Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LIMBAH DOMESTIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL BIBIT BUD CHIP Cyntia Yolanda Apriscia; Nunun Barunawati; Karuniawan Puji Wicaksono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.859 KB)

Abstract

Permasalahan industri gula nasional adalah rendahnya produktifitas tanaman tebu sebagai bahan utama produksi gula. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesuburan lahan Indonesia yang semakin menurun. Usaha yang harus dilakukan oleh petani tebu adalah mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan menggantinya dengan pupuk organik. Salah satu jenis pupuk organik yang potensial digunakan yaitu pupuk kompos limbah domestik, komposisi limbah yang memiliki kualitas paling baik diperoleh dari kelompok sampah yang didominasi oleh sisa makanan, sayur dan buah dengan kadar unsur N, P, K, C-organik masing-masing sebesar 3,14 %, 6.98 %, 2,14 %, 35,02 %, pH 6,9 dan C/N rasio 11. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kompos limbah domestik terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah domestik dengan 75% dosis rekomendasi (4,5 ton ha-1) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah anakan).
Perbanyakan Bibit Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L.) Secara In Vitro Syintia Indah Puspita Sari; Wisnu Eko Murdiono; Nunun Barunawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.361 KB)

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L.) ialah jenis tanaman obat atau herbal. Bawang dayak merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala industri. Adanya kendala dalam teknik budidaya terutama pada teknik perbanyakan yang menyebabkan terbatasnya penyediaan bibit dalam skala besar. sehingga dibutuhkan upaya untuk  memperbanyak bawang dayak dalam skala besar yaitu melalui kultur jaringan. Salah satu faktor penentu keberhasilan dari kultur jaringan adalah media kultur yaitu ZPT. Zat pengatur tumbuh yang digunakan yaitu auksin (NAA)  dan sitokinin (BAP). Penelitian Bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang tepat untuk perbanyakan eksplan bawang dayak secara in vitro. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus – November 2017  di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu B0: kontrol tanpa ZPT, B1: NAA 0,1 ppm + BAP 0,5 ppm, B2: NAA 0,2 ppm + BAP 1 ppm, B3: NAA 0,3 ppm + BAP 1,5 ppm, B4: NAA 0,4 ppm + BAP 2 ppm, B5: NAA 0,5 ppm + BAP 2,5 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan konsentrasi auksin NAA 0,1 ppm + sitokinin BAP 0,5 ppm mampu menunjukkan waktu muncul tunas paling cepat yaitu 21,57 hari setelah inokulasi.
Meningkatkan Hasil Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) Varietas Dewata Melalui Pemberian Bahan Organik dan ZnSO4 Siti Silahturrohmah; Mochammad Roviq; Nunun Barunawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.385 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.10

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) ialah tanaman graminae yang dimanfaatkan bijinya untuk dijadikan tepung terigu. Selain di dataran tinggi, peningkatan hasil gandum juga dapat dilakukan di dataran medium. Peningkatan hasil gandum di dataran medium dapat dilakukan dengan cara biofortifikasi yakni dengan penambahan bahan organik dan pupuk ZnSO4. Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari pengaruh pemberian bahan organik dan ZnSO4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan mendapatkan dosis bahan organik dan ZnSO4 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman gandum varietas Dewata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2018 di rumah plastik yang berlokasi di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 3 kali dengan dua faktor. Faktor pertama yakni dosis bahan organic dengan tiga level, dan factor kedua yakni dosis pupuk ZnSO4dengan tiga level. Pengamatan yang dilakukan yakni rerata jumlah anakan per rumpun, rerata waktu muncul malai, rerata jumlah malai per rumpun, rerata jumlah spikelet per rumpun, dan rerata jumlah biji per rumpun. Pemberian bahan oganik sebanyak 20 ton/ha dan pupuk ZnSO4 25 kg/ha dapat meningkatkan 1,95% rerata jumlah anakan, 36,82% rerata jumlah malai, 8,81% rerata jumlah biji dibandingkan pemberian bahan organik 20 ton/ha dan 15 kg/ha ZnSO4. Pemberian 20 ton/ha bahan organic meningkatkan rerata jumlah spikelet 1,86% dibandingkan 10 ton/ha, dan pemberian ZnSO4 25 kg/ha meningkatkan rerata jumlah spikelet 8,35% dibandingkan 15 kg/ha ZnSO4.
PROLINE AND SPECIFIC ROOT LENGHT AS RESPONSE TO DROUGHT OF WHEAT LINES (Triticum aestivum L.) Nunun Barunawati; Moch. Dawam Maghfoer; Niken Kendarini; Nurul Aini
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 38, No 3 (2016): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v38i3.972

Abstract

The national wheat imported reaches approx.-imately 7 million ton per year, recently. The wheat plantation in Indonesia is strongly affected by the high temperature which triggers the stunned roots. Thus the plan wheat growth and production reduced. The experiment to investigate of selected-local wheat lines which were already established in Indonesia and resistant to drought effect. The level of drought influence on several growth parameters of vegetative plant and thus affected to seeds production as well as on total yield. The results show that the introduced-variety of wheat line, SO3 shows the significant tolerant to drought and able to maintain the SRL (specific root length) and increase the proline contents to with stand the drought condition compare to other lines (M7 and M8). The proline as amino acid climbed extremely effected by drought, in contrast the root growth in particular their length reduced. Those plant conditions influence the plant vegetative growth and generative phases, especially for seed production. Additionally, the M8 and SO3 selected-line presents the stability on yield production compare to other varieties, since it able maintain the content of proline and ratio of root length. Therefore, those selected lines are appropriate to grow in Indonesia which produces at approximately 3.5 t ha-1. 
Meningkatkan Induksi Tunas Dan Kualitas Krisan (Chrisanthemum Sp) Dengan Penambahan Bahan Organik Nunun Barunawati
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.303 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.631

