Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENOLONG KORBAN KECELAKAAN PADA TUKANG OJEK Basri, Ahmad Hasan; Istiroha, Istiroha
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.918

Abstract

ABSTRAK Pemberian pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan lalu lintas di sering tidak dilakukan oleh petugas medis atau orang yang berkompeten. Tukang ojek yang ada disepanjang Jl. Raya Daendles sering melakukan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan dan kesiapan menolong tukang ojek di wilayah Jl. Raya Daendles Manyar Gresik. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan jenis one group pre post test design. Sample diambil dengan menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 21 responden diberikan pelatihan BHD. Variabel independen yaitu pelatihan BHD dan variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan dan kesiapan menolong tukang ojek. Instrumen yang digunakan adalah SOP pelatihan BHD dan kuisioner pengetahuan dan kesiapan menolong. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan dan tingkat kesiapan menolong setelah diberikan pelatihan BHD dengan nilai p= 0,002 untuk tingkat pengetahuan dan p=0,000 untuk tingkat kesiapan menolong. Pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan menolong karena dengan pendidikan kesehatan dengan demonstrasi dapat mempermudah responden dalam mengingat kembali materi yang telah diberikan. Petugas kesehtan diharapkan dapat memberikan pelatihan BHD kepada masyarakat awam lain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan. Kata kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Pengetahuan, Kesiapan Menolong, Tukang Ojek DOI: 10.5281/zenodo.3561989
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN DENGAN MEDIA POWER POINT DAN MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BAJIR PADA SISWA SMA Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1154

Abstract

Sekolah merupakan salah satu dari fasilitas publik yang sering terkena dampak langsung dari bencana banjir seperti rusaknya infrastruktur dan lumpuhnya kegiatan pendidikan sehingga komunitas sekolah harus memiliki kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efektifitas pelatihan kesiapsiagaan dengan media power point dan media video terhadap peningkatan kesiapsiagaan siswa SMA/sederajat dalam menghadapi bencana banjir di daerah resiko tinggi banjir. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan jenis two group pre post test design. Sample diambil dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 20 responden diberikan pelatihan kesiapsiagaan dengan media power point dan 20 responden diberikan pelatihan kesiapsiagaan dengan media video. Instrumen yang digunakan adalah SOP pelatihan kesiapsiagaan dan kuisioner kesiapsiagaan. Data kesiapsiagaan dianalisis dengan uji indeks kesiapsiagaan menghadapi bencana dan diuji statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney test. Hasil uji wilcoxone sign rank test nilai indeks rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan kesiapsiagaan bencana banjir dengan media power point menunjukkan nilai p= 0,035. Hasil uji wilcoxone sign rank test nilai indeks rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan kesiapsiagaan bencana banjir dengan media video menunjukkan nilai p= 0,05. Hasil uji Mann whitney menunjukkan nilai p= 0,091 (p>0,05) artinya tidak ada perbedaan bermakna tingkat kesiapsiagaan siswa SMA/sederajat sesudah intervensi antara kelompok power point dan video. Media power point dan video merupakan media pembelajaran yang mempermudah siswa dalam belajar sehingga terjadi peningkatan kategori kesiapsiagaan. Pemerintah dan Badan Penanggunlangan Bencana Daerah diharapkan dapat memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana banjir kepada komunitas sekolah sehingga komunitas sekolah siap dan siaga dalam mengahadapi banjir. Kata Kunci: Bencana Banjir, Pelatihan Kesiapsiagaan, Power Point, Siswa SMA/sederajat, Video DOI: 10.5281/zenodo.4774679
HUBUNGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT IGD DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN OBAT HIGH ALERT Basri, Ahmad Hasan; Istiroha, Istiroha; Taufiq, Ahmad
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1552

