Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Hubungan Kunjungan Antenatal Care Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sedong Aprila, Bela; Wirandoko, Ignatius Hapsoro; Suroso, Triono Adi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61685

Abstract

Latar Belakang : Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai preeklamsia berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi dan penanganan kondisi ini. Kunjungan antenatal care (ANC) secara teratur merupakan upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan, termasuk preeklamsia. Berdasarkan data WHO tahun 2020, preeklamsia menyumbang sekitar 25% dari penyebab kematian ibu di dunia, dan di Indonesia tercatat 412 kasus kematian ibu akibat preeklamsia pada tahun 2023. Prevalensi hipertensi dalam kehamilan di Jawa Barat mencapai 10,57%, tertinggi di Indonesia. Tujuan : Menganalisis hubungan kunjungan antenatal care dengan tingkat pengetahuan tentang preeklamsia pada ibu hamil di puskesmas sedong. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan kunjungan antental care dengan tingkat pengetahuan tentang preeklamsia pada ibu hamil (p=0,006). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kunjungan antenatal care dan pengetahuan tentang preeklamsia di Puskesmas Sedong. Ibu hamil yang rutin melakukan kunjungan antenatal cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai preeklamsia. Hal ini menyimpulkan bahwa pentingnya peningkatan akses dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC guna meningkatkan pengetahuan serta pencegahan terhadap preeklamsia.
Hubungan Sindrom Metabolik Dengan Preeklampsia di Puskesmas Majasem Husnaa, Farah Syaufika; Suroso, Triono Adi; Ahmad, Zulkifli
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.14860

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy-induced hypertension accompanied by proteinuria or other organ system disturbances. The incidence of preeclampsia in Indonesia is 128,273 per year or around 5.3%, with no apparent decrease in cases over the last two decades. Several risk factors can contribute to the development of preeclampsia, one of which is obesity, a metabolic disorder in the body and a clinical manifestation of metabolic syndrome. This study aims to determine the incidence of metabolic syndrome in postpartum mothers with a history of preeclampsia, understand the incidence of preeclampsia, and analyze the relationship between metabolic syndrome and preeclampsia at Majasem Community Health Center in 2022. The study utilizes an analytical observational method with a cross-sectional approach. Data used are medical records of postpartum mothers in 2022 at Majasem Community Health Center. The total sampling method was employed, resulting in 40 research samples. Bivariate analysis using Spearman's correlation test indicates that the number of postpartum mothers experiencing metabolic syndrome is 16. The total number of preeclampsia cases at Majasem Community Health Center is 40. The Spearman test results show a significant relationship between metabolic syndrome and preeclampsia, with a p-value of 0.018 < 0.05.