Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan dan Analisis Pengaruh Perbandingan Jarak dan Massa DVA Terhadap Respon Massa Utama dengan Triple-DVA Tersusun Secara Paralel Mohammat Rizal; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan sistem massa-pegas atau dynamic vibration absorber atau peredam getaran dinamis pada sistem getaran utama dapat menurunkan respon getaran. Pada penelitian ini, model baru DVA diteliti dengan menambahkan tiga sistem massa-pegas-redaman atau Triple-DVA yang terpasang secara paralel. Perbandingan jarak antara sistem DVA tengah dan kedua sisinya, dan perbandingan massa di ketiga DVA tersebut divariasi. Semakin jauh jarak DVA sisi kanan, semakin rendah respon getaran vertikal dan angular. Respon getaran paling tinggi pada arah vertikal dan paling rendah pada arah angular pada salah satu variasi rasio massa DVA dengan massa yang lebih besar pada salah satu sisi. Penambahan massa di sistem DVA salah satu sisi ini dapat menurunkan respon angular sistem utama.
Studi Eksperimental Pengaruh Tebal dan Jenis Magnet terhadap Respon Peralihan Pendulum Berperedam Arus Eddy Dony Pratama Putra; Nahrowi Aditya Darmawan; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan arus eddy untuk meredam gerak pendulum. Pendulum yang digunakan memiliki dua sisi lengan pendulum. Satu sisi lengan pendulum yang menggantung diberi massa beban pada ujungnya, dan sisi lengan yang lain diberi magnet pada ujungnya. Tebal magnet divariasikan 5 mm, 10 mm, dan 15 mm. Jenis magnet divariasikan neodymium 52, neodymium 35, dan ferrit. Hasil penelitian diketahui bahwa tebal magnet paling besar dan jenis magnet neodymium 52 menyebabkan settling time respon pendulum paling cepat. Kedua kondisi tersebut memberikan redaman yang paling besar pada getaran pendulum.
Pengaruh Jarak Magnet-Pelat Tembaga dan Grade Magnet terhadap Respon Tunak Sistem Getaran dengan DVA Berperedam Arus Eddy (Pelat Grounded dan Magnet pada Massa DVA) David Prasetyo Budiarto; Mahathir Joko Sampurno Athoillah; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggabungan sistem peredam getaran dinamis atau DVA (Dynamic Vibration Absorber) dan mekanisme arus eddy dapat digunakan untuk mengurangi respon getaran massa utama. Pada penelitian ini, sistem getaran utama diberi DVA dan arus eddy. Magnet digabung dengan massa DVA. Pelat tembaga yang didekatkan pada magnet dibuat tidak bergerak atau grounded. Jarak pelat dan magnet, dan grade magnet divariasikan. Respon akselerasi massa utama diukur dan didapatkan data nilai amplitudo dan RMS responnya. Semakin dekat jarak pelat dan magnet, dan semakin besar grade magnet menyebabkan semakin rendah amplitudo dan RMS respon.
Studi Eksperimental Respons Tunak Getaran Model Bangunan Akibat Variasi Panjang Pendulum dan Jarak Celah Pelat Tembaga pada Eddy Current Pendulum Pounding Tuned Mass Damper Muhammad Ilham Zarkacy; Fajar Ramadhan Manggala Prakasa; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengembangan tuned mass damper adalah penggunaan model pendulum dengan penahan. Penelitian ini menggunakan mekanisme arus eddy untuk penahannya. Model ini disebut ECPPTMD (Eddy Current Pendulum Pounding TMD). Magnet ditempatkan pada ujung pendulum, dan pelat tembaga ditempatkan di dua sisi ayunnya sebagai penahan. Celah pelat tembaga dan panjang pendulum divariasikan. Akselerometer ditempatkan pada model bangunan yang diganggu pada landasannya. Data respons kondisi tunak diolah agar mendapatkan nilai amplitudo dan RMS (Root Mean Square). Dari uji getaran, diperoleh hasil bahwa semakin besar celah pelat tembaga dan panjang pendulum maka semakin besar respons getaran model bangunan.
Studi Eksperimental Pengaruh Jarak Magnet-Konduktor dan Grade Magnet terhadap Respons Tunak Sistem Getaran dengan DVA-Redaman Arus Eddy (Magnet pada Massa Utama dan Konduktor pada Massa DVA) Bima Arya Pambayun; Ardi Noerpamoengkas; Ahmad Yusuf Ismail
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan redaman arus eddy dan DVA (Dynamic Vibration Absorber) pada sistem getaran utama satu derajat kebebasan dilakukan di penelitian ini. Arus eddy dapat menimbulkan redaman pada sistem. Magnet ditempatkan di massa utama. Pelat konduktor tembaga ditempatkan di massa DVA. Jarak magnet-pelat konduktor dan grade magnet divariasikan. Nilai respons massa utama diukur dengan akselerometer dan diolah pada oscilloscope sehingga diperoleh nilai amplitudo dan RMS. Data respons sistem utama tanpa DVA, dengan DVA tanpa arus eddy dan dengan DVA-arus eddy dibandingkan dan dianalisis. Dari hasil eksperimen, diperoleh kesimpulan bahwa respons getaran massa sistem utama semakin rendah jika jarak magnet-pelat semakin dekat dan grade magnet semakin tinggi.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BAGI NELAYAN NAMBANGAN KELURAHAN KEDUNG COWEK KECAMATAN BULAK “PENYULUHAN PERAWATAN MESIN KAPAL NELAYAN” Syamsuri; Miftahul Ulum; Bambang Setyono; Suheni; Dwi Khusna; Gatot Setyono; Ardi Noerpamoengkas; Desmas Arifianto P; Vuri Ayu S; Ahmad Yusuf I; Hery Irawan; Hasan Syafik M
Journal of Science and Social Development Vol. 2 No. 2 (2019): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v2i2.177

