Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Media Pertumbuhan Tanaman Hidroponik Sariwati, Atmira; Shofi, Muh; Badriah, Lailatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemukiman penduduk yang semakin padat menyebabkan lahan pertanian semakin sedikit yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas pangan nasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya solusi cara bercocok tanam yaitu secara hidroponik dengan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai media bercocok tanam. Tujuan: Untuk memperkenalkan cara bercocok tanam tanpa lahan yang luas, memberikan wawasan atau pengetahuan tentang tanaman hidroponik, membangun dan meningkatkan kepedulian terhadap limbah botol plastik bekas, menunjukan berbagai kemungkinan usaha bercocok tanam yang sehat, bersih, aman. Metode: Ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung tentang cara cara budidaya secara hidroponik dengan menggunakan media botol bekas. Hasil: Masyarakat mitra sangat antusias tentang cara budi daya sayuran menggunakan hidroponik dengan menggunakan media botol platik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kuisioner tentang cara budidaya sayur dengan hidroponik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikat sekitar 100% pengetahuan mitra pengabdian masyarakat tentang cara budidaya sayur dengan hidroponik.
PELATIHAN DETEKSI DINI PENYAKIT SECARA MANDIRI MELALUI LIDAH Sariwati, Atmira; Oktavia, Ira
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hidup yang tidak sehat yaitu kurang berolah raga, merokok  dan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, pedas serta bahan aditif berbahaya dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan sirkulasi energi ginjal, paru-paru, jantung dan ginjal terganggu sehingga menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, gagal ginjal, serangan jantung, kanker paru-paru. Penyakit seperti ini bisa di deteksi sejak dini menggunakan lidah. Lidah berada antara organ eksterior yaitu jantung. Organ jantung memerintah rasa makanan dan pengucapan. Energi di dalam  jantung mengontrol sirkulasi darah darah sehingga berpengaruh dalam warna otot lidah. Lidah berhubungan dekat dengan organ limpa dan lambung. Makanan dan minuman diterima oleh lambung dan diubah oleh energi limpa. Lambung memiliki kemampuan memproduksi cairan, sehingga direfleksikan dalam bentuk kelembaban lidah. Kualitas energi nutrisi dan darah tergantung dari kekuatan energi limpa untuk menyuling sari makanan, direfleksikan dalam warna otot lidah. Lidah yang sehat adalah berwarna merah muda dengan bentuk otot lidah tidak terlalu tebal atau tipis, selaput lidah putih dan tipis dan pembuluh vena dibawah lidah tidak menonjol yang menunjukkan energi, aliran dan cairan tubuh yang berjalan dengan baik dan seimbang, jika dibagian ujung lidah berwarna merah menandakan adanya gangguan di sekitar jantung dan paru paru, untuk lidah yang ditengah berwarna putih dan berkerak mengindikasikan ada gangguan pencernaan, sedangkan untuk pangkal lidah yang berkerak terjadi permasalahan di ginjal dan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek langsung. Palatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, hal ini dapat dilihat dari hasil questioner sebelum dan sesudah pelatihan yang mengalami peningkatan pengetahuan masyarakat.
Korelasi Kadar Total Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Polar Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) Sari, Fita; Hidayatul, Fathul; Sariwati, Atmira; Wahyuni, Dwi; Hesturini, Rosa Juwita
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13205

