Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimalisasi Pemberian Nesting dan Prone Position Terhadap Status Hemodinamik Bayi Prematur di Ruang Perinatologi RS X Tangerang Selatan 2024 : Case Report Simanjuntak, Evita; Utami, Tuti Asrianti; Darnengsih, Nukeu
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21578

Abstract

ABSTRACT Incorrect positioning of premature infants can increase the risk of morbidity and mortality. One of the efforts made is through the implementation of nesting and prone positioning. This article aims to determine the effect of prone and nesting positions on hemodynamic status in premature infants in the PERINATOLOGY unit. This study employed an observational method to examine four premature infants weighing less than 2000 grams from December 14 to December 16, 2024. The intervention involved changing the sleeping position every 2 to 3 hours. Observations were made when the premature infants were placed in prone and nesting positions. The results of this observation indicate a significant impact on hemodynamic stability in the four premature infants under care. The conclusion is that providing optimal nesting and prone position can maintain stable hemodynamic status in premature babies. Keywords: Premature Baby, Prone Position, Nesting  ABSTRAK Pemberian posisi yang salah pada bayi prematur dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas.salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemberian nesting dan prone position. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi prone dan nesting terhadap status hemodinamik pada bayi prematur di ruang perinatologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan atau observasi terhadap empat bayi prematur dengan berat badan dibawah 2500 gram dari tanggal 14 desember sampai 16 desember 2024. Intervensi yang dilakukan adalah dengan merubah posisi tidur setiap 2 – 3 jam. Pengamatan dilakukan saat bayi prematur diberikan posisi prone dan nesting. Hasil pengamatan  ini menunjukkan adanya pengaruh yang sangat berdampak terhadap kestabilan hemodinamik pada keempat bayi prematur yang sedang dirawat. Kesimpulannya adalah pemberian nesting dan posisi prone yang optimal dapat menjaga kestabilan status hemodinamik pada bayi prematur. Kata Kunci: Bayi Prematur, Posisi Prone, Nesting 
Application of P6 Acupressure on Children with Acute Lymphoblastic Leukemia Experiencing Post-Chemotherapy Nausea and Vomiting Arindya, Sekar Ayu Putri; Utami, Tuti Asrianti
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Citra Keperawatan Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v13i2.397

Abstract

Cancer refers to a condition where cells grow uncontrollably, potentially harming nearby healthy tissues and spreading via the lymphatic system and bloodstream. Among various types of leukemia, Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) is the most frequently found in pediatric patients. Chemotherapy, the primary treatment, often causes nausea and vomiting, affecting the child's comfort and nutritional intake. This study aimed to evaluate the effectiveness of P6 acupressure therapy in reducing nausea and vomiting in children with ALL. A case study was conducted involving two children undergoing chemotherapy at unit Anggrek, RS X, Jakarta. P6 acupressure was applied for 3–4 consecutive days. Results indicated a significant decrease in nausea intensity and vomiting frequency in one patient, while the other showed a mild reduction. The findings demonstrate that P6 acupressure is an effective, non-pharmacological nursing intervention for managing chemotherapy-induced nausea and vomiting in pediatric patients. This therapy can be safely taught to caregivers as part of home-based supportive care, providing practical implications for nursing practice in pediatric oncology settings.
Analisis Penerapan Fisiotherapi Dada dan Edukasi Pemberian Minum Air Hangat pada Balita Bronkhopneumonia dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Rawat Inap RS X BSD: Laporan Kasus Sumarni, Sumarni; Utami, Tuti Asrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.19541

