Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mutu dan Perhitungan Biaya Pembekuan Fillet Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menggunakan Contact Plate Freezer Skala Laboratorium I Ketut Sumandiarsa; Arpan N. Siregar; R. Okta Priadi
Akuatika Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.448 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i1.23415

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengemasan fillet ikan terhadap mutu dan biaya pembekuan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pendinginan dan Pembekuan Sekolah Tinggi Perikanan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimenal dengan dua perlakuan yaitu pengemasan dengan plastik dan tanpa dikemas yang kemudian dibekukan. Ikan Nila yang digunakan memiliki ukuran 200 – 250 g yang diperoleh dari pasar Minggu Jakarta. Parameter yang diamati adalah mutu organoleptik produk fillet beku, Angka Lempeng Total (ALT), karakteristik kimiawi proksimat (Protein, Lemak, Air dan Abu) dan biaya pembekuan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemasan tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap karakterisktik fillet ikan Nila baik dari segi organoleptik, ALT, proksimat. Nilai organoleptik diperoleh rata-rata 8, ALT dikemas plastik 1,9 x 10⁴ kol/gr dan tanpa plastik 2,0 x 10⁴ kol/gr, sedangkan proksimat fillet dikemas platik dan tanpa plastik adalah air 83,7% dan 83%; abu 0,5% dan 0,5%; protein 18,64% dan 18,46%; lemak 3,08% dan 3,08%. Laju penurunan suhu fillet yang tidak menggunakan plastik lebih cepat dibandingkan dengan fillet yang menggunakan plastik dan biaya pembekuan perkilogram fillet sebesar Rp 246,57,-.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS KAYU BAKAR DAN LAMA PENGASAPAN TERHADAP MUTU SENSORI IKAN PATIN ASAP (Pangasius pangasius) Resmi Rumenta Siregar; I Ketut Sumandiarsa; Zulkhairina Zulkhairina
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 1 (2020): JKPT Juni 2020
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.011 KB) | DOI: 10.15578/jkpt.v3i1.8275

Abstract

Lama pengasapan dan jenis kayu yang digunakan akan mempengaruhi mutu ikan asap yang dihasilkan, karena setiap jenis kayu mengandung senyawa kimia yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kayu bakar yang digunaan dan lama pengasapan terhadap mutu ikan patin asap. Ikan patin yang digunakan berukuran 200-300 gr/ekor. Pengujian yang dilakukan adalah uji hedonik (kesukaan) terhadap kenampakan, bau, rasa dan tekstur ikan patin asap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan jenis kayu (kayu karet dan kayu rambutan) dan lama pengasapan (8 jam, 9 jam, dan 10 jam). Data yang diperoleh dianalisis dengan Kruskal Wallis. Dari hasil pengujian hedonik diketahui bahwa panelis lebih menyukai ikan patin yang diasap dengan kayu rambutan selama 9 jam. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaaan jenis kayu (kayu karet dan kayu rambutan) tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik ikan patin asap (Chi Square = 3,627 dan p-value 0,057 > 0,05), sedangkan lama pengasapan pada rentang waktu 8 jam, 9 jam dan 10 jam, berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik ikan patin asap (Chi Square = 7,506 dan p-value 0,023 <  0,05).
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP NILAI SENSORI DAN PROFIL ASAM AMINO CAKALANG (Katsuwonus pelamis) MASAK Ketut Sumandiarsa; Resmi R Siregar; Kadek Ayu Sastra Dewi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 3, No 2 (2020): JKPT Desember 2020
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v3i2.8719

