Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Tatanan Bentuk Arsitektur Simbolis Pada Pengembangan Museum Trinil Di Kabupaten Ngawi Rizal Denariyan Sudibyo; Ika Ratniarsih; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1517

Abstract

Abstrak. Ngawi Regency is a place of ancient sites whose existence is less known by the public. Due to the lack of supporting facilities for the Trinil Museum which holds a lot of ancient history. The development at the Trinil Museum is needed to make the museum run optimally and become a big icon for Ngawi Regency. The method used to compile this report is the descriptive method in which there are literary case studies and field case studies by comparing and making references to the development plan. The location of the Trinil Museum which will be developed is in Kawu Village, Kec. Kedunggalar, Ngawi Regency, East Java. The land area on the site reaches ± 15,000 m2 (1.5 hectares), borders with Bengawan Solo, forest and community settlements in Kawu Village. Facilities that will be added to the design object are Main Facilities: Exhibition and Education Building Facilities, Entertainment Facilities, Archeological Facilities, Supporting Facilities: Management Building Facilities, Restaurant and Cafe Facilities, Meeting Facilities, Lodging Facilities, Outbound Facilities, Service Facilities (Toilets, EEC, Warehouse, Loading Dock, Drop Off). The theme used for this design is symbolic, symbolic here uses a disguised metaphor where the manifestation is disguised so that people who see the object think and have their own point of view, where the process is by adapting / integrating with the surrounding environment and taking different forms. characterizes the Ngawi area with an emphasis on ancient accents. The application of the theme to the land arrangement is a form of circulation such as bones, the application of the theme to the shape is on the roof using the roof found in the area with the addition of ancient shapes and textures such as stones and bones, the application of the theme to the space is the emphasis of stone accents and the color of stone and wood. The benefit of designing this object is to make the Trinil Museum run even more optimally, to provide a forum for research and people who want to study archeology and to make it a great icon for Ngawi Regency.Keywords: Museum, Ngawi, Development, Symbolic, Trinil Abstrak. Kabupaten Ngawi adalah tempat situs purba yang keberadaannya kurang diketahui oleh khalayak ramai. Dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang terhadap Museum Trinil yang menyimpan banyak ilmu sejarah purbakala. Pengembangan di Museum Trinil diperlukan guna menjadikan museum tersebut berjalan secara maksimal dan menjadi suatu ikon yang besar untuk Kabupaten Ngawi. Metode yang di gunakan untuk menyusun laporan ini adalah Metode Deskriptif dimana dalam metode tersebut terdapat Studi Kasus Literatur dan Studi Kasus Lapangan dengan membandingkan dan menjadikan referensi untuk rencana pengembangan tersebut. Lokasi Museum Trinil yang akan dikembangkan berada di Desa Kawu, Kec. Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Luas Lahan pada tapak mencapai  ±15.000 m2 (1,5 Hektar), Berbatasan dengan Bengawan Solo, Hutan dan pemukiman warga Desa Kawu. Fasilitas yang akan ditambahkan pada objek rancangan tersebut yaitu Fasilitas Utama : Fasilitas Gedung Pameran dan Edukasi,  Fasilitas Hiburan, Fasilitas Arkeologi, Fasilitas Penunjang : Fasilitas Gedung Pengelola, Fasilitas Restoran dan Kafe, Fasilitas Pertemuan, Fasilitas Penginapan, Fasilitas Outbond, Fasilitas Servis (Toilet, MEE,Gudang,Loading Dock, Drop Off). Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah simbolis, simbolis disini menggunakan metafora tersamar dimana perwujudannya dengan cara disamarkan agar orang yang melihat obyek tersebut berfikir dan memiliki sudut pandang masing-masing, dimana prosesnya dengan cara adapatasi/ menyatu dengan lingkungan sekitar dan mengambil bentuk-bentuk yang menjadi ciri khas daerah Ngawi dengan penekanan aksen purbakala. Penerapan tema pada tatanana lahan adalah bentuk sirkulasi seperti tulang, penerapan tema pada bentuk adalah pada atap menggunakan atap yang terdapat pada daerah tersebut dengan ditambah bentuk dan tekstur purba seperti bebatuan dan tulang, penerapan tema pada ruang adalah penekanan aksen bebatuan dan warna batu dan kayu. Manfaat dari perancangan objek ini yaitu agar Museum Trinil berjalan lebih maksimal lagi, memberikan wadah untuk penelitian dan orang yang ingin belajar ilmu kepurbaan dan menjadikan suatu ikon yang besar untuk Kabupaten Ngawi.Kata kunci: Museum, Ngawi, Pengembangan, Simbolis, Trinil
Tema Berwawasan Lingkungan pada Konsep Desain Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan dan Wisata Kuliner di Tambak Cemandi, Sidoarjo Ainur Rizka Maulidiana; Siti Azizah; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1516

Abstract

Abstract. Sidoarjo has great potential in the development of the fisheries sector, on of them is located in Tambak Cemandi, Sidoarjo Regency, East Java. Tambak Cemandi, has a local scale fish auction. Because this fish auction is close to the sea and the place is not suitable for use, so it is very potential to be developed as a tourist destination and is very attractive as a culinary tourism spot with a special menu of sea fish. The application of the design for the development of fish auction places and culinary tours is with the theme of Architectural Insightful. Architecture with its own environmental insight as a response to the local climate and to reduce the smell of activities carried out in the fish processing area. The methods used in designing this project are observation, interview, data analysis, and documentation. The development that will be carried out in this project is to improve the fish auction area and add facilities to facilities that do not yet exist. The theme raised is environmentally sound architecture with macro natural architectural concepts. To support the macro concept raised, there is a micro concept of attractive forms that are applied to the game and the colors that stand out to show the attractive form concept. Micro has a functional space concept which aims to create a functional space design effectively by optimizing the lighting system in the room, the room in the fish auction is open in design so that air circulation can go in and out freely. For micro, the concept of land layout uses a directed concept where visitors and employees are distinguished from the parking area to the entrance to the land, when visitors enter the dropping area, visitors will be directed to the dropping area and then enter the area with a recreational land layout design where the design makes visitors directed. the way when on the site.Keywords: Fish Auction, Culinary Tourism, Architectural Insightful, Attractive, Functional, Recreational Abstrak. Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan, salah satunya di Tambak Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tambak Cemandi, memiliki tempat pelelangan ikan skala lokal. Karena tempat pelelangan ikan ini berdekatan dengan laut dan tempatnya kurang layak untuk digunakan sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan sangat menarik juga digunakan sebagai tempat wisata kuliner dengan menu khusus ikan laut. Penerapan desain pengembangan tempat pelelangan ikan dan wisata kuliner ini yaitu dengan tema arsitektur berwawasan lingkungan. Arsitektur berwawasan lingkungan tersendiri sebagai respon terhadap iklim daerah setempat serta untuk mengurangi bau dari aktifitas yang dilakukan di area pengolahan ikan tersebut. Metode yang digunakan dalam perancangan proyek ini yaitu observasi, interview, Analisa data, dan dokumentasi. Pengembangan yang akan dilakukan