Abstract

Stres kerja dapat berpengaruh pada kesehatan perawat dan berlanjut pada terganggunya kinerja perawat, salah satunya dalam pemberian obat high alert. Ketidaktepatan waktu pemberian high alert medications memiliki risiko lebih tinggi membahayakan kesehatan pasien. Tujuan penelitian adalah menjelaskan hubungan tingkat stress kerja perawat IGD ketepatan waktu pemberian obat high alert. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat IGD RSUD Ibnu Sina. Jumlah sampel sebanyak 20 responden, diambil dengan purposive sampling. Variabel bebas adalah tingkat stres Perawat IGD dan variabel terikat adalah ketepatan pemberian obat high alert. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner nursing stress scale dan lembar observasi pemberian obat high alert. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman dengan tingkat signifikansi a<0,05. Uji statistik spearman rho menunjukkan p=0,003 (a<0,05) sehingga H1 diterima artinya ada hubungan tingkat stres kerja Perawat IGD dengan ketepatan waktu pemberian obat high alert dengan tingkat korelasi kuat (r = 0,631). Semakin tinggi tingkat stres kerja perawat maka semakin rendah ketepatan waktu pemberian obat high alert. Bagi managemen rumah sakit diharapkan dapat mengantisipasi kondisi stres kerja dan meningkatkan kualitas management dispensing obat high alert. DOI: 10.5281/zenodo.6033604
PENGARUH POSISI PRONASI TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN COVID-19 Basri, Ahmad Hasan; Zuliyati, Evi
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.1790

Abstract

Coronavirus disease adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dengan gejala baru yang disebut happy hipoksia. Posisi pronasi adalah terapi non farmakologik untuk meningkatkan saturasi oksigen dengan keuntungan perbaikan ventilasi dan perfusi daerah ventral dan dorsal paru.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen pasien Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Design One GroupPretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah 19 pasien Covid-19 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen adalah saturasi oksigen dan variabel independen adalah posisi pronasi. Analisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan pada lembar observasi dan oksimetri nadi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan hasil (α hitung) = 0,022 < 0,05 sehingga H1 diterima yang artinya membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan posisi pronasi terhadap saturasi oksigen setelah 60 menit pemberian. Berdasarkan hasil penelitian ada peningkatan 1-2% dari nilai saturasi sebelum posisi pronasi. Sehingga bisa dijadikan alternatif terapi untuk meningkatkan saturasi oksigen pasien Covid-19 selain terapi farmakologis yang sudah didapatkan. Komorbid yang diderita dapat meningkatkan resiko penurunan saturasi oksigen pada pasien Covid-19. Posisi pronasi yang dilakukan lebih dari satu kali dapat memberikan hasil peningkatan saturasi oksigen lebih maksimal.
DURATION OF HEMODIALYSIS THERAPY CORRELATES WITH COGNITIVE FUNCTION OF CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS Zahroh, Roihatul; Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan; Abd Kadir, Khairul Azmi
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 3, Issue 1, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/syn.v3i1.121

