Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bahtera Indonesia

KAJIAN PSIKOLOGI SIGMUND FREUD DALAM NOVEL SETETES EMBUN CINTA NIYALA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Asteka, Pipik
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v3i1.22

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang konflik batin tokoh utama berdasarkan aspek psikologi sastra yang terdapat dalam novel Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahman El Shirazy. Data penelitian ini dianalisis dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kajian psikologi sastra oleh Sigmund Freudian dengan meninjau aspek-aspek id, ego, dan superego. Subjek penelitian ini adalah novel Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian berbicara tentang aspek id, ego, dan superego tokoh utama Niyala dalam novel terjadi konflik batin. Konflik batin mereka terjadi mencerminkan kejadian yang terjadi. Dalam sosok Niyala terjadi keseimbangan antara aspek id, ego, dan superego.pada novel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi aspek id, Niyala lebih memilih dirinya mati daripada harus memenuhi isi surat itu, namun nuraninya sebagai seorang anak yang shaleh dan berbakti membuat kacau pikirannya, aspek ego, tokoh Niyala adalah seorang anak yang berbakti dan shalehah. Ia tidak sanggup menolak permintaan dari ayahnya itu mengenai perjodohan yang dihadapkan padanya. Ia berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang ia alami saat ini tanpa ada yang harus ia korbankan dan aspek superego, Faiq berperan sebagai superego yang menjadi penyeimbang dan penyelesai konflik batin yang dialami Niyala dari dorongan aspek id dan ego yang mempengaruhinya. Kata Kunci: id, ego, superego, tokoh utama, konflik batin.
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS DALAM NOVEL SITI NURBAYA KARYA MARAH RUSLI DAN LAILA MAJNUN KARYA SYAIKH Asteka, Pipik
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v2i2.28

Abstract

Dua karya sastra atau lebih yang mengangkat tema yang sama terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan dan perbedaan tersebut menandakan bahwa setiap pengarang mempunyai pesan tersendiri yang disampaikan melalui karyanya. Persamaan dan perbedaan dalam beberapa karya sastra dapat dianalisis dengan menggunakan prinsip intertekstualitas. Prinsip ini dimaksudkan untuk mengkaji teks yang dianggap memiliki hubungan tertentu dengan teks lain sehingga dimungkinkan suatu karya menjadi hipogram bagi karya sastra selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian kajian intertekstualitas pada Novel Siti Nurbaya Karya Marah Rusli dengan Novel LaIla Majnun Karya Syaikh Nizami. Penelitian novel “Siti Nurbaya karya Marah Rusli dan Laila Majnun Karya Syaikh Nizami” menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang cenderung menggunakan analisis. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian intertekstualitas yaitu membandingkan dua buah teks yang diduga memiliki keterkaitan dan pendekatan intertekstual ini untuk menemukan hipogram dan transformasi dalam novel Siti Nurbaya dan Laila Majnun. Kedua cerita Novel LaIla Majnun karya Syaikh Nizami dan Novel Siti Nurbaya Cinta karya Marah Rusli di atas yakni memiliki unsur tema yang hampir sama yaitu tentang perjuangan cinta sejati sepasang kekasih yang mengalami cobaan atau hambatan namun menyatu dalam sebuah keabadian mengunakan sudut pandang yang sama yakni sudut pandang orang ketiga dan lain-lain. Selain persamaan ada juga perbedaan yakni terletak pada struktur gaya bahasa, latar sosial dan lain-lain. Novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli merupakan hipogram untuk novel Laila Majnun karya Syaikh Nizam. Hal itu terbukti karena adanya persamaan ide dan peristiwa-peristiwa yamg terjadi dalam novel Laila Majnun yang sudah lebih dulu diekspresikan Marah Rusli dalam novelnya yang berjudul Siti Nurbaya, kemudian di transformasikan oleh Syaikh Nizam pada novelnya yang berjudul Laila Majnun. Kata Kunci: Siti Nurbaya, Laila Majnun, Intertekstualitas, Hipogram
KAJIAN PSIKOLOGI SIGMUND FREUD DALAM NOVEL SETETES EMBUN CINTA NIYALA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Pipik Asteka
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v3i1.22

