Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Teknika

PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH LIMBAH BESI LUBANG BAUT Ngudi Hari Crista; Trias Widorini; Muhammad Latif
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.042 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.2684

Abstract

Kurangnya pemanfaatan limbah hasil lubang baut pada baja jarang dimanfaatkan, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Dalam penelitian ini serbuk limbah tersebut digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton sebagai usaha pemecahan masalah limbah tersebut, dengan cara meneliti seberapa jauh pemanfaatan limbah berupa serbuk baja dapat digunakan sebagai bahan tambah dalam campuran beton dengan presentase 0%, 0,00125%, 0,00625% ditinjau dari kuat tekannya.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berupa silinder 15cmx30cm yang ditekan pada umur 14 hari dan umur 28 hari. Setiap variasi penambahan berjumlah 3 benda uji dengan perbandingan berat antara semen : agregat halus : agregat kasar adalah 1: 3 : 5, sehingga keseluruhan benda uji berjumlah 18 buah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan karakteristik beton pada variasi penambahan 0%, serbuk baja σk = 219,302 kg/cm2, 0.00125% serbuk besi dan baja σk = 183,234 kg/cm2, 0.00625% serbuk besi dan baja σk = 200,35 kg/cm2 .Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin besar penambahan, maka kuat tekan beton yang dicapai semakin menurun. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, antara lain adanya ketidak rataan permukaan yang ditekan, serta proses pencampuran baha-bahan penyusun beton yang tidak sempurna.
ANALISIS KUAT TEKAN BATU BATA DENGAN ONGGOK SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEKAM PADI Ngudi Hari Crista; Agus Muldiyanto
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.325 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i1.1304

Abstract

The most widely used material as a house wall is red brick, which is relatively cheap and safe to weather compared to other materials. Red bricks are usually in the manufacturing process by traditional means and fabrication. In general red bricks require additional materials of rice husk in the process of making. Much of the "starchy" waste material widely found in Klaten that is not currently utilized, is expected to be used instead of rice husk which is one of the red brick material mixtures.This research will be conducted brick test with mechanical behavior test which includes density test, water absorption test and compressive strength test with red brick made from rice husk mixture as comparison with analysis result of mixture of starch onggok waste. The result of this research is compressive strength of brick with mixture of rice husk larger and has a small water absorption compared with compressive strength of brick with mixture of onggok.
PERBANDINGAN ANALISIS STRUKTUR GEDUNG FAKULTAS PSIKOLOGI USM (EMPAT LANTAI GEDUNG T) MENGGUNAKAN SNI GEMPA 03-1726-2002 DENGAN SNI GEMPA 03-1726-2012 Bambang Purnijanto; Mukti Wiwoho; Ngudi Hari Crista
Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2475.556 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v9i2.479

Abstract

Peraturan perencanaan struktur gedung tahan gempa di Indonesia mengalami perkembangan, maka SNI 03-1726-2002 direvisi menjadi SNI03-1726-2012. Oleh sebab suatu peraturan gempa terbaru muncul dan diberlakukan, maka hal tersebut mengakibatkan perlunya revisi atau peninjauan ulang bangunan-bangunan yang sudah berdiri untuk dikaji ulang menggunakan peraturan terbaru. Masalah yang akan ditinjau adalah besar perbedaan gaya gempa yang terjadi antara SNI 03-1726-2002 dengan RSNI 03-1726-2012, dan bagaimana perilaku struktur bangunan jika dikenakan beban gempa berdasarkan SNI 03-1726-2002 dengan RSNI 03-1726-2012. Batasan masalah penelitian ini adalah bangunan gedung yang akan dikaji gedung kuliah Fakultas Psikologi Universitas Semarang (empat lantai Gedung T); gaya dalam yang ditinjau adalah peningkatan gaya gempa yang terjadi berdasarkan SNI 03-1726-2002 dengan SNI 03-1726-2012; kebutuhan tulangan yang dianalisis adalah tulangan lentur dan tulangan geser pada frame balok dan kolom As-B, dan pemodelan struktur menggunakan bantuan program SAP 2000 versi 14. Penelitian bertujuan untuk: 1)_mendapatkan perbandingan periode getar struktur pada bangunan gedung perkuliahan Fakultas Psikologi USM pada gedung T; 2)_mengetahui gaya geser dasar (base shear) berdasarkan SNI 03-1726-2002 dengan SNI 03-1726-2012; 3)_mengetahui persentase peningkatan gaya gempa antara SNI 03-1726-2002 dengan SNI 03-1726-2012; dan 4)_mendapatkan  kebutuhan tulangan lentur dan geser pada balok dan kolom As –B. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah simulasi komputasi dengan SAP 2000 versi 14 untuk mendapatkan perbandingan gaya gempa yang terjadi antara SNI Gempa 03-1726-2002 dengan SNI Gempa 03-1726-2012. Simulasi komputasi  ini dilakukan dengan memodelkan bentuk bangunan 3 dimensi dengan SAP 2000 versi 14 dari model bangunan gedung T USM.Regulation of the structural design of earthquake-resistant buildings in Indonesia progressed, it was revised to SNI03-1726-2012 SNI 03-1726-2002. Therefore a latest earthquake regulations appear and enforced, then it can result in the need for revision or review of the buildings that had stood to be re-examined using the latest regulations. The problem to be looked at is a big difference between the seismic forces that occur with RSNI SNI 03-1726-2002 03-1726-2012, and how the behavior of the structure when subjected to earthquake loads with RSNI based SNI 03-1726-2002 03-1726-2012. Limitations of this research is the building that will be studied the lecture hall of the Faculty of Psychology, University of Semarang (four floors of Building T); style in the review is the increased seismic forces that occur under the SNI SNI 03-1726-2002 03-1726-2012; needs reinforcement analyzed are flexural and shear reinforcement in the frame beams and columns As-B, and the modeling of structures using a support program SAP 2000 version 14. The research aims to: 1) _mendapatkan comparison period vibrating structures in buildings lectures on the building of the Faculty of Psychology USM T; 2) _mengetahui shear force (base shear) based on the SNI SNI 03-1726-2002 03-1726-2012; 3) _mengetahui percentage increase between SNI 03-1726-2002 seismic forces with SNI 03-1726-2012; and 4) _mendapatkan needs of flexural and shear in beams and columns As -B. The method used in this study is a computational simulation with SAP 2000 version 14 to obtain comparative seismic forces that occur between SNI earthquake with SNI 03-1726-2002 03-1726-2012 earthquake. Computational simulation is done by modeling the three dimensional shape of the building with SAP 2000 version 14 of the model building T USM
ANALISIS KEBUTUHAN TULANGAN PADA BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T MENGGUNAKAN PROGRAM SAP 2000 Ngudi Hari Crista; Trias Widorini; Bambang Purnijanto
Teknika Vol 14, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.423 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i1.1514