pada proyek ini yaitu memperbaiki area tempat pelelangan ikan dan menambah fasilitas dari fasilitas yang belum ada. Tema yang diangkat yaitu arsitektur berwawasan lingkungan dengan makro konsep arsitektur alami. Untuk mendukung makro konsep yang diangkat maka ada mikro konsep bentuk atraktif yang di terapkan pada permainan dan pewarnaan yang menonjol untuk menunjukan konsep bentuk atraktif tersebut. Mikro konsep ruangnya fungsional yang bertujuan untuk mencipatakan desain ruang fungsional secara efektif dengan mengoptimalkan sistem pencahayaan pada ruangan tersebut, ruangan pada tempat pelelangan ikan di desain terbuka agar sirkulasi udara dapat keluar masuk secara bebas. Untuk mikro konsep tatanan lahan menggunakan konsep terarah yang dimana pengunjung dan karyawan dibedakan untuk area parkir hingga pintu masuk ke lahan tersebut, pengunjung ketika masuk akan diarahkan ke dropping area lalu masuk ke area tersebut dengan desain tatanan lahan rekretaif yang dimana desain tersebut manjadikan pengunjung akan terarah jalannya ketika berada di dalam site tersebut. Kata Kunci: Tempat Pelelangan Ikan, Wisata Kuliner, Arsitektur Berwawasan Lingkungan, Atraktif, Fungsional, Rekreatif
Penerapan Arsitektur Modern pada Aspek Tatanan Lahan dan Aspek Bangunan di Campus Da Fiocruz Ceara dan Bangkok International Preparatory & Secondary School Dewi Syahputri Rahayu; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.889

Abstract

Abstract. According to news, the city of Surabaya has issued around 20 athletes in swimming. Swimming has many benefits for the body such as reducing chronic diseases, heart health, etc. The number of water sports facilities built in the city of Surabaya is one of the containers with the aim to further popularize water sports and as a training center for swimming athletes in East Java. There are several categories of pools that have been available in the city of Surabaya such as water polo, beautiful jumping, fin swimming, etc. This facility is equipped with international standards based on the provisions of the Federation International de Natation (FINA) so that it can accommodate international swimming competition activities. However, of the many facilities that are available, almost all do not have special care on the building so that it looks less manicured as the age of the building. The use of methodologies with descriptive and case studies. Taking Literature case studies in Campus Da Fiocruz Ceara which has a land area of 103,683.00 m2 with a building area of 18,550.00 m2 and 43,147.00 m2. Having facilities such as Teaching Management Building, Research Laboratory Building, Infrastructure Building, Service Building, Auditorium, Service Kiosk, Security Cabin, Amphitheater, Bicycle Rack, Main Square and Parking Lot. In the second case study, the Bangkok International Preparatory Secondary School which has an area of 19,200 m2. It has facilities like in the first building there is an administration building that is connected with sports facilities (soccer field, athletic field 300 lines 4 lanes and 100 lines 4 straight lanes, tennis court, swimming pool 50 lanes 8 lanes, 2 indoor basketball courts, large sports hall , gymnastics room, local park), the second building has creative arts facilities (black box theater, music recording studio, ceramic room), and the third building has a 6-storey educational building facility (class room, library).Keywoards: Water Sport, Educational Facility, Training Abstrak. Menurut kabar berita, Kota Surabaya telah mengeluarkan atlit cabang olahraga renang sebanyak kurang lebih 20 orang. Olahraga renang memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti meredam penyakit kronis, menyehatkan jantung, dll. Banyaknya fasilitas olahraga air yang terbangun di Kota Surabaya merupakan salah satu wadah dengan tujuan untuk lebih mempopulerkan olahraga air serta sebagai wadah pelatihan atlit