Claim Missing Document
Check
Articles

Study Eksperimental Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Metode Mekanis Apung Menggunakan Sistem Transmisi Sproket dan Variasi Panjang Lengan Yoga Pamungkas; Miftahul Ulum; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar minyak merupakan sumber energi utama yang ada di Indonesia dan harga minyak cenderung mengalami kenaikan pada tiap – tiap tahunnya. Pada penelitian ini memanfaatkan energi gelombang laut ssebagai gantinya. Maka pada penelitian ini dilakukanlah penelitian Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) metode mekanis apung menggunakan sistem transmisi sprocket dengan memvariasikan ukuran panjang lengan pelampung. Panjang lengan pelampung ini sebagai salah satu bagian untuk menggerakkan mekanisme dari PLTGL ini, yang mana variasi panjang lengan tersebut mempunyai ukuran antara lain 37, 42, 47.5 Cm. pada penelitian ini di mulai dengan proses membangun prototype PLTGL mekanis apung dengan sistem transmisi sprocket. Setelah sudah di nyatakan mekanisme PLTGL siap untuk di uji coba maka dilaksanakanlah pengujian PLTGL. Pengujian di lakukan pada kolam simulator, yang mana kolam tersebut dapat membuat suatu gelombang air menyerupai gelombang laut. Untuk memaksimalkan pengujian maka di gunakan berbagai fr kuensi antara lain 0.8, 1, 1.4 Hz. dan didapatkan hasil dari pengujian bahwa panjang lengan dan frekuensi sangat berpengaruh pada daya yang di hasilkan PLTGL. Voltage terbesar yang di peroleh pada pengujian PLTGL jenis ini adalah pada panjang lengan 47.5 cm dan frekuensi 1.4 Hz yaitu 0.0737 Volt.
PEMODELAN DAN ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENUMPANG DAN PERGESERAN PUSAT GRAVITASI TERHADAP RESPON DINAMIS TRANSIEN KENDARAAN Miftahul Ulum; Ardi Noerpamoengkas; Gatot Setyono; Moch. Rhizky Ariyansyah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang menggunakan sistem suspensi bermacam-macam jenisnya. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah "Apakah pergeseran letak titik pusat gravitasi dan bertambahnya jumlah penumpang berpengaruh pada respon dinamis transien kendaraan?". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergeseran titik pusat gravitasi dan banyaknya jumlah penumpang terhadap respon dinamis transien kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan model kendaraan setengah mobil dengan tiga tempat duduk dan data parameter diambil dari salah satu journal internasional. Metode penelitian menggunakan analitik matematik dengan software numerik yang terintegrasi dengan Simulink. Hasil grafik respon yang telah didapat dan dianalisa menunjukkan bahwa pergeseran letak titik pusat gravitasi dan bertambahnya jumlah penumpang mempengaruhi respon dinamis transien kendaraan, semakin jauh letak titik pusat gravitasi dari titik massa maka respon displacement, velocity, dan acceleration dari massa tersebut akan semakin besar dan semakin banyak jumlah penumpang maka respon displacement, velocity, dan acceleration dari tempat duduk penumpang akan semakin rendah.
Performance Analysis of Wind Power Generation Models Using Oscillating Water Column Susastro Susastro; Ardi Noerpamoengkas; Miftahul Ulum; Gatot Setyono
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 4 N0. 2 September 2020: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.718 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v4i2.6020

Abstract

In this global era there are many resources that can be used one of them is, renewable resources such as sea waves. waves can be used as a generated of electrical energy. electrical energy that utilizes the occurrence of sea waves now can be applied in developed and developing countries. One method of conversion that can be done to convert wave energy into electrical energy is by using an oscillating water column. In this research, the turbine of oscillating water column was made using turbine wells with variations in rotation at 40, 50 and 58.3 rpm. the results it’s power of turbine, power of generator and efficiency system. The method used is the experimental method by testing the prototype using a low water wave on a laboratory scale. The results obtained from the experiment are that the electric power at the maximum load generated by the generator is 0.002875 Watt at a rotation of 50 rpm. While the lowest electric power at maximum load is 0.0004 W with a rotation of 40 rpm. The maximum efficiency of the system at load is 4.691% which occurs at a rotation of 50 rpm
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH FREKUENSI GELOMBANG DAN DIAMETER KAWAT GENERATOR DC TERHADAP DAYA BANGKITAN MODEL MEKANISME PLTGL TIPE APUNG Miftahul Ulum; Ardi Noerpamoengkas
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 1 (2021): (April)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.777 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i1.1758

