Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Konsep Representatif terhadap Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Produk Kreatif di Menganti Kabupaten Gresik Arjiyanti, Dwi Kresita; Ratniarsih, Ika; Laksmiyanti, Dian P. E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2052

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan yang ada di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas seperti kriya, fashion yang menjadi warisan budaya dan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain, serta menjadi ikon di Kabupaten Gresik. Lokasi Objek rancangan yaitu berada di Jl. Raya Morowudi 185, Moro Putat Lor, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61171. Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah Kontemporer, Menurut L. Hilberseimer, Comtemporary Architects 2 (1964) “Arsitektur Kontemporer adalah suatu style aliran arsitektur terntentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda, dan merupakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya, sehingga cocok untuk gedung kreatif yang mengingat kreatif menggunakan bentukan bangunan yang cukup unik. Konsep makro Representatif bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan yang memiliki karateristik mudah di kenal dan dapat mengkomunikasikan ide desain. Penerapan konsep makro representatif pada tatanan lahan yaitu sirkulasi dan penataan massa dengan mempertimbangkan eksisting yang berupa mengetahui kondisi fisik tapak, keadaan lingkungan pada tapak, batas-batas tapak, dan potensi yang ada pada tapak, Penerapan konsep makro representatif pada bentuk adalah penggabungan bentuk simetris pada fasad dan tumpukan pada atap. Penerapan konsep makro representatif pada ruang adalah penyesuaian dan penekanan unsur warna pastel dan unsur kayu. Manfaat dari Perancangan Objek ini yaitu agar Gresik memiliki sebuah wadah bagi para pelaku produksi kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain diantara sub sektor sub sektor produk-produk kreatif tersebut.
Rancangan Futuristik pada Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Desain Digital di Surabaya Viollita, Yosika Greace; Ratniarsih, Ika; Sulistyo, Broto Wahyono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1124

Abstract

Perkembangan industri desain digital meningkat dengan adanya fenomena ekonomi digital yang terimplementasi dengan baik dalam industri kreatif. Dilihat dari  data statistik Badan Ekonomi Kreatif 2017, permasalahan akan kurangnya riset dan pengembangan, edukasi, insfrastruktur fisik, hingga pemasaran dalam negeri menjadi kendala utama perkembangannya, oleh karena itu diperlukan suatu wadah yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya dibidang desain digital. metodologi penelitian deskriptif, studi banding lapangan di Galaxy Mall 3 Surabaya dan  studi literatur dari website, buku, jurnal, pengamatan langsung ke lapangan dan survei obyek yang akan dirancang. Lokasi proyek di Jalan Mayjen Yono Suwoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur, luas lahan 45.300m2. Fasilitas utama : fasilitas edukasi digital desain, fasilitas riset dan pengembangan software desain digital, dan fasilitas penunjang : perpustakaan, toko buku, museum, co-working space, rental alat digital desain, percetakan, dan pameran. Tema arsitektur futuristik, diterapkan pada bentuk : tampilan yang dinamis garis lengkung dan sudut tumpul pada kepala, badan, kaki dengan material beton, kaca dan alumunium, warna putih dan biru, pada ruang : bentuk ruang mengikuti bentuk bangunan yang melengkung, menggunakan material kaca, alumunium, dan PVC, suasana kecanggihan teknologi dengan pintu jendela otomatis dan warna putih, biru, hitam. Laporan ini bermanfaat memberikan gagasan pengembangan industri kreatif digital dan arsitektur masa depan serta menjadi wujud dukungan perkembangan digital desain di Surabaya.
Kajian Tatanan Bentuk Arsitektur Simbolis Pada Pengembangan Museum Trinil Di Kabupaten Ngawi Sudibyo, Rizal Denariyan; Ratniarsih, Ika; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1517