renang Jawa Timur. Terdapat beberapa kategori kolam yang telah tersedia di Kota Surabaya seperti polo air, loncat indah, fin swimming, dsb. Fasilitas ini dilengkapi dengan standar internasional berdasarkan ketentuan dari Federation International de Natation (FINA) sehingga mampu mewadahi kegiatan kompetisi renang tingkat internasional. Namun dari sekian banyak fasilitas yang tersedia hampir seluruh tidak memiliki perawatan khusus pada bangunan sehingga terlihat kurang terawat seiring berjalannya umur bangunan. Penggunaan metodologi dengan deskriptif dan studi kasus. Pengambilan Studi kasus literatur yang ada di Campus Da Fiocruz Ceara yang memiliki luas tanah 103.683,00 m2 dengan luas bangunan 18.550,00 m2 dan 43.147,00 m2 . Memiliki fasilitas seperti Gedung Pengajaran Manajemen, Gedung Pene litian Laboratorium, Gedung Infrastruktur, Gedung Layanan, Auditorium, Kios Layanan, Kabin Keamanan, Amphitheater, Rak Sepeda, Lapangan Utama dan Tempat Parkir. Pada studi kasus kedua yaitu Bangkok International Preparatory Secondary School yang memiliki luas area 19.200 m2. Memiliki fasilitas seperti pada bangunan pertama ada gedung administrasi yang terhubung dengan fasilitas olahraga (lapangan sepak bola, lapangan atletik 300 lajur 4 lajur dan 100 lajur 4 lintasan lurus, lapangan tenis, kolam renang 50 lajur 8 jalur, 2 lapangan basket indoor, aula olahraga besar, ruang senam, taman lokal), bangunan kedua ada fasilitas seni kreatif (Teater kotak hitam, studio rekaman music, ruang keramik), dan bangunan ketiga ada fasilitas bangunan pendidikan 6 lantai (ruang kelas, perpustakaan).Kata Kunci: Olah raga Air, Fasilitas Pendidikan, Pelatihan
Penerapan Tema Metafora dalamPerencanaan Pasar Ikan Modern di Kabupaten Sidoarjo Indah Dwi Setyowati; Nareswarananindya Nareswarananindya; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1929

Abstract

Di Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur salah satu penghasil ikan. Dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Potensi tersebut menjadikan daerah Sidoarjo sebagai salah satu Kawasan minapolitan di Indonesia. Pasar Ikan Modern berada di Jalan K.H. Ali Mas’ud, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Terdiri dari beberapa fasilitas, yaitu fasilitas utama sebagai tempat penjualan, fasilitas pengelola sebagai kantor, fasilitas penunjang, fasilitas servis, dan cafeteria. Penggunaan konsep makro Modern Higenis menghasilkan rancangan yang memiliki suasana yang bersih, modern dan efisien sehingga pengunjung tidak bosan bertransaksi di area Pasar.
PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR MODERN TROPIS PADA DESAIN PUSAT PELATIHAN DAN PEMBINAAN PEMAIN MUDA PERSEBAYA DI SURABAYA Yogi Aruna Sakti; Ika Ratniarsih; Failasuf Herman Hendra
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1045

Abstract

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling popular saat ini, yang semakin tahun begitu pesat perkembangannya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang lanjut usia pun menyukai sepakbola. Beberapa negara di dunia dalam membentuk pemain-pemain sepakbola dilakukan sejak dini atau pada usia anakanak, dengan mendirikan pusat pelatihan sepakbola. Perancangan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Pemain Muda Persebaya di Surabaya ini dirancang menggunakan tema “Arsitektur Modern Tropis” dengan mempertimbangkan lokasi tapak yang berada di wilayang iklim tropis. Bangunan ini menggunakan kosnse Form Follow Function atau bentuk mengikuti fungsi.  Pusat Pelatihan dan Pembinaan Pemain Muda Persebaya ini berada di Jl. Stadion Gelora Bung Tomo, Kel. Benowo, Kec. Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur. Tujuan dari penerapan tema Arsitektur Modern Modern pada desain Pusat Pelatihan dan Pembinaan Pembinaan Pemain Muda Persebaya di Surabaya ini adalah agar pengunjung yang mengamati bangunan dapat dengan mudah mengetahui fungsi bangunan.
