Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kajian Etnosains Dalam Proses Pembuatan Batik Incung Di Kota Sungai Penuh Sebagai Materi Pembelajaran Angraini, Nazora; Kencanawati, Indah; Tiara, Tiara
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.4000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip etnosains yang terkandung dalam proses pembuatan Batik Aksara Incung di Kota Sungai Penuh serta menelaah potensinya sebagai sumber pembelajaran biologi berbasis budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tiga pihak utama, yaitu tokoh budaya, pemilik sanggar, dan pengrajin batik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara merekonstruksi pengetahuan lokal menjadi konsep ilmiah yang relevan dengan kajian biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengrajin memanfaatkan bahan alami seperti akar mengkudu (Morinda citrifolia) dan kulit kayu tingi (Ceriops candolleana) sebagai sumber pewarna ramah lingkungan yang secara ilmiah mengandung pigmen antosianin, tanin, dan klorofil. Proses pewarnaan dan pembuatan batik tersebut mencerminkan berbagai konsep biologi, antara lain adaptasi (suhu penggunaan malam), morfologi dan fisiologi tumbuhan (motif daun dalam membatik), serta reaksi kimia (pewarnaan kain). Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan membatik berpotensi besar digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual yang tidak hanya meningkatkan literasi sains dan keterampilan proses siswa, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap pelestarian budaya lokal.
Exploring the Potential of Kerinci Local Wisdom as a Source of Chemistry Learning Based on Ethnochemistry Ramadani, Ramadani; Kencanawati, Indah; Mairisiska, Titin
Edukimia Vol 8, No 1 (2026): Edukimia - Vol. 08, Issue 01
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ekj.v8.i1.a634

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi kearifan lokal masyarakat Kerinci sebagai sumber belajar Kimia Dasar di perguruan tinggi. Berangkat dari tantangan globalisasi yang menyebabkan terkikisnya budaya lokal dan rendahnya relevansi pembelajaran kimia dengan kehidupan nyata, pendekatan etnokimia sebagai solusi inovatif untuk mengintegrasikan ilmu kimia dengan nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik dengan jenis penelitian etnografi, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Huberman serta analisis tema budaya Spradley. Hasil penelitian menunjukkan berbagai praktik budaya masyarakat Kerinci, seperti tradisi bapanteh, pembakaran kemenyan dalam upacara adat, fermentasi tapai ketan, konsumsi serbuk daun kawo, dan pembuatan gula enau, memiliki relevansi konsep dengan materi kimia seperti ikatan kimia, perubahan fisika dan kimia,pemisahan campuran, kimia larutan, dan senyawa organik. Pendekatan analogi, apersepsi, representasi, visualisasi, dan interpretasi budaya digunakan untuk memahami konsep kimia dengan pengalaman siswa lokal. Integrasi etnokimia dapat meningkatkan minat, motivasi, pemahaman konsep, serta membangun kesadaran dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal. Temuan ini mendukung teori belajar konstruktivisme dan menunjukkan bahwa keterkaitan antara budaya lokal dan materi kimia mampu meningkatkan hasil belajar dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu, etnokimia layak dijadikan sumber belajar alternatif yang secara ilmiah dan berkontribusi terhadap pelestarian budaya Indonesia.