Abstract

Abstrak. Ngawi Regency is a place of ancient sites whose existence is less known by the public. Due to the lack of supporting facilities for the Trinil Museum which holds a lot of ancient history. The development at the Trinil Museum is needed to make the museum run optimally and become a big icon for Ngawi Regency. The method used to compile this report is the descriptive method in which there are literary case studies and field case studies by comparing and making references to the development plan. The location of the Trinil Museum which will be developed is in Kawu Village, Kec. Kedunggalar, Ngawi Regency, East Java. The land area on the site reaches ± 15,000 m2 (1.5 hectares), borders with Bengawan Solo, forest and community settlements in Kawu Village. Facilities that will be added to the design object are Main Facilities: Exhibition and Education Building Facilities, Entertainment Facilities, Archeological Facilities, Supporting Facilities: Management Building Facilities, Restaurant and Cafe Facilities, Meeting Facilities, Lodging Facilities, Outbound Facilities, Service Facilities (Toilets, EEC, Warehouse, Loading Dock, Drop Off). The theme used for this design is symbolic, symbolic here uses a disguised metaphor where the manifestation is disguised so that people who see the object think and have their own point of view, where the process is by adapting / integrating with the surrounding environment and taking different forms. characterizes the Ngawi area with an emphasis on ancient accents. The application of the theme to the land arrangement is a form of circulation such as bones, the application of the theme to the shape is on the roof using the roof found in the area with the addition of ancient shapes and textures such as stones and bones, the application of the theme to the space is the emphasis of stone accents and the color of stone and wood. The benefit of designing this object is to make the Trinil Museum run even more optimally, to provide a forum for research and people who want to study archeology and to make it a great icon for Ngawi Regency.Keywords: Museum, Ngawi, Development, Symbolic, Trinil Abstrak. Kabupaten Ngawi adalah tempat situs purba yang keberadaannya kurang diketahui oleh khalayak ramai. Dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang terhadap Museum Trinil yang menyimpan banyak ilmu sejarah purbakala. Pengembangan di Museum Trinil diperlukan guna menjadikan museum tersebut berjalan secara maksimal dan menjadi suatu ikon yang besar untuk Kabupaten Ngawi. Metode yang di gunakan untuk menyusun laporan ini adalah Metode Deskriptif dimana dalam metode tersebut terdapat Studi Kasus Literatur dan Studi Kasus Lapangan dengan membandingkan dan menjadikan referensi untuk rencana pengembangan tersebut. Lokasi Museum Trinil yang akan dikembangkan berada di Desa Kawu, Kec. Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Luas Lahan pada tapak mencapai  ±15.000 m2 (1,5 Hektar), Berbatasan dengan Bengawan Solo, Hutan dan pemukiman warga Desa Kawu. Fasilitas yang akan ditambahkan pada objek rancangan tersebut yaitu Fasilitas Utama : Fasilitas Gedung Pameran dan Edukasi,  Fasilitas Hiburan, Fasilitas Arkeologi, Fasilitas Penunjang : Fasilitas Gedung Pengelola, Fasilitas Restoran dan Kafe, Fasilitas Pertemuan, Fasilitas Penginapan, Fasilitas Outbond, Fasilitas Servis (Toilet, MEE,Gudang,Loading Dock, Drop Off). Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah simbolis, simbolis disini menggunakan metafora tersamar dimana perwujudannya dengan cara disamarkan agar orang yang melihat obyek tersebut berfikir dan memiliki sudut pandang masing-masing, dimana prosesnya dengan cara adapatasi/ menyatu dengan lingkungan sekitar dan mengambil bentuk-bentuk yang menjadi ciri khas daerah Ngawi dengan penekanan aksen purbakala. Penerapan tema pada tatanana lahan adalah bentuk sirkulasi seperti tulang, penerapan tema pada bentuk adalah pada atap menggunakan atap yang terdapat pada daerah tersebut dengan ditambah bentuk dan tekstur purba seperti bebatuan dan tulang, penerapan tema pada ruang adalah penekanan aksen bebatuan dan warna batu dan kayu. Manfaat dari perancangan objek ini yaitu agar Museum Trinil berjalan lebih maksimal lagi, memberikan wadah untuk penelitian dan orang yang ingin belajar ilmu kepurbaan dan menjadikan suatu ikon yang besar untuk Kabupaten Ngawi.Kata kunci: Museum, Ngawi, Pengembangan, Simbolis, Trinil
Tema Berwawasan Lingkungan pada Konsep Desain Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan dan Wisata Kuliner di Tambak Cemandi, Sidoarjo Maulidiana, Ainur Rizka; Azizah, Siti; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1516