Abstract

Fishing at sea is part of the livelihood of coastal communities. In the sea conditions there are a lot of obstacles experienced by fishermen, one of which is when the engine experiences lose compression which causes the engine to die so that fishermen will find it difficult to change positions or if they want to land. For this reason, this community service done to help the fishermen in knowing the symptoms and disturbance experienced by the engines that they use on the ship by taking care as well as maintenance that will be done when they encounter problems. The coastal community of nambangan is one of the economic centers in the marine sector that produces a variety of processed seafood both food and decoration located in Surabaya. From field observations and direct interviews with the head of the local fishing community, there were three focusses aspects of this community service program, namely the engine problems, troubleshooting, and the engine maintenance. The counseling, was hoped that the fishermen will be able to understand and maintenance the condition of their ship's engine in order to minimize obstacles when they are at sea. And also to increase their sea products food and processed seafood products in order to meet consumer demand.
PENGABDIAN MASYARAKAT PENYULUHAN PERAKITAN LAMPU PENERANGAN BERTENAGA SURYA KEPADA MASYARAKAT NAMBANGAN Syamsuri; Miftahul Ulum; Bambang Setyono; Gatot Setyono; Suheni; Dwi Khusna; Ali Khomsah; Ardi Noerpamoengkas; Desmas Arifianto Patriawan; Vuri Ayu Setyowati; Hery Irawan; Hasan Syafik Maulana; Zain Lillahulhaq; Iftika Philo Wardani; Frizka Vietanti; Ahmad Anas Arifin; Afira Ainur Rosidah
Journal of Science and Social Development Vol. 3 No. 1 (2020): Journal of Science and Social Development
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jossd.v3i1.285

