Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Komparatif Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Pasar di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan Ni Komang Yoli Astini; Putu Indra Christiawan; A Sedyo Adi Nugraha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i2.34322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi pedagang pasar di Desa Candikuning sebelum pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani, 2) mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi pedagang pasar di Desa Candikuning sesudah pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani, 3) mendeskripsikan apakah terdapat perbedaan yang signifikan mengenai kondisi sosial ekonomi pedagang di Desa Candikuning sebelum dan sesudah pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif komperatif. Hasil penelitian menunjukan 1) kondisi sosial ekonomi pedagang pasar di Desa Candikuning sebelum dibangunnya jalan shortcut Singaraja-Mengwitani terkategori baik. 2) Kondisi sosial ekonomi pedagang pasar di Desa candikuning sesudah dibangunya jalan shortcut Singaraja-Mengwitani terkategori baik pada kondisi sosial dan terkategori sedang pada kondisi ekonomi. 3) tidak ada perbedaan yang signifikan kondisi sosial pedagang pasar sebelum dan sesudah dibangunnya jalan shortcut Singaraja-Mengwitani sementara untuk kondisi ekonomi adalah ada perbedaan yang signifikan kondisi ekonomi pedagang pasar sebelum dan sesudah dibangunnya jalan shortcut Singaraja-Mengwitani.
Analisis Spasial Tingkat Risiko Bencana COVID-19 Di Provinsi Bali Dwi Novia Wahyuni; I Gede Astra Wesnawa; Putu Indra Christiawan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.36496

Abstract

Provinsi Bali memiliki tingkat mobilitas tinggi sebagai pusat pariwisata di Indonesia, sehingga memiliki potensi bahaya yang kemungkinan bertransmisi melalui wisatawan. Seperti bahaya COVID-19 yang saat ini menyebar dengan masif di wilayah Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat bahaya COVID-19, mengukur tingkat kerentanan COVID-19, mengukur tingkat kapasitas wilayah terhadap COVID-19, dan menganalisis tingkat risiko bencana COVID-19 di Provinsi Bali. Menggunakan metode pengharkatan disetiap parameter bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana dengan analisis spasial pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Pemberian nilai pada skor dan bobot didasarkan pada besarnya pengaruh parameter terhadap peningkatan risiko bencana COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Buleleng, Kediri, dan Denpasar Utara merupakan kecamatan dengan skor tingkat bahaya COVID-19 tinggi, (2) Kecamatan Denpasar Barat merupakan kecamatan dengan skor tingkat kerentanan COVID-19 sangat tinggi, (3) Kecamatan Mengwi, Kintamani, dan Kediri merupakan kecamatan dengan skor tingkat kapasitas wilayah COVID-19 sangat tinggi, (4) Kecamatan Denpasar Timur dan Sidemen merupakan kecamatan dengan skor tingkat risiko bencana COVID-19 sangat tinggi.
Partisipasi Masyarakat Petani di Sekitar Danau Beratan dalam Konservasi Sumber Daya Air Ummy Aisyah; Dewa Made Atmaja; Putu Indra Christiawan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.36970

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan khususnya 3 Dusun : Kembangmerta, Candikuning 1, Candikuning 2 dengan tujuan : mengetahui proses partisipasi masyarakat petanii sekitar Danau Beratan dalam konservasi sumber daya air, mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat petani sekitar Danau Beratan dalam konservasii sumber daya air, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partispasi masyarakat petani sekitar Danau Beratan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 responden yang bermata pencaharian sebagai petanii diambil menggunakan rumus Taro Yamane. Data yang di kumpulkan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang selanjutkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitafif menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan proses partisipasi masyarakat petani dalam konservasi sumber daya air melalui 4 tahap tahap perencanaan (16%) yang kurang setuju, (59%) setuju, (17%) sangat setuju. Tahap pelaksanaan (11%) kurang setuju, (56%) setuju, (33%) sangat setuju. Tahap evaluasi (61%) setuju, (39%) sangat setuju.  Tahap menikmati hasil (55%) setuju, (45%) sangat setuju. Kedua bentuk partisipasi bentuk pikiran (12%), bentuk harta (48%), bentuk tenaga (40%). Ketiga faktor-faktor yang berpengaruh yaitu faktor mata pencaharian, pendidikan dan kebijakan pemerintah.
STUDI TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERKOTAAN DI KELURAHAN BANYUNING Putu Indra Christiawan; I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi Geografi Vol. 17 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9024

