Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malnutrisi pada Balita di Puskesmas Indong Halmahera Selatan Maluku Utara Ika Mahartiningsih; Rini Kundayanti; Suprihatin Suprihatin
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i1.2260

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi masalah gizi di Halmahera Selatan pada tahun 2020 dengan balita kekurangan berat badan 114 balita, kekerdilan 145 balita dan wasting 70 balita. Gizi merupakan salah satu faktor penentu untuk mencapai kesehatan yang prima dan optimal. Malnutrisi yaitu adanya kekurangan, kelebihan atau ketidak seimbangan asupan energi atau nutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terjadinya malnutrisi tidak hanya disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi, terdapat faktor lainnya seperti adanya paparan patogen, akses terhadap perawatan kesehatan dan kemiskinan.Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malnutrisi pada balita di Puskesmas Indong Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.Metode: Penelitian ini menggunakan Case Control Retrospective. Populasi pada penelitian ini orang tua dengan anak balita umur 6-59 sebanyak 250 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan urposive sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner dari penelitian lain yang telah di uji Validitas dan Reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chy Square Test.Hasil Penelitian: dari 50 ibu balita yang mengalami malnutrisi sebanyak 74% balitanya memiliki riwayat penyakit infeksi, 60% anggota keluarganya sedikit (keluarga kecil), 84% pendapatan kurang, 70% berpengetahuan kurang, 74% ketersediaan pangan kurang, 82% PHBS kurang baik, 68% pola asuh kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan riwayat penyakit infeksi p-value 0,817, besar keluarga p-value 0,405, pendapatan keluarga p-value 0,006, pengetahuan p-value 0,015, ketersediaan pangan p-value 0,000, PHBS p-value 0,009, pola asuh p-value 0,067.Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian, faktor yang berhubungan dengan kejadian malnutrisi pada balita yaitu pendapatan keluarga, pengetahuan, ketersediaan pangan dan PHBS
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AKUPRESUR DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INSOMNIA PADA WANITA MENOPAUSE Anni Suciawati; Suprihatin Suprihatin; Maria Antonia Nesi
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.5106

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gejala yang muncul pada wanita menopause. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia diantaranya akupresur dan aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan akupresur dan aromaterapi lavender dalam mengatasi insomnia pada wanita menopause di Puskesmas Oesapa Kupang NTT pada kelompok akupresur dan kelompok aromaterapi lavender. Metodologi: Penelitian quasi eksperiment ini menggunakan rancangan two group design pre and post test. Jumlah sampel penelitian yaitu 34 orang, 17 orang kelompok akupresur dan 17 orang kelompok aromaterapi lavender. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 34 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta).   Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara akupresur dan aromaterapi untuk mengurangi insomnia pada wanita menopause yaitu dengan nilai rata-rata sejumlah 11,88 dengan akupresur dan nilai rata-rata sejumlah 12,06 dengan aromaterapi lavender. Kesimpulan dan Saran: Aromaterapi lavender lebih efektif dibandingkan dengan akupresur dalam mengatasi insomnia pada wanita menopause. Kedua terapi tersebut dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk mengatasi insomnia pada wania menopause. 
Komunikasi Informasi Edukasi Media Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester I tentang Pemeriksaan Laboratorium Yeti Ida Sumarni; Putri Azzahroh; Suprihatin Suprihatin
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i1.600

Abstract

The frequency coverage of ANC I in the first trimester, at least I time in thesecond trimester and at least II times in the third trimester is 70,4% and the coverage of KIE provision during the first trimester ANC is 81,6%. Early detection of pregnancy can be used as an effort to increase the knowledge and attitudes of pregnant women by providing early knowledge and attitudes of pregnant women by providing early knowledge about their pregnancy through leaflets. Objectives: to determine the effectiveness of educational information communication (KIE) leaflet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about for first trimester laboratory examinations at PMB T, Bogor Regency in 2022.Methodology using a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research sample was 30 pregnant women who visited PMB T in Bogor Regency in the period March to June 2022. The research instrument used leaflets, SAP, and questionnaires.Results are the effectiveness of IEC leaflet media on knowledge (p value = 0.001 0.05), and attitudes (p value = 0.001 0.05) pregnant women about the first trimester laboratory examination at PMB T,s Bogor Regency in 2022.Conclusion is the effectiveness of educational information communication (KIE) leaflet media on the knowledge and attitudes of pregnant women about screening first trimester laboratory examinations at PMB T, Bogor Regency in 2022. It is expected to further increase knowledge and skills about the initial of the first trimester laboratory examinations by attending counseling, health education or consultation with health workers, so that they can carry out initial of first trimester laboratory examinations independently and correctly to improve the health status of their babies and reduce mortality. mother and baby
Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sebelum dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang Tahun 2019 Yenny Aulya; Suprihatin Suprihatin; Dianovianti Dianovianti
Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 2 (2020): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v3i2.71

Abstract

Hipotiroid kongenital merupakan penyebab paling umum keterbelakangan mental. Skrining bayi baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin, sehingga bila ditemukan dapat segera dilakukan intervensi secepatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Pukesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu Pra-Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dimana didapatkan hasil 58 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah responden menerima ceramah. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon Match Pair Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan 65.774 setelah diberikan penyuluhan pengetahuan ibu hamil meningkat menjadi 82.843. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan p-value 0,000. Sebaiknya penyuluhan sering dilakukan saat ibu melakukan pemeriksaan untuk meningkatkan pengetahuan ibu
Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Siswi Anemia Bunga Tiara Carolin; Suprihatin Suprihatin; Indirasari Indirasari; Shinta Novelia
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.111

Abstract

Penelitian quasi-eksperimen dengan design one group pretest and posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang menderita anemia. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyak 300 gram pada pagi dan sore selama 14 hari. Sebelum pemberian sari kacang hijau pada 30 responden mengalami anemia ringan sebanyak 6 responden 20%, anemia sedang 21 responden 70% dan anemia berat 3 responden 10%. Setelah diberikan sari kacang hijau memiliki kategori normal sebanyak 40%, menjadi anemia ringan 50% dan menjadi anemia sedang sebanyak 10%. Dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon, ada pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yaitu (p=0,000). Sari kacang hijau mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yang menderita anemia. Diharapkan remaja putri dengan anemia untuk dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manfaat sari kacang hijau bagi kesehatan diri