Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. M dengan Inisisasi Menyusui Dini Nining, Nining Fitriani Eleuwarin; Masnilawati, Andi; Thamrin, Halida
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.459

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan awal menyusui dini sekurang kurangnya 30-60 menit setelah bayi lahir dengan meletakan bayi di atas dada atau perut ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi, dapat merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan pasca bersalin dan semakin besar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi (6 bulan sampai dengan 2 tahun). Untuk mencegah hal tersebut maka harus dilakukan Inisiasi Menusui Dini (IMD). Berdasarkan pencatatan dan pelaporan di RSIA Malebu Husada Makassar pada bulan Januari-April 2021 jumlah keseluruhan bayi baru lahir mencapai 127 bayi, sedangkan bayi yang lahir normal sebanyak 109 bayi. Dari 127 bayi baru lahir yang dilakukan IMD sekitar 55 bayi. Tujuan dilakukan studi kasus ini untuk melakukansuhan kebidanan bayi baru lahir pada bayi Ny. M dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di RSIA Malebu Husada Makassar dengan pendekatan asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab bidan. Kesimpulan setelah dilakukan identifikasi pengumpulan data dasar meliputi identitas bayi, identitas orang tua, data biologis yang diperoleh yaitu bayi lahir segera menangis tanggal 25 April 2021 dengan berat badan lahir: 3000 gram, panjang badan lahir: 49 cm dan APGAR score 8/10, dari hasil pengkajian serta analisa data tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus.
PEDULI KESEHATAN PEREMPUAN DENGAN DETEKSI DINI DAN UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN WIDHATUL ULUM Masnilawati, Andi; Thamrin, Halida
Jurnal BALIRESO Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v5i2.165

Abstract

  Islamic boarding schools are a form of religious education institutions. In Indonesia, the prevalence of cancer is 1.4 per 1,000 population and is the 7th cause of death (5.7%) of all causes of death. The estimated incidence of breast cancer in Indonesia is 40 per 100,000 women. The highest type of cancer in hospitalized patients in hospitals throughout Indonesia in 2010 was breast cancer (28.7%). Therefore it is necessary to understand prevention efforts and early diagnosis so that patient detection can be carried out at an early stage so that it can reduce breast cancer deaths. Breast cancer screening is an examination or attempt to find abnormalities that lead to breast cancer in a person or group of people who have no complaints. The initial attempt to screen for breast cancer is SADARI. One of the health problems in Wihdatul Ulum Islamic boarding school, Bontokassi village, Parangloe district, Gowa district is the lack of knowledge of students on reproductive health problems, especially those related to breast cancer. The result that has been generated is an increase in knowledge where the results of the pre-test were carried out on 20 students consisting of tsnawiyah and madrasah students who were given a questionnaire with 14 questions with pre-test results, namely, 0% had good knowledge, 85% had sufficient knowledge, 5% who have less knowledge. After being given education and training at the level of natural knowledge, that is, 85% have good knowledge, 15% are sufficient and there is no one else who lacks knowledge about breast cancer.