Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kuluk Kerinci Sebagai Motif Hias Pada Tas Wanita nanda, afri novia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5450

Abstract

Tengkuluk (kuluk) adalah penutup kepala tradisional perempuan suku Kerinci yang dikenakan oleh anak batino. Secara umum, kuluk berbentuk lingkaran besar (2 gelang besar) dengan lidah atau jumbei berupa kain beludru hitam atau merah (8-10 cm) yang dipasang dari atas lingkaran hingga belakang kepala sebatas pinggang. Bentuk kuluk menginspirasi motif hias pada tas dengan pola berulang melingkar. Proses penciptaan karya ini meliputi tiga tahap: eksplorasi dengan mengamati langsung bentuk kuluk, perancangan sketsa hingga desain terpilih, serta perwujudan karya melalui teknik batik tulis pada tas wanita. Penciptaan didasarkan pada teori bentuk, fungsi, kreasi, motif, dan warna. Tas yang dihasilkan berupa tas selempang dan tas tangan untuk membawa barang pribadi dalam acara formal atau resmi. Karya ini bertujuan melestarikan budaya serta menggabungkan motif nagguri lahak sebagai simbol pentingnya hidup bersih dalam masyarakat. Motif pada tas mencerminkan kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan perempuan. Tujuh karya yang dihasilkan berjudul: “Berdampingan”, “Refleksi”, “Seluruh Sisi”, “Beriringan”, “Bersua”, “Kesatuan”, dan “Saling Support.” 
KREASI MOTIF LIMPAPEH PADA OUTER WANITA ferina, nadia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5451

Abstract

Limpapeh merupakan sejenis binatang yang selalu mendiami rumah atau bangunan yang besar. Limpapeh adalah sebutan untuk kaum perempuan atau anak gadis yang mendiami sebuah rumah gadang. Limpapeh memberi pengertian bahwa apabila dalam sebuah rumah tersebut ada seorang wanita, maka rumah tersebut terlihat semarak. Bentuk motif limpapeh menginspirasi pengkarya untuk dijadikan motif hias outer wanita dengan menggunakan komposisi pola berulang. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahapan perwujudan menggunakan teknik batik tulis dan jahit. Penciptaan menggunakan teori bentuk, fungsi, kreasi, warna dan komposisi. Bentk karya yang diciptakan adalah outer wanita dengan jenis outer panjang dan vest menggunakan teknik batik tulis. Fungsi outer ini sebagai pakaian wanita remaja hingga dewasa yang bisa digunakan pada saat santai dan formal, pemakaiannya harus disesuaikan dengan kegiatan yang kita lakukan. Alasan pengkarya menciptakan karya ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak motif-motif yang terdapat di Sumatera Barat, salah satunya motif limpapeh, sesuai dengan maknanya kita sebagai perempuan haruslah pandai menjaga diri. Jumlah karya yang dibuat sebanyak tujuh karya dengan judul yaitu : “Ketegasan”, “Sang Bijaksana”, “Kemurahan”, “Keadilan”. “Keijaksanaan”. “Kebijaksanaan 2”, “Kehormatan”. 
Edukasi dan Pelatihan Keterampilan Membatik Bagi Remaja Putri Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Widdiyanti, Widdiyanti; Yulimarni, Yulimarni; Yuliarni, Yuliarni; Ditto, Anin; Sundari, Sri; Kurniawan, Ramadhani
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1134

Abstract

Pelatihan keterampilan membatik dalam kegiatan pengabdian ini ditujukan kepada remaja putri yang ada di nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris. Kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan membatik dalam rangka menggali kreativitas masyarakat khususnya remaja putri, untuk meninjau tingkat kreativitas remaja putri di bidang membatik serta sebagai salah satu bentuk usaha untuk mengembangkan dan melestarikan warisan budaya. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, demonstrasi dan praktek langsung. Hasil dari program ini menunjukan bahwa peserta sangat antusias mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan, hal tersebut dibuktikan dengan hasil karya yang mereka buat berupa kain panjang dengan motif dan warna yang menarik.