Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan PP Gapsera Sejahtera Mandiri Dalam Pengembangan Agens Hayati Sebagai Penerapan Budidaya Padi Tanpa Pestisida Maryono, Tri; Helina, Selvi; Lestari, Puji; Dewi, Ni Kadek Emi Sintha
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i2.87551

Abstract

Masalah Perkumpulan Poktan (PP) Gapsera Sejahtera Mandiri adalah kelompok tani yang aktif dalam budidaya padi ramah lingkungan dan bebas residu pestisida. Namun, produksi padi di kelompok ini menghadapi kendala serius akibat serangan penyakit virus kerdil rumput padi dan kerdil hampa yang ditularkan oleh wereng batang coklat (WBC). Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam perbanyakan massal agens hayati Trichoderma untuk menangani vektor WBC. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan institusional dan partisipatif. Selain itu, small laboratory dibuat pada lokasi PP Gapsera Sejahtera Mandiri untuk mendukung perbanyakan massal agens hayati. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung agar mempermudah pemberian umpan balik selama kegiatan. Hasil pengabdian di PP Gapsera Sejahtera Mandiri, berlangsung lancar dan kondusif. Nilai pre-test dan post-test petani terkait agens hayati menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 82,28%. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak signifikan pada peningkatan pemahaman dan keterampilan petani PP Gapsera Sejahtera Mandiri dalam memperbanyak agens hayati.
Begomovirus: Potensi ancaman pertanian hortikultura Lampung Helina, Selvi; Akin, Hasriadi Mat; Dirmawati, Suskandini Ratih; Fitriana, Yuyun; Maryono, Tri; Suharjo, Radix; Ginting, Cipta
Jurnal Proteksi Agrikultura Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER, JURNAL PROTEKSI AGRIKULTURA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpa.2242-55

Abstract

Begomoviruses are a group of plant viruses belonging to the Geminiviridae family, persistently transmitted by the whitefly Bemisia tabaci, and pose a serious threat to horticultural crops in Lampung Province, Indonesia. These viruses infection symptoms such as mosaic, chlorosis, leaf curling, and stunted growth, with yield losses reaching up to 90%. The spread is exacerbated by intensive cultivation practices, the use of uncertified seeds, and tropical climates that favor high vector populations. This study explores the biological characteristics of Begomoviruses, their transmission mechanisms via vectors, and their high genetic variability due to frequent mutation and recombination. Several begomovirus species have been identified infecting key horticultural crops in Lampung, including Ageratum yellow vein virus (AYVV), Tomato yellow leaf curl Kanchanaburi virus (TYLCKaV), and Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV). In addition to vector transmission, some begomovirus species are also known to be seed-transmitted, expanding their epidemic potential. Integrated management strategies discussed in this article include the use of resistant varieties, biological and agronomic control of vectors, and the development of innovative approaches such as mild strain cross-protection. This review emphasizes the need for continuous monitoring and science-based sustainable strategies to mitigate the impact of Begomoviruses on food security and horticultural productivity in tropical regions such as Lampung.
PEMBERDAYAAN KWT BAROKAH WAY PIOS DALAM PENINGKATAN PUPUK TRICHODERMA SP. UNTUK PRODUKTIVITAS SAYURAN Helina, Selvi; Mat Akin, Hasriadi; Nur Aeny, Titik; Nurdin, Muhammad; Wahyu Ningsih, Eka
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2427-2435

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah Way Pios (WP) merupakan salah satu kelompok tani aktif di Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, yang berkontribusi dalam menopang perekonomian masyarakat melalui kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan. Dalam praktik budidaya tanaman sayuran, KWT Barokah WP cenderung menggunakan pupuk dan pestisida kimia, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Permasalahan ini menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, keterbatasan pengetahuan anggota KWT Barokah WP serta minimnya sosialisasi terkait pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai agen hayati untuk peningkatan kualitas pupuk menjadi tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai enrichment pupuk dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya tanaman. Kegiatan pengabdian di KWT Barokah WP berjalan dengan lancar dan kondusif. Para peserta menunjukkan antusiasme dan dukungan yang tinggi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil kuesioner, terjadi peningkatan wawasan peserta, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 83,28% setelah mengikuti kegiatan. Hasil ini menunjukkan keberhasilan penyuluhan mengenai peran Trichoderma sp. dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
HOTEL SERANGGA SEBAGAI SOLUSI EKOLOGIS UNTUK PENGENDALIAN HAMA SECARA ALAMI DI LAHAN PERTANIAN Helina, Selvi; Lestari, Puji; Ivayani, Ivayani; Lukvitasari, Luna; Emi Sintha Dewi, Ni Kadek
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4267-4274

