier to learn and apply it in everyday life.
Pendampingan Belajar Bahasa Bali Bagi Anak-Anak Tingkat SD Di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Ni Wayan Apriani; I Wayan Jatiyasa; Ni Komang Aryani; Ni Kadek Ayu Paramanandani; Ni Putu Gatriyani; I Komang Sukayasa; Pande Gede Brahmandika
Jurnal Dharma Jnana Vol. 3 No. 3 (2023): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tingkat sekolah, bahasa Bali hingga saat ini masih menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik. Meskipun sifatnya wajib, namun alokasi waktu yang diberikan masih minim sehingga peserta didik masih banyak yang memiliki pemahaman yang rendah terhadap pelajaran Bahasa Bali. Kondisi seperti itu hampir terjadi di sebagian besar wilayah di Bali, termasuk di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Pendampingan belajar ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan Bahasa Bali dan alternatif dalam proses belajar bahasa Bali yang menyenangkan sehingga stigma negatif tentang belajar bahasa Bali yang membosankan bisa berkurang khususnya pada anak-anak tingkat SD di Banjar Dinas Kebung Kauh Desa Telagatawang Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Metode yang digunakan pada pengabdian ini bervariasi, mulai ceramah, diskusi dan tanya jawab. Proses pendampingan belajar dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Banjar Dinas Kebung Kauh selama delapan kali pertemuan pada hari Jumat dan Sabtu selama bulan Juni 2023. Materi yang diberikan selama kegiatan pendampingan antara lain keterampilan menyimak bahasa Bali, keterampilan berbicara bahasa Bali, keterampilan membaca bahasa Bali dan keterampilan menulis bahasa Bali. Hasil pengabdian ini berupa peningkatan pengetahuan bahasa Bali yang signifikan pada empat bidang keterampilan, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Campur Kode dalam Lirik Lagu-Lagu Bagus Wirata: Kajian Sosiolinguistik Apriani, Ni Wayan; Aryani, Ni Komang
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/kalangwan.v14i1.3586

Abstract

In recent years, the practice of code mixing in public communication in Bali has increased. Code mixing events can occur anytime and anywhere. One form of code mixing that has attracted attention is code mixing in pop song lyrics, especially Balinese pop songs. This is a concern in itself regarding the character of Balinese Pop songs, which were initially aimed at preserving Balinese art and culture, especially in terms of language, but have become something that seems to be forced solely for the sake of market demands. The formulation of the problem in this research is: 1) What is the form of code mixing in the lyrics of songs sung by Bagus Wirata 2) What factors encourage code mixing in the lyrics of songs sung by Bagus Wirata. The research approach used is an empirical method because the use of Balinese in the lyrics of Bagus Wirata's songs already exists naturally. The object of research in this research is the songs sung by singer Bagus Wirata. The data collection methods used were document study, observation and interviews.The research results are; 1. The form of code mixing in the lyrics of songs sung by Bagus Wirata is: The use of code mixing in the form of words is most often used in the lyrics of songs sung by Bagus Wirata with a total usage percentage of 63%. Code mixing in the form of clauses ranks second with a usage percentage of 19%. The remainder is code mixing in the form of phrases amounting to 13%, code mixing in the form of basters 3% and code mixing in the form of repeated words 2%. 2. Factors that encourage code mixing in the lyrics of songs sung by Bagus Wirata are; 1) language dominance, 2) language attitudes, 3) psycholinguistic motivation, 4) lack of equivalent words in Balinese, 5) commercial target market. 3. The impact of using code mixing on the Balinese language, namely; 1) destruction of the Balinese language system, 2) extinction of the Balinese language.
Penguatan Literasi Aksara Bali dengan PAKSALI di BSVLC Jatiyasa, I Wayan; Apriani, Ni Wayan; Aryani, Ni Komang; Brahmandika, Pande Gede; Sukayasa, I Komang; Paramanandani, Ni Kadek Ayu; Gatriyani, Ni Putu
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/prioritas.v6i02.939

Abstract

Pengaruh globalisasi, kurangnya perhatian dalam kurikulum sekolah, terbatasnya penggunaan aksara Bali dalam komunikasi sehari-hari, serta minimnya media pembelajaran yang menarik dan efektif berdampak buruk bagi pengembangan literasi aksara Bali di kalangan generasi muda, khususnya anak-anak di Bali Sibetan Volunteer & Learning Center (BSVLC), Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Penerapan media inovatif PAKSALI (Papan Aksara Bali) dijadikan solusi untuk masalah tersebut. Asistensi mengajar dengan PAKSALI bertujuan untuk menguatkan literasi aksara Bali anak-anak BSVLC sebanyak 20 orang. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Bali, STKIP Agama Hindu Amlapura. Kegiatan dilaksanakan selama sehari pada hari Minggu, 5 Mei 2024, melalui 3 tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan (pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan PAKSALI dapat menguatkan literasi aksara Bali pada anak BSVLC, pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan; sedangkan respon anak-anak sangat positi; serta diharapkan kegiatan yang sama dapat untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan aksara Bali.