Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Mutu dan Perhitungan Biaya Pembekuan Fillet Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menggunakan Contact Plate Freezer Skala Laboratorium I Ketut Sumandiarsa; Arpan N. Siregar; R. Okta Priadi
Akuatika Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.448 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i1.23415

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengemasan fillet ikan terhadap mutu dan biaya pembekuan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pendinginan dan Pembekuan Sekolah Tinggi Perikanan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimenal dengan dua perlakuan yaitu pengemasan dengan plastik dan tanpa dikemas yang kemudian dibekukan. Ikan Nila yang digunakan memiliki ukuran 200 – 250 g yang diperoleh dari pasar Minggu Jakarta. Parameter yang diamati adalah mutu organoleptik produk fillet beku, Angka Lempeng Total (ALT), karakteristik kimiawi proksimat (Protein, Lemak, Air dan Abu) dan biaya pembekuan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemasan tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap karakterisktik fillet ikan Nila baik dari segi organoleptik, ALT, proksimat. Nilai organoleptik diperoleh rata-rata 8, ALT dikemas plastik 1,9 x 10⁴ kol/gr dan tanpa plastik 2,0 x 10⁴ kol/gr, sedangkan proksimat fillet dikemas platik dan tanpa plastik adalah air 83,7% dan 83%; abu 0,5% dan 0,5%; protein 18,64% dan 18,46%; lemak 3,08% dan 3,08%. Laju penurunan suhu fillet yang tidak menggunakan plastik lebih cepat dibandingkan dengan fillet yang menggunakan plastik dan biaya pembekuan perkilogram fillet sebesar Rp 246,57,-.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS KAYU BAKAR DAN LAMA PENGASAPAN TERHADAP MUTU SENSORI IKAN PATIN ASAP (Pangasius pangasius) Resmi Rumenta Siregar; I Ketut Sumandiarsa; Zulkhairina Zulkhairina
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT Juni 2020
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.011 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8275

Abstract

Lama pengasapan dan jenis kayu yang digunakan akan mempengaruhi mutu ikan asap yang dihasilkan, karena setiap jenis kayu mengandung senyawa kimia yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kayu bakar yang digunaan dan lama pengasapan terhadap mutu ikan patin asap. Ikan patin yang digunakan berukuran 200-300 gr/ekor. Pengujian yang dilakukan adalah uji hedonik (kesukaan) terhadap kenampakan, bau, rasa dan tekstur ikan patin asap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan jenis kayu (kayu karet dan kayu rambutan) dan lama pengasapan (8 jam, 9 jam, dan 10 jam). Data yang diperoleh dianalisis dengan Kruskal Wallis. Dari hasil pengujian hedonik diketahui bahwa panelis lebih menyukai ikan patin yang diasap dengan kayu rambutan selama 9 jam. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaaan jenis kayu (kayu karet dan kayu rambutan) tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik ikan patin asap (Chi Square = 3,627 dan p-value 0,057 > 0,05), sedangkan lama pengasapan pada rentang waktu 8 jam, 9 jam dan 10 jam, berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik ikan patin asap (Chi Square = 7,506 dan p-value 0,023 <  0,05).
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP NILAI SENSORI DAN PROFIL ASAM AMINO CAKALANG (Katsuwonus pelamis) MASAK Ketut Sumandiarsa; Resmi R Siregar; Kadek Ayu Sastra Dewi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 2 (2020): JKPT Desember 2020
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v3i2.8719

