Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Makna Al-Najwa dalam Al-Qur'an: Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah Maziyatul Hikmah; Teguh Teguh; Salamah Noorhidayati
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i2.235

Abstract

Al-Najwa merupakan pembicaraan secara rahasia yang dilarang oleh syari’at agama sebab mengandung unsur keburukan. Penelitian ini memiliki titik pusat pembahasan pada makna Al-Najwa yang menjadi kebiasaan masyarakat. Tujuan artikel ini untuk menganalisis makna Al-Najwa dalam al-Qur’an yang memfokuskan pada Q.S an-Nisa ayat 114, Q.S al-Tawbah ayat 78, dan Q.S al-Isra’ ayat 47 dengan mengkomparasikan antara pandangan tafsir al-Azhar dan tafsir al-Misbah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) yang mengacu pada beberapa bahan pustaka yang relevan dengan tema penelitian, serta tergolong dalam penelitian deskriptif komparatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik penelaahan terhadap beberapa literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menunjukkan makna Al-Najwa dalam Q.S al-Nisa’ ayat 114, Q.S al-Tawbah ayat 78, dan Q.S al-Isra’ ayat 47 menurut tafsir al-Azhar dan tafsir al-Misbah. Dari ayat-ayat tersebut penulis menyimpulkan diantara tafsir al-Azhar dan tafsir al-Misbah yang memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Kedua tafsir memiliki persamaan dalam menjelaskan makna Al-Najwa sebagai perilaku berbisik-bisik. Pada ayat pertama tafsir al-Azhar cenderung menggambarkan penafsirannya dengan kasus nyata, sedangkan tafsir al-Misbah lebih condong pada sisi kebahasaan. Ayat kedua tafsir al-Azhar memberikan kutipan peribahasa sebagai penjelas penafsirannya, sedangkan tafsir al-Misbah menyajikan sisi kebahasan Al-Najwa. Kemudian ayat ketiga tafsir al-Azhar dan tafsir al-Misbah memiliki pendapat yang sama, tetapi tafsir al-Misbah lebih menonjolkan pada sisi kebahasaan.
KONVERGENSI POLITIK ISLAM: PERILAKU ELEKTORAL WARGA NU TRENGGALEK TERHADAP PKS DAN DAMPAKNYA BAGI PETA POLITIK LOKAL Cahyono, Agus; Teguh, Teguh; Rizqon Khamami, Akhmad
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2024): BENCHMARKING
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/benchmarking.v8i2.24437

Abstract

This study aims to examine the phenomenon of Islamic political convergence through the electoral behavior of Nahdlatul Ulama (NU) members in Trenggalek towards the Prosperous Justice Party (PKS) and to analyze its impact on the configuration and dynamics of the local political map. This phenomenon is interesting because historically, NU is known to have cultural and political closeness to the National Awakening Party (PKB), while PKS is more representative of the modernist Islamic movement. Changes in the orientation of NU voters who show affiliation or sympathy towards PKS raise theoretical and empirical questions regarding the shift in Islamic political identity and the potential for the formation of new political spaces at the local level. The method used in this study isSystematic Literature Review(SLR) on 21 scientific articles published in the period 2013-2023, both from accredited national journals and reputable international journals. The articles reviewed were evaluated based on the suitability of the focus on the theme of Islamic political convergence, the relationship between NU and PKS, and changes in voter behavior at the local level. The results of the analysis show that political convergence between NU and PKS members is made possible by political pragmatism factors, PKS's inclusive digital preaching strategy, and the weakening of the ideological identity of traditional mass-based parties. In Trenggalek, this tendency has an impact on the shifting configuration of local political power, the weakening of PKB's dominance, and the emergence of a new electoral coalition configuration. In conclusion, Islamic political convergence opens up opportunities for more competitive local democratic dynamics, but at the same time challenges traditional ideological identities. The implications are important to consider in campaign design, Islamic political consolidation, and strengthening the value-based voter base.
PERILAKU ELEKTRAL WARGA NU TRANGGALEK DI ERA POLITIK DINAMIS: STUDI KASUS AFILIASI NU DENGAN PKS Cahyono, Agus; Khamami, Akhmad Rizqon; Teguh, Teguh
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2024): BENCHMARKING
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/benchmarking.v8i2.24499

Abstract

This study aims to comprehensively understand the electoral behavior of Nahdlatul Ulama (NU) members in Trenggalek in the context of the affiliation of some of them with the Prosperous Justice Party (PKS), amidst increasingly fluid and pragmatic political dynamics. Specifically, this study analyzes the factors that drive the association of NU members with PKS, describes PKS's political strategy in embracing NU's traditional base, and examines the implications of this affiliation for the future of Islamic politics in Indonesia. This study uses the methodSystematic Literature Review (SLR)by collecting 21 scientific articles and contextual data from relevant studies, including media analysis, voter behavior surveys, and party documents. The results of the study indicate that this affiliation is driven by disappointment with traditional NU parties such as PKB, the strong work ethic of PKS cadres at the grassroots, an adaptive socio-cultural approach, and perceptions of PKS's political integrity. These findings also indicate the emergence of a new pattern in the political behavior of NU members that is more pragmatic and oriented towards concrete benefits. In conclusion, this phenomenon reflects changes in the increasingly plural and open political map of Islam in Indonesia. The implication is that Islamic-based organizations and parties need to build new strategies to maintain relevance amidst dynamic changes in voter orientation
Implementasi Turnitin Untuk Memaksimalkan Orisinalitas Karya Ilmiah Di Jurusan Aqidah Fisafat Islam Iain Tulungagung Lia Umaroh; Teguh Teguh
AL Maktabah Vol 6, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v6i1.2879

Abstract

Implementasi turnitin belum bisa memaksimalkan orisinalitas karya ilmiah mahasiswa Akidah Filsafat Islam. Masih ditemukan beberapa karya dengan tingkat similarity tinggi meskipun sudah dilakukan sering dilakukan pelatihan kepenulisan dan pengecekan karya dengan turnitin. Penelitian ini bertujuan menjelaskan implementasi turnitin untuk memaksimalkan orisinalitas karya ilmiah di jurusan Akidah Filsafat Islam IAIN Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dimulai dari observasi partisipan pencarian dokumen hingga wawancara secara mendalam. Pada tahap analisis data penulis melakukan tiga tahapan yang meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada tahap formulasi perpustakaan pusat IAIN Tulungagung juga memiliki peran penting dalam pemberian pelatihan turnitin. Kemudian tahap pelaksanaan akses turnitin didapatkan secara langsung dari perpustakaan dan hanya ada seorang instruktor saja tanpa adanya sebuah kelas student dalam akses turnitin. Sedangkan tahap evaluasi disebutkan masih adanya mahasiswa yang karyanya memiliki jumlah similarity yang masih tinggi meskipun sudah diadakan beragam pelatihan menulis.