Abstract

Abstract. Sidoarjo has great potential in the development of the fisheries sector, on of them is located in Tambak Cemandi, Sidoarjo Regency, East Java. Tambak Cemandi, has a local scale fish auction. Because this fish auction is close to the sea and the place is not suitable for use, so it is very potential to be developed as a tourist destination and is very attractive as a culinary tourism spot with a special menu of sea fish. The application of the design for the development of fish auction places and culinary tours is with the theme of Architectural Insightful. Architecture with its own environmental insight as a response to the local climate and to reduce the smell of activities carried out in the fish processing area. The methods used in designing this project are observation, interview, data analysis, and documentation. The development that will be carried out in this project is to improve the fish auction area and add facilities to facilities that do not yet exist. The theme raised is environmentally sound architecture with macro natural architectural concepts. To support the macro concept raised, there is a micro concept of attractive forms that are applied to the game and the colors that stand out to show the attractive form concept. Micro has a functional space concept which aims to create a functional space design effectively by optimizing the lighting system in the room, the room in the fish auction is open in design so that air circulation can go in and out freely. For micro, the concept of land layout uses a directed concept where visitors and employees are distinguished from the parking area to the entrance to the land, when visitors enter the dropping area, visitors will be directed to the dropping area and then enter the area with a recreational land layout design where the design makes visitors directed. the way when on the site.Keywords: Fish Auction, Culinary Tourism, Architectural Insightful, Attractive, Functional, Recreational Abstrak. Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan, salah satunya di Tambak Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tambak Cemandi, memiliki tempat pelelangan ikan skala lokal. Karena tempat pelelangan ikan ini berdekatan dengan laut dan tempatnya kurang layak untuk digunakan sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan sangat menarik juga digunakan sebagai tempat wisata kuliner dengan menu khusus ikan laut. Penerapan desain pengembangan tempat pelelangan ikan dan wisata kuliner ini yaitu dengan tema arsitektur berwawasan lingkungan. Arsitektur berwawasan lingkungan tersendiri sebagai respon terhadap iklim daerah setempat serta untuk mengurangi bau dari aktifitas yang dilakukan di area pengolahan ikan tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan proyek ini yaitu observasi, interview, Analisa data, dan dokumentasi. Pengembangan yang akan dilakukan pada proyek ini yaitu memperbaiki area tempat pelelangan ikan dan menambah fasilitas dari fasilitas yang belum ada. Tema yang diangkat yaitu arsitektur berwawasan lingkungan dengan makro konsep arsitektur alami. Untuk mendukung makro konsep yang diangkat maka ada mikro konsep bentuk atraktif yang di terapkan pada permainan dan pewarnaan yang menonjol untuk menunjukan konsep bentuk atraktif tersebut. Mikro konsep ruangnya fungsional yang bertujuan untuk mencipatakan desain ruang fungsional secara efektif dengan mengoptimalkan sistem pencahayaan pada ruangan tersebut, ruangan pada tempat pelelangan ikan di desain terbuka agar sirkulasi udara dapat keluar masuk secara bebas. Untuk mikro konsep tatanan lahan menggunakan konsep terarah yang dimana pengunjung dan karyawan dibedakan untuk area parkir hingga pintu masuk ke lahan tersebut, pengunjung ketika masuk akan diarahkan ke dropping area lalu masuk ke area tersebut dengan desain tatanan lahan rekretaif yang dimana desain tersebut manjadikan pengunjung akan terarah jalannya ketika berada di dalam site tersebut. Kata Kunci: Tempat Pelelangan Ikan, Wisata Kuliner, Arsitektur Berwawasan Lingkungan, Atraktif, Fungsional, Rekreatif
Penerapan Arsitektur Modern pada Aspek Tatanan Lahan dan Aspek Bangunan di Campus Da Fiocruz Ceara dan Bangkok International Preparatory & Secondary School Rahayu, Dewi Syahputri; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.889