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang konflik batin tokoh utama berdasarkan aspek psikologi sastra yang terdapat dalam novel Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahman El Shirazy. Data penelitian ini dianalisis dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah kajian psikologi sastra oleh Sigmund Freudian dengan meninjau aspek-aspek id, ego, dan superego. Subjek penelitian ini adalah novel Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian berbicara tentang aspek id, ego, dan superego tokoh utama Niyala dalam novel terjadi konflik batin. Konflik batin mereka terjadi mencerminkan kejadian yang terjadi. Dalam sosok Niyala terjadi keseimbangan antara aspek id, ego, dan superego.pada novel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi aspek id, Niyala lebih memilih dirinya mati daripada harus memenuhi isi surat itu, namun nuraninya sebagai seorang anak yang shaleh dan berbakti membuat kacau pikirannya, aspek ego, tokoh Niyala adalah seorang anak yang berbakti dan shalehah. Ia tidak sanggup menolak permintaan dari ayahnya itu mengenai perjodohan yang dihadapkan padanya. Ia berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang ia alami saat ini tanpa ada yang harus ia korbankan dan aspek superego, Faiq berperan sebagai superego yang menjadi penyeimbang dan penyelesai konflik batin yang dialami Niyala dari dorongan aspek id dan ego yang mempengaruhinya. Kata Kunci: id, ego, superego, tokoh utama, konflik batin.
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS DALAM NOVEL SITI NURBAYA KARYA MARAH RUSLI DAN LAILA MAJNUN KARYA SYAIKH Pipik Asteka
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v2i2.28

Abstract

Dua karya sastra atau lebih yang mengangkat tema yang sama terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan dan perbedaan tersebut menandakan bahwa setiap pengarang mempunyai pesan tersendiri yang disampaikan melalui karyanya. Persamaan dan perbedaan dalam beberapa karya sastra dapat dianalisis dengan menggunakan prinsip intertekstualitas. Prinsip ini dimaksudkan untuk mengkaji teks yang dianggap memiliki hubungan tertentu dengan teks lain sehingga dimungkinkan suatu karya menjadi hipogram bagi karya sastra selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian kajian intertekstualitas pada Novel Siti Nurbaya Karya Marah Rusli dengan Novel LaIla Majnun Karya Syaikh Nizami. Penelitian novel “Siti Nurbaya karya Marah Rusli dan Laila Majnun Karya Syaikh Nizami” menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang cenderung menggunakan analisis. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian intertekstualitas yaitu membandingkan dua buah teks yang diduga memiliki keterkaitan dan pendekatan intertekstual ini untuk menemukan hipogram dan transformasi dalam novel Siti Nurbaya dan Laila Majnun. Kedua cerita Novel LaIla Majnun karya Syaikh Nizami dan Novel Siti Nurbaya Cinta karya Marah Rusli di atas yakni memiliki unsur tema yang hampir sama yaitu tentang perjuangan cinta sejati sepasang kekasih yang mengalami cobaan atau hambatan namun menyatu dalam sebuah keabadian mengunakan sudut pandang yang sama yakni sudut pandang orang ketiga dan lain-lain. Selain persamaan ada juga perbedaan yakni terletak pada struktur gaya bahasa, latar sosial dan lain-lain. Novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli merupakan hipogram untuk novel Laila Majnun karya Syaikh Nizam. Hal itu terbukti karena adanya persamaan ide dan peristiwa-peristiwa yamg terjadi dalam novel Laila Majnun yang sudah lebih dulu diekspresikan Marah Rusli dalam novelnya yang berjudul Siti Nurbaya, kemudian di transformasikan oleh Syaikh Nizam pada novelnya yang berjudul Laila Majnun. Kata Kunci: Siti Nurbaya, Laila Majnun, Intertekstualitas, Hipogram