Abstract

Asam amino merupakan suatu zat penyusun protein yang saling berikatan membentuk ikatan peptida. Jumlah asam amino setelah pemasakan akan mempengaruhi sifat dan kandungan kimia produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemasakan terhadap nilai sensori dan profil asam amino pada cakalang masak. Cara pemasakan dibedakan atas Kukus, Presto dan Steam precooked yang menggunakan suhu dan waktu yang sama yaitu 100° C selama 45 menit. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor terhadap perlakuan cara pemasakan dan selanjutnya menggunakan analisis keragaman (ANOVA) uji lanjut dengan uji Duncan serta  uji Kruskal Wallis terhadap kesukaan. Hasil penelitian menyatakan panelis lebih menyukai cakalang presto dengan nilai rata-rata kenampakan 7.1 ± 0.94; bau 7.4 ± 0.71; dan tekstur 7.2 ± 0.96. Hasil uji sensori menunjukkan yang terbaik adalah cakalang presto dengan nilai rata-rata kenampakan 7.4±1.1; bau 8.7±0.05 dan tekstur 8.1±0.17. Asam amino cakalang segar menunjukkan asam glutamate merupakan yang terbesar yaitu 3.16% dan terkecil adalah Serin sebesar 0.51% dengan total asam amino adalah 20.30%. Berdasarkan cara memasak, asam amino tertinggi terdapat pada Kukus yang diikuti oleh Presto dan Steam cooked dengan masing-masing 24.85%; 24.10%; dan 21.01%. Cara pemasakan tidak berpengaruh nyata terhadap kuantitas asam amino namun karakteristik bau dan tekstur secara signifikan dipengaruhi oleh cara masak yang berbeda (Sig (0.000) < (α = 0.05)).  
KARAKTERISTIK MUTU MINYAK IKAN BANDENG DENGAN PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN BHT DAN ASAM ASKORBAT DALAM MAKRO KAPSUL Aef Permadi; Resmi R Siregar; Widi Astuti; Niken Dharmayanti; I Ketut Sumandiarsa; Mohammad Sayuti; Siti Zachro Nurbani; Nofi Sulistyo Rini; Yudi Prasetyo Handoko
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 5, No 1 (2022): JKPT Juni 2022
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v5i1.11173

Abstract

Ikan Bandeng merupakan ikan yang populer dikalangan masyarakat karena memiliki citarasa yang gurih dan enak. Ikan Bandeng mengandung 20,53% protein dan 6,73% lemak, sehingga digolongkan sebagai ikan berprotein tinggi dan berlemak sedang . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan antioksidan BHT 0,02% dan BHT + Asam askorbat (3:1) dengan konsentrasi 0,02% terhadap mutu minyak ikan bandeng. Minyak Ikan bandeng yang telah dikapsul, disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengujian mutu yang meliputi pengujian Asam Lemak Bebas, Bilangan Peroksida, Bilangan Iod. Pengujian Asam Lemak Bebas (ω-3,6 dan 9), Bilangan Peroksida, dan Bilangan Iod dilakukan setiap 4 hari sekali. Hasil pengamatan mutu minyak ikan selama 56 hari yang meliputi pengujian Kandungan Asam Lemak Bebas di peroleh data bahwa kenaikan yang sama terjadi pada tiga perlakuan hingga hari ke-24, sedangkan minyak ikan dengan penambahan BHT 0,02% mengalami laju kenaikan yang lebih lambat daripada minyak ikan dengan penambahan antioksidan BHT + Asam askorbat. Bilangan peroksida pada ketiga perlakuan mengalami trend kenaikan yang berbeda pada minyak ikan penambahan BHT 0,02% masih memenuhi standar hingga hari ke-24 sedangkan pada minyak ikan dengan penambahan antioksidan BHT + Asam askorbat hanya memenuhi standar hingga hari ke-12, sedangkan pada minyak ikan tanpa penambahan antioksidan 0% (kontrol) sudah mengalami kenaikan sejak penyimpanan pada hari ke-4. Bilangan Iod pada ketiga perlakuan tidak menunjukan perbedaan baik pada minyak ikan BHT 0,02%, BHT + Asam askorbat maupun minyak ikan 0% (kontrol).
PELATIHAN PENGOLAHAN BABY CRAB KRISPI DI PROVINSI BANTEN Mohammad Sayuti; Heny Budi Purnamasari; I Ketut Sumandiarsa; Yuliati H. Sipahutar; Simson Masengi; Niken Dharmayanti; Resmi Rumenta Siregar; Siti Zachro Nurbani; Randi Bokhi S. Salampessy; Asriani Asriani; Aef Permadi; Yudi Prasetyo Handoko; Achmad Poernomo; Rufnia Ayu Afifah; Aghitia Maulani; Nur Hidayah; Rahmat Yuliandri; Sri Siswahyuningsih; Anugerah Anugerah; M. Chotim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10938

