Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR DAN TRICHODERMA HARZIANUM PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA L.) DI TANAH LIAT DAN TANAH PASIR Ginting, Agape Emmanuella Br; Yuliani, Yuliani; Dewi, Sari Kusuma
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Trichoderma harzianum merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi. Pertumbuhan tanaman sawi juga dipengaruhi oleh media tanam seperti media tanam tanah liat dan tanah pasir. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh jenis media tanam yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi, menguji pengaruh jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan mendeskripsikan interaksi antara jenis media tanam dengan jenis agen hayati yang digunakan terhadap pertumbuhan sawi hijau. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel manipulasi yaitu jenis agen hayati dan jenis media tanam. Penelitian  ini menggunakan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu biomassa basah, tinggi tanaman serta jumlah daun. Data dianalisis dengan ANAVA dua arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media tanam tanah pasir dan agen hayati Mikoriza Vesikular Arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, dan interaksi antara tanah pasir dan Mikoriza Vesikular Arbuskular menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau yaitu biomassa basah dan jumlah daun.
PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL), TRICODERMA HARZIANUM, RHIZOBIUM SP. DAN KOMBINASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX) PADA MEDIA TANAH KAPUR Prasetyowati, Kartika; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah berkapur umumnya bertesktur pasir berlempung, memiliki kadar kalsium (Ca) tinggi, dan pH di atas 7 (basa). Upaya pengelolaan lahan pertanian tanpa menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan, salah satunya dengan menggunakan Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi mikroorganisme terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max) pada media tanah kapur. Pertumbuhan tanaman dalam penelitian ini meliputi; tinggi, biomassa, jumlah daun, panjang akar, jumlah polong  biomassa polong, dan biomassa bintil akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan meliputi; Kontrol, Mol, Tricoderma harzianum, Rhizobium sp, kombinasi Mol dan Tricoderma harzianum, kombinasi Mol dan Rhizobium sp, kombinasi Mol, Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. dan empat ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan Anava satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Mikroorganisme Lokal (Mol), Tricoderma harzianum dan Rhizobium sp. merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai pada media tanah kapur dibanding dengan perlakuan lainnya.
PENGGUNAAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) GENUS GLOMUS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) PADA CEKAMAN AIR Putri, Titis Eka; Yuliani, Yuliani; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) genus Glomus untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata) pada kondisi cekaman air. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan (tinggi dan biomassa tanaman), produksi (berat basah biji), dan persentase infeksi MVA pada tanaman kacang hijau dalam berbagai kondisi cekaman air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan terdiri atas 2 faktor, yaitu dosis Mikoriza Vasikular Arbuskular (MVA) (20 gram dan 25 gram) dan tingkat cekaman air (0%, 25%, 50% dan 75%) dengan 3 pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan nilai tinggi tanaman kacang hijau tertinggi terdapat pada perlakuan dosis MVA 25 gram dan tingkat cekaman air 25% (M2W1) yaitu 49.63 cm. Biomassa tanaman kacang hijau tertinggi terdapat pada perlakuan dosis MVA 25 gram dan tingkat cekaman air 25% (M2W1) yaitu 49.53 gram. Berat basah biji tertinggi terdapat pada dosis MVA 25 gram dan cekaman air 25% yaitu6.72 gram. Persentase infeksi MVA tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian dosis MVA 20 gram dan tingkat cekaman air 50% yaitu 53.33%. Pemberian dosis MVA dan tingkat cekaman air berpengaruh terhadap pertumbuhan, produksi dan persentase infeksi MVA pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata).
KEPADATAN SPORA DAN STATUS INFEKSI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA DI RIZOSFER TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM L.) VARIETAS LOKAL JAWA TIMUR PADA LAHAN CEKAMAN KEKERINGAN Syamsiyah, Fitri; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala yang sering dihadapi petani tembakau adalah masalah kekeringan pada lahan. Kondisi kekurangan air merangsang pembentukan simbiosis antara tanaman dengan mikoriza pada daerah rizosfer. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kepadatan spora dan persentase status infeksi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) pada tanaman tembakau varietas lokal Jawa Timur di lahan cekaman kekeringan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Lokasi penelitian meliputi lahan tembakau di Bojonegoro (Kec. Baureno dan Kedung Adem), Sampang (Kec. Robatal dan Torjun), dan Probolinggo (Kec. Kraksaan dan Krejengan). Isolasi spora MVA dilakukan dengan metode saring basah dan sentrifugasi. Metode clearing and staining untuk mengetahui status infeksi MVA terhadap akar. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung kepadatan spora dan persentase status infeksi MVA pada akar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kepadatan spora MVA yang ditemukan berkisar 13-60 spora/100 g tanah. Kepadatan spora paling tinggi ditemukan pada lahan tembakau di Kecamatan Kraksaan sebesar 60 spora/ 100 g tanah. Kepadatan spora paling rendah ditemukan pada lahan tembakau di Kecamatan Kedung Adem sejumlah 13 spora/ 100 g tanah. Persentase infeksi MVA dengan akar tanaman tembakau adalah 68-78%.  Status infeksi MVA pada lahan dalam kategori tinggi-sangat tinggi.
POTENSI EKSTRAK LICHEN PARMELIA SULCATA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI XANTHOMONAS CAMPESTRIS PADA TANAMAN KUBIS Pranadita, Kharisma Alfia; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan salah satu organisme yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida hayati. Salah satu jenis lichen yang sering dijumpai di Indonesia ialah lichen P. sulcata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak lichen P. sulcata dan untuk menentukan konsentrasi optimal ekstrak lichen P. sulcata dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 20.000 ppm, 30.000 ppm, 40.000 ppm, dan 50.000 ppm serta menggunakan kontrol positif kloramfenikol 5% dan kontrol negatif akuades dengan empat kali pengulangan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode kertas cakram. Data yang diperoleh berupa hambatan pertumbuhan bakteri X. campestris yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram dan dianalisis menggunakan ANOVA serta dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lichen P. sulcata berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris. Perlakuan ekstrak lichen P. sulcata dengan konsentrasi 50.000 ppm paling optimal dalam menghambat bakteri X. campestris dengan diameter sebesar 9,87±0,25 mm.
PENGARUH MEDIA PROPAGASI MYE (MALT YEAST EXTRACT) DAN MS (MURASHIGE AND SKOOG) TERHADAP DIAMETER DAN BERAT TALUS LICHEN PARMELIA SULCATA SECARA IN VITRO Diah Ashshoffa, Firda Nurul; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan organisme simbion yang lambat pertumbuhannya. Parmelia sulcata merupakan salah satu jenis lichen foliose yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat sehingga perlu ditumbuhkan secara cepat dan dalam kuantitas yang besar. Pertumbuhan talus lichen dapat diamati dari pengukuran diameter dan berat talus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi media propagasi MYE (Malt Yeast Extract) dan MS (Murashige and Skoog) yang paling efektif untuk diameter dan berat talus lichen Parmelia sulcata secara in vitro. Sampel lichen diperoleh dari Arboretum Sumber Brantas, Batu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan melakukan percobaan menumbuhkan lichen pada formulasi media MYE dan media MS dengan tujuh formulasi, yaitu; MYE 1, MYE 2, MYE 3, MYE 4, MS 1, MS 2 dan MS 3. Analisis data menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media propagasi MYE dan MS berpengaruh terhadap diameter dan berat talus lichen Parmelia sulcata. Pembentukan talus lichen Parmelia sulcata terbaik diperoleh setelah dua minggu pengamatan yaitu pada formulasi media MYE 4 dengan diameter talus rata-rata 9,00 cm dan berat talus rata-rata 2,79 gram.
Keefektifan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Guided Inquiry pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan uUntuk Melatihkan Keterampilan Argumentasi Erlisa Mulyasari; Yuliani Yuliani; Sari Kusuma Dewi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v9n2.p186-192

