Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Investigasi Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Kelas 11 pada Pembelajaran Fisika Widodo, Rido Ilham; Kurniawan, Dwi Agus; Maison, Maison; Irmanto, Irmanto
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v5i1.45229

Abstract

Fisika merapakan salah satu mata pelajaran wajib untuk dipelajari di tingkat sekolah menengah atas (SMA) khususnya pada siswa yang mengambil kelas peminatan ilmu pengetahuan alam (IPA). Namun, pelajaran fisika menduduki peringkat terendah kedua pada ujian nasional terakhir. Hal ini dapat menurunkan tingkat efiskasi diri pada siswa, sehingga mempengaruhi proses dan hasil belajar mereka. Dilihat dari hal tersebut, dibutuhkannya sebuah peningkatan dalam dukungan baik dari guru, orang tua, dan lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri siswa kelas XI di SMAN 6 Batanghari. Sehingga, dapat dilakukan penanganan yang tepat. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Populasi yang digunakan adalah guru dan siswa kelas XI IPA I dan XI IPA II SMAN 6 Batanghari, dengan sampel sebanyak 60 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Dengan adanya penelitian ini, guru dapat mengetahui bagaimana tingkat efikasi diri pada siswa siswa terhadap mata pelajaran fisika di kelas, dan siswa dapat menyampaikan penyebab yang dapat meningkatkan ataupun menurunkan tingkat efikasi diri mereka terhadap pembelajaran fisika.
Studi Evaluasi: Tingkat Efikasi Diri Peserta Didik Kelas XI SMA Widodo, Rido Ilham; Kurniawan, Dwi Agus; Maison, Maison; Irmanto, Irmanto
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v5i1.45229

Abstract

Fisika merapakan salah satu mata pelajaran wajib untuk dipelajari di tingkat sekolah menengah atas khususnya pada siswa yang mengambil kelas peminatan ilmu pengetahuan alam (IPA). Namun, pelajaran fisika menduduki peringkat terendah kedua pada ujian nasional terakhir. Hal ini dapat menurunkan tingkat efiskasi diri pada siswa, sehingga mempengaruhi proses dan hasil belajar mereka. Dilihat dari hal tersebut, dibutuhkannya sebuah peningkatan dalam dukungan baik dari guru, orang tua, dan lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri siswa. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Populasi yang digunakan adalah guru dan siswa dengan sampel sebanyak 60 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri peserta didik sangat dipengaruhi oleh persepsi yang mereka miliki. Maka dari itu, sangat penting bagi tenaga pendidik untuk membangun persepsi yang  dimiliki oleh peserta didik. Ada banyak cara bagi tenaga pendidik untuk membantu peserta didik meningkatkan efikasi diri yang mereka miliki, seperti pemberian motivasi, penggunaan model atau strategi belajar yang menarik, ataupun pemberian kesempatan kedua bagi peserta didik dan tidak menghakimi atas apapun jawaban yang mereka berikan. Dengan demikian peserta didik akan merasa lebih percaya diri saat mengemukakan pendapat yang berdampak kepada meningkatnya tingkat efikasi diri peserta didik.
PENYULUHAN TERHADAP PENGGUNA MEDIA SOSIAL MENGENAI BAHAYANYA PENYEBARAN BERITA HOAX Anggraeni, RR Dewi; Salim, Agus; Santoso, Bambang; Mardiyah, Sayidatul; Irmanto, Irmanto; Saepulloh, Saepulloh; Saripudin, Saripudin; Suyatno, Suyatno
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i2.30967

Abstract

Hoax yang kita kenal adalah sebuah berita palsu, dimana berita yang disampaikan atau disebarkan itu adalah berita bohong. Hoax sering diartikan sebagai suatu hal yang tidak benar, palsu, bohong, penipuan, dan lainnya. Di era globalisasi sekarang ini kita semua tahu bahwa dengan berkembangnya pengetahuan teknologi, dengan mudahnya kita bisa mendapatkan berita dan informasi informasi penting yang begitu cepat. Bisa dikatakan bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk saat ini, karena dengan berkomunikasi kita bisa saling mendapatkan kabar, berita atau semacamnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah dalam bentuk penyuluhan terhadap masyarakat tentang bahayanya menyebarkan berita hoax di media social. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu untuk membangun karakter anti hoax juga diharapkan munculnya rasa tanggung jawab untuk memberantas hoax dan memberikan contoh pada masyarakat luas tidak hanya dari tuturan, tetapi juga melalui perbuatan yang mencerminkan karakter yang ulet, jujur, toleran, dan lain sebagainya. Penyebaran berita hoax (fitnah) diatur dalam UU ITE No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam hukum Islam sanksi penyebar berita hoax (fitnah) adalah takzir. Hukuman takzir yang berupa kawalan tidak terbatas, hukum kurungan tidak terbatas sampai ia menampakkan taubat dan juga baik pribadinya atau sampai hukuman mati.Kata Kunci : Berita Hoax, Hukum Islam, UU ITE
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah dalam Pembuatan Sabun Padat: Program Pengabdian Masyarakat di Desa Kebanggan Khoeriyyah, Fatimah Zahza; Muslihah, Niken istikhari; Lestari, Puji; Suyata, Suyata; Irmanto, Irmanto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste is unused material that comes from various human activities. One type of waste that is widely produced from household activities is used cooking oil. Used cooking oil is cooking oil that has been used repeatedly and has deteriorated, making it hazardous to health and the environmental ecosystem. Processing used cooking oil into solid soap is a simple, economical, and environmentally friendly innovation that can be applied on a household scale based on the principle of zero waste industry. This community service activity was carried out in collaboration with the Aisyiyah Branch in Kebanggan Village, Sumbang District, Banyumas, where most of the members are housewives. The main objective of the program was to raise environmental awareness while empowering partners through training in making solid soap from used cooking oil. The methods used included socialization on the dangers of used cooking oil waste, the practice of making solid soap using the cold process method, and the application of the soap produced for washing kitchen utensils. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess the increase in community knowledge and skills. The results of the activity showed a significant increase in the participants' understanding and skills in processing used cooking oil into useful products with quality that meets the 2021 Indonesian National Standard (SNI).