Abstract

Abstract. According to news, the city of Surabaya has issued around 20 athletes in swimming. Swimming has many benefits for the body such as reducing chronic diseases, heart health, etc. The number of water sports facilities built in the city of Surabaya is one of the containers with the aim to further popularize water sports and as a training center for swimming athletes in East Java. There are several categories of pools that have been available in the city of Surabaya such as water polo, beautiful jumping, fin swimming, etc. This facility is equipped with international standards based on the provisions of the Federation International de Natation (FINA) so that it can accommodate international swimming competition activities. However, of the many facilities that are available, almost all do not have special care on the building so that it looks less manicured as the age of the building. The use of methodologies with descriptive and case studies. Taking Literature case studies in Campus Da Fiocruz Ceara which has a land area of 103,683.00 m2 with a building area of 18,550.00 m2 and 43,147.00 m2. Having facilities such as Teaching & Management Building, Research & Laboratory Building, Infrastructure Building, Service Building, Auditorium, Service Kiosk, Security Cabin, Amphitheater, Bicycle Rack, Main Square and Parking Lot. In the second case study, the Bangkok International Preparatory & Secondary School which has an area of 19,200 m2. It has facilities like in the first building there is an administration building that is connected with sports facilities (soccer field, athletic field 300 lines 4 lanes and 100 lines 4 straight lanes, tennis court, swimming pool 50 lanes 8 lanes, 2 indoor basketball courts, large sports hall , gymnastics room, local park), the second building has creative arts facilities (black box theater, music recording studio, ceramic room), and the third building has a 6-storey educational building facility (class room, library).Keywoards: Water Sport, Educational Facility, Training Abstrak. Menurut kabar berita, Kota Surabaya telah mengeluarkan atlit cabang olahraga renang sebanyak kurang lebih 20 orang. Olahraga renang memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti meredam penyakit kronis, menyehatkan jantung, dll. Banyaknya fasilitas olahraga air yang terbangun di Kota Surabaya merupakan salah satu wadah dengan tujuan untuk lebih mempopulerkan olahraga air serta sebagai wadah pelatihan atlit renang Jawa Timur. Terdapat beberapa kategori kolam yang telah tersedia di Kota Surabaya seperti polo air, loncat indah, fin swimming, dsb. Fasilitas ini dilengkapi dengan standar internasional berdasarkan ketentuan dari Federation International de Natation (FINA) sehingga mampu mewadahi kegiatan kompetisi renang tingkat internasional. Namun dari sekian banyak fasilitas yang tersedia hampir seluruh tidak memiliki perawatan khusus pada bangunan sehingga terlihat kurang terawat seiring berjalannya umur bangunan. Penggunaan metodologi dengan deskriptif dan studi kasus. Pengambilan Studi kasus literatur yang ada di Campus Da Fiocruz Ceara yang memiliki luas tanah 103.683,00 m2 dengan luas bangunan 18.550,00 m2 dan 43.147,00 m2 . Memiliki fasilitas seperti Gedung Pengajaran & Manajemen, Gedung Pene litian & Laboratorium, Gedung Infrastruktur, Gedung Layanan, Auditorium, Kios Layanan, Kabin Keamanan, Amphitheater, Rak Sepeda, Lapangan Utama dan Tempat Parkir. Pada studi kasus kedua yaitu Bangkok International Preparatory & Secondary School yang memiliki luas area 19.200 m2. Memiliki fasilitas seperti pada bangunan pertama ada gedung administrasi yang terhubung dengan fasilitas olahraga (lapangan sepak bola, lapangan atletik 300 lajur 4 lajur dan 100 lajur 4 lintasan lurus, lapangan tenis, kolam renang 50 lajur 8 jalur, 2 lapangan basket indoor, aula olahraga besar, ruang senam, taman lokal), bangunan kedua ada fasilitas seni kreatif (Teater kotak hitam, studio rekaman music, ruang keramik), dan bangunan ketiga ada fasilitas bangunan pendidikan 6 lantai (ruang kelas, perpustakaan).Kata Kunci: Olah raga Air, Fasilitas Pendidikan, Pelatihan
Penerapan Tema Metafora dalamPerencanaan Pasar Ikan Modern di Kabupaten Sidoarjo Setyowati, Indah Dwi; Nareswarananindya, Nareswarananindya; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1929

Abstract

Di Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur salah satu penghasil ikan. Dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Potensi tersebut menjadikan daerah Sidoarjo sebagai salah satu Kawasan minapolitan di Indonesia. Pasar Ikan Modern berada di Jalan K.H. Ali Mas’ud, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Terdiri dari beberapa fasilitas, yaitu fasilitas utama sebagai tempat penjualan, fasilitas pengelola sebagai kantor, fasilitas penunjang, fasilitas servis, dan cafeteria. Penggunaan konsep makro Modern Higenis menghasilkan rancangan yang memiliki suasana yang bersih, modern dan efisien sehingga pengunjung tidak bosan bertransaksi di area Pasar.
Behaviorisme sebagai Pendekatan Tema dalam Rancangan Pusat Kreasi dan Eksplorasi Musik Indie di Surabaya Aprimianto, Ghanda Pradana; Sulistyo, Broto Wahyono; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1181