Abstract

Asam amino merupakan suatu zat penyusun protein yang saling berikatan membentuk ikatan peptida. Jumlah asam amino setelah pemasakan akan mempengaruhi sifat dan kandungan kimia produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemasakan terhadap nilai sensori dan profil asam amino pada cakalang masak. Cara pemasakan dibedakan atas Kukus, Presto dan Steam precooked yang menggunakan suhu dan waktu yang sama yaitu 100° C selama 45 menit. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor terhadap perlakuan cara pemasakan dan selanjutnya menggunakan analisis keragaman (ANOVA) uji lanjut dengan uji Duncan serta  uji Kruskal Wallis terhadap kesukaan. Hasil penelitian menyatakan panelis lebih menyukai cakalang presto dengan nilai rata-rata kenampakan 7.1 ± 0.94; bau 7.4 ± 0.71; dan tekstur 7.2 ± 0.96. Hasil uji sensori menunjukkan yang terbaik adalah cakalang presto dengan nilai rata-rata kenampakan 7.4±1.1; bau 8.7±0.05 dan tekstur 8.1±0.17. Asam amino cakalang segar menunjukkan asam glutamate merupakan yang terbesar yaitu 3.16% dan terkecil adalah Serin sebesar 0.51% dengan total asam amino adalah 20.30%. Berdasarkan cara memasak, asam amino tertinggi terdapat pada Kukus yang diikuti oleh Presto dan Steam cooked dengan masing-masing 24.85%; 24.10%; dan 21.01%. Cara pemasakan tidak berpengaruh nyata terhadap kuantitas asam amino namun karakteristik bau dan tekstur secara signifikan dipengaruhi oleh cara masak yang berbeda (Sig (0.000) < (α = 0.05)).  
KARAKTERISTIK MUTU MINYAK IKAN BANDENG DENGAN PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN BHT DAN ASAM ASKORBAT DALAM MAKRO KAPSUL Aef Permadi; Resmi R Siregar; Widi Astuti; Niken Dharmayanti; I Ketut Sumandiarsa; Mohammad Sayuti; Siti Zachro Nurbani; Nofi Sulistyo Rini; Yudi Prasetyo Handoko
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 5, No 1 (2022): JKPT Juni 2022
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v5i1.11173

Abstract

Ikan Bandeng merupakan ikan yang populer dikalangan masyarakat karena memiliki citarasa yang gurih dan enak. Ikan Bandeng mengandung 20,53% protein dan 6,73% lemak, sehingga digolongkan sebagai ikan berprotein tinggi dan berlemak sedang . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan antioksidan BHT 0,02% dan BHT + Asam askorbat (3:1) dengan konsentrasi 0,02% terhadap mutu minyak ikan bandeng. Minyak Ikan bandeng yang telah dikapsul, disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengujian mutu yang meliputi pengujian Asam Lemak Bebas, Bilangan Peroksida, Bilangan Iod. Pengujian Asam Lemak Bebas (ω-3,6 dan 9), Bilangan Peroksida, dan Bilangan Iod dilakukan setiap 4 hari sekali. Hasil pengamatan mutu minyak ikan selama 56 hari yang meliputi pengujian Kandungan Asam Lemak Bebas di peroleh data bahwa kenaikan yang sama terjadi pada tiga perlakuan hingga hari ke-24, sedangkan minyak ikan dengan penambahan BHT 0,02% mengalami laju kenaikan yang lebih lambat daripada minyak ikan dengan penambahan antioksidan BHT + Asam askorbat. Bilangan peroksida pada ketiga perlakuan mengalami trend kenaikan yang berbeda pada minyak ikan penambahan BHT 0,02% masih memenuhi standar hingga hari ke-24 sedangkan pada minyak ikan dengan penambahan antioksidan BHT + Asam askorbat hanya memenuhi standar hingga hari ke-12, sedangkan pada minyak ikan tanpa penambahan antioksidan 0% (kontrol) sudah mengalami kenaikan sejak penyimpanan pada hari ke-4. Bilangan Iod pada ketiga perlakuan tidak menunjukan perbedaan baik pada minyak ikan BHT 0,02%, BHT + Asam askorbat maupun minyak ikan 0% (kontrol).
PELATIHAN PENGOLAHAN BABY CRAB KRISPI DI PROVINSI BANTEN Mohammad Sayuti; Heny Budi Purnamasari; I Ketut Sumandiarsa; Yuliati H. Sipahutar; Simson Masengi; Niken Dharmayanti; Resmi Rumenta Siregar; Siti Zachro Nurbani; Randi Bokhi S. Salampessy; Asriani Asriani; Aef Permadi; Yudi Prasetyo Handoko; Achmad Poernomo; Rufnia Ayu Afifah; Aghitia Maulani; Nur Hidayah; Rahmat Yuliandri; Sri Siswahyuningsih; Anugerah Anugerah; M. Chotim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10938