Abstract

Pada abad ke-21 pendidikan menjadi sangat penting untuk menjamin keterampilan belajar dan berinovasi peserta didik, keterampilan mengoperasikan teknologi dan media informasi, serta keterampilan untuk bekerja dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (Life skills). Keterampilan yang dilatihkan dalam abad 21 adalah 4C. Argumentasi merupakan salah satu keterampilan dalam 4C. LKPD merupakan media belajar yang berbentuk lembaran dengan isian tentang teori, demontrasi atau prosedur dalam melaksanakan sebuah eksperimen. LKPD disusun untuk menyelesaiakan sebuah tuntutan indikator yang tertera. Materi pertumbuhan dan perkembangan yang terdapat dalam Kompetensi Dasar menuntut peserta didik untuk dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sehingga peserta didik dapat melatih keterampilan berargumen melalui kegiatan praktikum dengan topik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keefektifan LKPD berbasis guided inquiry pada materi pertumbuhan dan perkembangan. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) tetapi pada tahap desiminate hanya dibatasi sampai uji efektifitas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode pre-test dan pos-tes untuk melihat keterampilan argumentasi peserta didik. Hasil keefektifan LKPD dinyatakan sangat efektif jika nilai yang didapatkan berkisar 81-100. Kata Kunci: efektifitas, LKPD, guided inquiry, keterampilan argumentasi
Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berbasis Problem Based Learning (PBL) Submateri Transpor Membran untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Rysa Titanika Wati; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v9n2.p340-349