Abstract

Abstrak: Desa Pagedangan Ilir merupakan desa yang mempunyai potensi yang sangat besar di bidang perikanan khususnya baby crab. Perlu pemanfaatan potensi baby crab di Desa Pagedangan Ilir dengan mengolahnya untuk meningkatkan nilai tambah baby crab. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Pagedangan Ilir dalam mengolah baby crab krispi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama yaitu pemberian materi yang dilakukan melalui ceramah dan diskusi secara tatap muka (luring) sedangkan tahap kedua yaitu kegiatan praktik pengolahan baby crab krispi yang dilakukan secara langsung. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang peserta dengan 3 (tiga) kelompok dan masing-masing kelompok terdapat 5 orang peserta, evaluasi dilakukan setelah semua kegiatan pelatihan selesai. Tahapan kegiatan ini meliputi koordinasi awal kegiatan, pembukaan, pemberian materi (teori), praktik pengolahan baby crab dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan masing-masing peserta mampu mengolah baby crab krispi, mampu membuat desain kemasan, mampu menghitung analisa usaha dan mampu membuat pemasaran produk secara digital. Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah baby crab krispi krispi.Abstract: Pagedangan Ilir Village is a village that has enormous potential in the field of fisheries, especially baby crab. It is necessary to utilize the potential of baby crab in Pagedangan Ilir Village by processing it to increase the added value of baby crab. The purpose of this service activity is to improve the skills of the people of Pagedangan Ilir Village in processing crispy baby crab. Service activities are carried out in two stages, the first stage is the provision of material through lectures and discussions face-to-face (offline) while the second stage is the practice of processing baby crab crispy which is carried out directly. This service activity was attended by 15 participants with 3 (three) groups and each group had 5 participants, the evaluation was carried out after all training activities were completed. The stages of this activity include initial coordination of activities, opening, providing material (theory), baby crab processing practices and evaluation. The results of the service showed that each participant was able to process crispy baby crab, able to make packaging designs, able to calculate business analysis and able to make product marketing digitally. Service activities can improve community skills in processing crispy baby crabs.
Potential Study and Institutional Model for Sustainable Shrimp Cultivation Management in The Banten Bay Area, Serang Farkan, Mochammad; Sumandiarsa, I Ketut; Margono, Margono; Marlina, Erni; Sektiana, Sinar Pagi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 6, No 1 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v6i1.13072

Abstract

Shrimp is a superior commodity that has very good economic prospects. The coastal pond area of Banten Bay has an area of 5,415 Ha and has quite large potential for developing shrimp cultivation. Shrimp cultivation management institutions make an important contribution to the management of shrimp cultivation pond areas with efficiency, effectiveness and sustainability. This research aims to analyze fisheries potential and design an institutional model for managing coastal areas for shrimp cultivation on the coast of Banten Bay, Serang. Research location in the Banten Bay Coastal aquaculture area, Banten Province. The research was carried out in November 2022 – March 2023. Data collection methods were carried out using surveys, laboratory tests, interviews and focus group discussions (FGD). The data analysis method uses Interpretative Structural Modeling (ISM) and data processing uses Excel. Testing the validity and reliability of the questionnaire material using SPSS version 25. The elements analyzed consist of program objectives, influential community sectors, program needs, main obstacles and program implementing institutions. The results of the research show that the water and soil quality of Banten Bay ponds is categorized as very suitable, suitable and not suitable for shrimp cultivation. Based on land suitability, the estimated potential for white shrimp production on the coast of Banten Bay in one cycle is 41,926.8 tons/cycle or 125,780.4 tons/year . The management model shows the provision of production infrastructure according to needs, competent and professional human resources, coordination and cooperation in balanced use of aquaculture land are key elements for realizing sustainable shrimp cultivation management. The conclusion is that to realize sustainable management of shrimp cultivation areas on the coast of Banten Bay, the institutions that play the most role are the area management authorities and multi-sector research institutions.
Antioxidant activities from different parts of Sargassum polycystum thalli through ultrasound-assisted extraction (UAE) method Sumandiarsa, I Ketut; Hamida, Nurul; Santoso, Joko; Tarman, Kustiariyah
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 2 (2022): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.2.907