Abstract

Perkembangan musik dewasa ini sangat beragam dan semakin kreatif, salah satu dampak dari perkembangan musik tersebut adalah munculnya jalur dan pergerakan musik indie. Tidak terkecuali di Indonesia dan khususnya di kota Surabaya, yang sudah mulai mengenal jalur bermusik ini sejak tahun 1990an. Dan sudah banyak pula musisi-musisi indie yang berprestasi bahkan go international membawa nama baik Indonesia di kancah musik dunia. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada, dikarenakan jalur musik indie yang bebas dan mandiri serta memiliki idealisme yang kuat dalam berkarya, maka jalur musik ini kurang mendapat wadah serta perhatian dari para penikmat musik dan label rekaman besar. Letak lokasi site tepatnya berada di Jalan Mayjend Yono Suwoyo, Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Site terletak dekat dengan area komersil yaitu Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya, Lenmarc Mall Surabaya dan Intiland. Batas utara site merupakan pemukiman warga, batas selatan site adalah jalan raya dan Lenmarc Mall. Sedangkan batas barat site adalah lahan parkir, tanah kosong dan pemukiman warga. Dan batas timur site adalah jalan raya, ruko dan apartemen Adhiwangsa. Dengan luas site sebesar 5,3 Ha, yang meliputi fasilitas utama seperti gedung pertunjukan musik indoor, amphiteater outdoor, dan gedung pelatihan musik. Sedangkan fasilitas pendukung seperti galeri musik, convention hall, cafe dan foodcourt.
Behaviorisme sebagai Pendekatan Tema dalam Rancangan Pusat Kreasi dan Eksplorasi Musik Indie di Surabaya Ghanda Pradana Aprimianto; Broto Wahyono Sulistyo; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1181

Abstract

Perkembangan musik dewasa ini sangat beragam dan semakin kreatif, salah satu dampak dari perkembangan musik tersebut adalah munculnya jalur dan pergerakan musik indie. Tidak terkecuali di Indonesia dan khususnya di kota Surabaya, yang sudah mulai mengenal jalur bermusik ini sejak tahun 1990an. Dan sudah banyak pula musisi-musisi indie yang berprestasi bahkan go international membawa nama baik Indonesia di kancah musik dunia. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada, dikarenakan jalur musik indie yang bebas dan mandiri serta memiliki idealisme yang kuat dalam berkarya, maka jalur musik ini kurang mendapat wadah serta perhatian dari para penikmat musik dan label rekaman besar. Letak lokasi site tepatnya berada di Jalan Mayjend Yono Suwoyo, Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Site terletak dekat dengan area komersil yaitu Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya, Lenmarc Mall Surabaya dan Intiland. Batas utara site merupakan pemukiman warga, batas selatan site adalah jalan raya dan Lenmarc Mall. Sedangkan batas barat site adalah lahan parkir, tanah kosong dan pemukiman warga. Dan batas timur site adalah jalan raya, ruko dan apartemen Adhiwangsa. Dengan luas site sebesar 5,3 Ha, yang meliputi fasilitas utama seperti gedung pertunjukan musik indoor, amphiteater outdoor, dan gedung pelatihan musik. Sedangkan fasilitas pendukung seperti galeri musik, convention hall, cafe dan foodcourt.
Aplikasi Konsep Representatif terhadap Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Produk Kreatif di Menganti Kabupaten Gresik Dwi Kresita Arjiyanti; Ika Ratniarsih; Dian P. E. Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2052

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan yang ada di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas seperti kriya, fashion yang menjadi warisan budaya dan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain, serta menjadi ikon di Kabupaten Gresik. Lokasi Objek rancangan yaitu berada di Jl. Raya Morowudi 185, Moro Putat Lor, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61171. Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah Kontemporer, Menurut L. Hilberseimer, Comtemporary Architects 2 (1964) “Arsitektur Kontemporer adalah suatu style aliran arsitektur terntentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda, dan merupakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya, sehingga cocok untuk gedung kreatif yang mengingat kreatif menggunakan bentukan bangunan yang cukup unik. Konsep makro Representatif bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan yang memiliki karateristik mudah di kenal dan dapat mengkomunikasikan ide desain. Penerapan konsep makro representatif pada tatanan lahan yaitu sirkulasi dan penataan massa dengan mempertimbangkan eksisting yang berupa mengetahui kondisi fisik tapak, keadaan lingkungan pada tapak, batas-batas tapak, dan potensi yang ada pada tapak, Penerapan konsep makro representatif pada bentuk adalah penggabungan bentuk simetris pada fasad dan tumpukan pada atap. Penerapan konsep makro representatif pada ruang adalah penyesuaian dan penekanan unsur warna pastel dan unsur kayu. Manfaat dari Perancangan Objek ini yaitu agar Gresik memiliki sebuah wadah bagi para pelaku produksi kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain diantara sub sektor sub sektor produk-produk kreatif tersebut.
Rancangan Futuristik pada Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Desain Digital di Surabaya Yosika Greace Viollita; Ika Ratniarsih; Broto Wahyono Sulistyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1124