Rancangan Tampilan Bangunan Rumah Sakit Khusus Hewan Kuda Di Yogyakarta Berkonsep Gagah Vania Laras Pratiwi; Ika Ratniarsih; Amir Mukmin Rachim
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Khusus Hewan Kuda di Yogyakarta dirancang dengan menerapkan konsep “Gagah” yangmerepresentasikan karakteristik kuda, yakni memiliki tenaga yang kuat. Adapun fasilitas utama pada RumahSakit Khusus Hewan Kuda yang terdiri dari IGD, rawat jalan, rawat inap, dan fasilitas operasi serta ditunjangdengan fasilitas lain. Permasalahan terkait rancangan tampilan Rumah Sakit Khusus Hewan Kuda adalahbagaimana menciptakan tampilan Instalasi Gawat Darurat dengan menerapkan konsep Gagah pada bangunan.Tampilan fasilitas utama yang merupakan bangunan Instalasi Gawat Darurat tersebut menerapkan visualisasiukuran bentuk kolom yang tinggi dan besar serta penambahan identitas pada bangunan berupa roster denganbentukan tapal kuda. Manfaat dengan adanya Rumah Sakit Khusus Hewan Kuda di Yogyakarta ini adalahdapat memberikan pelayanan kesehatan terhadap hewan kuda sehingga penanganan penyebaran penyakithewan kuda dapat berkurang.
Revitalisasi Kampoeng Ilmu Sebagai Obyek Wisata Edukasi Modern Dengan Pendekatan Kearifan Lokal Surabaya Julia Wanti Kusuma Putri; Siti Azizah; Ika Ratniarsih
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya branding wisata edukasi modern Kampoeng Ilmu pada Langkah Revitalisasi Kampoeng Ilmu sebagai obyek wisata edukasi yang memiliki nilai-nilai lokalitas Kota Surabaya, diharap dapat menjadi tombak pengusungan perkembangan kegiatan-kegiatan baru berbasis penggalian llmu yang berasal dari berbagai sumber dengan penyesuaian zaman, realisasinya yaitu dengan merancang Working space yang menyuguhkan beberapa fasilitas IT (computer), Ruang-ruang Aktif, Mini Bioskop , pengadaan Ruang diskusi untuk mewadahi kegiatan suatu komunitas.Dimana Konsep Dalam Perancangan ini juga melihat beberapa aspek atau perspektif tersendiri dari kearifan lokal yang  merupakan unsur bagian dari tradisi-budaya masyarakat suatu bangsa, yang muncul menjadi bagian-bagian yang diterapkan pada tatanan fisik bangunan. Dalam hal ini pendekatan Kearifan lokal yang digunakan adalah gaya Jengki yang marak digunakan dalam Arsitektur Rumah-rmah di Indonesia pada saat masa revolusi kemerdekaan Indonesia nuansa-nuansa ini kontekstual dengan posisi site yang berada di jalan semarang Surabaya ,dimana kota Surabaya sendiri dikenal sebagai kota Pahlawan. Maka untuk menentukan desain bentuk yang buat nanti menmerlukan analoggi simbolik yang kuat antara perpaduan konteks adukasi dan lokalitas jawa timur Hal ini yang diharapkan dapat menunjang eksistensi tampilan Kampoeng Ilmu sebagai obyek wisata edukasi yang menarik
PERANCANGAN KOMPLEKS PERDAGANGAN DAN PENGOLAHAN BUAH DURIAN DI WONOSALAM DENGAN TEMA ARSITEKTUR HIJAU Abbi Ali Achmadi; Ika Ratniarsih; Wiwik Widyo Widjajanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wonosalam berada di Kabupaten Jombang, yang terkenal dengan hasil pertanian buah durian. Jenis buah durian yang terkenal di Wonosalam adalah buah durian bido. Wilayah Wonosalam belum memiliki suatu tempat untuk memanfaatkan potensi durian yang ada. Jenis metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif, untuk studi banding terdiri dari studi literatur antara lain; Warso Farm di Bandung, Durianman SS2 di Malaysia, Graha Unilever di Banten, Woden