Abstract

Senyawa metabolit sekunder rosella memiliki manfaat kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Rosella digunakan sebagai bahan minuman kesehatan, karena senyawa aktifnya seperti antosianin, polisakarida, dan flavonoid. Flavonoid dalam rosella diduga memiliki aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Penelitian ini bertujuan melihat profil fitokimia ekstrak dan fraksi polar kelopak rosella dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilanjutkan menguji kadar total flavonoid serta aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Studi ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, untuk mendeteksi profil fitokimia dari ekstrak dan fraksi kelopak rosella dilanjutkan uji kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya senyawa flavonoid, ditandai bercak warna biru pada plat KLT, (2) uji kadar total flavonoid dari ekstrak menunjukkan sebesar 139,4321 ppm sedangkan fraksi polar 204,8334 ppm, (3) uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak rosella memiliki aktivitas lemah dengan nilai IC50 sebesar 656,4775 ppm, sedangkan fraksi lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 110,1132 ppm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi polar kelopak rosella diduga memiliki senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan namun fraksi lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol kelopak rosella.
Characterization of Extract, Formulation and Evaluation of Hand Sanitizer from Red Betel Leaf Extract (Piper crocatum L.) Aryantini, Dyah; Muslich, Faisal; Hardini, Pri; Sariwati, Atmira; Lailiyah, Munifatul; Sari, Fita; Hesturini, Rosa
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.284

Abstract

Korelasi Kadar Total Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Polar Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) Sari, Fita; Hidayatul, Fathul; Sariwati, Atmira; Wahyuni, Dwi; Hesturini, Rosa Juwita
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13205

Abstract

Senyawa metabolit sekunder rosella memiliki manfaat kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Rosella digunakan sebagai bahan minuman kesehatan, karena senyawa aktifnya seperti antosianin, polisakarida, dan flavonoid. Flavonoid dalam rosella diduga memiliki aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Penelitian ini bertujuan melihat profil fitokimia ekstrak dan fraksi polar kelopak rosella dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilanjutkan menguji kadar total flavonoid serta aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Studi ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, untuk mendeteksi profil fitokimia dari ekstrak dan fraksi kelopak rosella dilanjutkan uji kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya senyawa flavonoid, ditandai bercak warna biru pada plat KLT, (2) uji kadar total flavonoid dari ekstrak menunjukkan sebesar 139,4321 ppm sedangkan fraksi polar 204,8334 ppm, (3) uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak rosella memiliki aktivitas lemah dengan nilai IC50 sebesar 656,4775 ppm, sedangkan fraksi lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 110,1132 ppm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi polar kelopak rosella diduga memiliki senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan namun fraksi lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol kelopak rosella.
Activity of Alginate-Gelatin Hydrogels Containing Metal-Organic Frameworks Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus for Wound Dressing Application Mulyati, Tri Ana; Ekowati, Juni; Sariwati, Atmira; Agustina, Lia; Wardani, Siska; Erawati, Erawati; Pujiono, Fery
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i3.77403

Abstract

Bacterial infections, such as S. aureus and E. coli, remain a global health issue, particularly concerning bacterial resistance, which often leads to serious complications. One approach to address this problem is the development of Metal Organic Frameworks (MOFs), known for their high conductivity and antibacterial activity. Zn-based MOFs are known to possess strong antibacterial activity because Zn²⁺ ions can damage bacterial cell membranes, disrupt enzymatic processes, and induce oxidative stress. In comparison, Zr-based MOFs are well known for their excellent chemical stability and biocompatibility. In this study, hydrogels containing three types of MOFs-Zn-BDC, Zn-Fer, and Zr-BDC were developed. This research aims to synthesize and characterize alginate-gelatin hydrogels containing MOFs and evaluate their antibacterial activity. The results indicate that the modification of alginate-gelatin hydrogels with MOFs has been successfully synthesized, as evidenced by FTIR, XRD, and SEM-EDS analyses. The materials successfully produced include Hy/Zn-BDC, Hy/Zn-Fer, and Hy/Zr-BDC. Antibacterial activity testing shows that adding MOF into the hydrogel matrix significantly increases the inhibition against S. aureus and E. coli compared to the hydrogel without MOF. Among the three MOF variants, Hy/Zn-BDC showed the highest antibacterial activity, followed by Hy/Zn-Fer and Hy/Zr-BDC. Specifically, Hy/Zn-BDC inhibited S. aureus growth by 95% and E. coli by 100%, accompanied by the lowest effective inhibitory concentration values (2.0 mg/mL and 2.4 mg/mL, respectively). These results demonstrate the high effectiveness of Zn-based MOF in enhancing the antibacterial performance of the hydrogel as well as its potential development for wound dressing applications.