Abstract

ABSTRAKBalok sebagai salah satu komponen struktur gedung mempunyai peranan yang sangat penting dalam memikul beban diatasnya. Balok beton bertulang dengan penampang T merupakan balok yang banyak digunakan pada sistem lantai bangunan. Penggunaan program komputer dianggap cukup efektif dalam hal waktu, biaya dan peralatan yang digunakan namun perlu diketahui berapa tingkat akurasi analisis dan desain balok beton tampang T dengan menggunakan program komputer yaitu SAP 2000. Sebagai pembanding untuk hasil analisis dan desain dengan program SAP 2000 digunakan hasil yang diperoleh menurut SNI 2002. Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SAP 2000 dan menurut SNI 2002, terdapat perbedaan hasil dalam hal luas tulangan memanjang yang dibutuhkan. Hal disebabkan oleh model default SAP 2000 balok dengan sayap posisi sayap tidak terletak pada sisi atas balok tetapi pada garis berat balok dan terdapat bagian overlap pada balok dan pelat yang berpengaruh pada berat mati komponen struktur.
Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14 Ngudi Hari Crista; Bambang Purnijanto; Mukti Wiwoho
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2032.626 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v10i1.751

Abstract

Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.
Analisis Dinding Geser pada Desain Bangunan Gedung Bertingkat yang Tidak Beraturan Trias Widorini; Ngudi Hari Crista; Bambang Purnijanto
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.85 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.2660

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat yang tidak simetris atau tidak beraturan harus dirancang menahan beban lateral seperti beban angin dan gempa. Selain itu, bentuk bangunan yang tidak simetris mengakibatkan distribusi massa yang tidak seragam. Pengaruh penempatan dinding geser dan berapa efektif penggunaan dinding geser pada gedung bertingkat tidak beraturan tehadap gaya lateral gempa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa pada gedung yang tidak beraturan dengan variasi letak dinding geser. Penelitian membandingkan tiga model struktur yang letak dinding gesernya berbeda. Model 1 adalah struktur yang didesain tanpa dinding geser, model 2 menggunakan dinding geser di tepi, model 3 Menggunakan dinding geser  di lift. Denah bangunan memiliki denah struktur yang tidak simetris. Hal tersebut menyebabkan simpangan horisontal yang terjadi memiliki nilai yang berbeda untuk setiap arah gempa yang terjadi, yaitu gempa arah X dan gempa arah Y.Berdasarkan hasil analisa pemodelan dengan variasi tata letak dinding geser atau shear wall, dapat ditarik kesimpulan bahwa dinding geser memberikan kontribusi besar terhadap struktur bangunan bertingkat dalam menahan gaya lateral seperti beban gempa dan letak dinding geser pada bangunan bertingkat berpengaruh dalam hal nilai simpangan horisontal.
Evaluasi Struktur Kuda-Kuda Baja Konvensional Menara Usm Universitas Semarang Berdasarkan Perbandingan Sni 1729-2015 Dengan Sni 1729-2020 Ngudi Hari Crista
Teknika Vol 18, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i1.6468

Abstract

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada struktur atap Menara Universitas semarang berdasarkan SNI 1729-2015 dalam perencanaan sebelumnya dan akan dievaluasi kembali menggunakan SNI 1729-2020 dimaksudkan untuk melihat sejauh mana efektifitasnya dalam penggunaan bahan baja konvensional Profil L dan dimensi profil kuda-kuda yang digunakan dimensi tersebut. Analisis Profil Siku L menggunakan peraturan SNI 1729-2020 terbaru dilakukan dengan metode statis tertentu, untuk menghitung panjang batang tekan dan tarik menggunakan metode analitis dan untuk pendimensian profil kuda-kuda menggunakan peraturan SNI1729-2020   dengan metode LRFD (Load Resistance and Factor Design) . Dari hasil analisa antara dimensi profil existing dan evaluasi terdapat perbedaan hasil tegangan dan deformasi,. Untuk Profil Siku 2L60.60.6 tegangan yang terjadi dengan menggunakan SNI 1729-2015 yang dievaluasi ulang adalah 7,68% dari tegangan leleh minimum, untukdeformasi yang terjadi adalah 8,17% sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur atap Menara USM berdasarkan peraturan terbaru masih aman karena masih dibawah tegangan ijin dan terdapat perbedaan hasil antara peraturan baja SNI 1729-2015 dengan SNI 1729-2020 dengan prosentase yang kecil