Abstract

Abstrak: Desa Pagedangan Ilir merupakan desa yang mempunyai potensi yang sangat besar di bidang perikanan khususnya baby crab. Perlu pemanfaatan potensi baby crab di Desa Pagedangan Ilir dengan mengolahnya untuk meningkatkan nilai tambah baby crab. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Pagedangan Ilir dalam mengolah baby crab krispi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama yaitu pemberian materi yang dilakukan melalui ceramah dan diskusi secara tatap muka (luring) sedangkan tahap kedua yaitu kegiatan praktik pengolahan baby crab krispi yang dilakukan secara langsung. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang peserta dengan 3 (tiga) kelompok dan masing-masing kelompok terdapat 5 orang peserta, evaluasi dilakukan setelah semua kegiatan pelatihan selesai. Tahapan kegiatan ini meliputi koordinasi awal kegiatan, pembukaan, pemberian materi (teori), praktik pengolahan baby crab dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan masing-masing peserta mampu mengolah baby crab krispi, mampu membuat desain kemasan, mampu menghitung analisa usaha dan mampu membuat pemasaran produk secara digital. Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah baby crab krispi krispi.Abstract: Pagedangan Ilir Village is a village that has enormous potential in the field of fisheries, especially baby crab. It is necessary to utilize the potential of baby crab in Pagedangan Ilir Village by processing it to increase the added value of baby crab. The purpose of this service activity is to improve the skills of the people of Pagedangan Ilir Village in processing crispy baby crab. Service activities are carried out in two stages, the first stage is the provision of material through lectures and discussions face-to-face (offline) while the second stage is the practice of processing baby crab crispy which is carried out directly. This service activity was attended by 15 participants with 3 (three) groups and each group had 5 participants, the evaluation was carried out after all training activities were completed. The stages of this activity include initial coordination of activities, opening, providing material (theory), baby crab processing practices and evaluation. The results of the service showed that each participant was able to process crispy baby crab, able to make packaging designs, able to calculate business analysis and able to make product marketing digitally. Service activities can improve community skills in processing crispy baby crabs.
Potential Study and Institutional Model for Sustainable Shrimp Cultivation Management in The Banten Bay Area, Serang Farkan, Mochammad; Sumandiarsa, I Ketut; Margono, Margono; Marlina, Erni; Sektiana, Sinar Pagi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 6, No 1 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v6i1.13072

Abstract

Shrimp is a superior commodity that has very good economic prospects. The coastal pond area of Banten Bay has an area of 5,415 Ha and has quite large potential for developing shrimp cultivation. Shrimp cultivation management institutions make an important contribution to the management of shrimp cultivation pond areas with efficiency, effectiveness and sustainability. This research aims to analyze fisheries potential and design an institutional model for managing coastal areas for shrimp cultivation on the coast of Banten Bay, Serang. Research location in the Banten Bay Coastal aquaculture area, Banten Province. The research was carried out in November 2022 – March 2023. Data collection methods were carried out using surveys, laboratory tests, interviews and focus group discussions (FGD). The data analysis method uses Interpretative Structural Modeling (ISM) and data processing uses Excel. Testing the validity and reliability of the questionnaire material using SPSS version 25. The elements analyzed consist of program objectives, influential community sectors, program needs, main obstacles and program implementing institutions. The results of the research show that the water and soil quality of Banten Bay ponds is categorized as very suitable, suitable and not suitable for shrimp cultivation. Based on land suitability, the estimated potential for white shrimp production on the coast of Banten Bay in one cycle is 41,926.8 tons/cycle or 125,780.4 tons/year . The management model shows the provision of production infrastructure according to needs, competent and professional human resources, coordination and cooperation in balanced use of aquaculture land are key elements for realizing sustainable shrimp cultivation management. The conclusion is that to realize sustainable management of shrimp cultivation areas on the coast of Banten Bay, the institutions that play the most role are the area management authorities and multi-sector research institutions.
SUBSTITUTION FOR MACKEREL FISH (Scomberomorus commerson) BONE MEAL ON FISH CRACKERS Bagus Hadiwinata; Putri Sri Wulandari; I Ketut Sumandiarsa; Rina Ardiyanti Ritonga; Toga Mahaji
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i4.1309