Abstract

Kampung Nambangan Perak is located in Kelurahan Kedung Cowek, Bulak District, Surabaya, East Java. The majority of Nambangan residents work as fishermen. The Nambangan community is still unfamiliar with the use of alternative energy such as solar cells to replace fuel oil. The road access of village environment was only illuminated independently by installed map of people’s residents. The dim road conditions can cause a sense of alertness to residents and road users who spent the night. In addition, the installation of lamps with greater power can burden the economy of residents due to rising electricity prices. Based on field observations and direct interviews with local residents, there were three focuses aspects of this community service program, namely the introduction of alternative energy to residents, installation and guidance of lamp maintenance equipped with solar panels. Along with the implementation of guidance and education program for the Nambangan community, it is hoped that the residents will understand and feel familiar with the availability of alternative energy. The residents are also expected to be able to apply the use of alternative energy in their daily life. In addition, residents are expected to be able to carry out the process of assembling and maintaining alternative energy sources, especially solar panels.
Pembuatan dan Pemasangan Instalasi Penerangan Bertenaga Surya Untuk Tempat Perahu Bersandar di Kampung Nelayan Kalisari Syamsuri, Syamsuri; Maulana, Hasan Syafik; Saidatin, Naili; Rosidah, Afira Ainur; Setyowati, Vuri Ayu; Sasongko, Sukendro Broto; Noerpamoengkas, Ardi; Wardani, Iftika Philo; Lillahulhaq, Zain; Vietanti, Frizka
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 8, No 1 (2024): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2024.v8i1.2796

Abstract

Residents who work as fishermen in Kalisari tether their boats by the river close to their settlements. To maintain the safety of the boat, residents need adequate lighting around the riverbanks. However, currently, the area used as a boat mooring area does not yet have sufficient lighting. Residents set up guard posts around the boat mooring area to maintain the boat's safety and gather when an association meeting is held. The boat mooring area is also an area for children to play on the riverbank. The installation of lighting is an essential requirement for the community to make monitoring the area around the mooring area easier. The installation of solar-powered lighting is carried out to solve this problem. In this activity, the service team also provided education on solar energy for Kalisari residents. Residents were also given training in the assembly and maintenance of installed solar panels. Service activities carried out in the fishing village of Kalisari received a positive response from the community. This can be seen from the enthusiasm of the community in attending the socialization activities. The installation of lamps equipped with solar panels received positive responses from residents, marked by the community's enthusiasm.
Studi Eksperimental Settling Time Pada Getaran Pendulum Lengan Ganda Berperedam Arus Eddy Akibat Pengaruh Massa Pemberat Dan Jarak Pelat-Magnet Darmawan, Nahrowi Aditya; Noerpamoengkas, Ardi; Ulum, Miftahul
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peredam arus eddy menggunakan magnet dan pelat konduktor yang saling didekatkan. Sistem getaran yang digunakan pada penelitian ini adalah pendulum dengan dua sisi lengan, sisi lengan magnet dan pemberat. Massa pemberat divariasikan 15 g, 20 g, dan 25 g. Jarak pelat-magnet divariasikan 15 mm, 20 mm, dan 25 mm. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin besar massa pemberat maka semakin lama settling time pendulum akibat pengaruh inersia yang semakin besar. Sedangkan semakin dekat jarak pelat-magnet maka semakin cepat settling time akibat pengaruh arus eddy yang semakin tinggi. Semakin cepat settling time menunjukkan redaman sistem yang semakin tinggi.
Studi Eksperimental Penerapan DVA dan Peredam Arus Eddy Akibat Variasi Grade Magnet dan Jarak Magnet-Pelat Konduktor (Pelat pada Massa Utama dan Magnet pada Massa DVA) Yudho, Bayu Satrio; Suudi, Muhammad; Noerpamoengkas, Ardi; Ismail, Ahmad Yusuf
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme gabungan DVA (Dynamic Vibration Absorber) dan peredam arus eddy diterapkan pada penelitian ini. Arus eddy ditimbulkan dengan mendekatkan pelat tembaga dan magnet permanen. Pada penelitian ini, pelat tembaga ditempatkan pada massa utama dan magnet pada massa DVA. Jarak pelat tembaga-magnet dan grade magnet divariasikan. Respons ditinjau dari amplitudo dan RMS atau root mean square akselerasi massa utama. Data respons yang dibandingkan antara lain respons sistem dengan DVA-arus eddy, dengan DVA saja, dan tanpa DVA. Hasil eksperimen menunjukkan semakin tinggi grade magnet dan semakin dekat jarak pelat tembaga-magnet, maka semakin rendah respons massa utama. Respons ini lebih rendah dibandingkan sistem tanpa mekanisme arus eddy.