Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Laboratory Research

Pooled Serum in House sebagai Bahan Kontrol untuk Pemantapan Mutu Internal Nuraeni, Hanny Siti; Armal, Hadits Lissentiya; Astriani, Ranti Dwi
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v3i1.827

Abstract

One method used to carry out internal quality control at the analytical stage is to use control serum. . For some clinical laboratories, especially primary clinical laboratories where the number of clinical examinations is still small, the use of commercial control serum for quality control is not affordable because the cost is very expensive. Production of control materials from pooled blood serum can be used as an alternative to expensive production controls. The aim of this study was to find out whether serum collected at home can be used as a control material to carry out quality tests by determining its homogeneity and stability.The implementation process includes taking samples, sample from 48 person and then making pooled serum, examining pooled serum, homogeneity and stability tests, determining reference value ranges, and analyzing results. The combined serum that has been made is homogeneous and stable in the parameters of glucose and total cholesterol, while it is unstable in uric acid. The pooled serum value range for glucose is 49-86 mg/dL, total cholesterol 196-288 mg/dL and uric acid 1.36-3.70 mg/dL. The results of making pooled serum as a control material are declared homogeneous and stable in terms of glucose and total cholesterol parameters so that it can be used as quality control in daily activities. Suggestions for future researchers to add other parameters related to clinical chemistry examinations.
Stabilitas Bahan Kontrol Buatan Sendiri Untuk Pemeriksaan Hemoglobin Astriani, Ranti Dwi; Nuraeni, Hanny Siti; Barlian; Hamtini
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jomlr.v3i1.828

Abstract

Pemantapan Mutu Laboratorium bertujuan menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Di bidang hematologi, pemeriksaan hemoglobin merupakan beban kerja utama, maka diperlukan suatu bahan kontrol yang selalu tersedia. Salah satu aspek pemantapan kualitas laboratorium adalah penggunaaan bahan kontrol sebagai pemantauan kinerja pemeriksaan. Di negara berkembang, ketidaktersediaan dan harga bahan kontrol komersial menjadi masalah tersendiri. Bahan kontrol buatan sendiri dapat menjadi alternatif untuk memangkas biaya kendali mutu pemerikasaan laboratorium. Bahan kontrol buatan sendiri berasal dari 2 kantong darah yang dibuat menjadi hemolisat dengan kadar hemoglobin rendah, normal, dan tinggi, kemudian masing-masing ditentukan kadarnya menggunakan rerata ± standar deviasi. Selanjutnya, dilakukan uji homogenitas dan uji stabilitas untuk mengetahui apakah hemolisat (kontrol Hb) yang telah dibuat stabil dan homogen sehingga layak dijadikan bahan kontrol Hemoglobin. Pada bahan kontrol buatan sendiri kadar Hb rendah yaitu 5,4-5,6 g/dL, Hb normal 12,48-12,60, dan Hb tinggi 16,27-16,40 sedangkan pada kontrol Hb yang berasal dari pabrikan, kadar Hb rendah 5,2-5,8 g/dL, Hb normal 12,2-13,2 g/dL, dan Hb tinggi 15,9-17,3 g/dL. Uji homogenitas dan stabilitas menunjukan bahwa baik hemolisat maupun pabrikan memberikan hasil uji homogen dan stabil. Perbedaan bermakna terdapat pada nilai homogenitas dan stabilitas Hb rendah antara Hemolisat dan pabrik (Sig.000) sedangkan nilai homogenitas dan stabilitas Hb normal dan tinggi pada hemolisat dan pabrik tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Bahan kontrol buatan sendiri dengan kadar Hb rendah, normal, dan tinggi didapatkan homogen dan stabil. Uji t independen menunjukan adanya perbedaan bermakna kadar Hb rendah antara hemolisat dan pabrikan.
Gambaran C-Reaktif Protein (CRP) Pada Pasien Demam Tifoid di Laboratorium Klinik Pinang Sari 2 Nuraeni, Hanny Siti; Fadillah, Muhammad Arief; Khayan, Khayan; Saputra, Tomy
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.463 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.431

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit sistemik akut pada saluran pencernaan yang masih menjadi masalah kesehatan global bagi masyarakat dunia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Angka kejadian demam tifoid di Indonesia diperkirakan sekitar 350-810 per 100.000 penduduk dan morbiditas yang cenderung meningkat setiap tahun sekitar 500-100.000 penduduk dengan angka kematian sekitar 0,6-5 %. Angka kejadian demam tifoid berbeda di setiap daerah. Berdasarkan laporan dari 31 RS di kota Tangerang demam tifoid menepati urutan ke tiga dari sepuluh penyakit teratas di kota tangerang. Dengan pasien rawat inap sebanyak 4.979 kasus. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein (CRP) pada pasien demam tifoid di Klinik Pinang Sari 2. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Pinang Sari 2. Metode yang dilakukan adalah imonokromatografi dengan alat epithod 616 yang terdapat hasil widal pada pasien dengan titer O >1/320 atau H >1/320. Hasil penelitian dari 40 sampel terdapat 37 (92,5%) sampel yang menunjukan hasil tinggi (>5g/dl) dan 3 (7,5%) sampel menunjukan hasil normal (<5g/dl). Pada hasil widal dengan titer 0 >1/320 tinggi CRP sebanyak 17 (42,5%) sampel dan dengan titer >1/320 tinggi CRP sebanyak 0 (0%) sampel.