Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MATEMATIKA SMP/MTS KELAS VII Sari, Asdini; Karim, Karim; Khair, Muhammad Sa’duddien; Mahrida, Mahrida; Farapikatan, Diva
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18698

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka pada semua tingkat pendidikan menjadi salah satu tantangan baru bagi guru karena kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap siswa dan mengintegrasikan konteks lingkungan sekitar siswa ke dalam proses pembelajaran.  Maka dari itu, diperlukan modul ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan individu siswa dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan modul ajar berdiferensiasi konteks lahan basah untuk matematika SMP/MTs kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengem­bangan 4D. Ada 4 tahapan dari model 4D ini, yaitu: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Subjek uji coba penelitian adalah 32 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 15 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenui kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: Modul Ajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, Konteks Lahan Basah Abstract:  The implementation of the independent curriculum at all levels of education is one of the new challenges for teachers due to the lack of availability of teaching materials that suitable for students. One solution to overcome this is through different learning approaches for each student and integrating the context of the students' surrounding environment into the learning process. Therefore, a teaching module is needed that can accommodate the individual needs of students by utilizing local wisdom as a learning context. This research aims to produce teaching modules with differentiated wetland context for seventh grade of junior high school mathematics. The research method used is development, namely Research and Development (R&D) with the 4D development model. There are 4 stages of this 4D model, namely: (1) define stage, (2) design stage, (3) develop stage, and (4) disseminate stage. However, this research only reached the develop stage. The research trial subjects were 32 students of seventh grade of SMPN 15 Banjarmasin. Data collection techniques used validation instruments, teacher and learner response questionnaires, and evaluation tests. The research results show that the teaching module meets the criteria of valid, practical, and effective. Keywords: Teaching Module, Differentiate Learning, Wetlands Context
META-ANALISIS: PENGARUH MODEL PBL DAN MODEL PJBL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Rosyadi, Muhammad Khairin Rezani; Karim, Karim; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 4 No 1 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i1.2185

Abstract

Kajian mengenai pengaruh PBL dan model PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika siswa telah banyak dilakukan dengan berbagai variasi hasil penelitian. Para peneliti sekarang lebih bergantung pada rangkuman penelitian yang tersedia, salah satunya menggunakan meta-analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan besar pengaruh dari PBL dan PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika siswa. Artikel diperoleh melalui penelusuran menggunakan aplikasi Publish or Perish. Selanjutnya artikel tersebut diseleksi dengan 4 tahapan yaitu identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan lingkup studi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan proses meta-analisis menggunakan perhitungan Effect Size. Ada 62 artikel yang telah dianalisis. Dua puluh satu artikel model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah, 33 artikel PBL terhadap hasil belajar, 2 artikel PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan 6 artikel PjBL terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan Effect Size model PBL dan PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah maupun hasil belajar matematika siswa berada pada kategori besar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATERI BENTUK ALJABAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA Nuryanti, Diah; Pasani, Chairil Faif; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 4 No 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2449

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang harus diajarkan untuk seluruh peserta didik agar mereka dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu bentuk aljabar. Akan tetapi, masih banyak peserta didik kesulitan mempelajari bentuk aljabar. Oleh karena itu diperlukan modul untuk melatih kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul ajar berbasis etnomatematika ciri khas Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D dengan empat tahapan yaitu Define, Design, Development dan Disseminate. Subjek uji coba penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi ahli, angket respon guru dan peserta didik, meliputi uji coba. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis data kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Validasi dilakukan oleh 3 validator. Uji coba dilakukan kepada 30 peserta didik. Berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh 3 validator diperoleh nilai 83,97% yang berarti modul dinyatakan valid. Berdasarkan hasil angket respon peserta didik diperoleh skor sebesar 3,5 dapat dinyatakan kriteria sangat praktis. Pada hasil angket respon guru diperoleh skor sebesar 3,26 berdasarkan kriteria tingkat kepraktisan kriteria sangat praktis. Berdasarkan uji coba, modul dikatakan efektif, karena berdasarkan 3 kali uji coba peserta didik sudah mencapai KKTP yang diterapkan di SMP Negeri 1 Banjarmasin, persentase hasil belajar peserta didik dengan minimal nilai 75 selalu lebih dari sama dengan 80%, yaitu 85,56%. Dengan demikian kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar materi bentuk aljabar berbasis etnomatematika dapat dikatakan telah terpenuhi.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MELATIH SIKAP BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SD/MI Latifa, Annisa; Karim, Karim; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 4 No 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2015

