Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Heuristic

PERANCANGAN FASILITAS PEMULIHAN KOMPONEN KENDARAAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK GOAL PROGRAMMING Syahrullah, Yudi
Heuristic Vol 15 No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v15i01.1515

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh industri otomotif di Indonesia saat ini adalah belum tersedianya sebuah framework yang dapat dijadikan model dalam merancang jaringan pemulihan komponen kendaraan End-of-Life (EoL). Teknik goal programming sebagai multiobjective programming digunakan untuk mensimulasikan model dalam menyelesaikan masalah–masalah optimasi. Penelitian ini dapat membantu produsen otomotif untuk merancang strategi pemulihan komponen kendaraan EoL dengan objektif multi goal, diantaranya: memaksimalkan keuntungan (net income), mengurangi dampak lingkungan (emisi CO2), jumlah komponen yang dipulihkan (repair dan refurbish) oleh produsen dan jumlah komponen yang didaur ulang (recycle) oleh recycler. Aplikasi model pada salah satu produsen Z dilakukan untuk mengetahui sensitivitas variabel dari perubahan parameter dan diperoleh bahwa biaya untuk pembukaan fasilitas dan biaya untuk masing–masing alternatif pemulihan mempengaruhi alternatif strategi pemulihan kendaraan yang dipilih. Penurunan target untuk minimalkan dampak lingkungan, dapat memberikan solusi strategi yang lebih optimal dan dapat meningkatkan net income.kata kunci: pemulihan komponen, perbaikan, daur ulang, refurbishing, goal programming
IDENTIFIKASI KETIDAKSESUAIAN HSE MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE MINING PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DI MAKASSAR Febriani, Atik; Syahrullah, Yudi
Heuristic Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v16i2.2967

Abstract

Proyek konstruksi melibatkan banyak peserta melakukan berbagai macam kegiatan yang direncanakan. Masing-masing kegiatan diatur dalam sebuah peraturan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal. Salah satu yang menyita perhatian dalam sebuah proyek adalah sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Permasalahan utama dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja adalah penerapan yang tidak konsisten sehingga sering kali ditemukan adanya ketidaksesuaian atau yang biasa disebut Non Conformity. Penelitian ini menggunakan pendekatan Association Rule Mining untuk menemukan pola ketidaksesuaian tersebut. Diperoleh empat rule pola ketidaksesuaian dengan menggunakan nilai min. Support 10% dan min  Confidence 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat menemukan pola ketidaksesuaian dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dengan harapan dapat digunakan upaya mencegah kegagalan proyek.
PERBAIKAN KUALITAS PRODUK PENGECORAN LOGAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) Wicaksono, Lugas Dwi; Syahrullah, Yudi
Heuristic Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/he.v17i1.3569

Abstract

Jumlah Defect atau cacat produk yang dihasilkan dalam serangkaian proses produksi akan menyebabkan semakin tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga perusahaan perlu melakukan perbaikan kualitas secara berkelanjutan. Salah  satu  metode yang dapat digunakan untuk perbaikan kualitas yaitu metode Quality Control Circle (QCC). Metode QCC lebih berfokus pada pengendalian mutu produk dalam melakukan perbaikan dengan siklus PDCA dan Seven tools. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab defect (cacat) jenis Cross Joint pada produk BT 1915 atau nama lainnya Brake Drum New TD di PT. Bakrie Autoparts dengan metode QCC (Quality Control Circle). Produk BT 1915 dipilih karena produk tersebut dalam periode Agustus hingga Desember yang paling banyak menyumbangkan reject weight. Data yang digunakan merupakan data defect yang berasal dari lima besar tertinggi defect per produk di PT. Bakrie Autoparts dari bulan Agustus hingga Desember. Hasil yang didapat dengan menggunakan metode QCC dan bantuan tools PDCA, diagram sebab akibat, dan diagram pareto menyatakan bahwa faktor machine dan method yang menyebabkan defect Cross Joint pada Produk BT 1915. Untuk faktor mesin disebabkan oleh pattern bergeser tidak pada posisi yang seharusnya dan guiden/pin aus atau goyang, sehingga tidak dapat mengunci antara pattern dengan flask molding. Sedangkan untuk faktor method disebabkan oleh belum adanya checksheet pengecekan per periode untuk peralatan dan mesin pada molding line serta tidak adanya tindakan preventif terhadap alat-alat yang akan rusak.
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALDRIGE EXCELLENCE FRAMEWORK Syahrullah, Yudi; Lestari, Yunia Ayu
Heuristic Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/heuristic.v18i1.5327

Abstract

Kinerja sebuah perusahaan didukung oleh kinerja para pekerja dari berbagai departemen dan level pekerjaan pada perusahaan tersebut. Sehingga kinerja yang optimal dari pekerja akan membantu perusahaan mencapai target – target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan pengukuran kinerja organisasi berdasarkan penilaian kinerja individu secara komprehensif dari berbagai kriteria. Baldrige excellence framework merupakan metode yang menggunakan berbagai kriteria yang dapat mengukur mulai dari input, proses dan output dari setiap pekerjanya. PT. SAE telah mengukur kinerja perusahaan, tetapi belum dilakukan secara menyeluruh, sehingga hasil pengukuran belum mendeskripsikan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja PT.SAE dengan menggunakan metode Baldrige Excellence Framework yang dilakukan dengan melibatkan berbagai departemen dan berbagai level pekerjaan. Kuisioner dengan menggunakan kriteria Baldrige Excellence Framework disebarkan kepada 69 karyawan PT.SAE. Hasil kuisioner tersebut menyatakan bahwa perusahaan mencapai nilai 733 dan masuk kategori Industry leader. Namun dari hasil penilaian tersebut, perusahaan masih perlu memperbaiki kriteria Fokus pelanggan yang memiliki persentase pencapaian terendah, yaitu 52%. Oleh karena itu, perusahaan masih perlu meningkatkan fokus terhadap pelanggan, salah satunya dengan mengimplementasikan sistem manajemen kualitas internasional ISO 9001:2015 secara optimal.