Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN DIAGNOSTIK TES SIFILIS DAN HIV PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KABUPATEN KEDIRI: SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN DIAGNOSTIK TES SIFILIS DAN HIV PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KABUPATEN KEDIRI Erawati; Nela, Frieti; Wardani, Siska; Lestari, Kiki; Putri , Tiara
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i2.152

Abstract

Penyakit menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang disebabkan penularan mikroorganisme yang dilakukan karena aktivitas seksual berisiko, beberapa penyakit IMS yaitu infeksi sifilis dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Sifilis adalah suatu IMS yang terjadi penularan bakteri Treponema pallidum. Infeksi HIV adalah virus golongan retrovirusyang yang menginfeksi sel darah putih manusia dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Infeksi sifilis dan HIV dapat menyerang siapapun salah satunya pekerja seks komersial (PSK) yang dilihat dari aktivitas seksual berisiko tinggi. PSK merupakan wanita yang memberikan jasa pemuasan seks kepada tamunya yang biasanya adalah laki-laki. Penularan penyakit sifilis dan HIV pada PSK ditularkan melalui hubungan seksual normal, anal seks, sehingga menyebabkan penularan bakteri dan virus terutama PSK yang tidak menggunakan alat pelindung (kondom). Beberapa macam metode mendeteksi antibodi Treponema pallidum sifilis dan HIV salah satunya dengan metode imunokromatografi, yaitu metode cepat untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum dan HIV didalam tubuh secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis prevalensi infeksi sifilis bakteri Treponema pallidum dan HIV. Desain penelitian secara survey deskriptif, teknik sampling secara accidental sampling dan total sampel sebanyak 30 sampel. Sampel yang digunakan yaitu plasma dari sampel PSK. Berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan antibodi Treponema pallidum didapatkan hasil positif 0 sampel (0%) dan hasil negatif 30 sampel (100%). Hasil penelitian antibodi HIV terdapat 1 hasil positif (3,3%) dan 29 hasil negatif (96,7%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan sifilis dan HIV dengan metode imunokromatografi dapat digunakan untuk pemeriksaan skrining IMS dan deteksi dini adanya infeksi sifilis dan HIV.
Risk factors of COVID-19 incidence in Bantul Regency, Indonesia Wardani, Siska; Astuti, Fardhiasih Dwi
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.22776

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) was a public health problem in Indonesia. The highest number of COVID-19 cases in Special Region of Yogyakarta in 2021 was in Bantul Regency. The epidemiological description based on the person, place, time, and risk factors for COVID-19 in Bantul Regency in 2021 has yet to be described. This study aimed to determine risk factors, person, place, and time characteristics associated with the incidence of COVID-19 in the Bantul Regency in 2021. This study employed a cross-sectional design with secondary data on COVID-19 cases in Bantul Regency in 2021. Furthermore, 80,322 samples were analyzed and confirmed COVID-19 was 53,506 cases (66.61%). The case fatality rate was 2.72%. The highest age positive for COVID-19 is <65 years (92.31%), 53.83% of cases were female, and the district of Banguntapan with the highest rate of COVID-19 (15.11%). The peak of cases occurred in July, 2021. There is a relationship between close contact, travel history, age, and gender with the incidence of COVID-19 (p<0.001). The most significant risk factors were close contact (OR=8.657), travel history (OR=3.034), gender (OR=1.147), and age (OR=0.889). Close contact has the most significant association with the incidence of COVID-19, followed by travel history and gender.
Identifikasi Bakteri Pada Swab Telapak Tangan Pedagang Di Kantin Sekolah muarofah, binti; Wardani, Siska; Wahyuni, Sri; Safitri, Laras; Tiara Putri, Julysta; Hermawan, Rizal; Rokim, Moch. Abdul; Sabban, Indra; Eka Kurniawan, Angga; Wahyuni, Ismiy
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.245