Abstract

Sikap berpikir kritis merupakan syarat awal memperoleh kemampuan berpikir kritis. Belum terlatihnya sikap berpikir kritis siswa mendasari bahwa perlu adanya peran guru serta perangkat ajar yang dapat memfasilitasi siswa untuk melatih sikap tersebut. Salah satunya adalah modul ajar berbasis etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif. Adapun jenis penelitian yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terbatas hingga tahap ketiga, yaitu tahap develop. Kevalidan modul ajar dinilai oleh tiga orang validator dengan persentase sebesar 90,30% atau berada pada kriteria sangat valid. Kepraktisan modul ajar ditinjau dari hasil respon siswa dengan persentase 75,60% atau berada pada kriteria praktis, hasil respon guru dengan persentase 85,71% atau berada pada kriteria sangat praktis, dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan persentase 84,93% atau berada pada kriteria baik. Sedangkan keefektifan modul ajar ditinjau dari hasil asesmen formatif dengan persentase ketuntasan sebesar 92% atau berada pada kriteria sangat efektif, hasil observasi sikap berpikir kritis siswa yang pada setiap pertemuannya mengalami peningkatan dengan persentase 70,93% atau berada pada kriteria kritis, dan hasil angket sikap berpikir kritis siswa dengan persentase 74,71% atau berada pada kriteria “kritis”. Dengan demikian, modul ajar berbasis etnomatematika untuk kelas IV SD/MI layak digunakan untuk melatih sikap berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika karena telah mencapai kriteria valid, praktis, dan efektif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN SUNGAI LANGSAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL DENGAN KONTEKS KERAJINAN ANYAMAN BAMBU Fahjri, Annisa Desti; Fajriah, Noor; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 4 No 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2425

Abstract

Salah satu penyebab hasil belajar siswa yang tidak memuaskan disebabkan karena mereka kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa terbiasa hanya menerima dan kurang diberikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Khusus materi volume kubus dan balok, siswa kesulitan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) kontek kerajinan anyaman bambu pada materi volume kubus dan balok. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus penelitian, masing-masing siklus terdapat empat tahapan penelitian yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri dari lembar observasi dan tes akhir. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu pengolahan data yang diperoleh dari angka rata-rata (mean) dan persentase. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini ialah siswa kelas V SDN Sungai Langsat. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar sebanyak 50% dari siklus I ke siklus II secara klasikal setelah diterapkan model pembelajaran PBL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sungai Langsat pada materi volume kubus dan balok.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT PADA MATERI BANGUN RUANG UNTUK SISWA SMP/MTS Abdillah, Muhammad Hafiz; Ansori, Hidayah; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 4 No 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2830

Abstract

Pendidikan penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan kompeten. Salah satu tantangan utama dalam pendidikan adalah kurang optimalnya metode pembelajaran matematika. Pembelajaran efektif menekankan pemberdayaan peserta didik melalui interaksi aktif. Media pembelajaran seperti Microsoft PowerPoint dapat meningkatkan pemahaman dengan animasi dan hipertaut, menjadikannya solusi efisien karena mudah digunakan, relatif murah, dan tersedia di setiap desktop. Penelitian Ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint pada materi bangun ruang untuk siswa SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan adalah R&D dengan model ADDIE oleh Lee & Owens, yang meliputi tahap penilaian/analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa wawancara, angket, dan tes. Uji coba dilakukan di SMP Negeri 5 Banjarmasin dengan 8 peserta didik dan 1 pendidik. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan pengukuran skala likert. Media pembelajaran dinyatakan valid dengan persentase kevalidan sebesar 100% dari hasil angket validasi ahli media dan 86,73% dari hasil angket validasi ahli materi, dinyatakan praktis dengan persentase kepraktisan sebesar 97,6% dari hasil angket respon pendidik dan 99,76% dari hasil angket respon peserta didik, dan dinyatakan efektif dengan persentase keefektifan sebesar 75% dari hasil tes sumatif peserta didik. Dengan demikian, media pembelajaran yang dihasilkan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri pada Masjid Keramat Banua Halat Kabupaten Tapin Masyitah, Dewi; Fajriah, Noor; Sari, Asdini
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 11 NOMOR 2 DESEMBER 2024
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v11i2.11722

Abstract

Pembelajaran matematika akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan lingkungan di sekitarnya seperti budaya. Kegiatan mengintegrasikan matematika dan budaya adalah dengan melakukan eksplorasi etnomatematika. Budaya yang akan di eksplorasi adalah Masjid Keramat Banua Halat dengan di hubungkan pada konsep geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri pada matematika di Sekolah Menengah Pertama yang terdapat pada Masjid Keramat Banua Halat Kabupaten Tapin. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi  yang mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun instrumennya ialah pedoman wawancara dan pedoman observasi dan dokumentasi. Validasi instrument di lakukan oleh dua orang validator. Teknik analisis data yang digunakan ialah deskripsi, analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konsep geometri di Sekolah Menengah Pertama pada Masjid Keramat Banua Halat. Konsep geometri tersebut adalah konsep bangun datar, bangun ruang, hubungan antar-sudut, kekongruenan dan kesebangunan, Pythagoras, dan transformsi geometri.
KEMAMPUAN SISWA KELAS VII DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH BULAT MARABAHAN Mahlina, Mahlina; Fajriah, Noor; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 5 No 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.2296

