Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Kader Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang dan Pembuatan Media Permainan Edukatif Sederhana Di Wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya Wardani, Novita Eka Kusuma; Harumi, Ani Media; Islamiyah, Ahdatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12640

Abstract

ABSTRAK Masa tumbuh kembang merupakan periode yang penting pada balita. Media Permainan Edukatif merupakan alat permainan yang dapat memberikan fungsi permainan secara optimal dan perkembangan anak, dimana melalui alat permainan ini anak akan selalu dapat mengembangkan kemampuan fisiknya, bahasa, kemampuan kognitifnya, dan adaptasi sosialnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk Memberikan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kader dalam stimulasi tumbuh kembang Balita dan Pembuatan Media Permainan Edukatif Sederhana Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pemberian materi oleh narasumber, pemberian pelatihan stimulasi tumbuh kembang dan pembuatan media permainan edukatif sederhana kepada 40 kader di Puskesmas wilayah Bulak Banteng Surabaya. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang stimulasi tumbuh kembang dan pembuatan alat permainan edukatif sederhana peserta pelatihan, semua peserta pelatihan sebanyak 40 orang (100%) telah membuat alat permainan edukatif sederhana dan semua peserta pelatihan sebanyak 40 orang (100%) berkreasi dengan bahan kerdus bekas dalam membuat alat permainan edukatif sederhana pada kegiatan stimulasi tumbuh kembang Balita di wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Pelatihan pada kader dapat meningkatkan stimulasi tumbuh kembang dan peningkatan pembuatan media permainan edukatif sederhana pada Balita di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Kata Kunci: Pelatihan, Stimulasi Tumbuh Kembang, Media Permainan Edukatif  ABSTRACT The growth and development period is an important period for toddlers. Educational Game Tools (APE) are game tools that can provide optimal game functions and child development, where through these game tools children will always be able to develop their physical abilities, language, cognitive abilities and social adaptation. The aim of this community service activity is to provide knowledge and improve the skills of cadres in stimulating the growth and development of toddlers and making simple educational game media. The method in this community service activity is by providing material by resource persons, providing growth and development stimulation training and making educational game media simply to 40 cadres at the Bulak Banteng Surabaya regional health center. There was an increase in knowledge about stimulating growth and development and making simple educational game tools for training participants, all 40 training participants (100%) had made simple educational game tools and all 40 training participants (100%) were creative with used cardboard materials in making simple educational game tools for activities to stimulate the growth and development of toddlers in the Bulak Banteng Community Health Center area, Surabaya. Training for cadres can increases stimulation of growth and development and increase creativity of simple educational media to todler in Bulak Banteng health centre. Keywords: Training, Stimulation of Growth and Development, Simple Media Educational
CEGAH ANEMIA SANTRIWATI DI WILAYAH PONDOK PESANTREN KOTA SURABAYA Mairo, Queen Khoirun Nisa’; Jeniawaty, Sherly; Ginarsih, Yuni; Ngestiningrum, Ayesha Hendriana; Harumi, Ani Media; Alfiah, Siti; Purwanti, Dwi; Sari, Ira Rahayu Tiyar
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 6 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i6.1900

Abstract

Anemia remains a global public health problem and continues to pose a significant burden in many developing countries. Several national and regional studies have reported that the prevalence of anemia among adolescent girls ranges from 14% to 50%, depending on location and survey methods, with many studies showing rates exceeding 30% in certain populations. Female students (santriwati) living in Islamic boarding schools (pondok pesantren) are particularly vulnerable to anemia. Common contributing factors include inadequate iron intake, irregular communal eating practices, limited nutritional knowledge, excessive menstrual bleeding, and restricted access to health services. The implementation of the community engagement program consisted of three main stages: (1) Socialization and initial hemoglobin (Hb) screening to obtain a preliminary overview of anemia status; (2) Health education and interactive discussions delivered through lectures, question-and-answer sessions, and educational video presentations; and (3) Evaluation and post-activity monitoring through joint reflections involving both the boarding school administrators and the participants. The combination of Hb screening, interactive counseling sessions, leaflet-based educational media, and institutional support from the boarding schools proved effective in creating a conducive environment for promoting healthy behaviors. However, challenges such as limited availability of Hb testing equipment and negative perceptions toward iron supplementation still need to be addressed through continuous approaches and cross-sectoral collaboration.
Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Balita: Parenting Patterns with Toddler Development Qudrotun, Qudrotun; Harumi, Ani Media; Susilaningrum, Rekawati; Ernawati, Masfuah
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v4i1.1958

Abstract

Setiap individu membutuhkan faktor pendukung untuk pertumbuhan yang optimal, salah satunya adalah dukungan maksimal dari lingkungan pengasuhan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dalam menstimulasi anak, baik dari aspek motorik kasar, kognitif, sensorik, maupun sosial. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang balita di Posyandu Puskesmas Ketabang, Surabaya. Selama proses penelitian, desain observasi analitik dilakukan dengan sampel sebanyak 58 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Peneliti menetapkan perkembangan sebagai variabel independen dan pola asuh sebagai variabel dependen. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan skrining terkait variabel independen menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan).Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa orang tua secara dominan menerapkan pola asuh demokratis (63,8%). Adapun balita yang perkembangannya sesuai mencapai total 69,0%. Data uji Spearman (0,05) menunjukkan p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tumbuh kembang balita. Mayoritas dari mereka menggunakan gaya pengasuhan demokratis dan mayoritas balita memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya.