Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Dirkantara Indonesia

Upaya Pengembangan UMKM Melalui Digital Marketing Magetsari, Ovy Noviati Nuraini; Pakpahan, Arnolt Kristian; Arief, Abubakar; Alvito Bastanta; Ramadani; Dewi Anggraeni
Dirkantara Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): September-Februari
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v3i2.127

Abstract

Mengamati aspek industri kecil dan menengah menjadi sumber optimisme yang menjanjikan, namun perlunya disertai dengan persiapan yang matang dan dukungan yang tepat, terutama dari pemerintah. Peran penting industri kecil dalam pengembangan ekonomi semakin relevan seiring dengan tuntutan perubahan zaman, terutama setelah penerapan perdagangan bebas MEA pada 31 Desember 2015. Usaha kecil menengah (UKM) Indonesia berpartisipasi secara kompetitif dan memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya. Untuk memastikan keberlanjutan, daya saing, dan pertumbuhan UKM di tengah dinamika ekonomi global, Kementerian Koperasi dan UKM memiliki kepedulian dan komitmen untuk mendukung upaya menghadapi pelaksanaan MEA. Ini dilakukan melalui koordinasi, sinkronisasi, sinergi, dan kerjasama di semua tahapan produksi, distribusi, dan pemasaran dalam rangka memberdayakan koperasi dan UMKM. Sebelum mencapai tingkat perkembangan seperti saat ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan operasionalnya, yang antara lain adalah Keterbatasan Penguasaan Teknologi, Keterampilan Pemasaran, Kendala Modal dan Risiko Penipuan. Mengatasi permasalahan yang dihadapi UMKM, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trisakti sebagai bentuk Tridharma Perguruan Tinggi memberikan pemahaman mengenai konsep digital marketing sebagai bentuk pengembangan usaha UMKM pada kelompok UMKM Rufata. UMKM Rufata yang terletak di Gudang Sarinah Pancoran ini merupakan usaha kuliner yang terdiri dari beberapa jenis kuliner diantaranya Kantin Si Uda, Kedai Anna, Warmindo Dua Putri, Pawon Ibu ‘Q, Kantin Berkat, Kedai Ozira, Bakso Malang, Sate Padang Ali dan D’Sabda Café. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta UMKM dapat mengembangkan bisnisnya yang nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan dan laba usaha.
Pengelolaan Keuangan Yang Efektif Bagi Wirausaha Di Kelurahan Krendang Jakarta Barat Matusin, Anita Roosmalina; Martadisastra, Dedie S; Magetsari, Ovy Noviati Nuraini; Hariyanti, Dini
Dirkantara Indonesia Vol. 2 No. 2: September-Februari 2024
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v2i2.25

Abstract

Pandemi Covid 19 telah memasuki tahun kedua melanda dunia termasuk Indonesia. Kondisi ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia usaha di Indonesia. Seluruh bisnis baik yang berskala besar maupun berskala kecil, termasuk pelaku usaha UMKM terkena dampaknya. Dampak yang paling besar dirasakan adalah turunnya omset penjualan sehingga pendapatan dari hasil penjualan menjadi berkurang. Salah satu penyebab turunnya pendapatan adalah karena dikeluarkannya kebijakan pemerintah seperti PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk menanggulangi penyebaran Covid 19 di masyarakat, sehingga menyebabkan ruang gerak masyarakat dan dunia usaha semakin terbatas.Menurut Ketua Fokus UMKM Jakarta Roy Suryo, terdapat 5 masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha UMKM pada masa pandemi Covid 19, yaitu; masalah keuangan, SDM dan manajemen, motivasi dan teknologi, pasar dan bahan baku, dan institusi. Pelaku usaha UMKM di Kelurahan Krendang sama dengan pelaku usaha lainnya pada kondisi pandemi Covid 19 juga mengalami penurunan omset penjualan sehingga pendapatan juga mengalami penurunan yang akan mengganggu kegiatan produksi selanjutnya karena mengalami kekurangan modal usaha. Ketidaklancaran keberlangsungan produksi ini, disebabkan karena para pelaku usaha tidak mengelola modak kerjanya dengan baik, dengan cara menentukan besarnya kebutuhan modal kerja yang cukup sesuai dengan kebutuhan untuk membiayai kegiatan produksi. Oleh sebab itu untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha diperlukan pelatihan tentang bagaimana mengelola modal kerja bagi pelaku usaha UMKM di Kelurahan Krendang Jakarta Barat agar kegiatan produksi tidak terganggu yang disebabkan dengan masalah modal kerja serta dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan
Pemasaran Produk Hasil Olahan Food Loss and Waste Magetsari, Ovy Noviati Nuraini; Deliza Henny; Yosephina Endang Purba; Lavlimatria Esya
Dirkantara Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret-Agustus 2025
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v4i1.157

Abstract

The community service activity organized by the Faculty of Economics and Business, Trisakti University, on February 26, 2023, in Fokkalis, aimed to enhance the knowledge and skills of the community in managing Food Loss and Waste (FLW) into value-added products and marketing these processed products. The activities involved counseling, practical training, group discussions, and marketing assistance. The results showed an increase in participants' understanding of the concept of FLW and the importance of food waste management, as well as an improvement in skills to process food waste into marketable products such as compost, vegetable chips, and fruit jam. Activity evaluations indicated that hands-on training methods and marketing assistance were highly effective in enhancing participants' abilities. Furthermore, participants successfully developed several business plans based on FLW processing that have economic potential. The challenges faced included limited training time and inadequate facilities, which were addressed through adaptive and participatory approaches. To support the sustainability of the activity’s impact, ongoing training programs, increased collaboration with local stakeholders, and the use of digital technology to expand training and marketing access are needed. Thus, this activity successfully contributed positively to community empowerment and sustainable FLW management.