Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Current and Future Global Research Trends in Osteosarcoma: A Bibliometric Analysis of Surgical Strategies and Recurrence Dalimunthe, Ridha Aswina; Saputra, Rhyan Darma; Ermawan, Rieva
(JOINTS) Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/joints.v15i1.2026.56-67

Abstract

Background: Osteosarcoma is the most common primary malignant bone tumor, yet comprehensive mapping of its evolving research landscape remains limited. This bibliometric analysis aims to characterize global research trends, identify thematic hotspots, and delineate emerging directions in osteosarcoma research, with a particular focus on publications related to local control, recurrence, and wide surgical margins.Methods: Publications from January 2021 to April 2025 were retrieved from the Dimensions database using the terms “osteosarcoma,” “local control,” “recurrence,” and "wide margins." After screening, 498 eligible records were analyzed using Bibliometrix/Biblioshiny in RStudio and Microsoft Excel.Results: Publication output increased from 2021 to 2023, with China, the United States, and Japan as the leading contributors. Chinese institutions represented 23% of the top 50 productive organizations, whereas Canada, Austria, and Greece showed the highest international collaboration rates. Thematic mapping identified motor themes related to tumor classification, treatment, prognosis, and local recurrence; niche themes such as en bloc sacrectomy and 3D-printed reconstruction; and emerging themes including artificial intelligence-based risk prediction and early metastasis detection.Conclusions: This bibliometric analysis identifies a trend in osteosarcoma research toward technology -driven and precision-oriented surgical strategies, including AI-assisted risk stratification, 3D-printed reconstruction, and immunomodulatory perioperative approaches. These bibliometric trends suggest growing research interest in optimizing local control and minimizing recurrence, although their clinical impact remains to be validated through prospective studies. The findings provide a descriptive overview of current research directions and may inform future research prioritization.
Model Pengabdian Berkelanjutan oleh Program Studi Ortopedi dan Traumatologi: Sinergi Edukasi, Pelayanan Kesehatan, dan Aksi Lapangan Komunitas Saputra, Rhyan Darma; Soetjahjo, Bintang; Nefihancoro, Udi Heru; Ermawan, Rieva; Kusuma, Dita Anggara; Pradhana, Adhitya Indra; Nugroho, Bagus Jati; Jiwandono, Bayu Sakti; Ardiansyah, Denny; Kaldani, Fathih; Abdulhamid, Muhammad; Siswanto, Totok; Poetera, Cakradenta Yudha
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.113045

Abstract

AbstrakGangguan muskuloskeletal seperti low back pain (LBP) dan rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyebab kecacatan yang tinggi di masyarakat, namun masih banyak individu yang belum memperoleh edukasi atau pemeriksaan ortopedi yang memadai. Program Studi Ortopedi dan Traumatologi mengembangkan model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pelayanan medis gratis, dan layanan lapangan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan selama Januari hingga Juni 2025, mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan ortopedi gratis, dan intervensi rutin setiap hari Jumat pada komunitas karate. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, kuesioner kepuasan, dan pencatatanjenis keluhan. Sebanyak 158 peserta mengikuti penyuluhan, 92 peserta menjalani pemeriksaan gratis, dan 104 anggota komunitas karate menerima layanan medis lapangan. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar >20 poin rata-rata, dan keluhan terbanyak meliputi LBP, nyeri lutut, serta cedera olahraga. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan muskuloskeletal, memperluas akses layanan ortopedi awal, dan memperkuat hubungan institusi pendidikan kedokteran dengan masyarakat. Model ini layak direplikasi sebagai strategi pengabdian berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam bidang ortopedi.Kata kunci : pengabdian masyarakat; ortopedi; layanan kesehatan lapangan