Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Arsy, Andra Fatiqha; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/772

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman sayuran dari famili Solanaceae. Pada budidaya terung, sering dijumpai bunga terung yang gugur atau gagal membentuk buah. Diketahui tingkat fruit set pada tanaman terung antara 30% hingga 40%. Sehingga, dibutuhkan penambahan hormon eksogen atau zat pertumbuhan tanaman seperti GA3 untuk menginduksi pembentukan organ tanaman terutama organ bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara konsentrasi GA3 dan varietas terung terhadap pertumbuhan dan hasil terung.Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Juli 2016 di Kecamatan Turen Kabupaten Malang.Penelitian ini adalah percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan terdiri dari dua tahap yakni pengamatan pertumbuhan dan pengamatan hasil atau panen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi GA3 dan varietas terung pada pengamatan diameter batang dan jumlah daun, yakni pada perlakuan konsentrasi GA3 45 ppm.
Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Auksin Terhadap Pertumbuhan Planlet Anthurium plowmanii Croat Wulandari, Choirummintin; Murdiono, Wisnu Eko; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/938

Abstract

Salah satu jenis anthurium yang banyak diminati adalah Anthurium plowmanii Croat. Tanaman ini ­juga disebut sebagai anthurium daun terindah. Perbanyakan Anthurium plowmanii secara konvensional umumnya dilakukan melalui biji dan pemisahan anakan, namun teknik perbanyakan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan hasilnya tidak seragam. Kultur Jaringan merupakan salah satu metode perbanyakan alternatif pada tanaman Anthurium plowmanii. Dalam kultur jaringan, organogenesis dipicu oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Ada dua golongan ZPT tanaman yang sering digunakan dalam kultur jaringan, yaitu sitokinin dan auksin. Perbedaan ZPT yang diberikan pada media kultur akan memberikan pengaruh yang berbeda pada eksplan yang ditanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi sitokinin dan auksin terbaik pada pertumbuhan eksplan Anthurium plowmanii Croat. Penelitian dilaksanakaan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan April sampai dengan Juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi BAP (Benzyl Amino Purin) dan NAA (Naphatalen Acetic Acid). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi konsentrasi BAP (Benzyl Aminopurin) dan NAA (Naphatalen Aceticacid) berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar dan persentase eksplan hidup. Perlakuan BAP 2 ppm + NAA 0,2 ppm (A4) memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah tunas, jumlah daun, waktu muncul tunas dan waktu muncul daun.
PENGARUH KONSENTRASI GA3 DAN LAMA PENYINARAN PADA KUALITAS BUNGA ANYELIR (Dianthus caryphyllus L.) Rachma, Herda; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/839

Abstract

Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) ialah komoditas bunga potong yang potensial karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam industri bunga potong dan menempati peringkat ke tiga dalam peragangan komoditas bunga potong di Indonesia. Faktor utama permasalahan anyelir potong ialah fase vegetatif yang panjang sehingga menyebabkan waktu berbunga menjadi lebih lama. Anyelir potong umumnya berbunga pada umur 6 bulan setelah perbanyakan vegetatif menggunakan stek. Waktu tersebut tergolong lama untuk budidaya tanaman hias bunga potong, sehingga diperlukan teknologi yang mampu menghasilkan anyelir potong dengan waktu berbunga lebih cepat serta tetap memenuhi klasifikasi mutu bunga potong. Salah satu upaya untuk mempercepat pembungaan serta tetap memenuhi syarat mutu bunga potong ialah dengan melakukan induksi pembungaan menggunakan pemberian GA3 dan lama penyinaran. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi GA3 dan lama penyinaran pada kualitas bunga serta menentukan konsentrasi GA3 dan lama penyinaran yang tepat untuk mempercepat terbentuknya pembungaan. Bahan yang digunakan adalah bibit anyelir varietas top beauty, pupuk majemuk NPK, GA3 dan aquades. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai Oktober 2016 didalam rumah naungan Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi GA3 dipengaruhi oleh pemberian lama penyinaran pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun serta seluruh pengamatan komponen hasil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum L.) DATARAN MEDIUM VARIETAS DTO 28 TERHADAP DOSIS PUPUK NPK DAN PGPR Ristikawati, Dinar; Armita, Deffi; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/882