Orchid di China, Wonderwoods di Belanda. Pada Perencanaan dan Perancangan Kompleks Perdagangan Dan Pengolahan Buah Durian ini, memiliki lokasi tapak di Jl. Raya Wonosalam-Bareng, dan memiliki luas lahan 3,5 hektar. Untuk batas pada tapak sebelah barat berbatasan dengan kebun durian, sebelah utara berbatasan dengan area hutan, sebelah timur berbatasan dengan permukiman serta di sebelah selatan berbatasan dengan kebun durian. Fasilitas Utama pada Kompleks Perdagangan Dan Pengolahan Buah Durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang adalah gedung pengolahan buah durian dan gedung perdagangan. Tema yang digunakan adalah Arsitektur Hijau, dimana pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Konsep makro adalah Adaptif, yaitu menyesuaikan kontur dan bentuk durian. Konsep mikro tatanan lahan rekreatif, mikro bentuk responsif, dan Mikro ruang  integrasi. Dengan konsep bentuk responsif diharapkan dapat merepresentasikan bentuk kulit durian pada atap bangunannya. Dan, dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menunjang aktivitas perdagangan dan pengolahan buah durian dengan memperhatikan protokol kesehatan serta menerapkan prinsip Arsitektur Hijau
Rancangan Pusat Edukasi dan Pengolahan Hasil Laut di Kabupaten Pangandaran Berkonsep Adaptif Anita Nurnena Octavia; Ika Ratniarsih; Broto W Sulistyo
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangandaran adalah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki destinasi wisata pantai dan laut serta penghasil perikanan yang cukup besar dan berkembang cukup pesat.Hasil perikanan di Kabupaten Pangandaran adalah sumber mata pencaharian pokok warga setempat..Akan tetapi warga setempat masih minim pengetahuan dan skill dalam bidang perikanan maka dari itu di perlukan adanya suatu fasilitas berupa fasilitas edukasi dan pengolahan hasil laut.Lokasi prorek Perencanaan dan Perancangan Pusat Edukasi dan Hasil Laut di kabupaten Pangandaran berada di Jl.Raya Pangandaran Pananjung Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat,dengan luas lahan 3.2 hektar,.Dengan berbagai fasilitas mengenai edukasi dan pengolahan hasil laut. Konsep yang di angkat adalah adaptif,konsep adaptif ini diharapkan semua aspek pada perancangan mampu beradaptasi terhadap lingkungan maupun kebutuhan pengguna.Tata lahan melalui pendekatan adaptif ini banyak mengaplikasikan RTH dan menciptakan pengolahan limbah yan pada akhirnya adalah daur ulang air limbah menjadi air bersih siap pakai.Dalam aspek bentuk,konsep adaptif ini mengangkat bentuk atap bergelombang seperti layaknya ombak dan bertekstur seperti kerang mengingat lokasi tapak berada di pesisir pantai,selain itu bentuk beradaptasi dengan iklim setempat dengan bentuk atap yang melengkung. Ruang-ruang pada semua fasilitas beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dimana ruang disusun secara linier untuk memudahkan penolahan dan pembelajaran.
KAJIAN BENTUK BANGUNAN KOMPLEKS PRODUKSI KERAJINAN REOG DI KECEMATAN MLARAK PONOROGO YANG BERTEMAKAN ARSITEKTUR POST MODERN Khoirul Tristianto; Ika Ratniarsih; Amir Mukmin Rachim