Abstract

Perkembangan industri desain digital meningkat dengan adanya fenomena ekonomi digital yang terimplementasi dengan baik dalam industri kreatif. Dilihat dari  data statistik Badan Ekonomi Kreatif 2017, permasalahan akan kurangnya riset dan pengembangan, edukasi, insfrastruktur fisik, hingga pemasaran dalam negeri menjadi kendala utama perkembangannya, oleh karena itu diperlukan suatu wadah yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya dibidang desain digital. metodologi penelitian deskriptif, studi banding lapangan di Galaxy Mall 3 Surabaya dan  studi literatur dari website, buku, jurnal, pengamatan langsung ke lapangan dan survei obyek yang akan dirancang. Lokasi proyek di Jalan Mayjen Yono Suwoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur, luas lahan 45.300m2. Fasilitas utama : fasilitas edukasi digital desain, fasilitas riset dan pengembangan software desain digital, dan fasilitas penunjang : perpustakaan, toko buku, museum, co-working space, rental alat digital desain, percetakan, dan pameran. Tema arsitektur futuristik, diterapkan pada bentuk : tampilan yang dinamis garis lengkung dan sudut tumpul pada kepala, badan, kaki dengan material beton, kaca dan alumunium, warna putih dan biru, pada ruang : bentuk ruang mengikuti bentuk bangunan yang melengkung, menggunakan material kaca, alumunium, dan PVC, suasana kecanggihan teknologi dengan pintu jendela otomatis dan warna putih, biru, hitam. Laporan ini bermanfaat memberikan gagasan pengembangan industri kreatif digital dan arsitektur masa depan serta menjadi wujud dukungan perkembangan digital desain di Surabaya.
Co-Authors Abbi Ali Achmadi Achmadi, Abbi Ali Adam, Fachrudian Misbachul Agustin, Ajeng Tri Ainur Rizka Maulidiana Ajeng Tri Agustin Amir Mukmin Rachim Amir Mukmin Rachim Amir Mukmin Rachim Andrean Dwi Maylestyo Sujatmiko Anita Nurnena Octavia Aprimianto, Ghanda Pradana Arjiyanti, Dwi Kresita Atika, Firdha Ayu Azriel Akbar Broto W Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Cindhi Dwi Permatasari Darmawan, Surya Adjie Deden Septiawan Dewi Syahputri Rahayu Dian P.E. Laksmiyanti Dian P.E. Laksmiyanti Dian PE Laksmiyanti Dwi Kresita Arjiyanti Esty Poedjioetami Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Famachyuddin, Vivi Amalia Firdausi, Fildza Firstianto, Lucky Aziz Ghanda Pradana Aprimianto Heri yanto Indah Dwi Setyowati Julia Wanti Kusuma Putri Khoiri, Mohammad Ilham Khoirul Tristianto Marhamah, Anis Fitri Maulidiana, Ainur Rizka Mochammad Arief Abdul Jabbar Mohammad Ilham Khoiri Nareswarananindya Nareswarananindya Nareswarananindya, Nareswarananindya NURZAKIYAH, NURZAKIYAH Octavia, Anita Nurnena Permatasari, Cindhi Dwi Pratama, Muhammad Antoni Dana Pratiwi, Vania Laras Putri, Julia Wanti Kusuma Putri, Winda Annisa Rahayu, Dewi Syahputri Rian Ardhan Ramadhan Rizal Denariyan Sudibyo Rozi, M. Fatchur Sakti, Yogi Aruna Salisnanda, Randy Pratama Septyo Rizky Winarto Setyowati, Indah Dwi Sigit Hadi Laksono Siti Azizah Siti Azizah Siti Azizah Suci Ramadhani, Suci Sudibyo, Rizal Denariyan Sukarnen Sukarnen Sukarnen Sukarnen, Sukarnen Sukma Ayu Wardatul Firdausi Sulistyo, Broto W Sulistyo, Broto Wahyono Trianto, Widya Amalia Tristianto, Khoirul Vania Laras Pratiwi Viollita, Yosika Greace Vivi Amalia Famachyuddin Wibowo, Stevanus Agustian Wiwik Widyo Widjajanti Yogi Aruna Sakti Yosika Greace Viollita