Abstract

Indonesia adalah negara maritim yang kaya akan sumber daya laut, lautan Indonesia terbentang luas dan memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang mumpuni dalam segi pemanfaatan energi gelombang laut. Dinegara maju sudah banyak pengamplikasian model pembangkit listrik dengan memanfaatkan gelombang laut diantaranya Canada, Portugal dan Amerika utara. Untuk itu pada penelitian ini akan di lakukan pemodelan prototipe mekanisme pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan model mekanisme apung, diharapkan penelitian ini berguna untuk pengembangan model-model alat konversi energi gelombang laut yang dapat diaplikasikan dilautan Indonesia kedepannya. Metode yang akan digunakan adalah metode eksperimen dengan alat bantu kolam prototipe skala laboratorium, dengan variasi yang digunakan pada mekanisme adalah frekuensi gelombang dan diameter kawat pada generator DC. Besar variasi pada gelombang adalah 0.8, 1, dan 1.4 Hz, sedangkan diameter kawat 0.6, 0.7, dan 0.8 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan daya bangkitan energi listrik dalam volt. Hasil dari penelitian ini didapat hasil terbesar pada variasi frekuensi gelombang ialah 0.05526 volt pada frekuensi 1.4 Hz. Begitu pula dengan variasi diameter kawat dimana daya tertinggi pada kawat diameter 0.6 mm.
Studi Eksperimental Pengaruh Kecepatan Engkol dan Variasi Diameter Disk terhadap Amplitudo, Frekuensi dan Daya pada Mekanisme Pembangkit Gelombang Miftahul Ulum; Ardi Noerpamoengkas; Ahmad Anas Arifin; Hanif Darmawan Firmansyah
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 1 (2021): (April)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.091 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i1.1761

Abstract

Kebutuhan akan energi yang terbarukan di Indonesia perlu dikembangkan salah satunya adalah energi  yang berasal dari pembangkit listrik mikrohidro karena dapat meminimalisir penggunaan sumber energi yang berasal dari fosil. Penggunaan gelombang air sebagai seumber energi juga dirasa memiliki dampak resiko yang relatif kecil, serta pemanfaatannya yang mudah diperbarui. Pada penelitian ini akan dilakukan studi eksperimental dengan simulasi pada alat pembuat gelombang air. Studi eksperimental ini menggunakan metode variasi frekuensi kecepatan motor dan jarak engkol terhadap amplitudo dan frekuensi gelombang. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinggi gelombang atau amplitudo dan panjang gelombang yang dihasilkan. Dengan membuat  prototype  wave  tank  dan  melakukan  pengukuran  dan  perbandingan antara parameter-parameter yang berpengaruh terhadap perhitungan gelombang air yaitu amplitude gelombang (A), periode gelombang (T), dan panjang gelombang (?), kecepatan putaran motor dan diameter poros engkol maka didapatkan parameter apa saja parameter yang saling berpengaruh serta bagaimana variasi kecepatan dan variasi poros engkol berpengaruh terhadap parameter-parameter yang ada. Sehingga dari penelitian ini didapatkan Frekuensi terbesar pada crank nomor 1 dengan kecepatan 120 rpm dengan frekuensi sebesar 2.83 Hz, amplitudo terbesar didapatkan pada crank nomor 3 kecepatan 1 dan 2 dengan amplitudo sebesar 30 mm, dan daya terbesar didapatkan pada crank nomor 3 kecepatan 1 dan 2 dengan energi bangkitan 4.41 watt
Studi Eksperimental Pengaruh Radius Lintasan dan Massa Bola Terhadap Respon Getaran Model Bangunan Berperedam Bola Naim Irfani; Ardi Noerpamoengkas; Ilham Bagus Dwi Cahyono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.543 KB)