Abstract

Background. When the kidneys are unable to eliminate waste and fluid from the body, hemodialysis is a treatment that is employed. Hemodialysis patients with kidney failure experience a reduction in cerebral perfusion and blood flow velocity, which leads to a cerebral edema, a decrease in intracerebral blood pressure, and a change in the brain's oxygen metabolism, all of which impair cognitive function. Numerous investigations on people with chronic renal disease have extensively documented cognitive impairments and dementia. This study purpose to determine cognitive function related to the duration of hemodialysis in chronic kidney disease patients. Research Methods. This cross-sectional, correlative analytical investigation was carried out in January 2024 using a sample of around 26 participants who satisfied the inclusion requirements using complete sampling methodologies. Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaires were used in this investigation. The Spearman's rho statistical test was used to assess the collected data. Findings. There was no relationship between the two factors examined in patients with chronic renal disease, the length of hemodialysis treatment, and the cognitive function (p = 0.311). Conclusion. Hospital would be able to maintain or reduce cognitive impairment in hemodialysis patients by offering education or conversation using a variety of techniques or media, particularly with relation to understanding about chronic kidney disease patients.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT Hadi Prayoga, Dimas; Basri, Ahmad Hasan; Mony, Ali
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gresik merupakan daerah dengan wilayah kawasan industry yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA. Faktor yang mempengaruhi ISPA diantaranya adalah pengaruh lingkungan, misalnya pencemaran polusi udara dari pabrik di lingkungan sekitar sehingga dapat penggangu kesehatan masyarakat sekitar kemudian perilaku, hidup bersih yang kurang di jaga misalnya membuang sampah sembarangan kebiasaan merokok, dan status gizi yang tidak seimbang sehingga mudah untuk terserang oleh penyakit. Namun sampai saaat ini faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA belum dapat dijelaskan.. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di Puskesmas Nelayan Gresik diantaranya faktor lingkungan, faktor status gizi dan faktor perilaku. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional responden sebanyak 59 orang dengan Teknik pngumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis dengan metode uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisa statistic menunjukan  bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA antara lain lingkungan (p=  0,004) dengan derajat korelasi hubungan (r= 0,367) termasuk korelasi kuat. status gizi (p=  0,001), dengan korelasi hubungan (r= 0,432) termasuk korelasi kuat, dan perilaku (p=  0,002) dengan korelasi hubungan (r= 0,398) termasuk korelasi kuat. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa faktor lingkungan, status gizi, dan perilaku sangat mempengaruhi terhadap kejadian ISPA sehingga diharapkan perawat lebih aktif dalam melakukan penyuluhan pada masyarakat sehingga penyakit ISPA dapat di minimalkan.
PENYULUHAN HERBAL KOMPLEMENTER ANTIHIPERTENSI KEPADA LANSIA DI WILAYAH DESA CERME KIDUL, KABUPATEN GRESIK Istiroha, Istiroha; Basri, Ahmad Hasan; Zahroh, Roihatul; Rahimah, Syan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Maret - Mei 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita hipertensi secara umum tidak mengetahui bahwa terapi komplementer dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan pengabdian masyaraakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama kelompok lansia tentang tanaman herbal komplementer yang dapat digunakan sebagai obat non farmakologis anti hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juli 2024 di Posyandu Lansia Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, kabupaten Gresik. Pada hari pertama tim pelaksana melakukan persiapan dan pada hari ke dua tim pelaksana melakukan penyuluhan tentang konsep penyakit hipertensi, herbal komplementer antihipertensi, dan demonstrasi pembuatan jus herbal komplementer. Sebelum penyuluhan tim membagikan kuisioner pretest dan setelah penyuluhan tim membagiakn kuisioner posttetst sebagai evaluasi hasil penyuluhan. Penyuluhan ini diikuti oleh 20 lansia yang mempunyai riwayat hipertensi. Hasil pegabdian kepada masyarakat menunjukkan pengetahuan lansia sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar pada kategori kurang (65,0%) dan setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori cukup (50,0%) dan baik (40,0%). Pemberian penyuluhan tentang herbal komplementer antihipertensi kepada lansia terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan obat herbal antihipertensi. Diharapkan Puskesmas dapat membuat program penyuluhan dan pemanfaatan tanaman herbal antihipertensi sebagai tanaman obat keluarga yang dimiliki oleh setiap keluarga sehingga penderita hipertensi dapat menggunakan tanaman tersebut dengan mudah dan murah.
HUBUNGAN FASILITAS RUANG RAWAT INAP DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS (The Relationship Between in Ward Facilities with the Level of BPJS Patient Satisfaction) Basri, Ahmad Hasan; Leoganda, Dadang Filani
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.113