Abstract

Di Indonesia, budidaya kentang umumnya dilakukan di dataran tinggi. Peningkatan produktivitas kentang dapat dilakukan dengan budidaya kentang di dataran medium. Salah satu faktor pembatas produksi kentang adalah ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penggunaan varietas yang tepat dengan optimalisasi dosis pupuk NPK yang dibantu oleh PGPR merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil kentang dataran medium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara dosis NPK dengan waktu pemberian PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian tempat 600 m diatas permukaan laut dan dimulai pada bulan Januari hingga Mei 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis NPK, yaitu tanpa NPK (P0), 600 kg/ha NPK (P1), 900 kg/ha NPK (P2), 1.200 kg/ha NPK (P3). Faktor kedua adalah waktu pemberian PGPR, yaitu saat tanam (T1), saat tanam dan 15 hari setelah tanam (T2), saat tanam, 15, dan 30 hari setelah tanam (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis NPK dan waktu pemberian PGPR mempengaruhi bobot umbi kentang per petak dan per hektar. Dosis NPK mempengaruhi jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. Namun, pemberian PGPR pada berbagai waktu tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Bahan Organik Terhadap Produksi Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Susanti, Mia Maya; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/896

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran yang mengandung gizi tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Produksi kubis bunga yang belum optimal dikarenakan budidaya belum maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah pengaturan jarak tanam untuk menyediakan lingkungan tumbuh optimal bagi tanaman sehingga tidak terjadi kompetisi cahaya, air, dan unsur hara. Selain itu, kesuburan tanah merupakan faktor penting menunjang produksi tanaman. Usaha memperbaiki kesuburan tanah yaitu aplikasi bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan jarak tanam serta jenis bahan organik yang tepat pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juli 2017 di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kediri. Penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu P1: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P2: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P3: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P4: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P5: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P6: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P7: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang ayam, P8: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang ayam, dan P9: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam lebar (60 x 50 cm) kombinasi semua jenis bahan organik berbeda menghasilkan produksi per hektar kubis bunga yang tinggi.
Pengaruh Naungan pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Saputra, Andy Wijaya; Roviq, Mochammad; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/928

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan salah satu tanaman legu yang cukup penting di Indonesia. Buidaya tanaman kacang hijau sebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman perkebunan, hutan industri atau secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain merupakan strategi untuk menigkatkan hasil produksi kacang hijau. Namun dalam penanaman di bawah tanaman sela perlu diperhatikan selain varietas tanaman juga perlu di perhatikan  adalah tingkat naungan yang dapat menjadi pembatas  pertumbuhan dan hasil panen tanaman kacang hijau. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan level naungan yang dapat di budidayakan tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 4 ulangan dan 6 perlakuan yang terdiri dari 4 tingkat naungan dan 2 varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Desa Dadprejo. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2015. Hasil penelitian menujukan bahwa varietas Kutilang dapat di naungi tak lebih dari 25%.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum L.) Varietas Bima Terhadap Dosis Fosfor dan Waktu Aplikasi PGPR Ula, Sofiatul; Sunaryo, Sunaryo; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/964

Abstract

Secara umum, produktivitas bawang merah sangat tergantung pada teknik agronomi dan kualitas tanah. Oleh karena itu, produksi bawang merah nasional setiap tahun masih rendah. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah pemberian pupuk contoh di Dau pada lahan budidaya ketersediaan unsur hara fosfor rendah, untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme dengan pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacter). Varietas yang digunakan pada penelitian yakni Bima yang merupakan varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dosis fosfor dan waktu aplikasi PGPR pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Martorejo Kecamatan Junrejo, Batu. Ketinggian tempat 600 meter diatas permukaaan  laut dari bulan Februari sampai April 2017. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama dosis fosfor (54, 72 and 90 P2O5) kg ha-1) sedangkan faktor kedua waktu aplikasi PGPR (saat tanam, 7 dan 14 hst). Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot umbi per petak dan bobot panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk fosfor dan waktu aplikasi PGPR menunjukkan interaksi pada komponen hasil bawang merah. Pemberian fosfor (90 kg P2O5 ha-1) dengan waktu aplikasi PGPR A2 (saat tanam, 7, 14 hst) dan A1 (saat tanam, 7 hst) dapat meningkatkan bobot segar, bobot kering umbi, bobot umbi per petak dan bobot panen. Pemberian fosfor (90 kg P2O5 ha-1) dapat meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan aplikasi PGPR tidak berbeda nyata pada parameter panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun.
Different Nitrogen and Dolomite Application Influence to Glutamate Content of Citrus Leaves (Citrus hystrix L.) Nunun Barunawati; Elfita Rahma Aulia; Adi Setiyawan
Jurnal Ecosolum Vol. 8 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.969 KB) | DOI: 10.20956/ecosolum.v8i2.7860