Abstract

Banyuning Sub-district is part of the city of Singaraja potentially having problems of urban waste. This fact is supported by the existence of settlements, especially the residential as the largest land use in Banyuning Sub-district. The existence of residential, both public housing and housing of BTN indirectly contribute greatly to the amount of waste generated and variations in the composition of waste being generated. Based on this phenomenon, this study has the objective to: (1) analyze the characteristics of the waste generated in the residential in Banyuning Sub-district and (2) analyze the characteristics of the waste composition of the residential in the Banyuning Sub-district. The method used in achieving the goals of this research is analytic survey with the settler population is a residential. This analytic survey research using a sample area with a purposive sampling techniques, and using proportional random sampling technique to take a sample of the subject in each residential which is used as a sample area. The analysis used in this research is descriptivestatistics. Descriptive statistical analysis is used to describe the characteristics of the settlers as well as waste generation and waste composition. The technique of collecting data through questionnaires and observation in accordance with SNI 19-3964-1994 about the sampling method and measurement examples of the composition and urban waste. Mapping on the distribution characteristics of waste generation and waste composition is the result of research obtained to understand the characteristics of most large waste produced by the settlers in the residential in the Banyuning Sub-district. Key words: Waste Generation, Waste Composition
VARIASI KOMPOSISI SAMPAH BERBASIS SOSIO EKONOMI PEMUKIM PADA KOMPLEKS PERUMAHAN DI KELURAHAN BANYUNING Putu Indra Christiawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10095

Abstract

The accelerated of increase in the number of urban migrants adjoining the construction of unplanned housing. The construction of unplanned housing will produce pressure on the environment, especially the pressure of waste that is the outcome of the activity of the resident consumption. The aim of this study was to analyze the influence of resident characteristics with the waste composition in public housing in Banyuning Sub-district. The research method used is analytic survey. The analysis used in this research is descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that the number of family members, education level and income level partially and simultaneously had a significant effect on the waste composition, both organic and non-organic waste in public housing in Banyuning Sub-district. This study concludes that it is necessary to design a form of waste management that is more specialized in urban waste generated by residential.
BENTANG BUDAYA PEDAGANG DITINJAU DARI KONSEPTRI WARA DI PASAR TRADISIONAL DESA MENANGA Putu Indra Christiawan; Ni Wayan Selfi Lestari
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10169

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi aktivitas pedagang berdasarkan Tri Wara di pasar tradisionalDesa Menanga dan (2) mengkaji hubungan tempat tinggal dengan aktivitas berdagang pedagang dipasar tradisionalDesa Menanga.Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pedagangmenerapkanTri Wara sejak berdirinya pasar tradisional di Desa Menanga.Aktivitas hari Kajeng dimulai saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) sedangkan aktivitas hari Beteng dimulai saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Penerapan Tri Wara dilakukan atas kesepakatan pedagang dan tidak ada aturan secara tertulis. Perbedaan tempat tinggal menunjukkan adanya variasi budaya terhadap aktivitas, yaitu pedagang yang bertempat tinggal di dalam Desa Menanga memulai aktivitas saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) dan yang bertempat tinggal di luar Kabupaten Karangasem saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Dengan kata lain, semakin dekat jarak tempat tinggal dengan lokasi pasar, maka semakin awal pedagang memulai aktivitas perdagangan di pasar tradisional Desa Menanga.
Inovasi Pendidikan Bencana Berbasis Pendekatan Spasial di Indonesia Putu Indra Christiawan
Media Komunikasi Geografi Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11419

