Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh penggunaan jenis gas terhadap mutu daging tuna selama penyimpanan dingin: The effect of using different types of gases on tuna meat quality during cool storage Siahaya, Anho Netty; Setha, Beni; Loppies, Cindy; Tawari, Ruslan Husen Saban; Polnaya, Febby Jeanry; Pagaya, Joseph; Siahaya , Anho Netty
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i4.61517

Abstract

Penyimpanan dingin merupakan metode umum dalam pengolahan ikan, namun efektivitasnya tergantung pada teknologi pendukung, termasuk jenis gas dalam kemasan. Penggunaan gas yang tepat dapat menghambat oksidasi, mencegah pertumbuhan mikroorganisme, dan menjaga warna, tekstur, serta cita rasa daging tuna. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis gas terbaik terhadap mutu daging tuna selama penyimpanan dingin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 3 kali ulangan. Perlakuan jenis gas yang digunakan adalah tanpa gas (A0), karbon monoksida (A1), filtered smoke (A2), dan gas non-kondensat yang berasal dari tempurung kelapa (A3), kulit batang sagu (A4), dan kayu jambu biji (A5). Sampel tuna loin disemprotkan dengan gas-gas tersebut, kemudian kantong plastik ditutup rapat dan disimpan pada suhu 1-4°C selama 3 hari. Parameter yang dianalisis meliputi pH, total volatile base (TVB), kadar mioglobin, dan angka lempeng total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gas CO (A1) secara signifikan menurunkan kadar TVB dan mempertahankan kadar mioglobin tuna loin, serta memperlambat penurunan kualitas dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Gas non-kondensat dari tempurung kelapa (A3) dan kulit batang sagu (A4) juga memberikan hasil yang cukup baik, namun gas CO terbukti paling efektif dalam mempertahankan kesegaran tuna. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan gas non-kondensat alami sebagai alternatif ramah lingkungan dalam memperpanjang umur simpan produk tuna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi baru untuk menjaga kualitas daging tuna dalam proses distribusi dan penyimpanan dingin, serta memberi kontribusi terhadap pengembangan teknologi penyimpanan ikan yang lebih berkelanjutan.
Kandungan Mioglobin dan Warna pada Ikan Tuna (Thunnus albacares) Loin yang Diaplikasi dengan Gas Non Kondensat Loppies, Cindy R M; Setha, Beni; Tawari, Ruslan H S; Polnaya, Febby J; Pagaya, Joseph; Siahaya, Antho N
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 14 No 2 (2025): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2025.14.2.181

Abstract

The use of carbon monoxide gas in handling export-quality tuna loins gas has been prohibited by the FDA due to its residual effects. As an alternative, filtered smoke derived from the combustion of hardwood has been proposed. However, this gas is expensive and primarily produced in Hawaii. During the production of liquid smoke, a non-condensable gas is generated that contains carbon monoxide and may serve to preserve quality, including color and myoglobin content. The aim of this research was to identify the components of non-condensable gas and evaluate its application on tuna loins. A descriptive method was employed, and the data were presented in images and tables. The materials used included sago waste (waa sagu) and tuna loins (Thunnus albacares). Observations involved analyzing the composition of the non-condensable gas from sago waste, as well as changes in color and myoglobin content of tuna loins treated with the gas. The analysis identified 12 components in the non-condensable gas, including nitrogen and carbon monoxide. Tuna loins treated with this gas maintained a red color and a myoglobin content of 49.31±0.70 mg %.