Abstract

The extend remobilization of nutrient on crops so far is known well. However, as we assumed that the re-translocation of the particular nutrient as nitrogen has a strong affect to the terpenoid metabolic like citronellol. In many cases, the environment stress such as drought induced volatile compound as citronellol leave in citrus. The aim of experiment is to observe the distribution of citronellol as consequence the distribution of nitrogen on different layer of tree canopy. The method of the research obtain the samples of leaves which were collected from different layer of citrus canopy from 10 samples of trees on each part of field: bottom layer, middle layer and upper layer of canopy. The randomized leaves were collected and analyzed by the HPLC and Spectro-photometer to measure the content of nitrogen and glutamate distribution correlated to citronellol content. The results presents that the closely correlation of distribution of nitrogen between bottom layer, middle layer and upper layer of lemon leaves to produce glutamate and citronellol. The remobilization of nitrogen from bottom leaves content 1.35 ppm followed by middle leaves 1.4 ppm and the highest is the upper leaves is 1.65 ppm. As consequence that the glutamate and citronellol were increase as the same trend as those nutrients distribution. The glutamate seems to be the precursor of the secondary metabolic which was converted into the harvested leaves of citrus. Increasing of 5% glutamate from the upper leaves to the middle leave and the bottom leaves seem to be much accumulated of citronellol content in the bottom leaves. 
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT BUD SET DUA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM YANG BERBEDA Akbar Alif Utama Haqi; Nunun Barunawati; Koesriharti Koesriharti
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.748 KB)

Abstract

Salah satu metode pembibitan yang banyak digunakan dan diminati oleh petani saat ini untuk produksi bibit tebu yaitu metode single bud planting. Salah satu metode dari single bud planting yaitu bud set. Bud set merupakan perbanyakan bibit tebu yang menggunakan satu mata tunas yang dipindahkan ke kebun dalam bentuk tunas pada umur 2,5 – 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit dengan teknik bud set dari dua varietas tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di kebun pembibitan Pabrik Gula Kebon Agung, Sempalwadak, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangn Acak Kelompok dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua komposisi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan varietas yang digunakan dengan berbagai macam komposisi media tanam pada pembibitan tebu. Varietas PSJK 922 memiliki rerata persentase perkecambahan dan tinggi tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Bululawang. Varietas Bululawang memiliki bobot kering akar dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas PSJK 922. Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah + kompos blotong menghasilkan tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering akar, dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan komposisi media tanah, tanah dan blotong, tanah dan abu ketel, dan tanah, blotong dengan abu ketel.
Increasing Production of Potato (Solanum tuberosum L.) Var. Nadia at Medium Land Through Application of Compost Goat Manure and Potassium Nunun Barunawati; Nur Fahmi Zakariyah
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.746 KB)

Abstract

Potato production in the highlands is decreasing, therefore it is necessary to increase the yield. This research aims to obtain the interaction between doses of KCl and compost on the growth and yield of potato variety Nadia. The Nadia variety is one of the potato which is tolerate to high temperature and medium land. The research conducted on February until May 2016 in Klino, Bojonegoro, 750 m asl. The research method was using randomized block design that consist with two factors; organic and inorganic fertilization. There are two levels of compost fertilization: 10 ton ha-1 (K1), 20 ton ha-1 (K2) and KCl fertilizer consist of four levels; 100 kg KCl ha-1 (P0), 150 kg KCl ha-1 (P1), 200 kg KCl ha-1 (P2), 250 kg KCl ha-1 (P4). There were eight combinations with four replication. The results showed that there were interaction between the dose of KCl and compost on the parameters: number of leaves, number of stems, height of plant, leaf area, total content of chlorophyll, total number of tubers per plant, weight of tuber per plant, weight tuber per plot, and total harvest. The results showed combination of doses compost 20 ton ha-1 and dosage of KCl 150 kg ha-1 had the optimum result of total yield potato.