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan reog merupakan warisan budaya yang ada di Kabupaten Ponorogo sejak dahulu. Data dari BPS tahun 2017 ada 31 pengrajin reog. Permasalahannya adalah Bagaimana merencanakan dan menata fasilitas yang besar dan memadai untuk memfasilitasi aktifitas produksi kerajinan reog? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk mendapatkan data faktual dan akurat mengenai prencanaan dan perancangan kerajinan reog. Metode pencarian sumber data menggunakan penelitian kualitatif dengan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dan melakukan studi kasus lapangan di pengrajin reog pak Sarju Ponorogo dan UPDT Sentra Industri Ponorogo. Studi literatur Theodor Herzl Center dan National Theatre. Lokasi berada di Jl. Raya Jabung - Mlarak, RT.2/RW.1, Nglumpang IV, Mlarak, Ponorogo. Dengan luas lahan ± 3 hektar. Kecamatan Mlarak mempunyai batas-batas wilayah, di sebelah utara Kecamatan Pulung, di sebelah timur Kecamatan Sooko, di sebelah selatan Kecamatan Jetis, di sebelah barat Kecamatan Siman. Fasilitas yang ada meliputi fasilitas utama yaitu fasilitas produksi, dan fasilitas penunjang. Menggunakan tema post modern desain dengan metode perancangannya pencampuran antara Arsitektur tradisional dengan non-tradisional, perpaduan antara lama dan baru. Konsep makro Representatif Membuat desain tempat produksi kerajinan reog yang di dalamnya terdapat desain tatanan lahan, bentuk dan ruang dengan perpaduan suatu karya modern dan tradisonal. Konsep mikro tatanan lahan cluster, bentuk tatanan masa dengan pengelompokkan yang sesuai dengan proses kegiatan didalam tapak yang telah ditentukan. Konsep Mikro Bentuk Attractive mampu mengangkat esensi bangunan sebagai bangunan produksi reog. Konsep mikro ruang, adaptive Menciptakan ruang yang dapat menunjukan suasana kebudayaan seni reog. Manfaatnya diharapkan dapat mengenalkan, pelestarian, sumber informasi, edukasi dan hiburan bagi masyarakat.
Co-Authors Abbi Ali Achmadi Achmadi, Abbi Ali Adam, Fachrudian Misbachul Agustin, Ajeng Tri Ainur Rizka Maulidiana Ajeng Tri Agustin Amir Mukmin Rachim Amir Mukmin Rachim Amir Mukmin Rachim Andrean Dwi Maylestyo Sujatmiko Anita Nurnena Octavia Aprimianto, Ghanda Pradana Arjiyanti, Dwi Kresita Atika, Firdha Ayu Azriel Akbar Broto W Sulistyo Broto Wahyono Sulistyo Cindhi Dwi Permatasari Darmawan, Surya Adjie Deden Septiawan Dewi Syahputri Rahayu Dian P.E. Laksmiyanti Dian P.E. Laksmiyanti Dian PE Laksmiyanti Dwi Kresita Arjiyanti Esty Poedjioetami Failasuf Herman Hendra Failasuf Herman Hendra Famachyuddin, Vivi Amalia Firdausi, Fildza Firstianto, Lucky Aziz Ghanda Pradana Aprimianto Heri yanto Indah Dwi Setyowati Julia Wanti Kusuma Putri Khoiri, Mohammad Ilham Khoirul Tristianto Marhamah, Anis Fitri Maulidiana, Ainur Rizka Mochammad Arief Abdul Jabbar Mohammad Ilham Khoiri Nareswarananindya Nareswarananindya Nareswarananindya, Nareswarananindya NURZAKIYAH, NURZAKIYAH Octavia, Anita Nurnena Permatasari, Cindhi Dwi Pratama, Muhammad Antoni Dana Pratiwi, Vania Laras Putri, Julia Wanti Kusuma Putri, Winda Annisa Rahayu, Dewi Syahputri Rian Ardhan Ramadhan Rizal Denariyan Sudibyo Rozi, M. Fatchur Sakti, Yogi Aruna Salisnanda, Randy Pratama Septyo Rizky Winarto Setyowati, Indah Dwi Sigit Hadi Laksono Siti Azizah Siti Azizah Siti Azizah Suci Ramadhani, Suci Sudibyo, Rizal Denariyan Sukarnen Sukarnen Sukarnen Sukarnen, Sukarnen Sukma Ayu Wardatul Firdausi Sulistyo, Broto W Sulistyo, Broto Wahyono Trianto, Widya Amalia Tristianto, Khoirul Vania Laras Pratiwi Viollita, Yosika Greace Vivi Amalia Famachyuddin Wibowo, Stevanus Agustian Wiwik Widyo Widjajanti Yogi Aruna Sakti Yosika Greace Viollita