Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pernikahan Dini dan Pembangunan Daerah Azizah, Tahira Nurul; Nurwati, R. Nunung
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28128

Abstract

Pembangunan daerah dan kualitas penduduk merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahakan. Kualitas penduduk dapat menunjukkan tingkat pertumbuhan dari suatu daerah. Karena itulah, Pemerintah mencetuskap kebijakan mengenai pembangunan daerah yang berkelanjutan dan kualitas penduduk. Salah satu problematika yang dapat menunjukkan kualitas penduduk yang ada di suatu tempat adalah pernikahan dini. Menurut data BPS, angka pernikahan dini mencapai 15,66% tahun 2018. Terjadinya pernikahan dini dapat menunjukkan tingkat Pendidikan, ekonomi, dan social budaya sebuah daerah. Pernikahan menjadi masalah kompleks kependudukan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu daerah berjalan. Pemerintah Indonesia sendiri menetapkan bahwa angka pernikahan dini dapat menunjukkan tingkat pertumbuhan suatu daerah berjalan. Oleh karena itu, melalui jurnal ini akan dibahas mengenai hubungan antara pernikahan dini dengan kualitas penduduk dan pengaruhnya pada pembangunan daerah.
PENGARUH PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA lubis, zulham hamidan; Nurwati, R. Nunung
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28186

Abstract

ABSTRAKPernikahan dini merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di berbagai negara, berbagai upaya sudah dilakukan namun tidak memberi dampak yang berarti. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti masalah ekonomi, adat istiadat, dan pendidikan atau nilai yang ditanamkan oleh orang tua. Pernikahan dini mempunyai dampak, seperti memiliki resiko terhadap kesehatan reproduksi, menambah jumlah fertilitas, dan lain sebagainya. Penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan memperoleh berbagai sumber, seperti artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian sebelumnya, serta perolehan statistik. Dari hasil temuan yang diperoleh bahwa orang tua yang melakukan pernikahan dini sebagian besar melakukan pola asuh permisif dan otoriter hal ini berdampak negatif kepada anak seperti berperilaku impulsif dan suka memberontak.Kata Kunci: Pernikahan dini, Pola asuh, resiko kesehatan, pendidikanABSTRACTEarly marriage is one of the problems that occur in various countries, various efforts have been made but did not have a significant impact. This is caused by various things, such as economic problems, customs, and education or values instilled by parents. Early marriage has an impact, such as having a risk to reproductive health, increasing the amount of fertility, and so forth. This writing uses the literature study method by obtaining various sources, such as scientific journal articles, the results of previous studies, and the acquisition of statistics. From the findings obtained that parents who engage in early marriage mostly do permissive and authoritarian parenting, this has a negative impact on children such as impulsive and rebellious behavior.Keywords: Early marriage, parenting, health risks, education
PEMBENTUKKAN PRANATA KESEHATAN DI LINGKUNGAN PESANTREN AL BAYUM DESA BANDASARI KECAMATAN CANGKUANG KABUPATEN BANDUNG Yunita, Desi; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i2.48171

Abstract

Pesantren adalah lembaga Pendidikan berbasis agama baik tradional maupun dengan konsep modern merupakan tempat dimana santri belajar dengan kegiatan terjadwal dan rutin. Santri yang berasal dari berbagai latar belakang daerah dengan tinggal di asrama dan ada yang pulang-pergi. Pesantren yang hanya menekankan pada aspek pendidikan dan tidak memperhatikan aspek kesehatan -lingkungan sangat berpotensi terpapar penyakit menular ataupun penyakit tidak menular. Tujuan untuk melakukan pendampingan pranata kesehatan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan paparan penyakit yang ditemukan dengan proses dilaksanakan 6 minggu dengan proses mulai dari identifikasi dan simulasi. Metode simulasi lewat mini klinik merupakan cara menemukan masalah dan langsung melakukan layanan dengan belajar berperan sehingga menemukenali jenis penyakit dan pranata kesehatan yang dibutuhkan sebagai pedoman tata kelakuan. Pranata kesehatan yang penting dilakukan adalah pedoman kesehatan reproduksi, pedoman berinteraksi waktu sakit, pedoman budaya hidup sehat, pedoman tata kelakuan penanganan penyakit menular dan tidak menular serta pedoman terintegerasi kesehatan dan lingkungan. Pedoman tersebut merupakan kesepakatan bersama sehingga menjadi nilai dalam berperilaku baik perilaku pencegahan, perilaku saat penanganan, perilaku perawatan dan pemulihan.
STRATEGI KOPING: UPAYA RESILIENSI IBU ANAK DISABILITAS DI SLB DHARMA ASIH PONTIANAK Solikhin, Vify Anggraeni; Musa, Pabali; Nurwati, R. Nunung; Senjaya, Agustus Fajar; Sari, Victoria Novita; Anjelia, Brigita; Linasari, Lusia Wini; Aditya, Risky
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i1.26925