Abstract

Pedagang makanan menangani penjualan makanan dari tahap persiapan hingga penyajian. Berbagai bakteri, virus, dan jamur dapat mengkontaminasi makanan yang dimasak oleh tangan, air, lingkungan, atau dari serangga dan udara. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi genus dan spesies mikroorganisme yang ditemukan pada swab telapak tangan pedagang di kantin sekolah. Bakteri yang dapat mengkontaminasi makanan termasuk E. coli, Salmonella, Pseudomona sp, Proteus sp., Shigella sp., dan Staphylococcus sp. Metode observasi ditampilkan kedalam tabel dan diagram, sampel yang diambil tidak direncanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri ditemukan pada swab telapak tangan pedagang kantin. Dari 29 sampel yang diperiksa, 21 sampel (72%) mengandung bakteri E.coli, dan 8 sampel (28%) mengandung bakteri Klebsiella sp.  Bakteri Coccus  Dari penelitian  ini dapat meningkatkan pengetahuan pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan diri, terutama kebersihan telapak tangan yang dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara baik dan benar sesuai SOP yang berlaku.
Activity of Alginate-Gelatin Hydrogels Containing Metal-Organic Frameworks Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus for Wound Dressing Application Mulyati, Tri Ana; Ekowati, Juni; Sariwati, Atmira; Agustina, Lia; Wardani, Siska; Erawati, Erawati; Pujiono, Fery
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i3.77403

Abstract

Bacterial infections, such as S. aureus and E. coli, remain a global health issue, particularly concerning bacterial resistance, which often leads to serious complications. One approach to address this problem is the development of Metal Organic Frameworks (MOFs), known for their high conductivity and antibacterial activity. Zn-based MOFs are known to possess strong antibacterial activity because Zn²⁺ ions can damage bacterial cell membranes, disrupt enzymatic processes, and induce oxidative stress. In comparison, Zr-based MOFs are well known for their excellent chemical stability and biocompatibility. In this study, hydrogels containing three types of MOFs-Zn-BDC, Zn-Fer, and Zr-BDC were developed. This research aims to synthesize and characterize alginate-gelatin hydrogels containing MOFs and evaluate their antibacterial activity. The results indicate that the modification of alginate-gelatin hydrogels with MOFs has been successfully synthesized, as evidenced by FTIR, XRD, and SEM-EDS analyses. The materials successfully produced include Hy/Zn-BDC, Hy/Zn-Fer, and Hy/Zr-BDC. Antibacterial activity testing shows that adding MOF into the hydrogel matrix significantly increases the inhibition against S. aureus and E. coli compared to the hydrogel without MOF. Among the three MOF variants, Hy/Zn-BDC showed the highest antibacterial activity, followed by Hy/Zn-Fer and Hy/Zr-BDC. Specifically, Hy/Zn-BDC inhibited S. aureus growth by 95% and E. coli by 100%, accompanied by the lowest effective inhibitory concentration values (2.0 mg/mL and 2.4 mg/mL, respectively). These results demonstrate the high effectiveness of Zn-based MOF in enhancing the antibacterial performance of the hydrogel as well as its potential development for wound dressing applications.
Identifikasi Bakteri Pada Ulkus Diabetikum Di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun Mu’arofah, Binti; Setyo Triariyati , Wahyu; Anandita Putri Santoso, Siska; Agustina, Novia; Wardani, Siska; Munawaroh, Siti; Eka Kurniawan, Angga
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.320

Abstract

Ulkus diabetikum, atau luka pada kaki penderita diabetes, merupakan masalah serius karena Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf, yang akhirnya menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah besar dan keci. Kerusakan ini menyebabkan aliran darah ke kaki berkurang dan sensasi rasa sakit menurun. Akibatnya, luka kecil pun bisa berkembang menjadi luka besar tanpa disadari. Luka tersebut menjadi tempat baik bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi inilah yang seringkali memperburuk kondisi ulkus, bahkan bisa mengarah pada amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan persentase bakteri pada ulkus diabetikum di Praktik Klinik Mandiri Keperawatan Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan purposive sampling untuk mengambil 15 sampel. Sampel-sampel ini kemudian dikultur pada beberapa media, yaitu MCA, BAP, Urea, TSIA, IMVIC, MSA, dan NAS. dan dilanjutkan dengan tes katalase dan koagulase. Setelah dilakukan penelitian di dapatkan adanya bakteri Batang Gram Negatif yang terdapat pada 15 sampel dengan presentase Escherichia coli (7%), Pseudomonas sp. (7%), Salmonella parathypi B (3%), Klebsiella sp. (33%), dan ditemukan bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus (50%). Oleh karena itu, diharapkan pasien penderita luka ulkus diabetikum dapat menjaga kebersihan kaki serta melakukan perawatan luka yang tepat dan melakukan cek gula darah secara rutin sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Kata kunci: Ulkus, Bakteri Gram Negatif, Gram Positif