Abstract

Sargassum polycystum is well known as macroalgae that contain active compounds with great function as antioxidants. The antioxidants content of the seaweed has links closely to phenolic compounds. The study is aimed to determine active compound quality from different thalli parts of S. polycystum extracted by Ultra-sound-assisted extraction (UAE). Fresh samples were prepared into three parts, which are apical, middle, and base thallus. Extraction was carried out by ultrasonication method and using 90% acetone as solvent. Levels of total phenols were analyzed using the Reagent Folin-Ciocalteu. Antioxidant activities were analyzed using DPPH, FRAP, and CUPRAC methods. The highest total phenolic content was found at the apical of the thallus, about 875.64 mg GAE/g. The most excellent DPPH antioxidant activities in S. polycystum were found from the apical part of the thallus with an IC 50 value of 38.49 ppm. The FRAP and CUPRAC antioxidant’s capacity showed the highest in the apical part of the thallus, which was 989.93 mol Fe (II)/g and 555.52 µmol Trolox/g, respectively. The extraction results of different parts of the thallus show highly potent active compounds of alkaloids, steroids, phenols, flavonoids, and potent antioxidants activity.Keywords: antioxidants, phytochemical, ultrasonication, S. polycystum 
Strategi promosi produk “Mie-Nyam”Mie Bayam Ikan Tenggiri melalui platform digital dan kompetisi anak nasional Sumartini, Sumartini; Maulani, Aghitia; Hasibuan, Nirmala Efri; Sumandiarsa, I Ketut; Alvina, Zahriani; Defi, An Naim; Armadani, Novi; Kurniawan, Hendri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i2.2619

Abstract

MieNyam sebagai salah satu produk inovasi baru dari program kewirausahaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai merupakan produk start up yang memerlukan pengenalan pada masyarakat, terutama. Strategi pemasaran  adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan produsen barang atau jasa secara berkesinambungan untuk memenangkan persaingan pasar. Salah satunya adalah dengan mengadakan kompetisi mewarnai anak secara online nasional yang memang banyak diminati masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai sarana promosi, strategi pemasaran dan pengenalan produk MieNyam Metode yang dilakukan adalah tahap persiapan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa lomba diikuti oleh 112 peserta dari seluruh wilayah Indonesia pada kisaran umur 5-12 tahun. Berdasarkan hasil survey kepuasan responden terhadap pengelolaan media sosial, pelaksanaan lomba, layanan panitia, pengiriman hadiah menunjukkan bahwa Tingkat kepuasan responden diatas 80%. Selain itu hasil pra test yang sebelumnya di bawah standar (65) setelah pelaksanaan lomba menjadi di atas standar (minimal pada angka 80). Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kepuasan responden/pelanggan adalah kualitas layanan, feedback, diskon atau potongan harga dan bagaimana pemilik usaha mengelola media promosi pada perangkat digitalnya.Harapan kedepannya produk MieNyam dapat dikenal seluruh Masyarakat Indonesia dan dapat diterima konsumen.
Optimasi Pemanfaatan Ulva lactuca Sebagai Seasoning: Studi Pada Produk Bakso Goreng, Kerupuk, Dan Keripik Ikan Lele Sumandiarsa, I Ketut; Mahayani, Ni Kadek IDN; Hidayah, Nur; Sakti, Indra; Sirait, Jaulim
Jambura Fish Processing Journal Vol 7, No 2 (2025): VOLUME 7 NOMOR 2, JULY 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v7i2.30645

