Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Inspeksi Upper Wing Top Skin Panel Menggunakan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) Pujono, Pujono; Galih, Endro Wahyu
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.544 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2.1202

Abstract

Non Destructive Testing (NDT) adalah cara yang paling ekonomis untuk melakukan inspeksi dan cara untuk menemukan cacat. Salah satu metode inspeksi NDT adalah Ultrasonic Test yang digunakan untuk inspeksi khusus upper wing dengan menggunakan alat ultrasonic phased array di pesawat. Ultrasonic test memiliki keunggulan di atas seluruh metode NDT untuk kedalaman penetrasi dalam mendeteksi defect yang sangat baik, preparasi penggunaan alat dan benda uji yang tidak rumit dan portable, dan dapat menampilkan informasi jarak pada layar CRT atau LED. Tujuan dalam Inspeksi upper wing top skin panel menggunakan ultrasonic phased array adalah untuk mengetahui cacat korosi pada skin pesawat agar dapat dijadikan dasar dalam melakukan tindakan pencegahan dan perawatan body pesawat. Dalam uji ultrasonik ini penulis menggunakan metode phased array ultrasonic testing (PAUT). Phased array merupakan metode NDT yang dapat mendeteksi cacat dengan cepat dan akurat secara optimal dengan waktu pengerjaan yang seminimal mungkin. Metode ini sendiri agak berbeda dengan ultrasonic testing biasa, transducer/probe ultrasonic phased array ini memiliki 64 element. Dengan kata lain tranducer phased array ini dapat megarahkan dan memfokuskan pancaran gelombang ultrasonicnya. Ada 3 area yang dilakukan uji PAUT yaitu (1) trailing edge dan forward fastener row dari rear spar di Rib bay 3 ”“ 4 dan rib bay 9 ”“ 27, (2) trailing edge dan forward fastener row dari false rear spar. (3) forward fastener row dan after fastener row dari rear spar di rib bay 4-5 dan 5-6. Hasil yang diperoleh adalah terjadi korosi pada Rib 26-Rib 27 pada wing bagian kanan. Korosi ini terjadi pada baut dari rear spar, hal ini karena Mikroorganisme terdapat pada air yang berada pada tanki bahan bakar pesawat, air ini dapat berisi oksida besi dan garam mineral.
Rancang Bangun Prototype Mesin Friction Welding Pujono, Pujono
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.007 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1405

Abstract

Las gesek (friction welding) merupakan sebuah metode pengelasan yang memanfaatkan tenaga mekanik menjadi energi panas. Proses pengelasan akan terjadi dengan memanfaatkan panas yang muncul akibat gesekan. Untuk memperbesar panas yang terjadi, benda yang dilas tidak hanya diputar, tetapi juga ditekan satu terhadap yang lain. Pembuatan mesin ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan membuat konstruksi dan perancangan yang benar agar dihasilkan mesin friction welding yang mampu menyatukan komponen. Komponen yang akan disambung berbahan dasar nylon. Metode yang digunakan adalah input desain/identifikasi masalah, pembuatan konsep desain, pemilihan ide terbaik, perhitungan elemen mesin, pembuatan drawing, produksi/pembuatan mesin dan pengujian mesin. Hasil dari rancang bangun didapatkan hasil sebagai berikut mesin menggunakan motor penggerak 1 HP, dengan putaran 1450 rpm, diameter poros minimal adalah 24,75 mm, pulley yang digunakan adalah pulley bertingkat dengan diameter berturut-turut 2 x 3 x 4 inchi, sehingga didapatkan variasi putaran 725 rpm,1450 rpm dan 2900 rpm, umur bantalan adalah 21,59 tahun. Mesin friction welding berhasil menyambung dua buah komponen nylon berbentuk silindris dengan diameter 3/4 inchi dan dalam waktu 1 menit.