Abstract

ABSTRACT Introduction: Bronchopneumonia is an inflammatory lung disease characterised by infiltrate spots caused by bacteria, viruses, fungi or foreign bodies (Wijayaningsih, 2018). This disease is mostly affects children because in children, the organs are not yet functioning optimally, so they are vulnerable to disease. According to UNICEF in 2021, the leading cause of death in children under the age of 12-59 months is bronchopneumonia, which is 9.4%. Chest physiotherapy is one of the therapies to overcome the problem of ineffective airway clearance in children with bronchopneumonia. Purpose: To analyse the effectiveness of chest physiotherapy to overcome the problem of ineffective airway clearance in children. Method: Case study research method conducted on 2 pediatric patients with bronchopneumonia who were admitted to the pediatric inpatient room of X BSD Hospital in November 2024 with an intervention for 2 days. Result: The results of additional ronchi sounds in both children were shown to decrease with auscultation before and after. The more severe the condition, the longer the provision of chest physiotherapy can be, more than 10-15 minutes. Conclusion: Warm water and chest physiotherapy can be used as one of the safe nursing self-measures in helping to reduce respiratory rales in children with bronchopneumonia. Chest physiotherapy and warm water drinking can be used as complementary therapies to help overcome problems with airway clearance. Keywords: Bronchopneumonia, Chest Physiotherapy, Warm Water Drinking, Ineffective Airway Clearance, Nutrition  ABSTRAK Pendahuluan: Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit peradangan paru yang ditandai adanya bercak infiltrate yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun benda asing (Wijayaningsih, 2018). Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak karena pada anak-anak organ belum berfungsi secara optimal sehingga rentan akan penyakit. Menurut UNICEF tahun 2021 menyebutkan bahwa penyebab kematian utama pada anak balita usia 12-59 bulan adalah bronkopneumonia yaitu sebesar 9,4%. Fisioterapi dada merupakan salah satu terapi untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas fisioterapi dada dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak. Metode Penelitian: Metode penelitian studi kasus yang dilakukan pada 2 pasien anak dengan bronkopneumonia yang dirawat diruang rawat inap anak RS X BSD pada bulan November 2024 dengan intervensi selama 2 hari. Hasil: Hasil suara tambahan ronchi pada kedua anak terbukti berkurang dengan auskultasi sebelum dan sesudahnya. Semakin berat kondisinya maka pemberian fisioterapi dada bisa lebih dari 10-15 menit. Kesimpulan: Pemberian minum air hangat dan fisioterapi dada dapat digunakan sebagai salah satu tindakan mandiri keperawatan yang aman dalam membantu mengurangi ronki pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia. Fisioterapi dada dan pemberian minum air hangat dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif dan mengurangi bunyi ronkhi pada pernapasan. Kata Kunci: Bronchopneumonia, Fisioterapi Dada, Pemberian Minum Air Hangat, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Nutrisi
Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Remaja pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru : The Relationship Between Characteristics and Level of Knowledge with Adolescent Anxiety During the Adaptation Period to New Habits Efodia Desilina Gulo; Utami, Tuti Asrianti; Regina Vidya Tria Novita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2717

Abstract

Latar belakang: Wabah pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikologis masyarakat termasuk remaja. Remaja memiliki usia yang labil, sehingga psikologisnya mengalami kecemasan yang berlebihan dan ketakutan akan tertularnya virus jika adaptasi kebiasaan baru akan diterapkan di sekolah. Kecemasan pada remaja jika akan berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan psikologis. Tujuan: Untuk menganalisa hubungan karakteristik usia, jenis kelamin dan tingkat pengetahuan dengan kecemasan remaja pada masa adaptasi kebiasaan baru di SMKN 38 Jakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan pengambilan sampel diambil secara random sampling sebanyak 242 responden. Hasil: Analisa data kendall’s tau B menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara usia (p-value 0,815) dan pengetahuan (p-value 0,346), dan analisa data Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin (p-value 0,445) dengan kecemasan tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di SMKN 38 Jakarta. Kesimpulan: bahwa Tidak ada hubungan usia, jenis kelamin dan pengetahuan dengan kecemasan remaja pada masa adaptasi kebisaan baru di SMKN 38 Jakarta.
Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu dengan Keberhasilan Menyusui Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Alak Kupang: The Relationship between Characteristics and Mother's Knowledge with Exclusive Breastfeeding Success during the Covid-19 Pandemic at the Alak Kupang Health Center Selfy Rosida Bakker; Utami, Tuti Asrianti; Paramitha Wirdhani Ningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2969