Abstract

Pendidikan adalah barometer dari kualitas pembangunan sumberdaya manusia dan pengelolaan sumberdaya alam. Kemajuan peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh inovasi pendidikan yang dikembangkan. Di sisi lain, kegagalan kinerja pendidikan dalam meningkatkan kemampuan peserta didik merupakan awal dari disharmonis hubungan manusia dengan lingkungan sekitar, yang bermuara pada bencana. Tulisan ini bertujuan untuk membedah korelasi antara ketertinggalan pendidikan di Indonesia dengan peningkatan kejadian bencana melalui pemahaman dan analisis tentang: (1) esensi pendidikan bencana, 2) orientasi intelegensi spasial dalam pendidikan  serta (3) implementasi pendidikan spasial sebagai inovasi pendidikan bencana yang berbasis hasil pengkajian secara teoritis dan empiris dari kondisi pendidikan di Indonesia. Hasil pembahasan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa: (1) pendidikan adalah salah satu faktor kerentanan sosial utama yang memiliki kontribusi besar terhadap kejadian suatu bencana, maka dipandang penting adanya pendidikan yang menekankan pada intelegensi spasial agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami kondisi atau karakteristik ruang yang beragam, (2) intelegensi spasial dalam pendidikan memiliki orientasi untuk mampu memahami dan memecahkan banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari serta permasalahan dalam lingkup lokal, regional, nasional dan global; untuk mampu dalam bekerja-sama dengan banyak disiplin ilmu; untuk pembangunan dan perkembangan dari teknologi baru dan mampu memahami proses interaksi manusia, lingkungan dan kemasyarakatan serta mencapai geoliteracy dan (3) inovasi pendidikan yang harus digunakan di sekolah, khususnya di wilayah rawan bencana dan umumnya di Indonesia yang berkaitan dengan upaya mitigasi bencana adalah dengan pendekatan spasial. Pendekatan spasial digunakan untuk memahami gejala geosfer agar mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang kebencanaan melalui analisis variabel keruangan. Intelegensi spasial adalah pondasi awal dari inovasi pendidikan bencana berbasis pendekatan spasial di Indonesia. Inovasi pendidikan ini merupakan harmoni dari hubungan manusia dengan keberagaman karakteristik ruang hidup Indonesia, termasuk di dalamnya kekayaan sumberdaya dan ancaman bencana.
DETERMINASI KEBERADAAN PENGEMIS PERKOTAAN DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Putu Indra Christiawan; I Gede Astra Wesnawa; Aprilia Riszi Indah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i1.9711

Abstract

 AbstrakPenelitian dilaksanakan di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar dengan tujuan: (1) menganalisis faktor pendorong kemunculan pengemis perkotaan, dan (2) menganalisis faktor penarik pengemis perkotaan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan metode studi kasus. Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara mendalam, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendorong kemunculan pengemis perkotaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi meliputi ketiadaan orang yang menanggung hidup, jumlah penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan, keterbatasan keahlian, dan ketidakharmonisan hubungan rumah tangga; dan (2) faktor penarik pengemis perkotaan dipengaruhi oleh faktor daya tarik pekerjaan mengemis yang mudah, fleksibel dan praktis, terutama dipengaruhi oleh simpati calon dermawan, tidak memerlukan waktu lama, rerata penghasilan yang relatif besar dan pemilihan lokasi yang strategis. Kedua faktor pendorong dan penarik ini merupakan kekuatan sentripetal yang mendorong individu dari luar kota untuk mengemis di wilayah Kota Denpasar, khususnya di Kecamatan Denpasar Barat.Kata kunci: pengemis perkotaan, faktor pendorong dan penarik AbstractThe research was conducted in the District of West Denpasar, Denpasar City with the aim of: (1) analyze the push factors the existence of urban beggars, and (2) analyze the pull factors of urban beggars. The design of the study design was descriptive with case study method. The samples using snowball sampling technique. Data collected by observation and depth-interview, and analyzed by descriptive analysis. The results showed that: (1) The push factors for the existence of urban beggars influenced by economic factors include the absence of those who bear life, the amount of income that is insufficient, limited expertise, and disharmony of households relationship; and (2) of the pull factors of urban beggars influenced by the attractiveness of begging is easy, flexible and practical, mainly influenced by sympathy prospective benefactor, does not require a long time, the average income is relatively large and the selection of strategic locations. Both push and pull factors is a centripetal force that encourages people from outside the city to beg in the city of Denpasar, particularly in West Denpasar District.Keywords: urban beggars, push and pull factors
ENTITAS PERMUKIMAN KUMUH DI WILAYAH PESISIR Putu Indra Christiawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.12512

Abstract

Permukiman kumuh di wilayah pesisir memiliki entitas tersendiri yang tidak terlepas dari kehidupan dan penghidupan masyarakat pesisir sebagai nelayan. Dalam rangka membedah entitas permukiman kumuh tersebut, maka kajian ini bertujuan untuk memahami kondisi permukiman kumuh masyarakat pesisir, serta mengkaji entitas sosial-ekonomi dan lingkungan fisik permukiman kumuh di Desa Sangsit. Teknik random sampling digunakan sebagai dasar pemilihan sampel subjek sebesar 100 masyarakat pesisir di 3 area sampel, dan dianalisis secara kualitatif. Secara sosio-ekonomi masyarakat pesisir memliki kelemahan dari sisi demografi dengan kepadatan penduduk dan jumlah anggota keluarga yang bersar, serta tingkat pendapatan, besaran tabungan dan tingkat pendidikan yang rendah. Dari aspek fisik, sebagian besar bangunan rumah masyarakat pesisir bersifat non-permanen ditinjau dari material bangunan, memiliki keterbatasan sarana prasarana kebersihan dan berbagai pelayanan publik serta lingkungan rumah dapat mengganggu kesehatan pemukim. Permukiman kumuh merupakan bentuk nyata dari kemiskinan masyarakat nelayan yang bertempat tinggal di wilayah pesisir
MEMBANGUN PERILAKU SADAR EKOLOGIS DAN EKONOMIS IBU RUMAH TANGGA MELALUI REORIENTASI PEMANFAATAN SAMPAH PERUMAHAN DI BTN BANYUNING INDAH Putu Indra Christiawan
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5018

