Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Mitigasi Bencana Banjir Untuk Mewujudkan Sekolah Siaga Bencana Di Kota Samarinda Ningrum, mei vita romadon
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v1i3.2247

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pemahaman kepada para siswa sekolah dasar (SD) dalam menghadapi bencana banjir dengan menggunakan metode sosialisasi. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan tahapan: Persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahapan persiapan, tim melakukan observasi ke lokasi mitra untuk melihat kondisi pada saat terjadi banjir dan kondisi normal, kemudian hasil observasi dikuatkan dengan wawancara kepala sekolah, guru dan siswa, kemudian dilakukan pembuatan materi yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Pada tahapan pelaksanaan dimulai dengan memberikan apersepsi dan game peserta antusias, kemudian penyampaian materi diselingi dengan tanya jawab dan ice breaking agar terjadi interaksi antara tim dan peserta. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan waktu kepada peserta untuk menjelaskan pemahaman dan kesan mereka terhadap kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan tanggapan guru dan siswa diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan sosialisasi sangat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan, diharapkan kedepannya dilakukan kegiatan yang lebih baik lagi dalam scope yang lebih luas pesertanya.
Projected Productive Age Population in East Kalimantan in 2040 Adea; Trees Sandy, Aisyah; Ningrum, Mei Vita Romadon; Juwari
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 5 No. 2 (2025): Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy December Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/qv12sx97

Abstract

The productive age refers to the population aged 15–64 years. This study aims to analyze the projection of the productive age population in East Kalimantan by the year 2040. This research employs a qualitative descriptive approach using a literature review method. The population and sample in this study are residents of East Kalimantan aged 15–64 years (productive age), with data collected through purposive sampling techniques and secondary sources. Data analysis was carried out using qualitative techniques based on the Miles and Huberman. The results indicate that East Kalimantan is projected to have a total population of 6,116,320 in 2040, with 4,223,680 individuals in the productive age group. This group is expected to experience the highest population growth rate and benefit from a significant demographic bonus. A large productive age population presents great potential for enhancing economic productivity; however, it may also pose social challenges if not accompanied by sufficient employment opportunities. Therefore, it is essential for the East Kalimantan government to develop inclusive policies that support education, skill development, and job creation to optimize the demographic bonus and minimize associated risks.
Students’ Conceptual Difficulties in Understanding Maps and Scales: An Exploratory Descriptive Study Fithri, Rahma Aulia; Mawaddah, Najma Nur; Azmi, Nurul; Ningrum, Mei Vita Romadon
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i1.1567

Abstract

This study aims to describe students' conceptual difficulties in understanding maps and scales in geography learning. The study uses a qualitative approach with an exploratory descriptive model. Data were collected through in-depth interviews, classroom learning observations, and analysis of student work documents. The Research subjects consisted of ten Year 10 students from Samarinda State Senior High School 8, who were purposively selected to represent variations in academic ability and learning characteristics. The study's results showed three main categories: difficulties understanding the concept of scale, difficulties converting distance units, and difficulties interpreting and reading maps. These difficulties were influenced by the weak connection between conceptual understanding, spatial representation, and students' real experiences. The findings emphasise the need for visual-based contextual learning supported by interactive digital media. Implicitly, this study provides a basis for teachers and curriculum developers to sustainably strengthen students' spatial literacy and geospatial thinking skills. These results are relevant for further Research examining the relationship between conceptual difficulties and innovative learning strategies in the secondary school context.
Proyeksi Penduduk Usia Produktif Di Kalimantan Barat Tahun 2040 Oktavia, Adea; Sandy, Aisyah Trees; Ningrum, Mei Vita Romadon; Saputra, Yulian Widya; Rahmadi, Rahmadi; Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v6i2.5228

Abstract

Usia produktif merupakan penduduk atau masyarakat yang berada dalam rentang usia 15– 64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi penduduk usia produktif di Kalimantan Barat pada tahun 2040. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode berbasis kajian kepustakaan (Library Research). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah penduduk Kalimantan Barat berusia 15–64 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan sumber data sekunder. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kalimantan Barat diproyeksikan memiliki total penduduk sebanyak 6.620.160 jiwa pada tahun 2040. Dari jumlah tersebut, 4.469.880 jiwa (30,26%) termasuk dalam kelompok usia produktif. Dengan angka tersebut, Kalimantan Barat berpotensi mengalami laju pertumbuhan penduduk yang tinggi serta mendapatkan bonus demografi terbesar kedua di wilayah Kalimantan. Dibandingkan provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, dan Utara, Kalimantan Barat diperkirakan menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak. Peningkatan ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara tepat. Tantangan seperti meningkatnya rasio ketergantungan, tingginya angka fertilitas, dan ketimpangan distribusi penduduk perlu diantisipasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan konkret seperti perluasan akses pendidikan vokasi, peningkatan lapangan kerja produktif, serta pemerataan pembangunan wilayah sebagai respons terhadap dinamika kependudukan yang akan terjadi khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Faktor Pendukung Dan Penghambat Objek Wisata Perkemahan Batuq Bura Di Kampung Lakan Bilem Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat Asari, Supiyanti; Sandy, Aisyah Trees; Ningrum, Mei Vita Romadon; Saputra, Yulian Widya; Setiawan, Faisal Arif
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v6i2.5709

Abstract

Kutai Barat Kalimantan Timur memiliki banyak keindahan alam yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Salah satunya adalah objek wisata Perkemahan Batuq Bura di Kampung Lakan Bilem, yang terletak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kecamatan Nyuatan. Objek wisata ini memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, baik dari segi daya tarik maupun konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakn teknik analisis data yang deskriptif dengan menganalisis data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung/pendorong Perkemahan Batuq Bura yaitu meliputi escape, relaxation, play, strengtheing family bonds, prestige dan accessibilities sedangkan untuk faktor penghambat yaitu faktor Amenity, faktor kerja sama dan faktor pemasaran.
Persepsi Pengunjung Terhadap Aktivitas UMKM Akhir Pekan Dalam Perspektif Kewilayahan di Padan Liu Burung Kabupaten Malinau Dari, Mardiana Ulan; Mawaddah, Najma Nur; Ningrum, Mei Vita Romadon; Sandy, Aisyah Trees
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i2.5321

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in supporting the local economy, especially in areas far from major urban centers. However, comprehensive studies linking visitors' perceptions of weekend MSME activities with regional perspectives are still limited. This study aims to analyze visitors' perceptions of MSME activities on weekends and the regional conditions of the Padan Liu Burung area, Malinau Regency, as a supporting space for these activities. Data were collected through questionnaires and semi-structured interviews with 42 respondents in January 2026, then analyzed using descriptive statistics on a 1–5 Likert scale and thematic analysis triangulated with survey findings. The results show that perceptions of MSME activities are in the high category (M = 4.149; SD = 0.512), especially in terms of liveliness and social interaction. Perceptions of regional conditions were also high (M = 3.868; SD = 0.583), but lower than the activity dimension, particularly in terms of cleanliness, supporting facilities, stall layout, and parking management. These findings indicate that the area has developed as a dynamic temporary public space but still faces challenges in spatial governance. Theoretically, this study proposes that the sustainability of temporary public spaces based on MSMEs requires a balance between experiential value and spatial governance, so that high social vitality needs to be balanced with adaptive infrastructure and spatial management capacity. These findings contribute to economic geography and regional planning studies in understanding the spatiotemporal dynamics of community-based local economic activities.