Abstract

Resilience is an individual's strength in solving problems when situations are complicated. This research can help mothers and children build and find the source of their resilience, which makes a mother and her disabled child not give up quickly to become a functioning human being in society. This research used descriptive qualitative research methods, in-depth interview techniques, and literature studies. The coping strategy used by Mrs A with her child, who is deaf, is one form of effort to increase her resilience. This shows the importance of support and self-adjustment in facing complex challenges associated with caring for children with special needs. This research can further explore how environmental and social factors can influence Mrs A's implementation of coping strategies. Focusing on resilience makes it easier for Mrs A to face challenges and problems associated with caring for her child.
SAPA 129 sebagai Strategi Pemerintah dalam Memberikan Perlindungan kepada Perempuan dari Kekerasan di Provinsi Aceh Utami, Adella; Sekarningrum, Bintarsih; Nurwati, R. Nunung
Society Vol 13 No 2 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i2.845

Abstract

This study investigates the role of SAPA 129 as a government-initiated service in safeguarding women who have experienced violence in Aceh Province. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings demonstrate that SAPA 129 facilitates access to legal, psychological, and social assistance while offering an accessible digital reporting system. It has also contributed to raising community awareness of gender-based violence. Nonetheless, its implementation remains challenged by limited digital literacy, inadequate infrastructure, and deeply rooted patriarchal norms. Drawing on structural-functional theory, the service performs both manifest and latent functions within the broader social protection framework. Manifest functions include formal assistance and structured support, while latent functions involve increasing social solidarity and empowering survivors to report abuse. However, the presence of dysfunctions, such as service gaps in remote areas and insufficient human resources, continues to hinder its effectiveness. The study recommends expanding outreach efforts, strengthening interagency coordination, and promoting value transformation through community-based education. These insights are intended to inform more inclusive and responsive gender protection policies while advancing sociological understanding of violence prevention in localized contexts.
Peningkatan Kapasitas Komunitas Bunda Literasi dalam Mewujudkan Pengasuhan Anak Berbasis Fitrah Lesmana, Aditya; Wibowo, Hery; Nurwati, R. Nunung; Firsanty, Farah Putri
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i2.5110