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan dan efektivitas dari LKPD berbasis PBL submateri transpor membran untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4-D terdiri dari define, design, develop, tanpa tahapan disseminate. LKPD yang dikembangkan sebelum diujicobakan akan divalidasi oleh ahli pendidikan dan ahli biologi. LKPD kemudian diujicobakan terbatas pada 16 peserta didik kelas XI SMAN 14 Kota Surabaya. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode validasi, observasi keterlaksanaan, metode angket dan tes. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL ini layak, praktis dan efektif untuk menunjang suatu pembelajaran. Validitas LKPD berbasis PBL submateri transpor membran yang dikembangkan mendapat rata-rata skor sebesar 3,82 dengan kategori sangat valid. Keterlaksanaan aktivitas peserta didik memperoleh rata-rata persentase sebesar 97,1 dan 97,8% unruk LKPD 1 dan 2, dengan kategori sangat praktis. Hal tersebut didukung oleh respon positif peserta didik, hasil tes dan peningkatan indikator keterampilan berpikir kritis peserta didik. Respon positif peserta didik terhadap LKPD berbasis PBL memperoleh persentase 93,1% dengan kategori sangat efektif. Hasil nilai tes dengan skor n-gain rata-rata 0,65 dengan kategori sedang. Peningkatan indikator keterampilan berpikir kritis memperoleh persentase posttest setiap indikator yaitu interpretasi 87,5%, evaluasi 76,56%, inferensi 78,75%, eksplanasi 78,12%, analisis 89,06% dan diperoleh persentase rata-rata keseluruhan 81,99% dengan kategori sangat tinggi. Kata Kunci: pengembangan, LKPD, berpikir kritis, problem based learning dan transpor membran
The Development of Student Worksheet Based on Guided Inquiry for Transport Membrane Topic to Train Integrated Science Process Skills Kiki Eka Purwanti; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v9n3.p356-365

Abstract

This research was aimed to produce a valid, practice, and effective student worksheet based on guided inquiry for transport membrane topic to train integrated science process skill. The development was reffered to 4D (define, design, develop, and disseminate) method without disseminate. The developed student worksheet was implemented to twenty 11th grade students of Senior High School Muhammadiyah 1 Taman. The observed method were validity method, observation of student worksheet implementation, test method, and questionaire method. Data was analyzed with qualitative and quantitative descriptive. The result of this research showed that the developed student worksheet was proved completely valid with validation score 3.87. The student worksheet practicality determined from the student worksheet implementation that gained the average of practicality score 87.67% with very practice category. The developed student worksheet was stated completely effective which determined from the achievement result of science process skill and student positive response. The achievement result of science process skill gained score 80.6% with an N-gain 0.60. Besides, the student positive response had score percentage 96%. Based on the result, it can be concluded that the student worksheet were valid, practice, effective and worthy to be used in the learning proccess. Keywords: Student worksheet, guided inquiry, integrated science process skill, transport membrane
The Validity and Practicality of Student Worksheet Based on Guided Discovery to Practice Integrated Science Process Skills in Class XII Enzyme Submaterials Sausan Dina Abidah; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v9n3.p422-432

Abstract

Science process skills are overall scientific skills that can be used to find a concept or theory. One method to train the learning process of students is through the guided discovery learning method. Guided discovery-based learning can be applied using student worksheet which is oriented towards scientific discovery activities. This study was designed to produce valid and practical student worksheet based on guided discovery to train integrated science process skills in Enzyme Sub materials. The study was conducted in October 2019 to March 2020 in the Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Science, State University of Surabaya. The type of this research is development research using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). At the time of analysis, it is done by analyzing the curriculum, students, concepts, and assignments. The design stage is completed with designing the student worksheet which is adapted to the syntax of the guided discovery. Further development (including) development, review, and revision, as well as validation of the student worksheet. Later the evaluation (Evaluation) of the validation results will be analyzed and evaluated. Validity is the feasibility of student worksheet which is determined by three validators given by lecturers of materials, education teachers, and high school biology teachers. The validity of the student worksheet was reviewed in terms of content validity, presentation, language, the suitability of the guided discovery method, and integrated science process skills. The method used in this study is the questionnaire method, validation method, and readability test. The instruments used were validation sheets and readability test sheets. Data analysis in the form of descriptive qualitative. The results showed that the guided discovery student worksheet was declared empirically feasible for use in XII high school students, and was declared valid with an average score of validation results of 3.81 with a very valid category and can be used in the learning process. Keywords: student worksheet validity, guided discovery, integrated science process skills, enzyme.