Abstract

Fish bones are only considered waste by the community, even though they have good nutritional content, so they can be used as fish bone flour as an ingredient for fish crackers. To ensure the quality characteristics of fish crackers that have been substituted between fish bone flour and tapioca flour in fish crackers. Stages of the mackerel fish bone flour manufacturing process: preparation of raw materials for mackerel fish bones, boiling 1, washing, softening, boiling 2, baking, and flouring. Stages of the cracker processing process are: preparation of raw materials, washing fish, filleting, scraping meat, grinding, substitution of mixing fish bones and dough, forming, steaming, cooling, cutting, drying, baking, then frying. The results of the proximate analysis of fish bones showed water content of 5.77%, ash content of 60.20%, protein content of 11.26%, fat content of 2.58%, calcium content of 29.83%, ALT of 3.90x104 colonies/gram. The water content of the crackers produced ranged from 2.57% to 4.17%, the acid insoluble ash content of 0.05% to 0.41%, the protein content of 2.19% to 5.04%, the calcium content of 0.06% to 4.22%. The results of statistical analysis showed that there was an effect of mackerel fish bone flour substitution on water content, ash content, protein content, and calcium content. The Total Plate Count of crackers in all treatments obtained results <2.5x102 colonies/gram. The selected product in the P3 formulation with a calcium content of 4.22% increased the calcium content by 400%. The best sensory test of the formulation at P3 with 30 panelists on the parameters of appearance, odor, taste, and texture was still acceptable to the panelists.
The Effect of Alkali Pretreatment and Different Parts of Sargassum polycystum Thallus on Alginic Acid Attributes Sumandiarsa, IKetut; Santoso, Joko; Priasmoro, Ghifari Pandu; Uju, Uju; Subaryono, Subaryono
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): May 2024
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.829

Abstract

Alginic acid is an intermediate product in the alginate extraction process. In this study, alginic acid was generated from three separate sections of the thallus. The study aimed to define the influence of alkali solvents for pretreatment and the thallus parts from S. polycystum to produce alginate. Thus, this study identifies the proper utilization of seaweed as a source of alginate. The extraction procedure to obtain alginic acid was performed using Na2CO3 at a 2% concentration. The pretreatment improved the quality before extraction by soaking in KOH as a solvent. The statistical analysis was used to define significant differences in the pretreatment and thallus parts of the S. polycystum using ANOVA and the Tukey test as the post hoc. Alkali pretreatment and thallus sections substantially influence alginic acid yield, viscosity, and gel strength. Yield, ash content, moisture, pH, viscosity, whiteness degree, and gel strength of the best alginic acid chosen (pretreatment with KOH 0.90% from the basal section) were around 21.51 %, 10.34 %, 7.04 %, 2.54, 53.37 cP, 57.91 %, and 58.80 g/cm2, respectively. Except for the ash content parameter, the qualities of the alginic acid generated satisfied the standard. In conclusion, it is a better understanding of the alginate production from different thallus parts, making utilization more effective. 
Antioxidant activities from different parts of Sargassum polycystum thalli through ultrasound-assisted extraction (UAE) method Sumandiarsa, I Ketut; Hamida, Nurul; Santoso, Joko; Tarman, Kustiariyah
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 2 (2022): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.2.907

Abstract

Sargassum polycystum is well known as macroalgae that contain active compounds with great function as antioxidants. The antioxidants content of the seaweed has links closely to phenolic compounds. The study is aimed to determine active compound quality from different thalli parts of S. polycystum extracted by Ultra-sound-assisted extraction (UAE). Fresh samples were prepared into three parts, which are apical, middle, and base thallus. Extraction was carried out by ultrasonication method and using 90% acetone as solvent. Levels of total phenols were analyzed using the Reagent Folin-Ciocalteu. Antioxidant activities were analyzed using DPPH, FRAP, and CUPRAC methods. The highest total phenolic content was found at the apical of the thallus, about 875.64 mg GAE/g. The most excellent DPPH antioxidant activities in S. polycystum were found from the apical part of the thallus with an IC 50 value of 38.49 ppm. The FRAP and CUPRAC antioxidant’s capacity showed the highest in the apical part of the thallus, which was 989.93 mol Fe (II)/g and 555.52 µmol Trolox/g, respectively. The extraction results of different parts of the thallus show highly potent active compounds of alkaloids, steroids, phenols, flavonoids, and potent antioxidants activity.Keywords: antioxidants, phytochemical, ultrasonication, S. polycystum 
Strategi promosi produk “Mie-Nyam”Mie Bayam Ikan Tenggiri melalui platform digital dan kompetisi anak nasional Sumartini, Sumartini; Maulani, Aghitia; Hasibuan, Nirmala Efri; Sumandiarsa, I Ketut; Alvina, Zahriani; Defi, An Naim; Armadani, Novi; Kurniawan, Hendri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2619