Abstract

Latar belakang: ASI Eksklusif merupakan nutrisi paling tepat untuk bayi usia 0-6 bulan dan penting bagi pertumbuhannyaa agar terhindar dari stunting. Situasi pandemi Covid-19 membatasi keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisa hubungan karakteristik dan pengetahuan ibu dengan keberhasilan menyusui eksklusif pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Alak Kupang, yang dilakukan pada Maret-Desember 2021. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 111 responden. Hasil: Penelitian menjelaskan bahwa dari 111 responden sebagian besar memiliki bayi usia 7-12 bulan sebanyak 97 (87,4%), usia ibu < = 25 tahun sebanyak 79 (71,2%), pendidikan tinggi 93 (83,8%), ibu bekerja 67 (60,4%), riwayat ibu sehat 102 (91,9%), ibu dengan pengetahuan baik 88 (79,3%) dan keberhasilan ASI Eksklusif 84 (75,7%). Hasil analisa uji chi square menjelaskan adanya hubungan antara usia ibu (p value = 0,000), pendidikan (p value =0,013), pekerjaan (p value = 0,001) dan pengetahuan (p value = 0,003). Tidak ada hubungan antara usia bayi (p value = 0,551) dan riwayat kesehatan ibu (p value = 0,685) dengan keberhasilan menyusui eksklusif pada masa pandemic Covid-19. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu dalam keberhasilan menyusui eksklusif ketika masa pandemi Covid-19. Saran petugas kesehatan sebaiknya mendukung dalam mempromosikan dan memotivasi masyarakat dalam kegiatan menyusui eksklusif, terutama ibu-ibu untuk mencegah dan meminimalkan kejadian stunting pada anak-anak di masa datang.
Pengaruh Teknik Distraksi Menonton Kartun Animasi Terhadap Skala Nyeri Pada Anak Usia Pre School Saat Pemasangan Infus Di Rumah Sakit: The Effect of Animated Cartoon Distraction Technique on Pain Scale in Preschool-Aged Children During Intravenous Cannulation in Hospital Utami, Tuti Asrianti; Purwanti, Purwanti; Prabawati, Dewi
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.154

Abstract

Children of all ages can experience illness.  One of the many invasive procedures that hospitalized children will undergo is IV insertion. IV insertion is painful because it can cause pain, so management is needed to minimize pain. One of the non-pharmacological pain management is to use distraction techniques that can reduce the pain scale during infusion.  This study aims to analyze the effect of distraction techniques watching animated cartoons on the pain scale during infusion of children pre school at X Jakarta Hospital. The research design used was Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Design involving 70 respondents who were divided into an intervention group of 35 respondents and a control group of 35 respondents.  The research instrument used a pain measurement sheet wong baker faces scale. The results of the Man Whitney test analysis showed that there was an effect of distraction techniques watching animated cartoons on the pain scale in children pre school during infusion at X Jakarta Hospital (p value = 0.000 <0.05). It is expected that nurses can start applying infusion installation with distraction techniques, especially audiovisual distraction techniques to minimize pain in pediatric patients.
Hubungan Pengetahuan Dan Pola Asuh Ibu Dengan Kemandirian Toilet Training Pada Anak Pra sekolah Kiranti, Anisa Sekar; Utami, Tuti Asrianti; Susilo, Wilhelmus Hary
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v14i2.344

Abstract

Toilet training is a process in the development of preschool children aged 3-6 years in the process of urination and defecation. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and parenting patterns of mothers and the independence of toilet training in preschool children at RA Darul Hikmah. The research method was descriptive correlational with a cross-sectional approach. The sampling technique involved a total of 80 respondents, including mothers who have preschool-aged children. The results of the study explained that of the 80 respondents, most were aged 19-35 years as many as 72 respondents (90.0%), housewife occupation as many as 61 respondents (76.3%), education level (high school) as many as 43 respondents (53.8%), parity with having 2 children as many as 47 respondents (58.8%), good knowledge level as many as 41 respondents (51.2%), democratic parenting patterns as many as 38 respondents (47.5%), and toilet training independence as many as 41 respondents (51.2%). Kendal's Tau-b analysis revealed no correlation between knowledge (p-value = 0.447) and parenting styles (p-value = 0.643) and toilet training independence. Mothers should train their children to toilet train from an early age, not only providing instructions but also directing them appropriately.