Abstract

Secara keruangan sampah rumah tangga adalah sampah paling besar yang dihasilkan di wilayah perkotaan, terutama pada bagian wilayah perkotaan yang digunakan sebagai kawasan perumahan. Pemukim BTN Banyuning Indah mayoritas adalah pendatang dengan mata pencaharian yang sangat heterogen. Kondisi ini mengakibatkan pemukim di BTN Banyuning Indah adalah produsen sampah terbesar di Kota Singaraja. Pemukim perumahan, khususnya ibu-ibu rumah tangga sebagai mitra adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) permasalahan sampah yang mengarah pada penurunan kualitas lingkungan, (2) pemanfaatan potensi jumlah sampah yang belum optimal dan (3) pengelolaan sampah yang masih konvensional. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, maka solusi yang ditawarkan dalam adalah membantu mitra dalam mengelola sampah secara kolektif-aktif dan berorientasi keuntungan ekologis dan ekonomis dengan: (1) membangun perilaku sadar ekologis dan ekonomis serta (2) mereorientasi pemanfaatan sampah. Program kemitraan ini dilaksanakan dengan pola pembinaan kepada mitra yang nantinya akan mengelola sampah perumahan.
Co-Authors A Sediyo Adi Nugraha A Sedyo Adi Nugraha A. Sedyo Adi Nugraha Abd Razaq Agus Sudarmawan Ahmadi, Tomy Anak Agung Gede Sugianthara Aprilia Riszi Indah Aristianti, Ni Putu Ari Astini, Ni Komang Yoli Ayu Verayanti Bagus Arya Yoga Bharata, Ida Citra, IPutu Ananda Dani Jafar Hermawan Dewa Made Atmaja Didi Irfan Fahyudi Dwi Novia Wahyuni Fahyudi, Didi Irfan Faizatun Nisa' Gede Iwan Setiabudi Gunawan, Made Gusti Ayu Rosita Hartati, Seri Hermawan, Dani Jafar I Gede Astra Wesnawa I Gede Nurjaya I Gede Putu Suarjana I Gede Putu Yoga Pratama I Kadek Arianta Wijaya I Made Gunamantha I Made Sarmita I Made Yogi Jayadi I Nengah Suarmanayasa I Nengah Sumana I Putu Ananda Citra I Putu Ananda Citra I Putu Sriartha Ida Bagus Made Astawa Indah, Aprilia Riszi Jayadi, I Made Yogi Jayanti, Kadek Rini Juliawan, Kadek Kadek Rini Jayanti Khairun Nissa Lestari, Ni Wayan Selfi Lestari, Ni Wayan Selfi Made Arie Wahyuni Made Gunawan Manalu, Sara Hotnida Maria Evanrista Roslovenia Ndoi MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Naftah Yulia Azizah Nasution, Tina Puspita Sari Nguyen, Thi Phuoc Lai Ni Komang Yoli Astini Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Putu Ari Aristianti Ni Wayan Selfi Lestari Nisa', Faizatun Nissa, Khairun Nugraha, A Sedyo Adi nurhayati, ummy aisyah Nurul Khomariyah Nyoman Tri Wahyuningsih Pratama, I Gede Putu Yoga Razaq, Abd Resmawan, Kade Gita Satya Rinaldi, Ahmad Rizka Dwiyanti Susilastika Rosita, Gusti Ayu Sarmita, Made Seri Hartati Suarjana, I Gede Putu Sumana, I Nengah Susilastika, Rizka Dwiyanti Sutarjo Sutarjo sutarjo sutarjo Tina Puspita Sari Nasution Tomy Ahmadi Wahyuni, Dwi Novia Wahyuningsih, Nyoman Tri Wahyuningsih, Nyoman Tri Wijaya, I Kadek Arianta