Abstract

Budidaya bunga krisan hingga saat ini sudah berkembang pesat, mulai teknologi pembibitan, pemilihan varietas dan cara meningkatkan kualitasmnya. Salah satu upaya untuk mendapatkan kualitas yang sesuai standar SNI dari krisan pot pada umumnya adalah menambahkan pupuk, mengaplikasikan zat pengatur tumbuh dan menggunakan berbagai macam jenis media tananam yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan induksi tunas baru pada krisan pot melalui penambahan pupuk kotoran kambing. Hipotesis dari percobaan ini adalah meningkatnya penambahan pupuk kotoran kambing akan mampu menghasilkan lebih banyak tunas bunga baru. Penelitian dilakukan di Desa Sidomulyo, Kota Batu yang terdiri dari perlakuan P0 (tanpa penambahan kotoran kambing), P1 (penambahan 5 gram kotoran kambing), P2 (penambahan 10 gram kotoran kambing) dan P3 (penambahan 15 gram kotoran kambing) yang masing masing perlakuan ditambahkan dalam 500 gram media sekam pada tanaman krisan spray Rhino White. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran kambing yang semakin meningkat yakni pada perlakuan penambahan 15 gram pupuk kotoran kambing menghasilkan induksi tunas dari batang utama lebih banyak yakni 2 tunas per batang utama dari pada jumlah tunas per batang pada perlakuan lainnya. Sedangkan diameter bunga dan jumlah kuntum bunga pada tunas baru yang dihasilkan berdasarkan pengamatan, menunjukkan bahwa perlakuan P1, P2 dan P3 (semua media yang ditambah dengan pupuk kotoran kambing) memiliki diameter bunga dan jumlah kuntum lebih banyak dari pada kontrol. Walaupun perlakuan pemberian pupuk kotoran kambing 15 gram per pot (P3) tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan dan P2 namun perlakuan P3 memiliki jumlah mahkota, diameter bunga, jumlah kuntum dan diameter batang yang lebih tinggi.
OPTIMIZATION OF SILICA EXTRACTION OF RICE HUSK (Oryza sativa L.) TO INCREASE ABSORPTION PLANT NUTRIENTS Dina Wahyu Indriani; Nunun Barunawati; S H Sumarlan
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.038 KB) | DOI: 10.21776/ub.jeest.2018.005.02.4

Abstract

Extraction of silica has now been developed as one of the additional nutrients in the soil. This silica extraction technology is developed from materials that are no longer used as an example of rice husks. As a result of the extraction of rice husk silica is used to nourish the rice plants themselves. The addition of plant nutrients can be optimized by using an encapsulation system. The process of nutritional encapsulation is expected to optimize the absorption of nutrients in the soil in slow reaction. This inhibitory process can also be supported by the use of nutrient remobilization. So the purpose of this research is to obtain the optimum result of silica extract from rice husk and to know the characteristics of capsulation result of silica extract produced. As for this research using the addition of KOH so that this research method using Randomized Block Design (RBD) with KOH 2.5%, 5%, and 7.5%. The analyst has performed mass equilibrium analysis, water content of the material, and SEM analysis for physical analysis. In this study showed that with the addition of 5% KOH treatment to be the best treatment in this study that produced as many as 4.5 grams. Furthermore, the sample was treated with liquid nitrogen as an encapsulation medium. The result of the research showed that the silica value contained in the extract yield on KOH 5% by 19.4% while in addition KOH 7.5% silica content of 21.8%. This shows the highest value of yield that is in the addition of KOH of 5% but the silk content of the most that is in the addition of KOH of 7.5%.
Pengaruh Penambahan Lama Penyinaran dan Volume Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Varietas Florida Firhan Ihza Yusriza; Nunun Barunawati; Wisnu Eko Murdiono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.3

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu komoditas yang berpotensi sebagai komoditas di pasar dalam negeri maupun ekspor. Daerah Malang memiliki suhu dan kelembapan yang tidak menentu akibatnya pertumbuhan jamur tiram tidak optimal sehingga perlu dilakukan lama penyinaran dan volume air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lama penyinaran dan volume air yang tepat mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimum oleh jamur tiram putih  varietas florida. Penelitian ini dilakukan di Griya Jamur  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berada di Desa Pucangsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan April hingga Mei 2020. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Experiment) yang terdiri dari petak utama dan anak petak. Petak utama yaitu penambahan lama penyinaran, penambahan cahaya 2 jam, penambahan cahaya 3 jam, penambahan cahaya 4 jam. Petak anakan yaitu volume air 1 liter, 1,25 liter, 1,5 liter. Perlakuan penambahan cahaya 1 jam menghasilkan jumlah badan buah jamur tiram tertinggi sebesar 10,47 buah. Penambahan cahaya bersifat sebagai pendorong pembentukan badan buah.