Abstract

Etnomatematika merupakan salah satu pendekatan untuk mempelajari matematika yang melibatkan budaya lokal atau aktivitas yang dilakukan di sekitar siswa. Pendekatan ini membantu siswa memahami masalah dengan lebih mudah dan juga bisa digunakan sebagai metode alternatif untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplor kemampuan pemecahan masalah mereka masing-masing. Hal ini sejalan dengan upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sehingga siswa dapat mengaitkan pengetahuan matematika dengan pengalaman dan budaya sehari-hari. Dengan demikian, salah satu cara menerapkan etnomatematika bagi siswa SMP yaitu dengan menyajikan instrumen soal yang berbasis budaya di lingkungan tempat siswa tersebut tinggal. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga menjadi landasan dalam merancang penelitian yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa di SMP Negeri 1 Alalak dalam memecahkan masalah berbasis etnomatematika Rumah Bulat Marabahan tahun pelajaran 2022/2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Alalak yang berjumlah 51 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling total. Teknik yang dipakai dalam mengumpulkan data yaitu teknik tes yang kemudian dianalisis menurut langkah penyelesaian menurut Polya. Data dianalisis secara statistik deskriptif. Menurut hasil penelitian, kemampuan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Alalak dalam memecahkan masalah berbasis etnomatematika Rumah Bulat Marabahan) yaitu termasuk dalam kategori sedang dengan rincian masing-masing indikator sebagai berikut: (1) memahami masalah tergolong dalam kategori tinggi; (2) membuat rencana tergolong dalam kategori rendah; (3) melaksanakan rencana tergolong dalam kategori sedang; (4) melihat kembali tergolong dalam kategori rendah.
PENGEMBANGAN SOAL TES SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DENGAN KONTEKS ETNOMATEMATIKA PASAR TERAPUNG UNTUK SMP/MTs Qadariah, Hadiyati Rahmani; Zulkarnain, Iskandar; Sari, Asdini
JURMADIKTA Vol 5 No 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3144

Abstract

Salah satu cara untuk mengukur pemahaman siswa adalah melalui tes. Penerapan konteks etnomatematika dalam soal tes dianggap dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep matematika, karena soal tersebut dapat dihubungkan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian pengembangan soal tes berbasis etnomatematika ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan soal tes dengan konteks etnomatematika sehingga menghasilkan soal tes dengan materi sistem persamaan linear dua variabel dengan konteks etnomatematika pasar terapung yang valid dan reliabel. Soal tes yang dikembangkan berbentuk uraian dan diuji cobakan di SMP Negeri 1 Banjarmasin dengan melibatkan 32 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Proses analisis data meliputi validitas logis, validitas empiris, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Proses pengembangan soal tes dilakukan dengan melalui lima tahapan, yaitu tahap analysis untuk memeriksa kurikulum dan jenjang kelas, tahap design menyusun kisi-kisi dan instrumen, tahap development untuk menyempurnakan kisi-kisi dan instrumen, tahap implementation untuk untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta tahap evaluation untuk perbaikan instrumen. (2) Hasil analisis validitas memperoleh soal uraian dengan kategori valid, sementara analisis reliabilitas menunjukkan nilai koefisien dengan kategori reliabilitas tinggi.
ERROR ANALYSIS IN SOLVING MATHEMATICAL LITERACY PROBLEMS ON THE MATERIAL OF ARITHMETIC SEQUENCES AND SERIES Syahadat, Prasasti Bumi; Kamaliyah, Kamaliyah; Sari, Asdini
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 16, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v16i3.91480

Abstract

Mathematical literacy equips students with the skills to solve real-life problems effectively. However, many students struggle to understand and apply mathematical concepts effectively. This study aims to analyze the types of errors made by 35 students of the X2 class of SMA Negeri 9 Banjarmasin in solving mathematical literacy problems on the material of arithmetic sequences and series based on Newman's procedure. This procedure was chosen because it provides a structured framework that identifies specific stages where learners commonly make mistakes in solving mathematical problems, such as reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. Data were collected through written tests and interviews, then analyzed using a descriptive qualitative method based on the Miles and Huberman technique. The results showed that encoding errors (27.48%) were the most frequent, where students often skipped verification and struggled to draw accurate conclusions. Process skills errors (26.06%) occurred when students were confused about the next step despite knowing the correct formula. Transformation errors (21.81%) stemmed from incorrect application of formulas due to reliance on memorization without contextual understanding. Comprehension errors (21.53%) resulted from misunderstanding the problem, especially in identifying known and unknown information. Reading errors (3.12%), the least frequent, are typically caused by unfamiliarity with mathematical terms or symbols. These findings indicate that students"™ difficulties are both procedural and conceptual. Therefore, instructional strategies should emphasize concept mastery, promote strategic problem-solving, encourage self- verification, and connect mathematics to real-world situations.