Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : petrogas journal of energy and technology

PENGARUH HEATING RATE TERHADAP KARAKTERISTIK NILAI KALOR LIMBAH KULIT BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS (THUNB.) WURMB) PADA PROSES SLOW PIROLISIS Yuniarti Yuniarti; Debora Ariyani; Eka Megawati
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 2, No 2 (2020): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v3i2.72

Abstract

Nipah-Nipah plants grow mostly in the confluence of rivers and seas. This plant has the potential to maximize all parts of the tree. Nipah fruit can be used for Nata Frutican and the basic ingredients for making flour. Unused fruit shells have a hard texture, similar to the texture of coconut shells. To increase the calorific value of this fruit peel charcoal, a pyrolysis process is carried out. The samples were separated from the following waste and dried in direct sunlight. The dry sample is crushed and then put into the combustion reactor. Pyrolysis was carried out at a constant temperature of 500°C with variations in the heating rate of 2°C/minute, 4°C/minute, 6°C/minute, 8°C/minute, and 10°C/minute and holding time for 1 hour. The results showed that the calorific value decreased with increasing heating rate. The highest calorific value is at the lowest heating rate. The calorific value at a heating rate of 2°C/minute is 6841, 02 cal/gram. ; 4°C/minute calorific value is 6811.59 cal/gram; 6°C/minute of 6745.07 cal/gram; 8°C/minute is 6656.59 cal/gram and at 10°C/minute is 6570.41 cal/gram
PEMBUATAN BIODIESESL DAN PENGARUH JENIS PELARUT DAN MASSA BIJI TERHADAP % YIELD EKSTRAK MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa Linn) Debora Ariyani; Eka Megawati; Prapti Ira; Arnelia Sadesi; Mersya Andre Sugiarto
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 2, No 1 (2020): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v2i1.33

Abstract

Ketapang (Terminalia cattapa Linn) merupakan salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak nabati. Keterbatasan akan bahan baku untuk menghasilkan minyak yang dapat dikonversikan menjadi bahan baku alternatife pengganti minyak bumi menyebabkan berkembangnya penelitian untuk mencari tumbuhan yang berpotensi sebagai menghasilkan minyak yang dapat dijadikan bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi dan hasil transesterifikasi dari ekstrak biji ketapang Metode yang dilakukan untuk menghasilkan minyak yang dapat dijadikan bahan baku biodiesel. Metode yang dilakukan untuk menghasilkan minyak adalah ekstraksi (perkolasi) dengan variasi massa 25 gram, 30 gram, 35 gram, 40 gram, 45 gram dan 50 gram dengan lamanya siklus ekstraksi 8 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar minyak yang dimiliki ketapang mencapai 27,28% yang optimum pada penelitian ini dipengaruhi oleh variable massa, dengan massa 40 gram. Berat jenisnya dihasilkan 0,77 – 0,80 gr/ml, kandungan asam lemak bebas (%FFA) 3,7%-4,8%. Angka iod 0,22-0,33.
OPTIMASI EFISIENSI GAS TURBIN GENERATOR UNIT 2 DENGAN MENAIKKAN TEKANAN MASUK TURBIN DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU) Warsa, I Ketut; Pratama, Aji Indrayan; Ariyani, Debora; Megawati, Eka
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 6, No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v6i2.174

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, industri dan kegiatan lainnya. Untuk menghasilkan energi listrik maka dibutuhkan suatu sistem yang disebut pembangkit listrik. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) energi listrik dihasilkan dari unit pembangkit listrik yang dimana ada terdapat dua tipe alat pembangkit Listrik dan salah satunya adalah Gas Turbin Generator. Gas Turbin Generator adalah mesin pembangkit listrik yang memanfaatkan energi panas hasil pembakaran antara gas alam dan udara atmosfir menjadi energi mekanik (putaran turbin), dari putaran turbin akan dihubungkan ke generator menjadi putaran generator yang menghasilkan energi listrik. Dalam proses operasi Gas Turbin Generator sangatlah penting untuk mengetahui apakah alat tersebut masih bisa bekerja dengan optimal. Kenaikan tekanan masuk turbin sebesar 30 Psi bertujuan untuk memperoleh nilai optimasi tekanan yang masuk pada turbin dan untuk menganalisa perbandingan optimasi kinerja yang dihasilkan oleh Gas Turbin Generator Unit 2 PLTGU. Optimasi kinerja Gas Turbin generator Unit 2 dilakukan dengan menaikan tekanan masuk turbin sebesar 30 Psi dari 102 Psi sampai dengan 342 Psi. Optimal kinerja pada Gas Turbin Generator Unit 2 PLTGU didapatkan pada tekanan 342 Psi menghasilkan nilai efisiensi sebesar 83,82 %.
PEMBUATAN BIODISEL DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) Ariyani, Debora; Megawati, Eka; Mukminin, Amirul; Frilly, Frilly; Alfin, Akhmad
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 1 (2019): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i1.9

Abstract

Pemanfaat sampah limbah bawang merah (Allium Cepa L) berupa kulit luar bawang dan bonggolnya sebagai salah satu bahan baku alternatif pembuatan biodisel.Dari ketiga sampel minyak hasil ekstraksi limbah kulit bawang merah dengan sampel 10gr, 20gr dan 30gr,proses ekstraksi 3 sampel tersebut diekstraksi dengan pelarut Methanol dan n-Heksana hingga mencapai 1 siklus disetiap sampelnya dan disetiap pelarutnya. Setelah itu lakukan proses distilasi sebanyak 20 ml untuk memisahkan hasil minyak dengan pelarut.Nilai %Yield berturut-turut yaitu 24%, 14% dan 13,3% dengan menggunakan pelarut Metanol dan 16%, 8%, 19% dengan menggunakan pelarut n-Heksana.pH yang dihasilkan dari ketiga sampel yaitu 6. FFA yang dihasilkan pada sampel 1,2 dan 3 berturut-turut yaitu, 3%, 2,1% dan 1,7% dengan menggunakan pelarut Metanol. Dengan menggunakan pelarut n-Heksana Sampel 1 menghasilkan kadar FFA sebesar 1,4% dan sampel 2 menghasilkan kadar FFA sebesar 0,8% serta pada sampel 3 menghasilkan %FFA sebesar 0,6%.