Abstract

Teknologi jaman sekarang banyak menggunakan sistem peredam dinamik pada getaran, getaran bisa disebut juga sebagai gaya osilasi, namun gaya osilasi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem. Getaran dapat direduksi dengan menambahkan DVA. Banyak peneliti yang mengembangkan sistem peredam dinamik guna mendorong teknologi yang ada saat ini. Dalam penelitian yang berupa sistem getaran satu derajat kebebasan. Bangunan di modelkan secara satu tingkat dan dilakukan gaya eksitasi awal untuk mengetahui respon karakteristik getaran. Penelitian berupa studi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh radius lintasan dan massa bola dan frekuensi natural dari massa utama berupa bangunan satu tingkat pada kondisi dynamic vibration absorber dan mengetahui respon dinamis pada bola menggelinding jika diberikan massa tambahan yaitu dengan variasi radius lintasan 10 cm, 15 cm, 20 cm yang terpasang pada bangunan 1 tingkat dan massa bola kelereng 20 gram, kayu 9 gram dan karet 11 gram yang diletakkan dalam masing – masing radius lintasan tersebut, digerakkan menggunakan sistem pneumatic dengan alat accelerometer untuk mengetahui amplitude respon tunak. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan radius lintasan 10 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.96 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk radius lintasan 15 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83, dan radius lintasan 20 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.24 G dan amplitudo respon tunak 0.80 G, sedangkan untuk massa bola 9 gram (kayu) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.67 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk massa bola 11 gram (karet) mendapatakan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83 G dan massa bola 20 gram (kelereng) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.53 G dan amplitudo respon tunak 0.67 G. Dari studi eksperimen ini penulis mengetahui bahwa massa bola yang semakin besar dan radius lintasan bola semakin besar menyebabkan respon peralihan maksimal dan amplitude respon tunak semakin kecil.
Studi Eksperimental Perbandingan Output Dua Generator DC pada Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) Mekanisme Piston Vega Viandi Prihantoko; Miftahul Ulum; Ahmad Anas Arifin; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.874 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan energi yang dibutuhkan saat ini bersamaan dengan menipisnya energi yang dihasilkan oleh bumi, sehingga harus menggunakan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang mudah didapat dan melimpah di Indonesia adalah energi gelombang laut. Pembangkit listrik tenaga gelombang laut memiliki prinsip kerja mengkonversikan energi gelombang laut (energi mekanik) menjadi energi listrik. Maka dalam penelitian kali ini dilakukan uji eksperimen perbandingan output dua generator DC pada prototype PLTGL mekanisme piston. Dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan satu generator DC didapat hasil tegangan dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,14164 mV, daya dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,10559 mW, dan efisiensi jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,67 %. Pada penelitian ini menggunakan dua generator DC di dapat hasil nilai tegangan dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar  1,693 mV, kemudian nilai daya dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0.54448 mW, dan nilai efisiensi dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 3,45%. Dari pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa dua generator mempunyai nilai tegangan lebih besar, maka daya dan efisiensi dari dua generator lebih besar dibandingkan dengan satu generator.
Pemodelan dan Analisis Pengaruh Rasio Jarak dan Rasio Massa DVA Terhadap Respon Massa Utama dengan Dual-DVA Ganda Agus Setiawan; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.074 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mereduksi respon getaran adalah penambahan DVA (Dynamic Vibration Absorber). Model konfigurasi DVA dapat berupa menempatkan dua massa-pegas-redaman atau DDVA (Dual DVA). Pada penelitian ini, DDVA ditempatkan masing-masing pada sisi kiri dan kanan massa utama. Rasio jarak DVA terhadap titik pusat massa utama dan rasio massa DVA divariasikan. Model disimulasikan menggunakan software numerik. Hasil simulasi respon domain waktu diolah untuk mendapatkan nilai amplitudo dan RMS respon. Penurunan respon getaran arah rotasi lebih signifikan dibandingkan arah vertikal. Nilai respon getaran arah rotasi lebih rendah dan arah vertikal lebih tinggi pada kondisi jarak DVA yang tidak simetris. Nilai respon rotasi semakin turun pada massa DVA sisi kanan yang lebih besar dan fase eksitasi sisi kanan yang mendahului sisi kiri. Presentase reduksi respon arah vertikal semakin turun diikuti dengan kenaikan presentase reduksi respon arah rotasi.
Studi Eksperimental Pengaruh Panjang Lengan Massa Pemberat Dan Panjang Lengan Magnet Terhadap Respon Pendulum Lengan Ganda Dengan Peredam Arus Eddy Mohammad Farid; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.284 KB)

Abstract

Eddy current damping mechanism can be used in pendulum vibration systems by placing a magnet on the pendulum arm and bringing it close to a metal plate. This study uses a new pendulum model by separating the load mass and the magnet on two separate pendulum arms. The length of the load mass arm and the length of the magnet arm are varied. The magnet is brought close to the copper plate to get the Eddy current. The pendulum response was recorded with a video camera and processed using Tracker software. The results of data processing are the first response amplitude and the settling time. The shorter the arm of the load mass and the longer the magnetic arm, the smaller the first response amplitude and the faster the settling time.Kata kunci: Damper, Eddy current, pendulum, vibration.
Studi Eksperimental Pengaruh Posisi Menyudut Pendulum-Pelat Tembaga pada Getaran Pendulum Berperedam Arus Eddy Ardi Noerpamoengkas; Miftahul Ulum
Semesta Teknika Vol 25, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v25i2.13455

Abstract

Redaman getaran dapat menggunakan mekanisme arus Eddy. Sistem utama diberi magnet dan didekatkan dengan logam konduktif sehingga timbul arus Eddy tersebut. Belum ada aplikasi jenis mekanisme ini untuk menghasilkan redaman non-linier. Pada penelitian ini, pendulum memiliki dua sisi lengan, lengan magnet dan lengan beban. Bidang gerak pendulum dan pelat tembaga membentuk sudut. Konfigurasi baru ini menghasilkan peredam non-linier dengan adanya sisi gerak simpangan pendulum yang dekat dan jauh dengan pelat. Jarak engsel pendulum dan pelat dibuat sama sehingga semakin kecil sudut semakin jauh sisi terdekat magnet-pelat. Respon getaran diperoleh dengan menggunakan software Tracker. Redaman yang dihasilkan tidak sama di dua sisi simpangan pendulum. Nilai redaman lebih besar di sisi simpangan yang dekat pelat. Semakin kecil sudut posisi bidang gerak pendulum bermagnet dan pelat logam semakin lama pendulum mencapai kondisi tunak dan semakin kecil nilai redaman rata-ratanya.