Abstract

ABSTRAK                                                                    Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia untuk hidup layak produktif sehingga perlu penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali dalam biaya dan mutu pelayanan yang diberikan. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan fasilitas kesehatan ruang rawat inap di sebuah rumah sakit dalam memberikan fasilitas kesehatan pada pasien BPJS harus sama tidak membeda-bedakan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan hubungan fasilitas ruang rawat inap dengan tingkat kepuasan pasien BPJS.            Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengumpulan data tentang fasilitas ruang rawat inap dan tingkat kepuasan pasien BPJS menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan rank sperman corelation, sampel yang digunakan adalah pasien sebanyak 25 orang.            Hasil analisa statistik hubungan fasilitas ruang rawat inap dengan tingkat kepuasan pasien BPJS adalah p= 0,034 yang berarti ada hubungan fasilitas ruang rawat inap dengan tingkat kepuasan pasien BPJS, dengan derajat korelasi hubungan r=0,426 yang artinya mempunya korelasi kuat.            Semakin baik fasilitas ruang rawat inap maka akan berdampak pada peningkatan kepuasan pasien. Pasien merasa puas ketika di rawat di rumah sakit akan merekomendasikan ke orang lain atau keluarga tentang kelengkapan fasilitas yang dimiliki setiap ruangan yang ada di rumah sakit dan ini sekaligus dapat menjadi promosi tersendiri untuk perkembangan rumah sakit kedepannya.Kata Kunci :Fasilitas Ruang Rawat Inap, tingkat kepuasan pasien BPJS. ABSTRACT Health is a basic human need to live decent and productive so it needs health service that good cost and quality controlled. The efforts that undertaken to maintain health facility in wards at the hospital that providing health facilites to patient should not discriminate between BPJS patient and others. The purpose of this study to clarify the relationship of patient in ward facilities with the level of patient satisfactions of BPJS system.This study used cross sectional design. Data collection of inpatient facilities and patient satisfaction used a questionnaire. The analyzed used Rank Spearman Correlation, the patient sample was 25 patients.            Statistical analysis of the relationship inpatient facilities with BPJS patient satisfaction level was p=0,034, it means there was a relationship inpatientfacilities with BPJS patient satisfaction level, with relationcorelation degree r=0,426 which had strong corelation. The better patientfacilities in ward will impact on improving patient  satisfaction. Patients are satisfy when treated to the hospital would recommend to other people or their families about the completeness of facilities of every room in the hospital and it also can be a separate promotion for the future development of the hospital.Keywords: In Ward Facilities, BPJS patient ssatisfaction.
EFEKTIVITAS KLASIK MUSIK TERAPI DAN murrotal TERAPI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PASIEN KECEMASAN PRE OPERASI OPERATION (Effectiveness of Classical Music Therapy and Murrotal Therapy To Decrease The Level of Anxiety Patients Pre Surgery Operation) Suwanto, Suwanto; Basri, Ahmad Hasan; Umalekhoa, Mustamin
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.327

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respon dasar manusia terhadap bahaya tidak bisa dihindari dan salah satu reaksi yang paling umum untuk penyakit ini. terapi musik klasik dan terapi murrotal dapat mengurangi tingkat kecemasan pada pasien, hal ini berguna untuk proses penyembuhan karena dapat mengurangi rasa sakit dan dapat menyediakan klien merasa lebih santai. Tujuan dari ini dipelajari adalah untuk menggambarkan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murrotal untuk menurunkan tingkat penderita kecemasan operasi pra-operasi.Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murrotal dan desain yang digunakan quasy eksperimental (desain pre-post test), Populasi 20 pasien dengan pra operasi (minor) menggunakan teknik purposive sampling, data yang dikumpulkan terapi murrotal dan terapi musik klasik dengan observasi, wawancara terstruktur, kemudian dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney tes.Hasil statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa terapi dengan musik klasik (P 0,004.) Terapi murrotal (P 0002) berdua ada pengaruh penurunan tingkat kecemasan, uji Mann-Whitney menunjukkan hasil yang signifikan dari perhitungan (α) = 0,001 <0 05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima berarti bahwa ada perbedaan antara penurunan tingkat kecemasan terapi musik klasik dan terapi murrotal mana terapi murrotal lebih efektif daripada musik klasik.Berdasarkan hasil penelitian terapi musik klasik dan terapi murrotal bersama-sama ada pengaruh tetapi hanya terapi murrotal yang lebih tenang, santai begitu dalam dan nyaman. Kata Kunci : Terapi musik klasik, Terapi murottal, Kecemasan. ABSTRACT Anxiety is a basic human response to danger is not inevitable and one of the most common reaction to the disease. Classical music therapy and murrotal therapy can reduce the level of anxiety in patients, it is useful for the healing process because it can reduce pain and can provide clients feeling more relaxed. The purpose of this studied was to describe the effectiveness of the of classical music therapy and murrotal therapy to decrease the level of anxiety patients  pre-surgery operation.This research was to determine differences in the effectiveness of classical music therapy and therapy murrotal and design used experimental quasy (pre-post test design), The population of 20 patients with preoperative (minor) used the technique of purposive sampling, data collected murrotal therapy and classical music therapy by observation, structured interview, then were analysed with Wilcoxon and Mann Whitney test.Wilcoxon statistic result showed that therapy with classical music (P 0,004.) Therapy murrotal (P 0,002) were both there is influence of the decline of levels of anxiety, Mann-Whitney test showed significant results of the calculation (α) = 0,001 <0 05 means H0 refused and H1 was received means that there were a difference between the reduction in anxiety level classical music therapy and therapy murrotal where murrotal therapy more effective than classical music.Based on the results of the research of classical music therapy and murrotal therapy together there were influence but only murrotal therapy that is more calm, relaxing so deep and comfortable. Keyword : Therapy mucic classical, Therapy murrotal, Anxiety.DOI : 10.5281/zenodo.1405473
PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP PERISTALTIK USUS POST APPENDIKTOMI Basri, Ahmad Hasan; Sulistiyawati, Nunuk
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.636

