Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Agent-Structure Relation In Poverty Alleviation Of Fishermen: The Case Of Bangka Island, Indonesia Nurdin, Muhamad Fadhil; Lesmana, Aditya Candra; Rachim, Hadiyanto Abdul
Sosioglobal Vol 9, No 1 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i1.61437

Abstract

ABSTRACT  This study aims to unravel the inter-relation between agent, structure, and resource system in the poverty alleviation of the fishermen community. An exploratory and descriptive approach is undertaken by involving a wide range of relevant stakeholders. The case study chosen is the fishermen community in Central Bangka District, Bangka District, and Pangkalpinang City, all located in the Province of Bangka Belitung, Indonesia This research uses a qualitative approach, with a descriptive method to gain an in-depth understanding of the research problem. The data collection process was carried out using semi-structured interviews conducted with informants, field observations, and FGDs involving various stakeholders such as the government, private sector, and fishermen group representatives. The data obtained is then validated by reducing, displaying and verifying the data. Verification refers to the rethinking process of data gathered from the field while at the same time accommodating the validation results. The results showed that the characteristics of fishermen community, added by the presence of tin mining activities has been contributing to the prolonged poverty faced by this community. The study found that government institution holds a significant role to the poverty alleviation initiatives. Three improvement strategies are proposed, covering the creation of a comprehensive regulation covering basic rights of fishermen, foster intense collaboration among sectoral institutions as well as the creation of efficient poverty alleviation policies in coastal area.Keywords: Poverty, Fishermen, Government, Collaboration Strategy, Indonesia ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keterkaitan antara agen, struktur, dan sistem sumber daya dalam pengentasan kemiskinan masyarakat nelayan. Pendekatan eksplorasi dan deskriptif dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait. Studi kasus yang dipilih adalah komunitas nelayan di Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka, dan Kota Pangkalpinang yang semuanya berada di Provinsi Bangka Belitung, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif untuk mendapatkan pemahaman mendalam dari permasalahan penelitian. Proses penggalian data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur yang dilakukan terhadap para informan, observasi lapangan, serta FGD dengan melibatkan berbagai stakeholders seperti pemerintah, swasta, perwakilan kelompok nelayan. Verifikasi mengacu pada proses berpikir ulang dari data yang dikumpulkan dari lapangan dan pada saat yang sama mengakomodasi hasil validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat nelayan ditambah dengan adanya kegiatan penambangan timah turut berkontribusi terhadap kemiskinan berkepanjangan yang dihadapi masyarakat tersebut. Studi ini menemukan bahwa institusi pemerintah memiliki peran yang signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tiga strategi perbaikan yang diusulkan, meliputi pembuatan regulasi yang komprehensif yang mencakup hak-hak dasar nelayan, membina kerjasama yang intens antar lembaga sektoral, serta pembuatan kebijakan yang efisien dalam pengentasan kemiskinan khususnya di wilayah pesisir.Kata Kunci : Kemiskinan, Nelayan, Pemerintah, Strategi Kolaborasi, Indonesia.
THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Maulida, Adlia Rahma; Rachim, Hadiyanto Abdul; Hidayat, Eva Nuriyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya. 
ADVOKASI SOSIAL HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS OLEH LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT Januaristy, Ane Khalishah Shessary; Rachim, Hadiyanto Abdul; Gutama, Arie Surya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68746

Abstract

Pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan struktural, sosial, dan kultural yang berdampak pada keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan, serta perlindungan hak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dengan ketimpangan sosial, diskriminasi, dan lemahnya sistem pelayanan yang inklusif. Dalam situasi ini, peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi penting sebagai aktor advokasi sosial yang menjembatani pengalaman kelompok rentan dengan upaya perubahan kebijakan dan praktik sosial. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder dari buku akademik, artikel jurnal ilmiah, laporan organisasi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis difokuskan pada advokasi sosial hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas serta peran LSM untuk memperjuangkan pemenuhan hak secara partisipatif dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa advokasi sosial oleh LSM berperan meningkatkan kesadaran hak, memperluas partisipasi perempuan penyandang disabilitas, serta mendorong perubahan struktural menuju layanan dan kebijakan yang lebih inklusif. Advokasi kesehatan reproduksi berbasis hak menjadi strategi penting untuk memastikan terpenuhinya prinsip kesetaraan dan keadilan sosial bagi perempuan penyandang disabilitas. The fulfillment of reproductive health rights for women with disabilities continues to face structural, social, and cultural barriers that limit access to information, health services, and legal protection. These conditions indicate that reproductive health issues extend beyond medical concerns and are closely linked to social inequality, discrimination, and the lack of inclusive service systems. In this context, Non-Governmental Organizations (NGOs) play a crucial role as social advocacy actors that connect the lived experiences of vulnerable groups with broader efforts toward policy and social change. This study employs a literature review method by analyzing secondary data from academic books, peer-reviewed journals, organizational reports, and relevant policy documents. The analysis focuses on social advocacy for reproductive health rights of women with disabilities and the role of NGOs in promoting rights fulfillment through participatory and sustainable approaches. The findings highlight that NGO-led social advocacy contributes to strengthening rights awareness, expanding participation of women with disabilities, and promoting structural changes toward more inclusive health services and policies. Rights-based reproductive health advocacy emerges as an essential strategy to ensure equality and social justice for women with disabilities.
Pendekatan Spiritual pada Orang Tua dengan Anak Penyakit Kronis di Rumah Singgah sebagai Faith-Based Organization Tahir, Syarifah Mughniyah; Rachim, Hadiyanto Abdul; Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.62933

Abstract

Orang tua dengan anak penyakit kronis mengalami stres pengasuhan yang disebabkan oleh tugas tambahan untuk mengurus anak yang sakit. Orang tua merasa bahwa mereka gagal untuk melindungi anak dari penyakit. Adapun pendekatan spiritual dapat membantu coping orang tua dengan anak penyakit kronis menangani stres pengasuhan yang dialami. Rumah Singgah Al Fatih sebagai Faith-Based Organization, yakni lembaga pelayanan sosial yang berlandaskan pada agama islam memberikan layanan dengan pendekatan spiritual untuk memenuhi kebutuhan spiritual klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stres pengasuhan yang dialami orang tua dengan anak penyakit kronis, mengidentifikasi pelayanan dari Rumah Singgah yang menggunakan pendekatan spiritual, serta menganalisis penggunaan spiritual sebagai coping orang tua dengan anak penyakit kronis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan melalui pendekatan spiritual yang dilakukan oleh Rumah Singgah Al Fatih dapat membantu orang tua dengan anak penyakit kronis untuk mengatasi stres pengasuhannya.