Abstract

MieNyam sebagai salah satu produk inovasi baru dari program kewirausahaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai merupakan produk start up yang memerlukan pengenalan pada masyarakat, terutama. Strategi pemasaran  adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan produsen barang atau jasa secara berkesinambungan untuk memenangkan persaingan pasar. Salah satunya adalah dengan mengadakan kompetisi mewarnai anak secara online nasional yang memang banyak diminati masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana promosi, strategi pemasaran dan pengenalan produk MieNyam Metode yang dilakukan adalah tahap persiapan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa lomba diikuti oleh 112 peserta dari seluruh wilayah Indonesia pada kisaran umur 5-12 tahun. Berdasarkan hasil survey kepuasan responden terhadap pengelolaan media sosial, pelaksanaan lomba, layanan panitia, pengiriman hadiah menunjukkan bahwa Tingkat kepuasan responden diatas 80%. Selain itu hasil pra test yang sebelumnya di bawah standar (65) setelah pelaksanaan lomba menjadi di atas standar (minimal pada angka 80). Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kepuasan responden/pelanggan adalah kualitas layanan, feedback, diskon atau potongan harga dan bagaimana pemilik usaha mengelola media promosi pada perangkat digitalnya.Harapan kedepannya produk MieNyam dapat dikenal seluruh Masyarakat Indonesia dan dapat diterima konsumen.
Co-Authors Achmad Poernomo Achmad Poernomo Aef Permadi Alqadiri, Walian Maimun Alvina, Zahriani Anis Khairunnisa Anugerah Anugerah Armadani, Novi Arpan N. Siregar Asriani Asriani Asriani Asriani, Asriani Bagus Hadiwinata Cesrany, Mahaldika Defi, An Naim Desnnajaya, I Gusti Made Ngurah Desry Natalia Manuhutu Dharmayanti, Niken Erni Marlina, Erni Farkan, Mochammad Hadiwinata, Bagus Hamida, Nurul Handoko, Yudi Prasetyo Hendri Kurniawan, Hendri Heny Budi Purnamasari I Gusti Ayu Budiadnyani I Made Aditya Nugraha Ika Astiana Indra Sakti Jaulim Sirait Joko Santoso Kadek Ayu Sastra Dewi Kasful Anwar Kurniawati, Made Devi Kustiariyah Tarman Lisyana, Heni M. Chotim Mahayani, Ni Kadek IDN Margono Margono Maryuni, Narila Masrin, Putri Yuliana Maulani, Aghitia medal lintas perceka Mufti Hatur Rahmi Ni Made Airanthi K Widjaja Adhi Ni Putu Tantri Miranti Niken Dharmayanti Niken Dharmayanti Nirmala Efri Hasibuan, Nirmala Efri Nofi Sulistyo Rini Nur Hidayah Nur Hidayah Poy, Maria Delastrada Priasmoro, Ghifari Pandu Putri Sri Wulandari R. Okta Priadi Rahmat Yuliandri Randi Bokhi S. Salampessy Resmi R. Siregar Rina Ardiyanti Ritonga Ritonga, Rina Ardiyanti Rufnia Ayu Afifah Rusdiyanto, Edi Samanta, Pinky Natalia Sayuti, Mohammad Sektiana, Sinar Pagi Sihombing, Dahlia Srirejeki Simson Masengi Siti Zachro Nurbani Sri Siswahyuningsih Subaryono Subaryono, Subaryono Sumartini Sumartini Toga Mahaji Toga Mahaji Uju Uju Utari, Siluh Putu Sri Dia Widi Astuti Wulandari, Putri Sri Yuliandri, Rahmat Yuliati H. Sipahutar Zulkhairina Zulkhairina