Abstract

Ulva lactuca is a green macroalgae that can be found in all regions of Indonesia with high nutrition and applicable for food ingredient. The potential utilization in food that needs to be explored and researched is as seasoning or food flavoring. Seasoning can be added to various processed fish products and one of them is catfish which is a freshwater fish with abundant raw materials in Indonesia. This study aims to determine the quality of seasoning and the effect of its addition to processed catfish products, namely fried meatballs, crackers, and chips with three different percentages (5, 10, and 15%). The research method of completely randomized design and analysis of variance were used to determine the effect of seasoning treatment based on the proximate composition of each product and sensory testing. The results showed that the proximate value of the main parameter, namely protein, from the three products produced 10.2-11.8% in fried meatballs, 1.9-2.6% in cracker products, and 26.4-28.1%. Total Plate Count (TPL) showed varied results, namely 2.42 x 102 - 1.97 x 105 colonies/g (fried meatballs), 4.05 x 102 - 1.58 x 105 colonies/g (crackers), and 1.79 x 102 - 1.6 x 105 colonies/g (chips). The sensory value of all products was in the range of 6-8 or between liking and really liking. In addition, the analysis of variance (ANOVA) of the addition of seasonings had a significant effect (p 0.05) on the ash and protein parameters of all products. Furthermore, de Garmo analysis showed that the selected products in fried meatballs and chips were found in the addition of 15% seasoning, and in crackers were found in the addition of 10% seasoning.
ANALISIS MUTU SENSORI DAN BIAYA PRODUKSI PENGEMBANGAN GARAM RUMPUT LAUT DI DESA PENGAMBENGAN, NEGARA BALI Kurniawati, Made Devi; Anwar, Kasful; Sumandiarsa, Ketut; Rusdiyanto, Edi; Khairunnisa, Anis
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 7, No 2 (2024): JKPT Desember 2024
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v7i2.14880

Abstract

Rumput laut merupakan sumber daya alam yang potensial dengan berbagai manfaat, termasuk sebagai bahan baku garam yang memiliki karakteristik unik dan nilai tambah berbeda dibandingkan garam dapur biasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh garam rumput laut dengan mutu sensori terbaik dan menganalisis mutu sensori dan biaya produksi garam rumput laut di Desa Pengambengan, Bali, menggunakan jenis rumput laut Ulva lactuca, Gracilaria sp.,dan Sargassum sp. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel, preparasi, pencucian, pengeringan, pembuatan tepung garam, dan uji mutu sensori serta analisis biaya produksi dengan metode full costing. Data hasil analisis diolah menggunakan program SPSS 26 dan analisis statistik menggunakan ragam analisis ANOVA-Duncan. Hasil analisa pengujian menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p <0,05) antara bahan baku rumput laut terhadap mutu sensori garam rumput laut. Mutu sensori terbaik adalah garam rumput laut dari jenis Ulva lactuca pada parameter warna dengan nilai 7.05, rasa 6.58, tekstur 6.49, dan kenampakan 7.36. Kandungan kadar air Ulva lactuca adalah 0.758%, natrium klorida 90.11%, bagian tidak larut dalam air 0.553%, kadmium <0.050 mg/kg, arsen 0.398 mg/kg, dan raksa 0.013 mg/kg, yang semuanya memenuhi standar SNI 3556:2016. Produksi garam rumput laut membutuhkan biaya sebesar Rp 2.508.000. Garam rumput laut dari Ulva lactuca aman dikonsumsi dan memiliki potensi pasar yang baik.