Abstract

Pengasuhan anak berbasis fitrah akan membantu orang tua dalam menciptakan karakter manusia yang digariskan Allah SWT sehingga diharapkan bermanfaat bagi masyarakat ketika anak sudah menjadi manusia dewasa. Komunitas Bunda Literasi diketahui diketahui masih belum memahami bagaimana mengasuh anak dengan konsep Fitrah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengasuhan anak berbasis Fitrah pada komunitas Bunda Literasi di Dayeuhkolot. Metode pengabdian yang digunakan adalah andragogi dengan melakukan pelatihan secara luring dan daring. Tim pengabdian mempersiapkan materi pelatihan luring dalam bentuk modul dan bahan presentasi, sedangkan materi dalam pelatihan daring dengan melakukan pembuatan video yang diunggah pada kanal youtube yang dibuat. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan adanya pemahaman yang lebih mendalam dari mitra pengabdian terkait bagaimana melakukan pengasuhan anak dengan menerapkan konsep fitrah. Pemahaman lebih mendalam tentang konsep fitrah tercermin dari jawaban mengenai bagaimana pola pengasuhan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan anak serta membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Penggunaan metode hybrid membantu mitra pengabdian untuk belajar tanpa mengenal batas waktu materi dapat diserap dengan baik.
Program Penguatan Tertib Sosial Bagi Anak-Anak Desa Dayeuhkolot Melalui Rekayasa Pengendalian Nurwati, R. Nunung; Wibowo, Hery; Amanatin, Elsa Lutmilarita
Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketertiban sosial merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter anak, terutama dalam lingkungan desa yang masih memiliki tantangan dalam penerapan norma sosial. Program Penguatan Tertib Sosial bagi Anak-Anak Desa Dayeuhkolot melalui Rekayasa Pengendalian ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kebersihan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pendampingan literasi melalui mobil baca, pelatihan kebiasaan hidup bersih, pembelajaran pengelolaan waktu, serta berbagai kegiatan kreatif seperti lomba menggambar dan merangkai kata. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya membaca, peningkatan disiplin dalam menjaga kebersihan dan ketertiban, serta berkembangnya kreativitas dan kemampuan berbahasa. Program ini berhasil mendorong perubahan perilaku sosial yang positif, dengan anak-anak menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap norma sosial yang diajarkan. Keberlanjutan program ini direkomendasikan melalui evaluasi berkala, pembentukan relawan literasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat dampak program dalam jangka panjang. Kata Kunci: edukasi sosial, literasi, pengendalian sosial, tertib sosial Abstract Social order is a crucial aspect of children's character development, especially in rural areas where enforcing social norms remains a challenge. The Social Order Strengthening Program for Children in Dayeuhkolot Village through Control Engineering aims to instill awareness of the importance of discipline, responsibility, and environmental cleanliness through educational and participatory approaches. The methods used in this program include literacy mentoring through a mobile library, training in hygiene habits, time management learning, and various creative activities such as drawing and word arrangement competitions. The results indicate an increased awareness among children regarding the importance of reading, improved discipline in maintaining cleanliness and order, and the development of creativity and language skills. This program successfully fostered positive social behavioral changes, with children showing greater compliance with social norms. The sustainability of this program is recommended through regular evaluations, the formation of literacy volunteers, and collaborations with various stakeholders to strengthen its long-term impact. Keywords: literacy, social education, social control, social order
Disfungsi Institusi Keluarga: Realitas Pengingkaran terhadap Hak Anak Nurwati, R. Nunung; Yunita, Desi; Amanatin, Elsa Lutmilarita
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i2.93276

Abstract

Pekerja anak masih menjadi persoalan serius di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, karena berdampak pada hilangnya hak-hak dasar anak seperti pendidikan, waktu bermain, dan pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pekerja anak di Indonesia berdasarkan umur, tingkat pendidikan, tempat tinggal, jenis kelamin, dan sektor pekerjaan. Data yang digunakan bersumber dari Survei Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas) dalam rentang lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi aktual pekerja anak. Penelitian ini menggunakan perspektif teori struktural-fungsional Robert K. Merton guna menjelaskan ketidakseimbangan dalam struktur sosial yang memicu keterlibatan anak dalam dunia kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja anak di Indonesia mencakup kelompok usia sangat muda (5–12 tahun) hingga remaja awal (13–14 tahun), dengan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dan penurunan pada tahun-tahun berikutnya. Sebagian besar pekerja anak berasal dari wilayah pedesaan, tidak lagi mengenyam pendidikan formal, dan bekerja di sektor jasa informal seperti pembantu rumah tangga, buruh angkut, serta buruh pertanian. Temuan ini menunjukkan adanya kerentanan struktural yang memperkuat reproduksi pekerja anak lintas generasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi institusi keluarga, penyediaan akses pendidikan yang inklusif, serta intervensi kebijakan sosial secara holistik dan berkelanjutan untuk memutus siklus pekerja anak di Indonesia.
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya.