Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Ibu bersalin Kala I Fase Aktif Di PMB Evie Yusanty, SKM., SST. Kabupaten Majalengka Tahun 2024 Evitasari, Desi; Suyanti; Amira Nurhanandi; Rina Marlina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.261

Abstract

Nyeri persalinan dapat menyebabkan hiperventilasi, sehingga meningkatkan kebutuhan oksigen dan tekanan darah kondisi tersebut akan merangsang peningkatan katekolamin yang dapat mengganggu kontraksi uterus, sehingga dapat menyebabkan inersia uteri, partus lama, distress janin, serta kematian ibu dan atau janin apabila nyeri persalinan tidak ditangani. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di PMB Evie Yusanty, SKM., S.ST. Pada tanggal 2 - 15 Februari 2024 terhadap 5 ibu bersalin, terdapat 3 orang ibu bersalin (60%) primigravida yang mengatakan takut karena rasa nyeri yang dirasakannya saat proses persalinan dan 2 orang ibu bersalin multigravida (40%) mengatakan tidak takut dan sudah siap dalam menghadapi proses persalinannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh massage effleurage terhadap pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Evie Yusanty, SKM., S.ST,. Kabupaten Majalengka Tahun 2024. Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah pre eksperiment dengan desain One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dari penelitian ini adalah 20 ibu bersalin di PMB Evie Yusanty, SKM., S.ST. pada bulan Februari - April 2024. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 15 orang ibu bersalin. pada bulan Februari - April 2024 dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan SOP. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat menggunakan uji T berpasangan. hasil penelitian rata-rata nyeri pada ibu bersalin sebelum massage effleurage adalah 5,06 (nyeri sedang), rata – rata nyeri pada ibu bersalin sesudah massage effleurage adalah 3,60 (nyeri ringan). terdapat pengaruh massage effleurage terhadap pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin sebesar p 0,01. Petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan tentang terapi alternatif massage effleurage untuk meminimalisir nyeri akibat persalinan. Disarankan teknik massage effleurage dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk menguragi nyeri pada persalinan kala I fase aktif.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pemberian MP ASI Pada Ibu Batita Wasting Di UPTD Puskesmas Majalengka Kabupaten Majalengka Evitasari, Desi; Amalia, Merlly; Rahayu, Intan Prawita
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v5i2.67

Abstract

Wasting is a term used to describe nutritional and nutritional problems in children because they are not met adequately. The habit of giving MP-ASI that is not right and the mother's ignorance about the benefits and how to give MP-ASI correctly is one of the factors that can affect the high incidence of wasting in toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes towards complementary feeding for wasting mothers. This study used a quantitative study with a cross sectional design. The population is all mothers who have toddlers wasting in UPTD Puskesmas Majalengka as many as 158 people and the sample is 61 people with proportionate stratified random sampling technique. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square test. The results showed that less than half (34.4%) of wasting mothers with MP ASI were not appropriate, less than half (26.2%) of mothers with wasting toddlers had less knowledge and less than half (41.0%) ) mother toddler wasting her unfavorable attitude. There is a relationship between knowledge (r value = 0.000) and attitude (r value = 0.016) with the provision of MP ASI to mothers of wasting toddlers.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri Dalam Menghadapi Haid Pertama (Menarche) Pada Siswi Kelas VII Di MTs Negeri 7 Sumedang Tahun 2022 Suyanti, Suyanti; Evitasari, Desi; Suteja, Neneng Euis Citra Intan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v5i2.69

Abstract

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali. Menarche terjadi secara tiba-tiba dan mencolok tanpa ada peringatan sebelumnya, perubahan – perubahan tersebut dapat memicu timbulnya kecemasan tergantung dari informasi yang diperoleh dan kemampuan beradaptasi, sehingga menarche memberikan pengalaman yang mengesankan bagi kebanyakan anak perempuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche (haid pertama) di kelas VII MTS Negeri 7 Sumedang Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pemilihan sampel dengan total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah Remaja putri kelas VII A-D yang belum menarche di MTS Negeri 7 Sumedang pada tanggal 24 Januari 2022 sebanyak 26 orang. Penelitian dilaksanakan di laksanakan di MTS Negeri 7. Pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan cara survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hasil adanya hubungan antara pengetahuan dan kecemasan dalam menghadapi menarche, kedua variabel tersebut memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,304 yang terletak dalam rentang 0,20 - 0,399. Hal ini dapat dikatakan apabila pengetahuan yang dimiliki baik, maka responden tidak akan cemas dalam menghadapi menarche. Kepada kepala sekolah/guru disarankan untuk memberikan edukasi atau konseling tentang mentruasi baik secara khusus tiap kelas atau memasukan materi menarche kedalam mata pelajaran siswinya. Selain itu siswi diberikan nasehat agar lebih giat belajar dan memanfaatkan media sosial untuk menambah pengetahuan tentang menstruasi.
Pengaruh Pijat Akupresuer Laktasi terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas 1-3 Hari Desi Evitasari; Suyanti, Suyanti; Ayu Idaningsih; Devi Siti Rahmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.477

Abstract

Akupresur adalah salah satu teknik pemijatan yang mudah dipelajari dan aman serta efektif digunakan sejak ratusan tahun dengan mengunakan akupresur diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat akupreseur laktasi terhadap produksi ASI Pada Ibu Nifas 1-3 Hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (Quasy Eksperiment) dengan pendekatan One Group Pretest dan Posttest design. Penelitian ini untuk melihat perbedaan produksi ASI pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan pijat laktasi di PMB Bidan M. Rata-rata frekuensi bayi mendapat ASI sebelum pijat akupresure sebanyak 3,83 dengan frekuensi terendah 3 kali dan tertinggi 5 kali. Rata-rata frekuensi bayi mendapatkan ASI meningkat setelah mendapatkan terapi pijat akupresure laktasi menyusui ibu menjadi 7,27 kali dengan frekuensi terendah sebanyak 5 kali dan tertinggi 9 kali. Hal tersebut ditandai dengan keadaan payudara ibu tegang sebelum bayi menyusu, adanya ASI yang merembes dari puting susu ibu saat dipencet dengan tangan, adanya peningkatan frekuensi menyusu bayi dalam sehari, frekuensi BAK bayi 6-8 kali sehari, bayi tidur tenang setiap selesai menyusu, dan keluar BAB 2-5 kali sehari. Sehingga hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapi pijat akupresure berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan produksi ASI
Investigating the Efficacy of Ginger and Lemon Boiled Water: A New Approach to Treating Mild Hyperemesis Gravidarum in Pregnant Women Evitasari, Desi; Amalia, Merlly; Suyanti, Suyanti; Listiani, Imas; Purnamasari, Devi; Po Yuan Wang; Juan Anthonio
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 25 No. 01 (2024): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol25-iss01/388

Abstract

In a quasi-experimental study, we investigated the impact of ginger and lemon boiled water on level 1 hyperemesis gravidarum in pregnant women. Utilizing a one-group pretest-posttest design, the study involved 20 participants who reported experiencing severe hyperemesis gravidarum symptoms. Following the intervention, the incidence of severe symptoms was reduced to zero among the participants. Statistical analysis with the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant reduction in symptoms (p=0.001), indicating the potential of ginger and lemon boiled water as an effective non-pharmacological remedy for nausea and vomiting in pregnancy. These results advocate for the inclusion of alternative therapies in health education for pregnant women and highlight the necessity of seeking professional healthcare advice when experiencing such symptoms.