Abstract

Hotel serangga merupakan struktur buatan yang dirancang untuk menyediakan habitat alternatif bagi serangga bermanfaat, seperti penyerbuk dan musuh alami hama, guna mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan pengendalian hama ramah lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan hotel serangga. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai konsep pengendalian hayati dan praktik langsung pembuatan hotel serangga dengan memanfaatkan bahan lokal seperti bambu, jerami, ranting, dan kayu berlubang. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani dalam mengikuti penyuluhan dan praktik, serta meningkatnya pengetahuan mereka mengenai manfaat hotel serangga sebagai tempat berlindung, bersarang, dan berkembang biak bagi serangga bermanfaat. Keberadaan hotel serangga berkontribusi pada peningkatan populasi penyerbuk (lebah soliter, kupu-kupu, lalat penyerbuk) serta predator hama (Coccinellidae, Chrysopidae, Carabidae), sehingga mampu memperkuat pengendalian hama secara alami sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. Dengan demikian, penerapan hotel serangga menjadi salah satu strategi ekologis, murah, dan aplikatif dalam mendukung keberlanjutan agroekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya konservasi musuh alami.
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBASIS PEMBERDAYAAN PETANI DI KELOMPOK TANI MEKAR SARI, LAMPUNG SELATAN Fitriana, Yuyun; Suharjo, Radix; Efri, Efri; Susilo, FX; Lestari, Puji; Helina, Selvi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2436-2443

Abstract

Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menghadapi tantangan berupa serangan hama dan penyakit tanaman yang berdampak pada penurunan hasil panen. Tingginya ketergantungan terhadap pestisida kimia memotivasi diadakannya pelatihan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan melatih petani dalam membuat serta mengaplikasikannya. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dan praktik langsung. Pada sesi pertama, materi yang disampaikan meliputi konsep dasar, manfaat, dan langkah pembuatan pestisida nabati. Pada sesi kedua, dilakukan praktik pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun nimba (Azadirachta indica), yang melibatkan 23 petani sebagai partisipan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan petani terkait bahaya pestisida kimia, penggunaan pestisida nabati, serta cara pengendalian hama dan penyakit. Berdasarkan evaluasi, persentase pemahaman petani tentang pestisida nabati meningkat sebesar 56,52%. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi petani, tetapi juga menjadi langkah awal menuju praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PENERAPAN SMART GREEN HOUSE MELALUI ENERGI TERBARUKAN DAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BISNIS BUDIDAYA MERANG DI KALIREJO LAMPUNG TENGAH Utami Putri, Novia; Suaidah, Suaidah; Helina, Selvi; Faqih Ardiantoro, Nur; Rio Adi Pratama, Wayan; Arya Pratama, Tegar; Jelang Pangestu, Selo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.420-427

Abstract

Kelompok tani makmur merupakan masyarakat produktif secara ekonomi yang memiliki usaha budidaya jamur merang. Lokasi usaha mitra yaitu di Desa Sukosari, Kabupaten Lampung Tengah. Mitra dalam usaha budidaya jamur memanfaatkan limbah pertanian seperti janjang sawit atau tandan kosong kelapa sawit, tanaman tersebut digunakan sebagai media tanam jamur merang. Tujuan usaha budidaya merang didirikan oleh para petani yaitu sangat menjanjikan dan untuk harga jual jamur juga relatif tinggi. Permasalahan urgensi pada mitra diantaranya adalah mitra belum memiliki sumber energi listrik secara mandiri untuk penyuplai produksi jamur, mitra mengalami kekurangan di perangkat operasional seperti komponen produksi yang digunakan masih sangat sederhana, belum memiliki alat pengatur suhu untuk mengecek kelembaban kumbung dan suhu yang ada pada media tanam jamur, bahan produksi yang digunakan masih kurang sesuai sehingga bibit jamur kontaminasi virus dan tidak dapat tumbuh secara maksimal, mitra tidak mempunyai daya saing harga jamur hasil produksinya, selama ini harga jual ditentukan oleh pengepul sehingga keuntungan para petani jamur menjadi terbatas, kemasan produk yang ada kurang menarik dan menjual, belum memiliki aplikasi khusus yang dapat mengelola kegiatan manajamen penjualan dan pemasaran produk jamur merang. Target luaran wajib yang akan dicapai adalah meningkatan kualitas produk mitra dan meningkatan pelayanan mitra di bidang manajemen penjualan dan pemasaran. Hasil tertinggi yang di dapat dari pengujuian suhu dan kelembaban selama 1 hari adalah 30ËšC dan 72%, serta hasil pengujian tertinggi untuk pengujian solar panel didapat daya 51,77 Watt dengan kondisi cuaca cerah.