Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUANTITATIF KONTRIBUSI DAYA REAKTIF KABEL TANAH 20 KV TERHADAP PROFIL TEGANGAN DAN EFISIENSI SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE GAUSS–SEIDEL BERBASIS MATLAB abdul azis; Irfan Nofri; Faisal Irsan Pasaribu; Adam Pangestu; C Cholish
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 11, No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v11i1.13495

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kontribusi daya reaktif kabel tanah tegangan menengah 20 kV jenis XLPE terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya pada sistem distribusi PT PLN (Persero) Kota Subulussalam. Sistem radial dimodelkan dan dianalisis menggunakan metode aliran daya Gauss–Seidel berbasis MATLAB. Data operasional berupa arus, tegangan, faktor daya, dan parameter kabel digunakan untuk menghitung daya aktif, daya reaktif, serta rugi-rugi daya pada setiap bagian sistem. Hasil menunjukkan bahwa sistem beroperasi dalam batas stabilitas tegangan (0,95–1,05 pu). Distribusi beban tidak merata, dimana bagian B memiliki pembebanan tertinggi dan rugi-rugi daya terbesar. Sistem menunjukkan dominasi daya reaktif dengan faktor daya sebesar 0,8. Kontribusi daya reaktif dari kabel tanah mencapai ±7% hingga ±12% dari total daya reaktif sistem akibat sifat kapasitifnya. Rugi-rugi daya pada bagian A, B, dan C masih berada dalam batas normal (2–3%), namun meningkat signifikan pada bus beban akibat akumulasi pembebanan. Temuan ini menunjukkan bahwa kabel tanah tidak hanya berfungsi sebagai penghantar energi listrik, tetapi juga sebagai sumber daya reaktif yang mempengaruhi kinerja sistem distribusi. Oleh karena itu, pengelolaan daya reaktif dan pemerataan beban diperlukan untuk meningkatkan efisiensi sistem tenaga listrik.
PERHITUNGAN EFISIENSI RECOVERY BOILER PADA PT TOBA PULP LESTARI, TBK Erwinsyah Sipahutar; William Sutanto; Rudi Arif Candra; Faisal Irsan Pasaribu
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

PT Toba Pulp Lestari, Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang kegiatan utamanya adalah memproduksi pulp. Perusahaan ini menggunakan kayu eukaliptus sebagai bahan utama. Secara garis besar pembuatan pulp diawali dari proses digesting yaitu proses pemasakan chip dengan tambahan white liquor dan steam. Produk dari digesting didistribusikan ke washing and screening, selanjutnya O2 delignifikasi yang menghasilkan unbleached pulp. Pulp yang belum putih kemudian diputihkan pada proses bleaching sebanyak tiga tahap. Pulp yang sudah putih kemudian dipompakan dijadikan lembaran pulp pada proses pulp machine. Disamping itu, PT Toba Pulp Lestari, Tbk juga memiliki proses pendukung untuk memproduksi pulp tersebut, salah satunya yaitu recovery boiler. Recovery boiler memiliki dua fungsi yaitu fungsi utama sebagai penghasil steam dan fungsi sampingan menghasilkan green liquor hasil pemulihan dari proses pembakaran black liquor untuk diproduksi kembali menjadi white liquor sebagai cairan pemasak pada digester. Kondisi kinerja suatu peralatan dapat diukur berdasarkan efisiensi suatu peralatan tersebut. Dalam termodinamika, efisiensi termal adalah ukuran tanpa dimensi yang menunjukkan performa peralatan termal seperti mesin pembakaran dalam dan sebagainya. Panas yang masuk adalah energi yang didapatkan dari sumber energi.
IMPLEMENTASI ALAT PENYIRAM TANAMAN CABAI OTOMATIS BERBASIS TENAGA SURYA Noorly Evalina; Partaonan Harahap; Faisal Irsan Pasaribu; Arfis A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Tanaman cabai merah  adalah tumbuhan perdu yang berkayu, dan buahnya berasa pedas. Cabai merah termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan. Tanah dalam keadaan lembap tetapi tidak becek sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Penyiraman tanaman cabai masih dilakukan secara manual oleh petani. Letak lahan yang jauh dari rumah  atau adanya keperluan lain yang mengakibatkan penyiraman cabai tidak teratur.Tim pengabdian mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan penyiraman tanaman cabai. Karena jarak lahan pertanian jauh dari jaringan listrik, maka digunakanlah panel surya sebagai sumber energi untuk menggantikan energi fosil. Pada lahan pertanian cabai, cahaya matahari berlimpah sehingga panel surya dapat menerima energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik sebagai sumber energi bagi berbagai alat pertanian. Solar panel 50 WP monocrystalline mampu  menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Tegangan yang dihasilkan panel surya rata-rata 20,40 volt. Lama pengisian baterai adalah 6 jam 19 menit, dan berdasarkan hasil pengujian di lapangan, baterai dapat bertahan bekerja selama 4 jam. Baterai mengirimkan energi pada  Arduino untuk memerintahkan RTC menyiram tanaman pada jam 10.00 dan 16.00 WIB untuk mengontrol kelembapan tanah. Arduino juga memerintahkan pompa air untuk memompa air dan mengirimkan air ke lahan pertanian sehingga kelembapan tanah dapat terjaga.