Abstract

Appendiktomi yaitu tindakan pembedahan dengan pengangkatan appendiks yang meradang, pasca appendiktomi dapat menyebabkan kehilangan peristaltik normal selama 24 sampai 48 jam, intervensi keperawatan yang dapat diberikan yaitu mengunyah permen karet untuk mengembalikan peristaltik usus menjadi normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet terhadap peristaltik usus pada pasien post appendiktomi.Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental jenis One-shot case study pra test post test design. Populasi adalah pasien post appendiktomi sebanyak 28 pasien di Ruang Dahlia RSUD Ibnu Sina.  Sampel berjumlah 26 pasien diambil secara purposive sampling. Variabel independen adalah mengunyah permen karet dan variabel dependen adalah peristaltik usus. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan SOP mengunyah permen karet yang dilakukan 3x per hari selama 30 menit selama mengunyah, kemudian data dianalisa menggunakan Paired T Test.            Sebelum dilakukan mengunyah permen karet peristaltik usus seluruh responden tidak normal, sedangkan sesudah intervensi 90% responden peristaltik usus menjadi normal. Hasil uji Paired T Test p=0.000 dimana p<0.05 artinya ada pengaruh mengunyah permen karet terhadap peristaltik usus.Peristaltik usus pada pasien post appendiktomi dapat dilakukan dengan upaya mengunyah permen karet. Mengunyah permen karet dapat dijadikan SOP dan diterapkan oleh perawat di rumah sakit. Kata Kunci: Mengunyah permen karet, peristaltik usus, post appendiktomi.Appendectomy is surgical action by removal of inflamed appendix, appendectomy of one of the abdominal surgical procedures. During the surgery may cause a normal peristaltic loss for 24 - 48 hours. Priority nursing action is chew the bubble gum to restore of intestinal peristaltic to normal. This research is to know the effect of chew the bubble gum on intestinal peristaltic post-appendectomy patient.This research used pre-experimental design type One-shot case study pre-test and post-test design. This population was post-appendectomy patient as much 28 patients in Dahlia Room RSUD Ibnu Sina. 26 samples of patients were taken by purposive sampling. The independent variable is effect of chew the bubble gum and the dependent variable is intestinal peristaltic. Data were collected using observation sheet instrument and SOP chew the bubble gum done 3 times a day for 30 minutes each chew, then data analyzed using Paired T Test.            Before chew the bubble gum, intestinal peristaltic all of respondents are not normal, whereas after intervention 90% of respondents intestinal peristaltik intestine to be normal. Based on result from Paired T Test P: 0.000 where P <0.05 that’s means chew the bubble gum have significant effect to intestine peristaltic.Intestinal peristaltic on patient post-appendectomy can be done by chewing the bubble gum. Chewing gum can be used as SOP and applied by nursed at the hospital.Keywords: Chew the bubble gum, intestinal peristaltic, post-appendectomyDOI: 10.5281/zenodo.1404575